Ikuti aturan. Dibawah 21 jangan baca.
Belum pernah ada yang bisa merebut hati Kaisar Zhou Shen Wang sebelumnya. Setiap pernikahan hanya ia laksanakan sebagai formalitas semata. Itupun karena permintaan ibunya Shen Wang agar ia dapat segera menimang cucu pewaris bagi Kerajaan Zhou.
Bagi Shen Wang tak ada yang spesial dari wanita, selain dari pada kecantikan dan sikap manis palsunya dihadapan seorang kaisar bermartabat sepertinya.
Tapi karena sebuah kejadian yang tak terduga, Shen Wang mengalami sakit parah. Satu satunya tabib yang handal pun sedang diutus mengatasi perang di wilayah perbatasan. Akhirnya seorang gadis bernama Liang Kim Hwa, putri dari tabib handal itu dipaksa untuk mengobati Shen Wang.
Dengan tekun Kim Hwa mengobati sang kaisar muda dalam waktu yang cukup lama. Tak disangka, akhirnya Shen Wang dapat merasakan yang namanya jatuh cinta. Ternyata cinta itu rasanya tidak masuk akal. Ternyata cinta itu tak mengenal waktu dan tempat.
Tapi apakah ia akan mengambil
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon souzouzuki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12 - Politik Selir Yue Xi
"Baiklah. Tapi kali ini pelanggaran. Kau terus menjawab dengan kurang sopan sejak tadi." Shen Wang tersenyum.
A Yong langsung menatap cemas Kim Hwa. Setahu A Yong, Shen Wang sangat tak tanggung-tanggung dalam memberikan hukuman.
Kim Hwa terdiam.
"Hahh kau bahkan tidak langsung memohon ampun." Shen Wang menyumpit makanannya lagi.
Kim Hwa masih terdiam.
"Bersihkan kolam kediaman ini dari dedaunan, bersihkan rumputnya sekalian. Tidak ada yang boleh bekerja selain kau dan pelayan pribadimu." ucap Shen Wang.
A Yong menatap Kaisar Shen Wang heran. Lagi-lagi ada yang berbeda. Kaisar tidak memberikan hukuman berat. Bahkan dalam menjalankan hukuman ringan ini, Kim Hwa masih boleh di bantu oleh pelayan pribadinya.
Fan Lu yang sedari tadi menunduk karena malu dengan kelakuan nonanya itu segera maju dan berlutut memohonkan ampun.
"Yang Mulia, hamba memohon ampun atas nama nona Kim Hwa..."
Shen Wang bahkan tak mau menatapnya.
"Apa hukumannya kurang berat? Jangan protes lagi, kerjakan sekarang." jawab Shen Wang santai.
"Baik Yang Mulia." Kim Hwa masih tersenyum tak berdosa.
"Ayo Fan Lu, bantu aku." Kim Hwa berjalan cepat keluar dari ruangan.
Pandangan Shen Wang terus mengikutinya.
"Dia itu membingungkan." gumam Shen Wang.
"Membingungkan?" A Yong mencoba bertanya lebih lanjut.
Shen Wang mendongak menatap A Yong yang berdiri di sebelah meja makannya. "Kau ingat saat pertama kali dia datang? Bendera kerajaan dibuat kotor, lalu ia bersujud di depanku. Dia terus berbicara formal. Tiba tiba ia jadi berani seperti itu. Bicara seperti bicara dengan teman sendiri. Ckckck." decak kesal Shen Wang.
A Yong terkekeh pelan.
"Apa yang kau tertawakan?" kesal Shen Wang.
"Bukannya dia itu menggemaskan Yang Mulia?" A Yong menggoda majikannya.
"Apa? Sangat menjijikkan." Shen Wang membuang muka.
"Ngomong-ngomong Yang Mulia, anak itu belum sarapan." kata A Yong.
"Apa Yang Mulia tidak takut ia pingsan?" A Yong bertanya lagi.
Shen Wang tetap mengunyah makanannya tak menjawab A Yong.
"Setelah selesai nanti beri dia makan. Sekarang kau makanlah duluan." kata Shen Wang.
"Baik Yang Mulia." A Yong menunduk singkat sebagai penghormatan.
.
.
"Haah menyebalkan." gerutu Kim Hwa.
"Nonaa... sebaiknya Nona menjaga sikap. Masih baik hari ini yang mulia tidak menyuruh Nona berlutut di depan matahari dengan kaki menumpu pada batu. Yang mulia pernah menghukum permaisuri seperti itu!" tutur Fan Lu.
"Apa? Kejam sekali!" kesal Kim Hwa sembari mendayungkan penyaring daun dari anyaman bambu itu ke atas permukaan air kolam.
Sementara Fan Lu sibuk menyapu dedaunan kering yang berjatuhan ke rerumputan di sekitar mereka.
"Memang seperti itu hukumannya Nona. Apa Nona belum pernah tahu?" tanya Fan Lu.
Kim Hwa menghentikan pekerjaannya sejenak.
"Aku tidak tahu. Terakhir kali mungkin aku baru terbentur sesuatu sampai hilang ingatan. Mohon bantuannya untuk hidup disini selama enam bulan Fan Lu..." melas Kim Hwa.
Fan Lu menatap nonanya dengan simpati. "Benarkah? Bagaimana bisa terbentur?"
"Aku juga tidak tahu. Siapa aku? Dari mana aku? Aku tidak tahu. Aku hanya ingat istilah "Modern". Aku ini orang modern." Kim Hwa menghentakkan kakinya sebal. Entah kenapa ia bisa melupakan semuanya.
Fan Lu menatap heran Kim Hwa. Sejak awal memang gerak-gerik nonanya sangat aneh, untunglah parasnya cantik.
"Nona." bisik Fan Lu.
"Apa?"
"Sepertinya bukan hanya A Yong yang menyukai Nona. Tapi yang mulia juga menyukai Nona." Fan Lu tersenyum lebar.
"Kau ini bicara apa!" kesal Kim Hwa.
"Aku serius Nonaa... Nona tahu? Dari awal saat Nona melakukan banyak hal memalukan, yang mulia sama sekali tidak menghukum Nona."
"Yang pertama, nona mengotori bendera Kerajaan Zhou. Nona tahu? Kalau yang melihat kejadian itu adalah ibu suri, mungkin Nona akan dipenjara. Parahnya lagi bisa dihukum cambuk." tutur Fan Lu.
Kim Hwa mulai memikirkan kata-kata Fan Lu.
"Yang kedua, Nona selalu menjawab dengan kurang sopan. Ini pelanggaran berat. Tapi Nona hanya disuruh membersihkan taman ini? Boleh dibantu dengan Fan Lu pula. Coba pikirkan ini Nona, mungkin yang mulia memang tertarik dengan Nona." Fan Lu menambah hawa panas akibat salah tingkah di pipi Kim Hwa.
"Jadi dia itu macan ganas yang takluk padaku." Kim Hwa terkikik seram mencoba mencari bahan candaan dengan pelayan pribadinya.
Krep.
"Siapa disana!" Fan Lu langsung menoleh ke arah sumber suara. Seperti ada dedaunan kering yang terinjak oleh sepatu seseorang.
"Aku." Seorang wanita dengan banyak perhiasan di kepalanya itu datang mendekat ke arah Kim Hwa dengan tatapan sadis.
"Selir Yue Xi?" gumam Fan Lu.
"Nona! Segera beri hormat, dia adalah Selir Kehormatan Yue Xi." bisik Fan Lu.
Kim Hwa langsung menyatukan tangannya ke depan dan menunduk hormat.
"Hamba memberi hormat kepada Selir Kehormatan Yue Xi." ucap Kim Hwa.
Yue Xi mendekati Fan Lu. Ia menarik dagu Fan Lu ke atas.
"Siapa yang sedang kau bicarakan hei pelayan? Kau meracau disiang bolong atau sedang berhalusinasi?" Yue Xi menatap Fan Lu dengan tatapan intimidasi.
Fan Lu langsung menunduk takut ketika Yue Xi melepaskan cengkramannya pada dagu Fan Lu.
"Yang mulia tertarik pada nonamu? Hahahaha" Yue Xi menertawakannya dengan keras.
Fan Lu menggeleng dengan cepat."Bu-bu- bukan. Bukan apa apa, ha-hamba hanya berhalusinasi saja."
Kim Hwa melirik kasihan pada Fan Lu masih dengan kepala yang tertunduk. Ia tak terima pelayan baiknya ini di intimidasi. Tapi demi kebaikan bersama, Kim Hwa harus bersabar menahan diri.
"Dimana yang mulia? Apa dia sudah sembuh?" tanya Yue Xi.
"Yang mulia ada di dalam. Maaf tapi sebaiknya Anda tidak masuk ke dalam untuk menemui yang mulia. Yang mulia terkena tuberculosis sehingga penyakitnya bisa menular." jawab Kim Hwa sambil menunduk 45 derajat.
"Apa? Menular??" cemas Yue Xi.
"Benar." jawab Kim Hwa.
"Kalau begitu bagaimana kau bisa merawatnya tanpa takut tertular?" Yue Xi melipat kedua tangannya.
"Saya dan semua yang berkontak langsung dengan yang mulia sudah meminum obat pencegahan sambil menjaga jarak." Kim Hwa menunduk lagi.
"Tuberculosis? Penyakit macam apa itu? Aku belum pernah mendengarnya." Yue Xi menatap Kim Hwa dari atas ke bawah seakan tak mempercayainya.
"Itu adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri tuberculosis." jawab Kim Hwa.
"Ini sudah hari keduamu mengobati kaisar. Kapan kaisar akan sembuh? Kapan aku boleh menemuinya?"
Fan Lu terus mengamati nada bicara, tatapan, dan gerak gerik Yue Xi. Semuanya menandakan kalau Yue Xi tidak menyukai Kim Hwa. Seperti sejak awal mereka bertemu, Yue Xi masih merasa terancam. Apa lagi baru saja Yue Xi mendengar percakapan Fan Lu dengan Kim Hwa, siapa tau itu benar?
"Penyakit tuberculosis bukan penyakit sembarangan. Bisa sembuh total saja memerlukan waktu sekitar enam bulan." jelas Kim Hwa.
"Wah kau mau menipu semua warga istana ini supaya kau bisa bersama dengan kaisar tanpa gangguan karena takut tertular??" Selir Yue Xi langsung menyerang dan menyimpulkan begitu saja.
Beda ma Yuzhen..
ahh jgn gitu lah thor.. kasian si kim hwa.. biarpun ini ttg keadilan tp ini kisah conta tragis menurutq sih..
kaisar menang banyak.. jg melambangkan ke egoisan laki" menang telak d sini..!!!! 😥😥😥
oh y thor,, bawang putih cina itu yg kek mana yak?? serius nanya.. mihon d jawab..🙏
bukannya itu GK nyambung dengan judul yha
kalo mau flashback yh GK harus gini juga udh dari kemarin GK selesai ²+sekarang bikin pembaca kecewa aj terlalu lama flashback ny😢
menunggu itu GK menyebalkan tour