putraku anak dari pak CEO
wanita berusia 25 tahun, bernama Alina Pratiwi mengunjungi sebuah tempat hiburan malam terbesar di kotanya, demi hanya agar sejenak melupakan berbagai tuntutan dari ibunya yang ingin segera melihat putri semata wayangnya itu menikah sebelum sang ibu tutup usia.
sedangkan Alina sendiri sama sekali tidak pernah ingin menikah, karna trauma nya yang memergoki sang ayah berselingkuh dengan wanita lain.
namun niat hati Alina ingin hanya sekedar menghibur diri,justru Alina malah mendapatkan peristiwa yang membuat dirinya kehilangan kehormatan nya
akankah Alina mampu menjalani kehidupan yang berbeda ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tinta digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. diam-diam suka?
Hari minggu tidak membuat alina bermalas-malasan. Justru alina sangat bersemangat, seperti hal nya pagi ini.
Waktu menunjukkan pukul. 05:00
Alina sedang berkutat dengan berbagai jenis bahan masakan, di temani seorang gadis berkulit sawo matang, yang masih berusia 19 tahun
"rani, ambilkan kaka garam ya ?! Seperti nya mbok nining lupa periksa stok bumbu." titah alina
rani yang sedang mencuci sayuran pun menghentikan sejenak, lalu berjalan ke arah rak tempat penyimpanan berbagai macam bumbu dan lainnya.
"ini kak " rani menyodorkan garam yang sebelumnya sudah di tuangkan kedalam tempat yang tersedia
"hmmm.... Kamu gesit juga" puji alina
"kaka bisa saja.." rani melanjutkan perkerjaan nya
Hingga pukul. 05:40 akhirnya hasil masakan alina sudah tersaji di atas meja makan
"kak, rani lanjut bantu mbok nining bersih-bersih ya?" serunya yang di angguki oleh alina
Sementara alina berlalu menuju kamarnya yang berada di lantai 2, untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket
15 menit kemudian,,,
Alina selesai dengan ritual mandinya, beberapa saat kemudian ia juga selesai mengenakan atasan tanpa lengan berwarna lilac dan celana jeans pendek berwana abu. Pakaian yang sangat sederhana, namun tak mengurangi kecantikkan nya
Ceklek.
Alina membuka pintu kamar putranya, tubuh kecil itu terlihat masih sangat betah dalam balutan selimut tebal miliknya.
alina mengolah senyum lalu berjalan dan berhenti tepat di sisi ranjang
" alvino bangun nak" alina mengelus pucuk kepalanya dengan lembut membuat tubuh kecil itu mengerjakan matanya
"selamat pagi tuan kecil yang tampan!?" ucap alina dengan senyuman yang manis
" iya mom, aku cudah bangun" sahutnya dengan suara khas bangun tidur
" baiklah, ayo saatnya tuan kecil nya mommy membersihkan diri!" ajak alina
"oke mom" jawabnya sambil merentangkan kedua tangannya dan disambut hangat oleh alina
" wah... putra mommy sepertinya sudah mulai besar ya ?!" ucap alina ketika membawa tubuh kecil itu ke dalam gendongan nya
"benalkah?" tanyanya dengan wajah yang polos
"tentu saja, lihatlah pipimu semakin menggemaskan" goda alina saat memasuki kamar mandi yang berada di kamar alvino
"hahahaa....." tanya riang membuat alina merasa sangat beruntung memiliki putranya yang tampan dan ceria .
......................
kota jakarta pagi ini terlihat lebih tenang jalanan yang tidak terlalu padat , serta udara yang masih sejuk.
matahari berwarna keemasan menghiasi langit biru yang masih terselimuti awan putih yang tipis.
🎵5th of November
When I walked you home
That's when I nearly said it
But then said 'Forget it, you fool'
Do you remember?
You probably don't
'Cause the sparks in the sky
Took a hold of your eyes while we spoke
Yesterday, drank way too much
And stayed up too late
Started to write but I wanna say
Deleted the message, but I still remember it said
I wish I was who you drunk texted at midnight
Wish I was the reason you stay up 'til 3
And you can't fall asleep
Waiting for me to reply
I wish I was more than just someone you walk by
Wish I wasn't scared to be honest and open
Instead of just hoping
You'd feel what I'm feeling inside
April the 7th
And nothing has changed
It's hard to get by
When you're still on my mind every day
Sometimes I question
If you feel the same?
Do we make stupid jokes?
Trying to hide that we're both too afraid to say
I wish I was who you drunk texted at midnight
Wish I was the reason you stay up 'til 3
And you can't fall asleep
Waiting for me to reply
I wish I was more than just someone you walk by
Wish I wasn't scared to be honest and open
Instead of just hoping
You'd feel what I'm feeling inside
Oh, and here we go again
Destroy myself to keep my friend
Hiding away 'cause I was afraid you'd say no
I wonder if I cross your mind
Half as much as you do mine
If I tell you the truth
What will I lose?
I don't know
I wish I'd sent you that drunk text that midnight
I was just scared it would ruin our friendship
But I really meant it
I wonder how you would reply🎵
(henry moodie : drnuk text)
Sean melajukan mobil miliknya membelah jalanan, sesekali ia ikut bersenandung mengikuti alunan lagu yang sedang di putarnya.
"amleia....." sean bergumam sembari menyunggingkan senyum nya, mengingat kejadian beberapa bulan lalu
Flashback On
di antara dentuman bass yang menggelegar, serta kerlap-kerlipnya lampu berwarna-warni.
amelia memilih duduk di sebuah kursi di sudut ruangan itu.
sambil meneguk wine nya hingga tandas dan mengulangi hal yang sama berkali-kali, tanpa menghiraukan para pasangan yang sedang menari dan berdansa penuh gairah.
amelia terlihat sangat kacau dengan deraian air mata dan suara isakan tangan yang nyaris tak terdengar.
Sementara sean yang baru saja keluar dari ruangan VIP milik felix, langkah nya terhenti, saat tak sengaja matanya menyorot ke arah di mana amelia berada.
dengan menautkan kedua alisnya, sean memperhatikan sosok wanita yang sejak 4 tahun lalu diam-diam iya sukai.
'apa yang terjadi padanya?' batin sean
Setelah beberapa saat terdiam, sean pun melangkahkan kakinya menuju ke arah wanitanya pujaannya itu.
"apa terjadi sesuatu?" tanya sambil mengambil alih gelas sloki yang berisi wine lalu meneguk nya sampai habis dan meletakkan kembali gelas itu di atas meja.
sementara amelia hanya terdiam sambil memicingkan matanya menatap ke arah sosok pria yang lancang merebut gelas miliknya.
kemudian amelia menuangkan kembali minuman itu dan hendak meminumnya, namun lagi-lagi pria itu meraihnya dan meneguknya hingga habis, sampai hal serupa berulang berkali-kali.
"apakah anda terlalu miskin tuan?"
sarkat nya menarik dasi berwarna hitam dengan corak garis kuning keemasan, yang di kenakan oleh sean hingga wajahnya terlihat sangat dekat.
"haiisshhh..... Kenapa wajahmu mirip sekali dengan atasan ku?" umpatnya sembari mendorong dada bidang sean
"sepetinya kamu sudah terlalu mabuk!" sean mengambil alih gelas itu, dan menjauhkan nya sehingga tak dapat di jangkau oleh amelia
"hahahah.... Apakah semua pria menyebalkan? Daniel sialan! Hikss...." amelia mengumpati sean dengan deraian air mata
"kenapa kau menangis?" sean semakin meneliksik, seakan mencari jawaban apa penyembab wanita pujaannya menjadi sekacau ini
'tunggu! Daniel? Apakah dia menyakiti nya?' sean hanya mampu betanya di dalam hati.
"menjauh dari ku!" bentak amelia mendorong tubuh sean dengan seluruh tenaga yang ada
namun tubuh pria itu tak menjauh sama sekali.
"ayo ku antar pulang!" ajaknya sambil menarik tangan amelia
"tidak mau!" amelia menepis kasar
"kau menguji kesabaran ku amelia !"
Tanpa permisi, sean mengangkat tubuh amelia ke atas pundaknya persis seperti memanggul karung beras. amelia yang terkejut meronta-ronta dan sesekali mengumpat kasar yang tak dihiraukan sama sekali oleh sean
Cukup 10 menit sean berkendara, kini mobilnya sudah terparkir di depan rumah amelia.
sean kembali mengangkat tubuh amelia ala bridal style dan berjalan ke arah pintu utama rumah tersebut.
lalu mendudukan tubuh amelia di salah satu kursi yang tersedia di sana
Tok Tok Tok.......
"Permisi" sean mengetuk pintu rumah yang berwarna putih bersih itu
Ceklek.
"ya tuan, mencari siapa?" tanya seorang wanita paruh baya yang muncul dari balik pintu yang sedikit terbuka
"maaf bu, ini saya mengantarkan amelia pulang" ucap sean dengan sopan
"astaga non amel!" wanita paruh baya itu terkejut melihat amelia yang masih meracau akibat pengaruh alkohol
"maaf den, aden siapanya non amel?" tanya nya menatap sean
"saya sean bu, rekan kerja nya amelia di kantor" jelasnya
"oh begitu, yasudah den... Mbok minta tolong bantu antar non amel ke dalam ya ?" pintanya
"baik bu" sean menurut, memapah tubuh amelia yang lunglai
sean berjalan memasuki rumah milik amelia untuk pertama kalinya, menuju kamar pribadi milik wanita itu
" di sini den, tolong langsung direbahkan saja ya?!" pinta wanita paruh baya itu
"tidak biasanya non amel pulang semabuk ini" gumam wanita paruh baya itu sembari menyelimuti tubuh amelia hingga menutup dada
"kalau begitu saya permisi ya bu?" pamit sean
" terima kasih banyak ya den, hati-hati di jalan... ini sudah larut malam!"
sahutnya ramah dengan seulas senyum yang diangguki kepala oleh sean
Flashback Off
......................
......................
"alvino jangan lari-lari nak!" seru alina melangkah lebar menuju putranya yang sangat aktif
"heheheh... Iya mom" alvino tertawa menampilkan gigi susu bertengger rapi pada susunan nya
"dasar alvino" ucap bu maya yang ikut berjalan terpogoh-pogoh mengejarnya
"maaf ya mama tua" sahut nya .sembari menggandeng tangan alina dan bu maya, yang terlihat sangat menggemaskan
alina membawa alvino ke sebuah playground yang sudah ramai pengunjung.
"lihatlah, putramu sangat lucu sekali " bu maya memperhatikan alvino yang kini sedang bermain perosotan
"iya ma, semoga kita selalu bahagia" sahut alina mengembangkan senyum nya
mereka mencoba berbagai permainan yang ada di sana, hingga tak terasa sudah satu jam berlalu.
"mommy vino cudah cape!" alvino memeluk kaki alina dan menyandarkan tubuhnya di sana
"hmmm... Ayo kita makan siang !" ajak alina menggendong putra kesayangan nya itu
"mama tua kemana mom?" tanya alvino ketika tak menemukan sosok bu maya
"mama tua tadi buru-buru pulang sepertinya ada hal penting" jawab alina
"yaaaahh...." alvino mengerucutkan bibirnya ada apa sayang jangan ngambek ya nanti gantengnya hilang rayu alina mencolek hidung mancung putranya
"hahaha....." suara gelak tawa alvino semakin membuat suasana hati alina menghanta dan lebih ceria
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
tunggu bab berikutnya ya guys?
Like, komen, dan subcrieb author ya,,, biar author nambah semangat menghalunya 😆😆
Lop lop buat para reader's 😚😚😚
kopi pagi thor... 🍞☕️ semangat
sukses sll💪🏻😍😍