NovelToon NovelToon
MANTAN YANG AROGAN

MANTAN YANG AROGAN

Status: tamat
Genre:CEO / Teman lama bertemu kembali / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:110.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vira

Salsabila adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang hidup bersama dengan kedua orang tuanya. Salsa membantu perekonomian keluarga dengan bekerja di perusahaan milik seorang CEO yang ternyata adalah mantannya sewaktu masih SMA. Salsa terkejut saat mengetahui hal tersebut dan memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Namun hal yang tidak terduga terjadi, Mantannya tersebut tidak membiarkannya memundurkan diri dari perusahaan, tapi ia juga sering menyulitkan pekerjaan Salsa. Apa sebenarnya yang di inginkan pria tersebut ? ikuti terus alur ceritanya ya gays.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 12

Malam itu Edrick mendatangi Mension kakeknya yang berada di pinggiran kota. Edrick merasa khawatir karena mendengar kabar kejadian yang menimpa kakeknya.

Setelah tiba di Mension, Edrick bergegas masuk dan menemui dirgantara.

" Kakek bagaimana kabarmu. Aku benar benar tidak mengetahui kejadian tadi siang. jika saja aku tahu aku akan membuat wanita itu tidak bisa berjalan lagi." ucap Edrick.

" Sudahlah kakek juga tidak kenapa Napa. Yang terpenting kakek masih hidup kan." ucap Dirgantara sambil menatap cucunya.

" Tapi kek." ucap Edrick.

" Oh ya kakek lupa, kakek sudah lama tidak mendatangi cafe. Rasanya kakek mau minum dan makan disana sembari bersantai. Kakek harap kita bisa pergi. Kamu kosongkan jadwal." ucap Dirgantara sambil memancarkan senyum penuh harap.

" Jika itu mau kakek Edrick akan turuti." ucap Edrick. Kemudian mereka tertawa sambil bercanda di ruang tamu.

.

.

Setelah selesai mengupload CV, Salsa membaringkan tubuhnya di ranjang karena ia berniat untuk istirahat.

Tiba tiba ponselnya berdering dan itu dari Eva.

" Halo Eva." ucap Salsa.

" Sa, kamu kok resign tanpa memberitahu aku." ucap Eva dengan ekspresi khawatir.

" Maaf ya Ev, aku benar benar bingung dan gak tau mau berbuat apa. Aku harap kamu mengerti." jelas Salsa.

" Tapi kenapa sa, apa alasannya aku perlu tahu." ucap Eva.

" Aku cuma capek kerja karena terus di suruh suruh sama senior. " ucap Salsa mencoba meyakinkan Eva.

"Aku gak percaya. Apa ada hubungannya sama CEO. Soalnya aku lihat di grup kantor kamu dan dia ada masalah dan yang lebih mencurigakan dia narik tangan kamu Sa." ucap Eva.

Salsa terdiam sejenak, sebenarnya ia belum siap untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Eva. Salsa takut jika sahabatnya itu akan syok dan tidak percaya padanya. Lebih baik Salsa menyembunyikan yang sebenarnya untuk saat ini.

" Gak kok Eva, aku cuma di suruh buat ambil dokumen yang ada di ruangan nya. Lagian ngapain juga aku berurusan sama CEO perusahaan." ucap Eva mengelak.

" Aku tidak percaya. Pasti ada sesuatu diantara kalian. Katakan padaku Sa. Aku ga mau kamu sembunyikan apapun dari aku." ucap Eva memaksa.

Raut wajah salsa berubah, ia benar benar bingung harus berbuat apa.

" Udah ya Eva, aku mau istirahat dulu soalnya besok aku harus wawancara." ucap Salsa kemudian ia mematikan telepon sepihak.

Eva hanya bisa mendengus kesal dengan Salsa yang tidak mau terbuka padanya. Eva masih curiga pada Salsa dan CEO perusahaan, ia berniat untuk mencari tahu yang sebenarnya.

" Aku akan cari tahu Salsa, kamu berhutang cerita padaku." ucap Eva sambil menyipitkan kedua matanya.

.

.

Ke esokan paginya, Salsa menerima email dari Moonlight Café, dimana ia diminta untuk datang wawancara pada jam 2 siang.

Salsa kegirangan saat menerima email tersebut. Tanpa pikir panjang Eva langsung mempersiapkan segalanya seperti jawaban apa nanti yang akan ia berikan untuk meyakinkan owner cafe agar ia bisa di terima.

" Tapi kalau aku keluar dengan pakaian biasa pasti ibu dan ayah akan curiga. Apalagi aku selalu berangkat pagi. Kalau hari ini aku berangkatnya siang apa nanti kata mereka. Tapi aku katakan saja kalau jadwalnya di undur ke siang untuk kerja. Kamu memang pintar Salsa." ucap Salsa setelah ia selesai berdiskusi dengan dirinya sendiri.

Salsa berniat pergi dengan mengenakan baju kantor seperti biasa, dan sesampainya di sana ia akan melepas baju itu dan menggantinya dengan baju biasa.

Salsa akhirnya memutuskan untuk bersih bersih dan segera sarapan bersama kedua orang tuanya.

" Loh, kok gak pakai baju kantor. Apa hari ini libur Sa. Kan hari ini masih hari Rabu." ucap Mega saat melihat Salsa duduk untuk makan.

" Kebetulan hari ini jadwalnya diundur ke siang buk, jadi Salsa bisa leha leha di rumah." salsa mengangkat kedua alisnya sambil menatap ibunya dengan senyuman.

" Oh begitu, ibu pikir kamu memang gak masuk kantor. Ya sudah makan yang banyak hari ini kan waktu kamu istirahat walaupun cuma setengah hari." ucap Mega. Sementara Harto hanya menyimak percakapan istri dan anaknya sambil makan.

.

.

 " Pelayan, tolong dong ambilin sepatu aku di kamar. Males ke atas lagi." ucap seorang wanita yang kini sudah berpakaian glamor. Ia adalah Becca. Ia akan mengadakan peresmian pertama gedung seni yang dibangun ayahnya untuk dia. Sekarang Becca adalah pemilik dari sanggar seni tersebut. Di sana ada banyak kegiatan yang bisa di ikuti dan bisa menjadi ajang untuk mempelajari berbagai seni. Diantaranya ada ballet, melukis, hingga pertunjukkan drama. Dan tentunya yang hanya bisa mengaksesnya adalah orang orang kaya saja.

Pelayan yang di perintahkan barusan langsung bergegas menuju kamar dimana sepatu Becca berada.

Becca memiliki sifat yang sangat sombong dan itu membuat para pelayan di rumahnya merasa tidak tenang jika ia berada di rumah. Bahkan untuk menyendok makanan nya ke piring saja harus dilakukan oleh pelayan.

Setelah sepatunya tiba, Becca langsung memakainya dan berdiri lalu ia berjalan keluar dimana ibunya sudah menunggu di dalam mobil.

" Kamu sangat cantik sayang. Mama yakin pasti Edrick akan melirikmu saat peresmian nanti. " ucap Sonia sambil menatap lekat ke arah putrinya.

" Benarkah ma?. Apa Edrick juga di undang. Aku tidak percaya. " ucap Becca yang tidak mengetahui jika Edrick juga akan datang.

" Iya sayang beneran, mama sudah meminta tante Tiara untuk mengajak Edrick hadir di acara itu. Pasti tante Tiara akan melakukan apa saja agar Edrick bisa datang. Kamu tenang saja ya nak. Mama juga akan mengumumkan sesuatu saat di sana nanti." ucap Sonia.

Kini Becca tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu Edrick.

.

.

Pesan masuk dari ibunya, Edrick langsung membaca pesan tersebut dan ternyata ia diminta untuk menghadiri acara peresmian gedung seni milik Becca. Edrick menatap malas dan melemparkan ponselnya di atas ranjang. Sementara ia melanjutkan aktivitasnya membaca sambil minum teh.

Sesaat kemudian handphonenya berdering dan ia menatap ke arah ponsel tersebut. Terpampang nama ibunya yang menelpon.

" Edrick, kenapa kamu tidak membalas pesan mama. ?." ucap Tiara di seberang telepon dengan nada marah.

" Edrick ada pekerjaan lain ma. Edrick hari ini mau menemani kakek ke cafe dia ingin makan disana." ucap Edrick.

" Ya sudah kalau begitu, nanti setelah selesai menemani kakek kamu harus datang. Kasian Becca dia sudah mengharapkan kedatanganmu. Mama harap kamu mengerti ya nak. Kalau kamu sayang sama mama kali ini saja kamu mau ya nak." bujuk Tiara dengan nada lembut kepada putranya.

" Ma, aku enggak bisa pastiin. Kalau nanti sempat akan datang tapi kalau tidak jangan terlalu berharap." ucap Edrick kemudian ia mematikan sambungan telepon.

Kemudian terlihat ibunya mengirim pesan padanya.

Jika kamu tidak datang berarti kamu mempermalukan mama di depan semua orang

Melihat ancaman dari ibunya membuat Edrick menghela nafas panjang.

Baik jika itu mau mama. Balas Edrick.

Sementara itu Tiara tersenyum senang karena Edrick mau menerima ajakannya.

Edrick segera bergegas untuk bersiap siap karena sebentar lagi ia akan menjemput kakeknya di Mension.

Tak lama kemudian Edrick akhirnya berangkat ke pinggir kota, karena perjalanan kesana membutuhkan waktu selama dua jam jadi Edrick harus lebih awal.

Di perjalanan Edrick hanya menatap kosong ke depan. Hidupnya sangat hambar dan tidak berwarna. Seketika itu ia kembali teringat kepada salsa. Kebahagiaan yang dulu saat bersama Salsa tak pernah lagi ia rasakan.

" Salsa!." ucap Edrick dengan menekan suaranya. Sementara tangannya mengepal menahan amarah. Kekecewaan terlihat jelas di matanya.

.

.

Salsa bersiap untuk berangkat. Hari sudah menunjukkan pukul 1 siang. Salsa berpamitan kepada kedua orang tuanya. Tak lupa ia masih mengenakan baju kantor.

Salsa kemudian melajukan motornya membelah jalanan kota. Setelah beberapa menit ia akhirnya tiba di sebuah toilet umum. Di sana ia mengganti pakaiannya.

Setelah selesai Salsa melanjutkan perjalanan, dan beberapa saat kemudian ia sudah tiba di Moonlight cafe.

Salsa menarik nafas panjang kemudian ia bergegas masuk ke dalam.

Salsa langsung masuk ke ruang wawancara setelah seorang karyawan menuntunnya ke sana. Salsa berhadapan dengan manajer cafe yang ternyata seorang pria yang terlihat begitu tampan. Namun Salsa tidak terlalu memperdulikan itu, salsa lebih berfokus pada tujuan awalnya.

" Permisi pak, saya calon karyawan yang mendaftar secara online semalam pak." ucap Salsa memulai basa basi.

" Saya tau, perkenalkan nama kamu." ucap pria itu dengan senyuman ke arah Salsa. Lesung pipinya terlihat begitu manis.

" Nama saya Salsabila, bisa di panggil Salsa." ucap Salsa.

Setelah perkenalan manajer yang bernama David itu menanyakan beberapa hal menyangkut pekerjaan yang akan dilakukan oleh Salsa. Dengan sigap Salsa menyanggupi dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya.

Setelah selesai interview, David mempersilahkan Salsa untuk pulang dan sore ini juga akan diberikan informasi dia di terima atau tidak.

Setelah selesai Salsa memutuskan untuk pulang. Namun saat di parkiran ia di panggil oleh seseorang. Saat salsa menoleh ia terkejut mendapati kakek yang kemarin ditolongnya dan Edrick yang menunggu di samping mobil.

" Nak, kebetulan sekali kita bertemu. " ucap kakek yang berusaha berjalan mendekatinya. Salsa kemudian memutuskan untuk menyusul kakek itu dan berkata.

" Kek, bagaimana kakek bisa ke sini. Siapa yang menemani kakek." tanya Salsa. Ia tidak memperdulikan Edrick yang masih mematung di samping mobil sambil memperhatikan keduanya.

" Ah kakek ke sini bersama cucu kakek. Itu." tunjuk kakek yang membuat Salsa terbelalak.

Salsa berpikir jika Edrick dan kakek itu tidak berbarengan. Tapi ternyata dugaannya salah. Salsa jadi bingung harus berbuat apa, ditambah lagi Edrick memperhatikan nya sedari tadi.

" Nak, kita masuk saja. kami mau makan dan ingin mengajak kamu sekalian. Tidak perlu canggung." ucap Dirgantara dengan tersenyum hangat.

Salsa terdiam sambil menatap ke arah Edrick.

Edrick kemudian berjalan ke arah Salsa dan kakeknya, Edrick menyentuh bahu kakeknya dan mengajaknya masuk ke dalam tanpa sedikitpun melirik salsa.

" Ayo masuk kek, tidak baik lama lama berdiri dengan kondisi kakek sekarang. Jika dia tidak mau tidak perlu dipaksa." jelas Edrick.

Namum kakek tetap bersikeras untuk mengajak salsa sebagai hutang Budi. Dengan terpaksa akhirnya Salsa ikut meskipun ia sangat canggung apalagi ada Edrick.

1
Eliyawati
nggak seru akhirnya
Jumasan Rusuh
orang tua yg egois membuat mala petaka untuk anaknya sendiri dan org tua yg keras kepala membuat neraka sendiri di keluarganya,hati nya sudah jadi batu🙏🏼
Yana Phung
terima kasih kak utk ceritanya
sukses dan sehat selalu utk kak authornya
vira: terimakasih kembali❤️
total 1 replies
Yana Phung
sad ending utk edrick
tapi kadang hidup memang spt itu

ya sudahlah anggap saja kesempatan utk edrick sudah habis
Yana Phung
mau salah balikan sama edrick tapi........
Jumiati Umi
ceritanya muter2 wae thor... ditunggu endingnya yaa
Yana Phung
penasaran dg endingnya
udah part 80an belum bisa menebak endingnya
Yana Phung
bikin geram ya bacanya
kadang kalo pemeran prianya udah terlalu nyakitin aku lebih suka sad ending 🤭🤭🤭
Ongki Teriyando Saputra
lanjut kak ceritanya.
Cahaya
Luar biasa
Aisyah Suyuti
menarik
Vien Habib
Luar biasa
Indah Onyell17
knpa salsa g ngmg aja blak blakan ya
falea sezi
salsa goblok
Indah Onyell17
edrik kok ga liat cctv pdhal wktu salsa masak aja bisa liat cctv
Infinix hotdelapan
ditunggu lanjutannya 😊
vira: sudah up ya 🥰🥰
total 1 replies
Dewi Anggraeni
kenpa salsa gak jujur ajh . apa yg terjadi
Dewi Anggraeni
dan pada saat it terbongkar .. d saat bersamaan . merekaa nikah
vira: terima kasih kakak atas sarannya 🥰
total 1 replies
Theresia Sri
Bahasanya bagus, enak dibacanya
vira: terimakasih kakak 🥰
total 1 replies
partini
punya anak buah tapi ko ya bisa di goblok in ma calon Weh Weh
kenapa semua CEO otaknya ga sat set sih
partini: saya esmosi Thor 😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!