NovelToon NovelToon
He Is Mine

He Is Mine

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:149.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nanda Widdiyawati

Elena seorang gadis yang baru duduk dibangku kelas 2 SMA di jual oleh ayahnya untuk melayani pria hidung belang. Ayah Elena yang seorang pemabuk dan tukang judi, kalah judi dan Elena lah yang jadi sasaran setelah semua harta bendanya habis. Ibu kandung Elena pergi meninggalkan Elena dan juga ayahnya karena tidak kuat dengan kelakuan sang ayah.

Dan ketika Revan, anak dari orang yang membeli Elena membantu Elena. Hingga keduanya jatuh cinta satu sama lain. Namun ketika cinta itu datang banyak musibah yang harus mereka lewati. Ketika Elena hamil bukan anak Revan, namun Revan memikahi Elena. Dan disitu awal dari kisah romantis mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda Widdiyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[12] Kesalahan

Revan menjauhkan diri dari Elena, Elena membuka matanya. Dan ternyata Revan sudah duduk di sofa. Elena bangkit dari kasur, dan berdiri di depan pintu.

"Kak antar aku pulang."

"Kita kan belum bersenang-senang."

"Kak jangan kak, ku mohon."

Elena meneteskan air matanya, yang kini turun membasahi pipinya. Revan menyeka air mata Elena, mengusap lembut pipi Elena.

"Tenanglah.."

Revan mundur, Elena menangis lebih kencang.

"Kenapa menangis, itu belum seberapa dari penghiatan yang kamu lakukan."

Revan pergi meninggalkan Elena, Elena kini sendiri di hotel itu. Selang 15 menit setelah tenang Elena keluar dari hotel itu. Elena masih tak tahu apa rencana Revan. Dan kenapa Revan bersikap seperti itu padanya.

Elena memesan taksi, ia pulang ke rumah ibunya. Masih dalam kondisi sedih, Revan yang ia sayang kini telah berubah. Elena masuk ke kamarnya, tanpa mempedulikan pertanyaan dari ibunya itu.

"Lena kamu dari man aja? kenapa baru pulang. Kamu membuat panik saja."

Elena hanya diam saja, Elena tak menjawab pertanyaan ibunya. Guyuran air sower membuatnya sedikit tenang, Elena menarik nafasnya. Namun bayangan tetang Revan kembali muncul Revan yang dulu sangat lembut berubah menjadi kasar.

Pagi itu Elena masuk sekolah modeling, karena tidak ada job. Elena sebenarnya ingin sekolah biasa saja namun tak bisa. Pagi itu Elena mampir toko bunga karena disuruh ibunya. Dan itu adalah toko bunga Amartha.

"Elenakan? Aku mohon lepaskan Revan dan kembalikan dia padaku."

"Dia sudah tidak denganku, bahkan aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku saat ini."

"Benarkah? Ada kesempatan buatku mendapatkan apa yang pernah aku miliki dulu."

"Terserah, aku keseni mau beli bunga bukan dengar ceramahan."

Amartha menyiapkan bunga pesanan Elena, bunga mawar dan juga aster. Amartha telah selesai dan memberikan bunga itu pada Elena.

"Lain kali jangan lupa berkunjung."

Elena ternyata tidak datang sendiri, Guntur mengantarkannya dan Guntur menunggu di parkiran.

"Sudah Elena?"

"Sudah mawar buat siapa?"

"Buat kamu."

"Aku tidak suka bunga."

"Sukanya apa?"

"Mie ayam."

"Ya udah sepulang sekolah aku jemput, dan nanti ku traktir mie ayam. Gimana penjelasan Revan kemarin tentang produk yang akan kamu iklankan?"

"Kurang jelas, aku cuma diajak keliling pabrik saja."

"Kok pulangnya sampai malam?"

Elena terdiam ia seperti kembali mengingat kejadian semalam. Ketika Revan kasar padanya, dan seperti ingin memperkosanya.

"Kenapa diam? Revan menyakitimu?"

"Tidak, ayo berangkat. Nanti aku bisa terlambat."

Guntur mengantarkan Elena ke sekolah, sepertinya Guntur mulai suka dengan Elena. Meski Elena tak suka dengan Guntur, dan ia juga masih belum yakin akan perasaannya saat ini pada Revan.

Revan menyalahkan dirinya sendiri karena hampir saja berbuat sebuah kesalahan yang fatal. Hampir saja ia menodai Elena, sebenarnya itu tak mengapa. Namun hati Revan tak tega ketika melihat air mata Elena.

Revan berangkat ke kantor, saat lampu merah tak sengaja juga Revan bertemu dengan Elena yang tengah bersama dengan Guntur.

"Apa kamu membenciku sekarang? Apa kamu mulai membuka hati untuk laki-laki itu. Dan itu membuat hatiku sakit." Batin Revan.

Revan mengikuti Elena, ia melihat Guntur mengantarkan Elena ke sekolah. Dengan senyum mengembang Elena melambaikan tangan pada Guntur.

"Apa kamu bahagia dengannya? Apa kamu melupakan kisah singkat kita. Jika kamu bisa bersama dengan orang lain aku juga bisa. Aku tahu kita masih saling cinta, dan mulailah kini kita saling menyakiti." Batin Revan.

-Tbc-

1
🥀⃞Scarletta✅
mampir... silahkan mampir juga
Intanksm98
Gak nyangka banget kalo sad ending 😭
Intanksm98
Astaga :((
Intanksm98
Lahhh si ibu kenapaa sihh sjsnixndkxnx...
Intanksm98
Nah kan....
Intanksm98
Awas aja Amartha ada maksud lain.
Intanksm98
Sabar ya elena.
Intanksm98
Apaan sih ibunya Elena.
Moertini
ceritanya bagus...meskipun ada rasa bahagia dan duka...dilanjutin yaaaa..semangat
Wulan
👍👍👍👍
Wulan
👍👍👍👍👍
Wulan
👍👍👍👍
mei_resta
Izin promote thor...

Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Ezrahi
hadir
semangat Thor
mampir ya
Radin Zakiyah Musbich
Ceritanya seru kak 👍👍👍

ijin promo ya 🍜🍜🍜

jgn lupa baca novel dg judul "HITAM"

kisah tentang pernikahan yg tak diinginkan,

jangan lupa tinggalkan like and commen ☀️☀️☀️
Yours Bee
meluncur
Yours Bee
hiks tamat
Yours Bee
haduh kecelakaan
Yours Bee
nah iya..knp ga sekalian donor matanya Raka
Yours Bee
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!