Kaylie seorang gadis yang cantik dan memiliki badan yang ideal yang harus bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan adik kesayangannya.
Adik yang ingin ia jaga seumur hidupnya namun sangat di sayangkan adiknya harus mengalami kejadian tragis yang membuatnya koma.
Marquez seorang pria yang sangat di idam-idamkan oleh banyak kaum hawa, namun ia malah tertarik dengan Kaylie.
"Jadilah wanitaku, aku bisa memberikan apapun yang kamu inginkan termasuk pengobatan adik kesayangan mu." ucap Marquez.
Dan bagaimana nasibnya setelah bertemu dengan seorang pria yang dikagumi dan digilai oleh hampir seluruh wanita di dunia? Akankah Kaylie menerima tawaran dari Marquez?
Ikuti terus kisahnya dan mohon kritik serta sarannya ya....😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 Perdebatan (2)
"Terserah kakak, aku tidak perduli." ucap Claudia sambil berjalan pergi meninggalkan kakaknya.
"Claudia!!" teriak Kaylie kepada Claudia.
Sesampainya Claudia di dalam kamarnya, ia merasa sangat lega dan bisa bernafas secara bebas. Sejujurnya Claudia merasa sangat takut saat harus berhadapan dengan kakaknya Kaylie.
Ini baru pertama kalinya Kaylie begitu marah kepada Claudia. Biasanya jika Claudia membuat masalah atau pulang terlambat kakaknya Kaylie hanya menasehatinya dan tidak akan memarahinya.
"Sepertinya aku harus lebih hati-hati kedepannya," gumam Claudia pelan.
Kemudian Claudia memilih untuk segera membersihkan badan dan ketika Claudia sudah selesai membersihkan badan, Claudia mendapati banyak sekali bekas ciuman Geraldine di badanya.
"Bagaimana caranya agar bekas ciuman ini cepat hilang, ini sangat banyak sekali," gumam Claudia sambil melihat bekas ciuman Geraldine di tubuhnya.
Kemudian Claudia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya dan lansung memilih baju tidur yang tertutup serta langsung memakainya. Kemudian menuju ke kasur empuk miliknya dan beristirahat.
Ketika Claudia akan tidur tiba-tiba saja ada telepon masuk dan ternyata Geraldine yang menelepon. Claudia mengangkat telepon tersebut karena sejujurnya Claudia sudah merindukan kekasihnya itu meskipun mereka baru beberapa jam yang lalu bertemu.
"Hello sayang, kamu sudah tidur?" ucap Geraldine di seberang telepon Claudia.
"Belum, ada apa?" jawab Claudia singkat.
"Kamu baik-baik saja kan Claudia?" tanya Geraldine sedikit khawatir.
"Aku baik-baik saja, hanya tadi kakak marah kepada ku karena aku pulang telat dan melihat bekas ciuman di leherku," ucap Claudia jujur.
"Kakakmu selalu saja marah jika tahu kamu pulang telat," ucap Geraldine.
"Aku juga bosen sayang, jika harus mendengarkan kakak marah-marah setiap kali aku pulang telat," ucap Claudia yang sedikit kesal.
"Ya sudah nanti kita pikirkan caranya supaya kita bisa berduaan tapi kakakmu tidak mengetahuinya dan tidak memarahimu lagi." ucap Geraldine yang memberikan pendapatnya.
"Baiklah,besok kita bicarakan saat bertemu ya," ucap Claudia dengan manjanya.
"Sayang," ucap Geraldine dengan nada menggodanya.
"Iya, ada apa?" Jawab Claudia.
"Baru saja kita berpisah beberapa jam yang lalu, tapi aku sudah sangat merindukan mu." ucap Geraldine berbohong.
"Aku juga merindukan mu, aku ingin sekali kita setiap hari bisa bertemu di luar jam sekolah," ucap Claudia dengan nada manjanya.
"Ya sudah lebih baik kamu istirahat, ini sudah malam dan pasti kamu merasa lelah tadi." ucap Geraldine yang menyuruh Claudia untuk tidur.
"Baiklah, sampai jumpa besok ya sayangku," ucap Claudia.
****Flashback on****
Saat Kaylie ingin pulang ke rumah, Kaylie membelikan makan kesukaan Claudia dan tas yang Claudia yang inginkan beberapa waktu yang lalu.
"Aku berharap Claudia akan menyukainya," gumam Kaylie dalam hatinya dan sambil tersenyum.
Sesampainya di rumah, Kaylie tidak menemukan adik kesayangannya dan ketika Kaylie berusaha untuk menghubungi pun handphone Claudia tidak aktif. Kaylie berusaha untuk menelpon Claudia lebih dari 10 kali tapi tetap saja tidak ada jawaban.
Akhirnya Kaylie memilih untuk membersihkan badannya yang terasa lengket karena sudah beraktivitas seharian. Tak butuh waktu lama Kaylie pun sudah selesai mandi dan pergi menuju ke lemarinya memilih baju yang ingin ia gunakan.
Kaylie yang sudah selesai mandi memilih menunggu adiknya di ruang tamu dan masih tetap berusaha untuk menghubungi adik kesayangannya itu, tapi tetap saja hasilnya nihil. Claudia tidak bisa di hubungi.
"Kemana Claudia pergi, seharusnya sekarang Claudia sudah sampai rumah," ucap Kaylie yang risau memikirkan adik kesayangannya yang belum pulang sedari tadi. Apalagi Kaylie juga mengetahui jika jalan sekolah Claudia dan rumahnya saat ini tidak sedang ada kemacetan.
****flashback off****
"Claudia, kakak harap kamu bisa jadi anak yang baik dan bisa di banggakan seperti apa yang di inginkan oleh papa dan mama," gumam Kaylie yang sambil memegang photo kedua orang tuanya.
Note:Anda ingin mengetahui siapa diri Anda? Jangan bertanya. Beraksilah!
Terimakasih buat kalian semua yang sudah membaca novel pertama ku dan jangan lupa untuk like,komen,share,dan vote. Dan jangan lupa tap❤️nya supaya bisa tau jika author update.😘😘😘😘