NovelToon NovelToon
Karma

Karma

Status: sedang berlangsung
Genre:Playboy / Bad Boy
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ollie Gaharu

"Gue ngga pernah menyesal atas dosa ini, jika karmanya adalah lo."
Ganapatih Bibisana, Laki laki rupawan mapan dan bebas. Di usianya yang sudah
memasuki 34 tahun masih betah bermain main dengan banyak wanita yang dia temui.
Cinta adalah kata yang paling menggelikan untuknya sebelum, akhirnya dia
menjalani Karma karena merusak gadis kecil polos bernama Humeera. Keponakan calon tunangannya.


"Dasar tua bangka pemaksa, dasar brengsek, tapi semua umpatan itu kalah besar dengan pesonanya yang menghipnotis, akhhhh......dia menodai pikiran suciku." Humeera Ugraha, gadis polos lugu berusia 20 tahun yang terlanjur jatuh hati pada sang calon suami tantenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollie Gaharu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUTUS

Ganapatih POV,

"Katakan....dimana lagi????"

"Ngga ada Om, dia sama sekali ngga menyentuhku. Hentikan ini..."

"Loe berdusta....Jalang kecil......

PLAKKKK.....

"Akhh...Om....Ahhhh....."

Gue setengah gila saat mendengar rintihannya. Gue ngga yakin apakah dia benar - benar kesakitan memohon untuk berhenti memasukinya, nyatanya....gue lihat dia sama bergairahnya. Gue terbakar amarah dan disaat bersamaan gue juga terbakar oleh ledakan bi rahi gue sendiri.

"Sebut nama gue baby....men desah dengan lebih keras....."

"Ahhhh....Ganapatih.....Gana....."

PLAKKKKKK.....

"Akh.......

Gue menampar bo kongnya berkali - kali, dan dia memekik dengan wajah memerah....sangat sexy. Gue memasukinya dari belakang, gue hentak berkali - kali dengan tetap memegang pinggulnya agar berada pas di hadapan gue, sementara punggung Meera meluruh dengan kepala sebagai sandara menempel bantal. Gadis kecil itu berada di bawah kendali, gue sangat menyukainya.

"Meera....sekarang.....

"Om.....Gana......

Kami berdua mengejarnya bersama - sama, pelepasan dengan sejuta emosi yang ikut tumpah di dalamnya. Kulepaskan dia yang sudah lemas dan terkulai, lalu aku bergabung untuk tidur di sebelahnya setelah melepas karet penga man yang sudah penuh dengan cairan cin ta.

Gue peluk tubuhnya dari belakang, gue usap lembut bagian yang sempat gue tampar berkali - kali. Jujur...gue sangat emosi saat melihatnya bersama seseorang yang Naami bilang adalah kerabat keluarga mereka. Tidak...gue bukan sedang cemburu !!! pernahkah loe merasa tidak suka saat seseorang mengambil kepunyaan kita? bukan apa - apa hanya...Tidak Suka. Mengerti kan??

Gue dapat merasakan punggungnya yang menempel di dada gue mulai bergetar, sepertinya dia menahan isakan. Gue memejamkan mata, bertanya - tanya apakah gue terlalu menyakitinya?. Gue ngerti jika dia bukan seorang yang pro, dia masih amatiran. Tapi....apa sangat sakit sampai dia menangis.

"Baby....masih sakit heum?," Gue bangkit dan berniat memeriksanya

"Sangat sakit. tapi bukan bagian itu yang sakit." ucapnya sembari ikut bangkit

"Mau kemana? istirahatlah dulu." Gue mencoba menahannya saat dia hendak membersihkan tubuhnya menuju kamar mandi.

"Tidak usah !!!!"

Gue sedikit kaget saat dia menghempas tanganku begitu saja. Untuk pertama kalinya dia bersikap tidak patuh. Sementara dia membersihkan diri, gue juga memakai celana santai serta kaos rumahan seadanya. Gue tunggu sampai dia selesai dan keluar dari kamar mandi.

"Ini belum terlalu sore, tidur dan pulihkan tenaga loe dulu." kembali gue minta dia untuk tetap tinggal, gue yakin sekarang dia hendak pergi karena dia mulai membereskan barang - barangnya dan memasukkannya ke dalam tas.

"Meeraa !!!"

Ckkkk sial...bocah ini benar - benar buat gue marah sekarang, dia tak menyahut dan mulai tidak patuh.

"Apa???,"

Apa ini? dia menatapku dengan kilatan di matanya. Untuk pertama kali dia tampak sangat berbeda. Dia menantang dengan penuh amarah.

"Oke, maaf kalau gue sedikit kasar tadi. Bukankah Loe juga menikmatinya kan? ayolah....

"Benar, kau benar Om. Aku dengan bodohnya menikmati semua perlakuanmu terhadapku. Aku selalu menik mati semua sentuhanmu dan aku membiarkanmu mengendalikan diriku. Tapi apa katamu tadi? kau menyebutku jalang heum???"

"Maafin gue, gue hanya tak suka loe bersama laki - laki lain. Gue ngga tau apakah Loe juga bercin ta dengannya di belakang gue.....

PLAKKKK....

Impass, Pipi gue ditamparnya !!!!

Gue lihat tangannya bergetar setelah berhasil meluapkan emosinya.

"Sudah??"

"Belum," jawabnya

"Kau bahkan belum mendengar semua yang ingin ku katakan." tambah Meera

"Kalau begitu cepat katakan." gue jawab  sembari menahan emosi sendiri.

"Aku tak bisa mengatakan kalau aku gadis baik, nyatanya aku terbelenggu dosa bersamamu. Tapi itu tak bisa membuatmu berhak mengataiku Jalang. Aku dan Yosha baru bertemu di hari kemarin dan dia sama sekali tak menyentuhku seperti yang kau tuduhkan padaku. Om Gana....tidak semua laki - laki berlaku seburuk dirimu !!!!"

Cihhh...apa katanya? beraninya dia membandingkan diri gue dengan bocah kemarin sore yang bernama Yosha itu???

"Seharusnya kau yang berkaca, kau tidur bersama Tanteku kemudian di hari berikutnya kau meniduriku juga. Kau yang sangat buruk, Kau yang pendusta !!!"

"Meera....berhenti berteriak." gue memperingatinya, dan gue lihat itu cukup membuat dia bisa sedikit menarik emosinya.

"Apa sekarang Loe sedang mendikte? menuntut serta ingin berkuasa atas diri gue?. Bukankah dari awal sudah gue tegaskan bahwa tidak ada ikatan dalam hubungan kita?" gue berujar dingin

Gue lihat dia menundukkan wajahnya, masih terisak namun sudah lebih tenang dari sebelumnya.

"Loe hanya sedang lelah, tidurlah dan semuanya akan baik - baik saja. Maaf gue membentak loe yah, gue kasar dan membuat loe ngga nyaman." gue mencoba bersabar.

Gue mencoba membawanya ke dalam pelukan. Bagaimanapun...dia adalah gadis ringkih dan patuh, gue sadar jika kata - kata gue pasti telah menyakitinya sehingga dia berani berteriak.

Dia menolak pelukan yang gue tawarkan, dan gue kembali tertegun dengan sikapnya. Dia mengundur beberapa langkah. Baiklah....sepertinya dia benar - benar hilang akal sekarang.

"Hanya kamu yang ku ijinkan menyentuhku, kau bahkan tau jika aku benar - benar menyukaimu. Tidak...bukan sekedar suka, tapi aku jatuh hati padamu. Kau lelaki yang jauh lebih dewasa dariku dan kau tidak terlalu bodoh untuk menyadarinya kan Om?" ucapnya

DEGGG....

Apa - apaan sih bocah ini? Sepertinya Nemo sudah gila.

"Om tentu tak suka bukan kalau aku jatuh hati padamu? itu karena kau tak suka melibatkan perasaanmu. Aku kasihan padamu...sungguh kasihan, kau bahkan tak mampu melihat anugrah terindah berupa cinta dan kethulusan. Kau adalah manusia yang tidak beruntung."

"Lalu????" gue maju selangkah, gue tatap dia dengan seksama mencoba mengintimidasinya.

"KITA PUTUS" jawabnya singkat.

Buahahahaha.......gue tergelak, putus katanya !!!. gue masih terus tertawa sedang dia memandangku dingin.

"Kita tidak pernah pacaran Meera, ingat itu." gue menjawab  setelah rasa geli berangsur menghilang.

Dia meremat jemarinya, wajahnya tak terbaca lagi.

"Om, Om benar...kita memang tidak pacaran. Bahkan kita tak memiliki nama dalam hubungan ini. Tapi...pernahkah Om menaruh hati padaku? sekali saja apa pernah Om menyentuhku dengan perasaan? bukan sekedar mengejar pelepasan."

Meera...wajah sendu dari gadis cantik yang sedang berada dalam genggaman tiba - tiba berbeda. Pertanyaannya benar - benar membuat gue gamang...benarkah gue tak pernah memandangnya dengan perasaan yang lebih dari sekedar suka?

"Tidak...gue ngga pernah melewati batas. Gue ngga suka perasaan semacam itu." Ego gue yang berbicara. Gadis kecil sepertinya tentu tak boleh menaklukkan seorang Ganapatih.

"Baiklah jika begitu. Mulai sekarang kita berhenti dari permainan ini, aku tak mau lagi jadi bahan pelampiasanmu." ujar Humeera

"Loe ngga berhak menyudahinya, hanya gue yang berhak." gue mencoba menggertaknya

"Tidak...kau tak punya hak apapun atas diriku. Kau bukan siapa - siapaku." Dia berlari keluar membawa tasnya

"Humeera......"

Gue berteriak memanggilnya namun dia sudah menghilang di balik lift. Gue bener - bener ngga menyangka bahwa dia punya keberanian sebanyak itu.

Gue ngga mengejarnya, gue memutuskan kembali ke kamar. Hati gue terasa sesak, apa ini rasanya jika di putuskan oleh seorang kekasih?? Ckkk...Humeera Ugraha....kenapa bocah nemo itu yang bisa memberi gue rasa sakit seperti ini? sungguh...ini pertama kalinya gue merasa sesak.

1
Nita Apsari
Episode 45,46,47 bikin aku mewek
octa❤️
semangat menjemput karmamu y gan..
🤭
Ollie Gaharu: Hai Kak....terima kasih yah. Bole minta vote kan??
total 1 replies
Ophy60
Naami....jangan membuat masalah baru.
Ollie Gaharu: Bandel yah Naami
total 1 replies
Ophy60
Benar kata Gana.Dari dulu Kamu kurang berjuang Bhima.Tidak ada orang tua yg tidak menyayangi anaknya.
Ollie Gaharu: Yuk kasi dukungan ke Bhima, sampai dimana dia berani berjuang demi cinta dan calon buah hatinya??
total 1 replies
neng ade
play boy juga nih si Gana.. entah beneran jadi apa ga nanti bertunangan sama Naami
neng ade: oh iya thor 🙏😁😍
total 4 replies
Ophy60
Akhirnya sama2 selingkuh...
Ollie Gaharu: Parah kan Ini yah???
total 1 replies
neng ade
aku hadir thor 🙏❤️
Ollie Gaharu: Terima kasih Kakak
Semoga suka yah
total 1 replies
Nita Apsari
Aghhh keren Meera,
Ollie Gaharu: Asal jangan goyah lagi nie Meera
total 1 replies
Nita Apsari
Laki-laki ini akan jadi saingan Gana
Ollie Gaharu: Laki - laki memang harus punya rasa bersaing yah wkwkwkwkwk....
total 1 replies
Anonim
gemilang
Anonim
karya baru yg hot 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!