Seorang pria tampan yang mempunyai segalanya harus rela menerima hukuman dari kedua sahabat yaitu menikahi wanita miskin.
Karena dia kalah dalam taruhan yang mana mengakibatkan seorang wanita centik harus rela menerima semua kekejaman pria itu.
Akankah gadis itu bertahan dengan sikap suaminya? dan seperti apa jalan hidupnya?
Ikuti terus. mohon dukungan dari kalian semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon II, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sia-sia saja kau melawan
Noah:"Berhenti menangis,apa kau tidak lelah."ucapnya tanpa ada rasa bersalah.
Kasih masih diam di posisinya,kedua kakinya terasa berat untuk di gerakan.tangannya perlahan mengusap pipinya yang basah.
Kasih:"Tinggalkan saya,jam kerja saya belum selesai."ujarnya di sisa tenaganya.
Noah menyeringai mendengar ucapan dari gadis yang terlihat menyedihkan itu.
Noah:"Berhenti bersandiwa dan cepatlah,aku akan akan mengarmu pulang ."menatap tajam.
Kasih:"Tidak mau."tolaknya.
Noah:"Cepat pl*cur."bentaknya.
Kasih:"Sudah saya katakan,saya bukan wanita yang anda pikirkan.saya wanita baik-baik dan anda sudah memperkosa saya,anda akan saya laporkan ke polisi."ucapnya dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
Noah mengepalkan tangannya,rahangnya seketika mengeras mendengar wanita di depannya seolah menantang alih-alih takut padanya.
Dia tidak takut padaku,apa benar dia hanya Clening Service.tapi kenapa dia tidak memakai baju selayaknya Clening Service, apa ini semua ulah Gavin?tunggu,tadi aku melihat ada darah.berarti itu benar tapi apa peduliku.pikir hati Noah tapi tidak merubah hatinya.
Kasih:"Sa-saya hanya seorang Clening Service di sini,saya bukan wanita yang anda pikirkan. dan sekarang saya sudah tidak suci lagi karna anda sudah memperkosa saya hiks.... hiks.... ibu maafkan Kasih."seketika ambrug meratapi nasibnya.
Noah menatap Kasih tanpa ekspresi,entah kenapa dia merasa tidak bersalah.yang pria itu rasakan adalah ingin menggauli lagi dan lagi,apa karna dia baru pertama kali merasakan hubungan badan sehingga rasa simpati sudah hilang.dan yang tersisa di dalam hati dan pikirannya adalah memiliki sang dara untuk kesenangannya.
Noah:"Aku bilang berhenti menangis."suara bariton itu kembali menyentak tubuh Kasih yang sudah lelah dan sakit di mana-mana.
Pria tampan itu berjalan dengan sorot mata membunuh.
"Hiks... hiks...."suara tangisan itu membuat Noah murka,ia begitu muak mendenganya.
Noah menarik pergelangan tangan Kasih cepat,dan cengkaraman itu berhasil membuat sang dara kesakitan.
Kasih:"Lepaskan,anda mau bawa saya kemana hiks... hiks...sakit lepas."ujarnya dengan terus memberontak ketika Noah menyeretnya keluar dari dalam kamar.
Noah terus menarik tangan Kasih,pria tampan itu tidak memperdulikan perlawanan sang dara.
Kasih merasakan sakit di setiap langkahnya, di tambah lagi ia tidak dapat mengimbangi langkah kaki Noah.bahkan kedua telapak kakinya tak terlindungi,tapi Kasih tidak memperdulikan itu.
Keduanya menuruni tangga club dengan tergesa-gesa.
Kasih tidak pernah berhenti memberontak, tapi sayang usahanya sia-sia saja.dan ketika ia melawan Noah akan semakin mencengkram pergelangan tangan gadis malang itu.
Di lantai dasar Club Blue Eyes begitu bising dengan suara dentuman musik,dan seperti Club malam pada umumnya wanita cantik seksi bertebaran di setiap langkah Kasih.
Seketika Gadis itu terkesima ketika melewati banyaknya kerumunan orang,lampu berwarna-warni,bau alkohol begitu menyengat di indra penciuman.
Selama Kasih bekerja di club elit itu,ia tak pernah mendekati area di mana sekarang kakinya berpijak.
Kasih:"Tolong saya tolong."menatap orang-orang dan berharap akan ada yang menolong dirinya.
Tapi Orang-orang yang ada di dalam Club seolah tidak perduli dengan teriakan Kasih, semunya hanya dapat menyaksikan adegan di mana Tuan Noah menyeret seorang wanita mungil dengan penampilan acak-acakan.
Kenapa tidak ada yang menolongku.kesal hati Kasih.
Di antara pelanggan yang datang pastinya tidak akan berani bertanya atau menolong gadis malas itu,karna semunya tahu siapa itu Noah Aditaman.jadi diam adalah keputusan terbaik.
Mata tajam Noah terus mencari keberadaan kedua temannya di setiap penjuru Club,tapi sayang matanya tak menemukan kedua pria tampan itu.mungkin karna suara bising di tambah lagi lampu yang terus berubah-ubah, membuat Noah sulit Menemukan gavin dan Teo.
Lamanya Noah mencari di setiap sudut club, sampai pria tampan itu berdecak kesal ketika matanya menatap kerumunan perempuan yang mengelilingi dua pria yang di yakini sahabatnya.
Kasih kembali merasakan tubuhnya bergerak kemanapun pria itu melangkah.
Di depan meja Gavin dan Teo Sudah sangat mabuk,karna tenggorokan keduanya tak berhenti meneguk cairan yang ada di dalam gelas berukuran kecil.
Bebrapa wanita cantik tak henti memeluk, mencium tubuh keduanya.sampai kegiatan itu mereka hentikan,karna di depan meja seorang pria tampan lainnya tengah berdiri dengan tatapan tajam.
Mata para wanita malam itu sekilas menatap gadis dengan tatapan miris.
Bagaimana tidak,gadis yang saat ini berada di belakang tubuh tinggi tuan Noah begitu menyedihkan.rambut panjangnya sedikit berantakan,dresnya sudah tak berbentuk di tambah lagi kedua kakinya tidak memaki alas.tapi mereka tidak berniat bertanya atau menolong.
Noah:"Gavin."memanggil dengan suara nyaringnya.
Tapi Gavin tidak memperdulikan Noah, pikirannya sudah di kuasi minuman.pria itu terus saja meneguk cairan yang ada di dalam boto berwarna hijau kontras hitam pekat.
Naoh menarik nafasnya kasar melihat Gavin yang tidak merespon ucapannya.
Teo mengerjabkan kedua matanya menatap sang sahabat.
Teo:"Hei Noah bagaimana,kau sudah melakukan hukuman itu bukan.?"tanyanya di sisa kesadaran yang sudah menghilang.
Noah tidak menggubris pertanyaan Teo,ia malah memutar kelapanya dan berheti di mana Kasih berada.
Sudah aku lakukan.gumam hati Noah di sertai seringai menatap Kasih.
Teo:"Heiii Noah kau mau ke mana,aku mau ikut Noaaah."suaranya setengah berteriak tapi hanya sebatas itu,pria tampan itu kembali meneguk gelas lainya di barengi sentuhan wanita nakal.
Noah kembali berjalan meninggalkan kedua Sahabatnya,kakinya keluar dari club dengan masih mencengkam tangan Kasih erat.
Di sisa tenaganya Kasih tak sengaja menatap sang manager Club,siapa lagi kalau bukan Pak Darwin.tapi yang ia dapat bukannya pertolongan dari sang atasana,tapi pria tua itu malah membalikan tubuhnya.
Pak Darwin anda tega sekali.lirih hati Kasih.
Kasih terus menyeret tubuhnya penuh perjuangan,dan ketika sudah keluar dari dalam Club.kakinya merasakan sakit mengijnak krikil,yang mana membuat ia menggigit bibirnya.
Noah berjalan tanpa henti menju mobilnya.
Kasih:"Lepaskan tangan saya,barang-barang saya ada di dalam."ucapnya dengan menatap area pintu belakang club.
Noah tidak memperdulikan ucapan Kasih,ia terus berjalan mendekati mobil sport miliknya.
Setelah sampai di depan mobil,Noah menuntun Kasih untuk masuk ke dalam mobilnya.tapi yang ia dapatkan adalah rasa sakit di Jari-jari tangannya.
Ya,rasa sakit itu ulah Kasih yang tidak segan menancapkan giginya sebagai bentuk perlawanan.
Noah:"Au sial,kau menggigit tanganku."mengusap jarinya merasakan sakit, bahkan di permukaan kulitnya terdapat jejak dari gigi Kasih di sana.
Kasih lari sekuat mungkin ketika Noah melepaskan cengkaraman di tangannya,di setiap langkahnya gadis itu berusaha menahan rasa nyeri di telapak kakinya.
Kasih:"Aku harus lari kemana.?"gumamnya penuh rasa takut pasalnya malam semakin larut.
Kaki polosnya terus berlari meninggalkan area Club,sesekali Kasih memutar kepalanya ke arah belakang.
Kasih:"Sepertinya dia tidak mengejarku."ucapnya yang tengah bersembuyi di balik bangunan lainnya.
Kasih mulai mengatur napasnya.tangannya kembali pengusap wajahnya yang terlihat basah karna keringat bercucuran.
Nafasnya kembali normal,dan di waktu bersama otaknya mengingat kejadian yang mana membuat mata Kasih berkaca-kaca.
Kasih:"Ibu maafkan Kasih hiks... hiks... Kasih sudah mengecewakan ibu,Kasih hiks... hiks... minta maaf."lirihnya penuh amarah.
Cukup lama Kasih bersembuyi di belakang gedung yang ada di pinggiran kota,mungkin jaraknya tidak terlalu jauh dari club Blue Eyes.
Ragu-ragu Kasih keluar dari tempat persembunyiannya,dan ia bisa menarik nafas lega ketika pria yang sudah merenggut kehormatannya tidak ada lagi.
Kasih:"Aku harus mengambil barang-barang ku di sana."gumamnya di setiap langkahnya.
Sesekali matanya menatap keadaan sekitar, hatinya begitu ketakutan.
Tapi tanpa Kasih sadari,jauh di belakang tubuhnya.Noah senatiasa mengikuti kemana kaki polos sang dara melangkah.
Ketika Kasih menggigit jari Noah dan berlari sekuat tenaga,Noah seketika masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti Kasih lewat jalan raya.dengan begitu memudahkan Noah untuk mengetahui kemana wanita yang sudah dia gagahi pergi,bahkan ketika Kasih bersembunyi Noah tahu.tapi pria tampan itu membiarkan sang gadis mengatur napasnya.
Saat Kasih keluar dari persembunyiannya, Noah melakukan hal yang sama ia keluar dari dalam mobil mewahnya dan mengikuti Kasih dari kejauhan.
Noah:"Ternyata dia ingin bermain denganku."gumamnya penuh arti.
Kasih terus berjalan atau lebih tepatnya setengah berlari,ia ingin cepat sampai di pintu Club hanya untuk mengambil baju dan juga tasnya.
Sebelum tangannya mencapai pintu itu,Kasih di kejutkan dengan kehadiran sosok pria yang sedari tadi ia hindari.
Noah datang begitu cepat.entah pria itu mempunyai kekuatan atau tidak,tapi keberadaannya berhasil membuat Kasih meringis merasakan sakit di sekujur tubuhnya,seolah menjadi hantaman keras ketika melihat pria yang sudah memberinya luka.
Kasih:"Ka-kau."ucapnya ketakutan.
Noah menyeringai dan mengatur napasnya deperti habis berburu,padahal ia hanya diam di dalam mobilnya.
"Mau lari kemana kau."ucap Noah pelan.
Kasih:"Berhenti,Saya mohon jangan mendekat."pintanya ketika Noah terus berjalan mendekati dirinya.
Sebelum Noah membuka mulutnya,Kasih menatap dua security club yang selalu ia termui ketika datang bekerja.
Kasih:"Pak,tolong saya dari orang ini."berusaha mendekati kedua security penuh harap.
Noah:"Bawa dia ke mobilku.!"perintah itu berhasil membuat Kasih mengerutkan keningnya.
"Baik,Tuan Noah."sahut kedua pria yang di yakini security club Blue Eyes.
Kasih seketikan melangkah mundur"Jangan saya mohon,pak ini Kasih yang bekerja di sini. Kasih mohon pak tolong Kasih."pintanya dengan linangan air mata.
Noah hanya diam,dirinya bagaikan raja yang akan mendapatkan apapun keinginannya termasuk Kasih.
Kedua security tidak mendengar permintaan dari Kasih,mereka terlalu takut kalau harus membantah perintah Tuan Noah.walupun ia bukan bos mereka,tapi melihat siapa itu Noah Aditama membuat siapa saja pasti patuh.
Mahluk(wanita)itu benar-benar menguji kesabaran dan tenagku,lihat saja sebantar lagi kau akan patuh padaku.gumam hati Noah.
Tak ingin membuang waktu,kedua security dengan cepat menarik kedua tangan Kasih dan menyeretnya ke arah mobil sang tuan Noah.
Kasih:"Saya mohon pak lepaskan saya hiks... hiks... tolong,siapapun tolong saya."berteriak-terik dengan menatap sekitar.
Tapi sayang perlawanan dan teriakannya sia-sia saja,orang-orang seolah tidak perduli yang mana membuat Kasih meneteskan air mata kesedih.
Tuhan,belum cukupkah penderitaan yang kau berikan untukku.batin Kasih.
Noah:"Cepat masukan dia kedalam mobil."pintanya yang tengah berdiri di depan pintu mobil.
"Baik Tuan."ucap kedua security cepat.
gk sanggup gue bca nya.. rsanya pengen d skip aja tp pnasaran
tapi kelakuan setan .....