NovelToon NovelToon
Ice Cream Boy

Ice Cream Boy

Status: tamat
Genre:Persahabatan
Popularitas:254.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aulia Istik

Bagaimana jika manusia diibaratkan seperti es krim? Es krim itu dingin dan manis. Akan tetapi, itu adalah es krim dan es krim jelas berbeda dengan manusia yang memiliki hati dan emosi.

Bagaimana jika dingin dan manis, hati dan emosi itu dilebur menjadi satu? Kemudian dibumbui sedikit rasa traumatis yang begitu membekas hingga membuat kisahnya menjadi dramatis.

Ini adalah Ambar dan itu adalah Damar. Ambar adalah penikmat es krim yang sangat menyukai perpaduan manis dan dingin. Sedangkan Damar yang dingin tapi diam-diam manis dan dipenuhi emosi yang dramatis.

Ketika salah satu dari mereka menyadari keberadaan yang lain, itu hanya pertemuan singkat yang melibatkan sebuah kecelakaan kecil. Iya, itu hanya kecelakaan kecil. Namun, bagaimana jika selanjutnya mereka terlibat dalam serangan panik hingga percobaan bunuh diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Istik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1 2. C r e m o n y

 Hari Senin ke Sabtu itu rasanya sangat lama, tetapi entah kenapa hari Sabtu ke Minggu itu sebentar, dan hari Minggu ke Senin itu seperti melesat dengan kecepatan cahaya. Meskipu begitu, berbeda dengan Lala yang dengan malas harus berangkat sekolah, Ambar justru bersemangat. Apalagi mengingat dia sudah memiliki kamera lagi jadi dia tidak perlu lagi menghindar dari ketua ekstra jurnalistik yang saat upacara barisan kelasnya tepat disamping barisan kelas Ambar.

Ambar keluar dari mobil bersamaan dengan Lala. Berjalan beriringan melewati gerbang sekolah yang dijaga oleh satpam. Lagi-lagi hari ini Lala makan di rumah Ambar untuk sarapan. Jadi Ambar tidak berangkat diantar ayahnya tetapi berangkat bersama Lala dengan sopir gadis itu.

Saat Lala dan Ambar sampi di kelas, anak-anak kelas SAIPTA yang lain sudah bersiap menuju lapangan. Buru-buru Ambar mengambil topi OSIS dari tasnya lalu menyusul teman-temannya sudah berjalan lebih dulu. Sedangkan Lala dengan ogah-ogahan mengikuti gerombolan kelas SAIPTA yang memenuhi koridor seperti mau tawuran. Apa lagi ketika melewati deretan kelas sepuluh. Mereka dengan bangganya mendongakkan kepala. Begitu juga Ambar dan Lala. Seolah mereka berkata, "Ini gue senior lo, yang sopan, ya."

Saat sampai di lapangan, mereka tidak langsung berbaris rapi. Tetapi ada saja yang dighibahkan sambil berdiri menunggu aba-aba dari pemimpin barisan. Memang anak-anak sekarang itu hidupnya cuma tentang internetan, rebahan, dan ghibahan. Namun, saat satu kelas sedang bergosip seperti ini, Ambar lebih banyak diam. Antara tidak terlalu nyambung dan tidak terlalu suka. Ambar lebih suka diam dan mendengarkan saja, seperti sekarang.

Ambar terus diam dan hanya memperhatikan teman-temanya sampai seseorang dari barisan sebelah menepuk bahu gadis itu. Dia langsung mengalihkan pandangan pada objek di belakangnya. Seseorang yang sudah sejak masuk hari pertama pada ajaran baru ini Ambar hindari, kini orang itu berdiri di hadapan Ambar yang sudah balik badan.

Ambar tersenyum lebar saat menyadari orang itu adalah ketua ekstra jurnalistik. "Halo, Kak," sapa Ambar lebih dulu.

"Gue kira lo mau menghindar lagi." Ambar hanya bisa mengeluarkan cengirannya untuk menjawab pernyataan itu. "Kalau ada apa-apa, tuh cerita. Jangan menghindar gitu. Kayak doi gue."

Ambar langsung memudarkan cengirannya. "Yee, bocah ambyar," ucap Ambar spontan dengan ekspresi mengejeknya.

"Eh, enak aja ngaatin gue bocah." Lawan bicara Ambar itu langsung menyentil dahi Ambar.

Sambil mengelus jidatnya yang sakit, Ambar memanyunkan bibir. Lalu bertanya, "Lagian ngapain Kak Putri ke sini? Gangguin Ambar aja."

"Sebenernya, sih. Gue males nyamperin lo ke sini. Tapi lo gak pernah berangkat ekstra gimana gak gue samperin. Sadar diri, dong. Lo itu aset berharga ekstra jurnal. Bukan cuma berprestasi, tapi juga salah satu kandidat ketua selanjutnya." Mendadak Putri jadi mengomel pada Ambar. Sedangkan yang diomeli seketika langsung kicep.

"Ngapain aja lo kemarin liburan kurang seminggu di ajak rapat buat demo ekstra malah gak berangkat?" tanya Putri mengakhiri omelannya.

Ambar memainkan jarinya. Tiba-tiba nyali gadis itu menciut. "Itu ... aku belum dapat foto yang buat lomba. Soalnya kameraku rusak. Nanti kalau berangkat, terus Kak Putri tanya, Ambar takut ngecewain Kakak."

Putri menghela napas. Tau betul jika juniornya yang satu ini tidak bisa dikerasi. Tapi semangat, konsistensi, dan komitmennya patut diacungi jempol. Selain itu karena loyalitas Ambar, dia bisa menjadi kandidat ketua ekstra jurnalistik meskipun tidak bisa setegas Putri. "Yaudah, gak ikut kompetisi kali ini gak apa-apa. Ikut yang lain aja nanti kalau ada."

Ambar menggelengkan kapala. Seolah tidak rela jika keikut sertaannya dalam lomba harus ditunda. "Aku udah dapet kamera baru, kok. Tenang aja."

Putri mengangguk setuju untuk melanjutkan proyek Ambar. "Yaudah, gue balik ke barisan dulu. Rapat selanjutnya kita bahas lagi, lo harus berangkat. Nanti sore, jangan lupa."

Ambar menganggukkan kepala sambil tersenyum dan mengacungkan jempol kanannya. Kemudian Putri kembali ke barisan kelasnya yang tepat berada di samping barisan kelas Ambar. Secara spontan mata Ambar mengikuti gerakan Putri, lalu mengamati kelas di sampingnya.

Ambar kenal betul beberapa wajah yang berbaris di sana. Dan salah satu dari wajah-wajah itu membuat Ambar tersadar, jika selama ini kelas SAIPTA mendirikan barisan tepat di samping kelas DASA. Yang tidak lain adalah kelas Duabelas IPA Satu, kelas unggulan tempat Damar berada. Kemudian muncul sebuah pertanyaan dalam benak Ambar, apakah selama ini Damar sudah tau keberadaan Ambar?

1
Esih Mulyasih
semangat Ambar..💪😁 semoga Damar bs mjd teman akrab mu 😉
Ani Nur
Thor ko kty mau bkin cerita Angga SMA lala ko ga ada cerita,klw bsa sih ada judul Bru trs Ambar SMA damar ending nikah jg dceritay🤭
Bee Pen Wibu
otw baca dari awal
Rinna Al Malik
marathon baca nya inih maaa,, bagus banget soalnya
Rinna Al Malik
baru baca novel kakak...
bagus banget sumpah 😍😍
Neno
ini g ada sequelnya gitu,pdhal ceritanya seru,aku aza maraton bc nya
Anis🦕
semangat kak😍😍,jangan lupa mampir jg yuk ke ceritaku dan jangan lupa like dan komennya trimakasih🤗
Umi Sholihah
boleh banget, sekalian sisipin hubungan ambar ma damar, biar ada manis2nya gitu.
secara mereka LDR jd bisa buat pemanis cerita angga Nova n lala
Puput Tiara andreani
awalx aku bingung dgn crtax makin kesini terxata makin seru aq jdi ikut mewek
asna
ceritanya bagus
asna
pengen gue kasih sianida bapaknya damar
asna
mama nya ambar sakit apa y jadi deg degan
asna
kok gue geregetan
asna
berasa nonton drama jepang
asna
ditolong jangan ?
asna
kayaknya damar emang sering dimarahin ama dipukul singkatnya dianiaya orang terdekat kayak di drakor
asna
jangan jangan di gebugin babenya kayak aku dulu di getok sendok nasi sama emak gegara nilai mtk ku 3.5😁
asna
aku selalu gemes ama cowok pake kacamata
asna
gue ngakak pas baru loading abis maret april jadilah indoapril 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
girl_N.J
Cerita nya bagus aku suka👍😃
Rate-5 ku juga sudah mendarat ya🛬
Jangan lupa feedback ke karyaku 🥰🥰
❤"Meisya & Randi "❤
Kisah sahabat kecil jadi cinta 💕

Terima kasih🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!