NovelToon NovelToon
MEMAKSA JODOH

MEMAKSA JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:585.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shakar

Yang dikejar tak akan pernah lari. Walaupun tidak di cari namun ia akan hadir sendiri. itulah Jodoh!!

Siapakah yang akan menjadi jodoh Mila?
Dengan siapakah dia berdiri di pelaminan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARI SIBUK

Setelah Gilang berangkat kerja, Mila kembali berjibaku dengan kegiatannya pagi ini, menyapu, membersihkan lantai, mencuci baju dan merapihkan tempat tidur yang diatasnya berserakan baju juga handuk yang diletakan Gilang sembarangan.

"Udah diingetin juga kalo naro baju kotor ditempatnya" gumam Mila sambil tangannya yang gesit merapihkan tempat tidur.

"Masih bisa diperbaiki sabar-sabar baru sehari" gumamnya lagi dalam hati menyemangati diri sendiri.

****

Hari ini adalah hari pertama Mila kerja lagi di cafe setelah sebulan lebih tidak masuk untuk merawat sang nenek.

Cafe itu bukanya lebih siang yaitu sekitar jam 10 pagi, walaupun harus sampe jam 9 untuk persiapan. Namun Mila lebih leluasa untuk mengerjakan pekerjaan rumah terlebih dahulu karena sekarang jarak tempuhnya menjadi lebih pendek. Dan juga bisa bersantai sejenak dengan menonton drama kesukaannya.

Setelah waktu menunjukkan jam setengah sembilan diapun bersiap untuk berangkat. Rencananya Mila akan berangkat dengan menggunakan angkutan umum.

Sesampainya di cafe, Mila menyempatkan diri untuk menyapa rekan-rekannya. Termasuk Rani yang bekerja sebagai waitress di cafe tersebut.

"Ka Mila udah kerja?" sapa Rani semangat ketika melihat Mila seseorang yang sudah dia anggap seperti kakaknya sendiri.

Mila melambaikan tangannya dan tersenyum, melangkah menghampiri Rani. Saat berhadapan, Rani malah memalingkan wajahnya seperti menghidari. Mila yang bingung akan sikap aneh yang ditujukan Rani membuat Mila malah semakin penasaran. Setelah dilihat-lihat dia menyadari bahwa mata Rani sebelah kiri terlihat bengkak seperti habis dipukuli, walaupun sudah ditutupi oleh make up tetap saja masih terlihat dengan jelas.

"Mata kamu kenapa? Dipukul abang kamu lagi?" tanya Mila.

Rani menunduk sepertinya menahan tangis, Mila mengerti dan menahan keingintahuannya, Rani butuh menenangkan diri. Takutnya malah tumpah tangisnya kalo terus didesak.

"Ya sudah kalo kamu belum mau cerita, nanti pulang kita bareng ya" ucap Mila, Rani menganggukkan kepalanya. "Ka Mila masuk dulu !" kata Mila lagi dan berlalu meninggalkan Rani yang sedang merapihkan meja dan bangku.

Mila masuk kedalam ruangan yang tidak terlalu besar hanya ada 2 meja, satu miliknya dan satu lagi milik Pak Rey manajer keuangan. Mila menyebutnya kantor, terkesan lebih kerean aja katanya.

"Aku gak liyat Rendi pak? biasanya udah mampir kesini?" tanya Mila sambil sibuk dengan laptopnya.

"Beberapa hari ini dia sering telat, mukanya juga selalu kusut seperti habis minum semalam sebelumnya" jawa pak Rey.

"Kok gitu dia kan manajer operasionalnya disini harusnya datang awal biar bisa briefing dulu sama karyawan"

"Entahlah aku juga gak berani negor tau sendiri wataknya, kalo Gilang tau bisa repot"

"Enggak bakal kenapa2 kali pak, kan Rendi temennya"

Pak Rey tak menjawab, dia sepertinya enggak membahas. "Oh iya Mil kamu sudah kirim Data penjualan bulan lalu?"

"Sudah pak"

"Enggak ada respon berarti gak ada masalah sepertinya" ucap Pak Rey.

***

Di sisi lain, Gilang yang sudah selesai meeting menemani ayahnya saat ini sedang duduk di meja kantornya sambil melihat laporan keuangan cafe miliknya. Dia menemukan kejanggalan dalam laporan yang datang melalui email.

Lalu Gilang mengambil Hpnya untuk mengirimkan chat group lewat aplikasi pengirim pesan.

"DREAM CAFE" (nama group sekaligus nama cafe)

Gilang : Tolong cek kembali laporan bulan kemarin, ada missing antara laporan Bu Karmila dan Pak Rey.

Pak rey: Siap pak!!

Gilang: Saya tunggu segera

Mila: OK pak !!

"Waaaaah baru kita omongin udah gece aja si bos" kata Pak Rey.

"Kayaknya dia naro telinganya disini pak" canda Mila membuat Pak Rey tertawa puas.

"Bisa aja kamu Mila"

Mila tersenyum senang melihat seseorang tertawa karenanya, selingan sebelum otak ngebul nanti karna bakal periksa laporan yang pasti bikin mumet.

Sekedar info Gilang dan Mila tidak menyebarluaskan kabar pernikahan mereka yang memang terkesan mendadak, karena mereka akan memberitahukannya bersamaan dengan acara resepsi. Hanya segelintir orang saja yang tau.

Kembali pada Mila yang sedang mencocokan datanya dengan data yang dimiliki pak Rey yang ternyata ada perbedaan angkanya cukup jauh, membuatnya menghitung ulang lagi dan lagi.

"Data pemasukan yang bapak miliki berbeda dengan punya Mila pak" ucap Mila.

"Ini kan kamu yang kirim aku tinggal lanjutkan, data ini kamu kirim sebelum kamu cuti panjang dan sebelum aku masuk kembali karena sakit"

"Kok bisa beda gini ya pak?"

"Kamu yakin enggak kamu rubah?"

"Enggak pak, aku yakin, kenapa harus aku rubah?" kata Mila yang kebingungan.

"Sebelumnya yang menyetorkan siapa? angkanya sama dengan laporan yang kamu buat"

"Aku alihkan sebelumnya sama Rendi, tapi dia hanya menyetorkan saja"

"Lalu siapa yang sampai merubah data dan mengambil keuntungan?" tuduh pak Rey.

"Kenapa juga harus merubah data yang udah aku kirim ke bapak?"

"Pasti dia gak tau kamu udah kirim"

"Kira-kira siapa ya pak yang otak atik laptop?"

Lama Mila dan Pak Rey mendiskusikan mencari segala kemungkinan kesalahan dalam penginputan dan lain-lainnya namun tak menemukan titik temu. Karna kemungkinannya hanya ada di Mila entah dia yang teledor atau ada yang memanipulasi data yang ada di komputer Mila. Sedangkan kemungkinan itu juga kecil karena semua sistemnya sangat hati-hati dan saat membuka data, ada pasword yang tidak mungkin diketahui oleh orang lain dan hanya Mila seorang yang tahu.

Pak Rey adalah seorang kepercayaan sekaligus seniornya ketika dikampus dulu, dia ditunjuk langsung oleh Gilang untuk ikut memanajemen keuangan di Dream cafe setelah cafe tersebut berkembang pesat dengan omzet yang tidak bisa disepelekan. Itu juga atas permintaan Mila yang mengatakan bahwa dia tidak sanggup bekerja sendirian.

Walaupun pada dasarnya Pak Rey jabatannya lebih tinggi dari Mila, namun pengendali keuangan tetap ada di Mila.

Gilang memang memberikan kepercayaan penuh pada Mila bukan karna dia sahabatnya dari kecil, tapi karena Gilang tahu bahwa keahliannya dalam hal hitung menghitung tidak bisa diragukan lagi, salah satu mata pelajaran yang paling dia kuasai sedari sekolah. Dan Gilang memberikan kesempatan itu untuk Mila.

Karena ini hari senin keadaan cafe juga tidak terlalu ramai, Mila biasanya pulang sehabis maghrib.

"Kita mau kemana ni ka ?" tanya Rani yang tdi sudah janjian untuk pergi jalan-jalan untuk menghibur Rani, kebetulan Gilang juga mengirim pesan bahwa dia akan pulang malam.

"Kita pergi ke mall aja yuk" jawab Mila yang membuat Rani bersorak gembira.

Ketika di Mall tak sengaja Mila berpapasan dengan Diandra mantan kekasih Gilang saat hendak masuk ke toilet.

"Gue denger lu nikah ama Gilang?" tanya perempuan itu dengan sinis.

Mila kaget pasalnya dia tidak tau kalo Diandra tau soal pernikahan itu. Mila mengangguk.

"Emang dari awal gue dah curiga yak sama lu, dasar cewek gak tau diri, persetan dengan persahabatan kalian, dasar munafik" sungut Diandra.

"Asal lu tau yaaak Mila, dia itu nikahin elu cuman buat manas-manasin gue doang biar gue cemburu, lu gak berfikir dia suka sama elu kan? Gue tau kenapa Gilang nikahin lu dan gue bakal dapetin dia lagi, inget itu !! Dia juga masih chat gue kok" ucap Diandra lagi, Mila diam tak menggubris, lalu berlalu pergi begitu saja menarik tangan Rani saat Diandra ingin membuka mulutnya untuk bicara kembali.

Rani yang ditarik Mila pasrah saja mengitu langkah Mila.

"Ngomong sono ama tembok biar tau rasa" gumam Mika sambil menarik tangan Rani.

"Ka Mila main tinggal aja orang kasian mo ngomong lagi juga"

Mila dan Rani tertawa, mereka membayangkan muka Diandra yang pasti kesal karna Mila sama sekali tak menanggapi omongannya.

Walaupun sempat kepikiran juga sama omongan Diandra tapi Mila mencoba untuk tak memikirkan apapun saat ini.

1
Lizty Amarantia
👍🫰
Lizty Amarantia
🌟🌟🌟🌟🌟
Nabil Az Zahra
ribet klo apa" cuma ngandelin asumsi sendiri,,,🤦‍♀️
Nabil Az Zahra
cemburu bang gil elah,,ga peka
Nabil Az Zahra
itu suami mila yg mna thoor??🤔
Abel Yasmin
good
Iin Ciprut
lucu,menarik....sukses selalu untuk penulisnya🤲🙏🌹
Lia Bhineka
bikin ngakak thor😁😁😁😁
Karti
ole
Tatik R
keren ceritanya❤
Tatik R
sejauh marathon baca ini suka bangets😍
Nasywa souvenir
awalnya aq males tp lama*kok bagus bikin penasaran dan kata* yg d tulis sopan endingnya lucu bikin gemus dan yg baca pasti ketawa
Nasywa souvenir
iii aq suka episode yg ini,saat bercinta kata*yg d tulis g terlalu transparan tp mengasikkan,g bikin risih tp lucu bikin ketawa, sukses author
Karti
bagus Thor 💪
Syaihul
lanjut
julyantilucy julyanti
bagus usia remaja 13 Tahun -29 Tahun
hanna
baru kemarin tak suruh sabar krn blum bisa merawanin mbak mila, sekarang dah bikin ulah aja ni
hanna
lagi mau unboxing juga ada aja halangan dan rintanganya sabar yaa mas gil
hanna
maamah bikin gemess dah culik aja apah bentaran
hanna
tau ah duo sablengg ni emang gabisaa marahan yg ada kudu ngakak trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!