Misi Lomba #SweetMarriage #BersatuKarenaAnak
Akibat kesalahannya, akhirnya dia hamil dan ayah gadis ciliknya baru tahu setelah melihat putrinya berusia lima tahun.
Keira Wyatt adalah seorang pianis yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Savero Victor, pengusaha perhiasan Victoria and Co. Keduanya terlibat cinta semalam dan setelahnya mereka tidak bertemu lagi. Beberapa tahun kemudian, Savero melihat Keira bersama dengan seorang gadis cilik berusia lima tahun dan mirip dengannya. Kali ini Savero bertekad mendapatkan Keira dan Vevina putrinya, meskipun dirinya tidak percaya lembaga pernikahan tapi demi keduanya, Savero bersedia melangkah ke altar. Demi Veve. Tapi apakah Savero dan Keira bisa saling mencintai atau hanya demi putri mereka?
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surprise
Savero merasa gabut ditinggal Keira konser dan sekarang bingung istrinya pergi. Vevina pun sama saja manyunnya dengan sang ayah, ditinggal ibunya. Hari ini, Savero meminta Gwen membawa Vevina ke kantornya. Sudah dua kali putrinya datang ke gedung kantornya dan semua staffnya langsung jatuh cinta dengan gadis cilik yang ramah pada siapa saja, berbeda dengan ayahnya yang dingin.
Savero sedang membuat desain perhiasan terbaru yang akan dibuat seri limited edition untuk Keira ketika Vevina membuka pintu ruang kerjanya.
"Dadddyyyy !" teriak Vevina dengan suara cemprengnya.
"Apa sayang?" balas Savero sambil masih mendesain via iPadnya.
"Pangku ..." Vevina mendekati Savero dan pria itu mengangkat tubuh mungil putrinya dan memangkunya. "Daddy, ini pelhiasan balu?"
"Hu um. Lho mana aunty Gwen ?" Savero baru sadar kalau nanny Vevina tidak ada.
"Aunty Gwen halus pulang. Tadi aku minta Uncle Joe tulun dan aku tadi kesini baleng uncle Joe."
"Gwen harus pulang karena anaknya kecelakaan, Signor" lapor Joe yang ikut masuk ke dalam ruang kerja Savero.
"Berarti, Veve tidak ada yang mengawasi dong..." ucap Savero.
"Biar saya saja nanti Signor yang mengantar jemput Miss Veve" balas Joe.
"Yaaaayyy ! Kalau sama uncle Joe, boleh makan es klim ! Aunty Gwen sama kayak mommy, banyak atulan ..." Vevina tampak sumringah.
Savero mendelik. "Tetap saja tidak boleh banyak - banyak Veve ! Nanti pilek, Daddy dimarahi momm !"
Vevina cekikikan karena tahu Keira galak kalau soal aturan putrinya.
"Signore, vuole fare una sorpresa ( Signor, anda jadi mau kasih surprise ) ?" tanya Joe dengan bahasa Italia ke Savero.
"Così ( Jadi )."
"In tal caso, va bene ( baiklah kalau begitu ). Ho preparato tutto ( saya persiapkan semuanya )" ucap Joe sambil mengangguk ke Savero dan Vevina.
"Grazie, Joe."
Joe tersenyum. "You're welcome Signore. Miss Veve ..."
"Allivedelci, Uncle Joe" balas Vevina sambil melambaikan tangannya ke asisten ayahnya. Joe pun keluar dan menutup pintu ruang kerja Savero.
"Ve, mau video call ke mommy?" tawar Savero.
"Mau ! Mommy dimana sekalang Daddy?" Mata Vevina tampak berbinar-binar.
"Mommy sekarang berada di Seattle. Katanya kalau kamu pulang sekolah, video call segera." Savero mengklik iMac nya dan menelepon Keira.
Tak lama wajah cantik Keira tampak di layar iMac Savero. "Halo..."
"Halo sayangku..." senyum Savero membuat pipi Keira tersipu.
"MOMMMYYYY..." teriak Vevina heboh.
"Astaga... Kencang sekali Veve..." kekeh Keira.
"Mommy, aku kangen !" seru Vevina.
"Sama. Mommy juga kangen sama Veve..."
"Sama aku, nggak Kei?" goda Savero membuat mata coklat Keira melotot galak sedangkan Vevina tertawa geli melihat kedua orangtuanya heboh sendiri.
Bapak dan anak kompak godain emaknya
***
"Habis dari Seattle kemana?" tanya Savero.
"Chicago. Aku ada konser dua malam disana" jawab Keira. "Tadi Gwen ijin tidak bisa antar Veve besok karena putrinya kecelakaan. Terus besok Vevina sama siapa ke sekolah?"
"Ucle Joe !" seru Vevina.
"Kamu itu kalau sama uncle Joe, pasti minta es krim ! No, Veve. Nanti kamu kena radang, kasihan Daddy pusing nanti..." Keira menatap judes ke putrinya.
"Kan bisa dibawa ke dokter..." balas Savero yang merasa Keira banyak aturan.
"Jangan memanjakan Veve, Savero ! Awas kalau kamu merusak aturan."
"Memang kenapa?" goda Savero yang gemas melihat wajah galak Keira. Ternyata setelah menjadi ibu, semakin galak dan semakin cantik.
"Kamu akan aku hukum, Savero!"
Savero menatap lekat ke layar monitor. "Aku rela kamu hukum, Amore Mio..."
Keira memicingkan matanya. "Dasar!"
Savero dan Vevina tertawa melihat wajah Keira yang dimata ayah dan anak itu, sangat menggemaskan.
Seseorang memanggil Keira dan wanita itu menoleh sambil mengangguk.
"Aku harus pergi Savero, Veve. Jangan bikin berantakan rumah, jangan kebanyakan es krim, jangan..."
"We love you, Mommy" ucap Savero dan Vevina bersamaan membuat Keira tercengang.
Wanita itu sedikit berdehem dengan pipi memerah. "Mommy love you too ..."
"Only Veve?" goda Savero.
"Oh mommy, teganya hanya Veve. Kan ada Daddy juga..." timpal Vevina.
Savero tersenyum tersamar. That's my daughter, modusin mommy mu !
"Mommy love... Daddy too" bisik Keira.
"Really? Are you serious, sayang?" wajah Savero tampak senang.
"Bye !" Keira langsung mematikan panggilan videonya membuat Savero dan Vevina melongo.
"Daddy rasa mommy malu mengucapkan love ke Daddy... " gumam Savero yang dijawab dengan tawa geli Vevina.
"Mommy suka membingungkan..." gelak Vevina.
"Sepertinya, sudah waktunya kita membuat surprise ke mommymu, Veve...."
***
Chicago Philharmonic
Keira tersenyum lebar usai memainkan lagu-lagu dari karya para musisi klasik selain karyanya sendiri. Standing applaus pun bergema di ruang musik yang biasa dipakai oleh para musisi klasik, kontemporer atau jazz untuk tampil.
Wanita berambut merah itu membungkuk hormat kepada para audiens yang kemudian tampak heboh saat melihat siapa di panggung. Keira pun membenarkan tubuhnya dan menoleh ke samping panggung. Pipi wanita itu tampak memerah saat melihat Vevina datang dengan gaun cantik berwarna pink dan membawa buket bunga mawar putih dan Lily merah disana.
Vevina datang tidak sendiri tapi juga bersama Savero yang tampak tampan dengan balutan jas hitam yang senada dengan gaun Keira. Keira tampak terintimidasi pada aura percaya diri Savero yang datang menghampiri dirinya diatas panggung.
"Mooommmyyyy..." panggil Vevina yang langsung memberikan buket itu pada Keira yang membungkuk dan mencium pipi putrinya. Setelahnya Keira tersenyum ke arah suaminya karena tidak mungkin kan dia memasang wajah judes meskipun dalam hati kesal karena Savero membuat kejutan yang pasti akan ramai lagi.
"Permainanmu cantik..." bisik Savero sambil merangkul pinggang Keira dan memberikan ciuman lembut di bibir istrinya yang langsung membuat heboh para audiens.
Keira berusaha untuk tidak terlarut tapi dia sadar, dia masih mencintai Savero. Bohong jika dirinya tidak merindukan pria itu tapi Keira berusaha untuk tidak memperlihatkan.
"Aku selalu suka bibirmu, Kei..." bisik Savero dengan tatapan mesra.
Wajah Keira semakin merah padam.
***
Yuuhuuuu Up Malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
bayikknya aja yg sering loncat bacanya ...maaf kan ya kk🤭🤭🤭
bayikknya aja yg sering loncat bacanya ...maaf kan ya kk🤭🤭🤭
Excuse me.... I am a lawyer by the way 😂😂😂😂