Season 1
Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.
Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.
Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.
Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.
Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?
------------------------------------------------------
Season 2
Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1
-------------------------------------------------------
Selamat membaca 😊
Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oleh Oleh
Meeting berikutnya diadakan di sebuah cafe dengan pemandangan alam yang sangat memanjakan mata. All green, all fresh air. Celia sudah siap sedia dengan kamera dan tongsis. "Sungguh beruntung, klien itu merubah tempat pertemuannya di sini."
"Beruntung dari mana, kita butuh dua jam untuk pulang pergi jika tidak tersesat atau macet." Nada suara Alex terdengar sumbang dan raut wajahnya tampak tidak menikmati.
"Kamu masih marah karena kejadian tadi malam?"
"Aku tidak mau berurusan lagi dengan kuda."
Celia tidak bisa menahan tawa. "Anggap saja pengalaman baru. Jangan dimasukkan ke hati. Kuda juga punya sistem pembuangan. Ayo kita berkeliling, pemandangannya sayang untuk dilewatkan."
Alex menggeleng dan memasang earphonenya. Dia memberi isyarat pergi-saja-sendiri pada Celia.
Celia tidak mengajak dua kali dan berkeliling sendiri sampai di kebun bunga di samping cafe. Ada bermacam jenis bunga ditanam di sana tapi jenis mawar yang mendominasi mulai dari putih, pink, merah, ungu, dan si unik rainbow. Celia mulai memotret di sana sini lalu selfi dengan tongsisnya.
Selain kebun bunga, Celia dan pengunjung lainnya dapat menikmati pemandangan kota dari atas ketinggian, kolam renang yang dikelilingi langit biru cerah, kebun strawberry mini, dan spot bersantai di atas rumput lengkap dengan tikar piknik dan beberapa food stand. Celia menghampiri stand oden dan memesan dua porsi.
"Coba ini." Celia menyerahkan paper bowl berisi telur rebus dan beberapa jenis gorengan khas Jepang pada Alex.
"Apa ini semacam baso? Ada telurnya juga."
Makanan membuat Celia teringat pada Kevin. Seandainya dia yang berada di sini bersamaku.
"Enak juga. Apa kamu sudah selesai hunting foto? Kalau sudah, kita pulang sekarang."
Aku tidak ingin pulang.
Celia belum melihat pemandangan malam di tempat itu. Dia sempat mencari artikel di internet dan melihat sejumlah foto cantik yang diambil di malam hari. Pasti cantik dan romantis saat deretan lampu hias di sepanjang area ini dinyalakan.
"Sisa waktu mobil pinjaman kita kurang dari dua jam dan tidak ada jaminan tidak turun hujan, sementara kita tidak tahu jalan dan hanya mengandalkan gps."
Ucapan Alex masuk akal dan mereka sudah mulai meluncur menuruni daerah tersebut. Celia teringat sesuatu. "Di depan tadi kulihat ada pasar oleh-oleh. Nanti kita mampir sebentar, mau belikan teman kantor."
Alex bergumam, "Wanita itu memang makhluk yang tidak bisa berhenti shopping."
Dia kembali mengekor di belakang Celia yang saat ini berbelanja buah. Sebelumnya dia membeli aneka kripik, mulai kripik buah, sayur, usus, ceker, tahu, tempe, jamur, belut, bahkan belalang.
Sebenarnya ada berapa jenis kripik di dunia ini?
Buah yang Celia beli memang tidak banyak jenisnya, hanya mangga, kedondong, bengkoang, alpukat dan buah naga. Seketika Alex membenci semua buah tersebut karena mereka semua besar dan berat.
Celia tersenyum manis, "Coba cicipi, manis tidak?"
Dia meminta tester buah naga pada si penjual dan menyuapkan potongan tersebut ke mulut Alex.
"Manis. Untuk apa kamu beli buah sebanyak ini? Apa kripik lima dus masih kurang? Bagaimana cara kita membawa semua ini sampai ke kantor?"
"Teman di kantor kan ada banyak. OB saja ada lima. Anggota timku enam, kamu tujuh, tim sebelah berapa ya, aku lupa. Lalu mangga, kedondong, dan bengkoang rencananya diolah jadi rujak, sementara alpukat dan buah naga diolah jadi jus."
Alex merasa urusan ini jauh lebih melelahkan daripada berurusan dengan gabungan sepuluh klien paling rewel sekalipun.
"Kalau urusan bawa sih gampang, bisa kukirim lewat travel atau bis."
She is truly an expert.
Alex pasrah pada Celia. Kemana dia pergi, di situ dia berada, sebagai penonton lalu pengangkut barang.
pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂