NovelToon NovelToon
BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri
Popularitas:487.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fatma Yulita

HANA HUMAIRAH ALDRICK gadis cantik berhijab yang sangat ahli dalam bela diri dan juga sangat pintar terpaksa menjadi bodyguard seorang CEO karna permintaan dari orang yang telah membesarkannya.

ARGA MAHESYA PUTRA ADMADJA
seorang CEO diperusahaan milik ayahnya. Semenjak menjadi CEO ia selalu mendapatkan teror bahkan ada yang melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya. Karna hal itu orangtuanya mencarikannya seorang bodyguard yang akan selalu bersamanya.

"Hahaha ... mama pasti bergurau bukan? aku dijaga oleh seorang perempuan? yang benar saja"

"Sombong sekali anda tuan, dengan sekali gerakan aku bisa mematahkan kaki anda itu" batin Hana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatma Yulita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepanikan Hana

Hana hanya bisa diam menatap Laila yang terus menceritakan kejadian kemarin sambil terisak. Setelah isakan Laila mulai terdengar mereda, Hana kembali bertanya pada Laila.

"Nona, pada saat pria itu tertangkap, apa anda yang menghubungi rekannya untuk membantunya?" tanya Hana.

Laila diam tak bersuara sedikit pun. Hal itu membuat alis Hana bertautan merasa bingung dengan reaksi Laila.

"Nona!"

"Tidak, aku bahkan tidak mengenalnya, dia datang dan langsung memintaku menutup mulutku jika aku tidak melakukannya dia malah mengancam akan membunuhku dan keluargaku lalu bagaimana caraku bisa menghubungi temannya" jelas Laila dengan cepat.

Hana berdiri dari posisi jongkoknya yang menghadap kearah Laila. Hana menghela nafas kasar, menggeram kesal dan mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya. Hana pun semakin bingung sekarang, tidak ada satupun petunjuk tentang siapa pria itu, tentang siapa musuh yang sebenarnya, padahal dia sudah berlawanan langsung tapi malah kehilangan jejak.

"Kenapa anda tidak memberitahu kami waktu itu nona setelah polisi gadungan itu membawanya, padahal kita masih bertemu setelah itu?" Hana hanya mendesah geram menahan kekesalannya.

"Apa ... apa maksudmu? po ... polisi gadungan?apa maksudmu?" Tubuh Laila semakin gemetar dan jantungnya berdegup kencang. Sehingga kakinya pun rasanya tak sanggup menopang tubuhnya lagi.

"Dia berhasil lolos karena bantuan rekannya yang menyerang polisi sebelum sampai di perusahaan." Mendengar ucapan Hana seketika tubuh Laila membeku, rasa takut sudah menjalar ke seluruh tubuhnya, rasanya ia tak sanggup lagi untuk bernafas. Ia begitu takut,sangat takut.

"Apa...aku akan berakhir seperti ini, apa keluargaku juga akan tiada? apa dia akan menghabisi kami semua?" Ucap Laila gemetar, ia kembali terisak.

"Itu tidak akan terjadi, sekarang jawab pertanyaan saya kenapa anda tidak memberitahu kami nona perihal pria itu?" tanya Hana dengan nada dingin menatap tajam kearah Laila yang terus terisak.

"Aku...aku sangat panik dan juga takut pada waktu itu, aku tidak bisa berfikir jernih, yang kupikirkan hanya bagaimana caranya menyelamatkan diriku dan keluargaku setelah kejadian itu" ujar Laila terbata-bata.

Huh.....Hana menghembuskan nafas kasar "Bangunlah!!" Hana menjulurkan satu tangannya untuk membantu Laila berdiri. Laila mendongakkan kepalanya menatap Hana, ia meraih tangan Hana untuk menopang tubuhnya. Hana membantu Laila untuk duduk di sofa. Setelah Laila duduk Hana juga duduk disampingnya.Tangan Hana terulur untuk mengusap punggung Laila agar dia tenang.

"Tenanglah, Anda tak perlu takut nona, dan jika dia datang kembali segeralah hubungi saya" Hana meraih ponsel Laila yang ada diatas meja, ia memasukkan nomor ponselnya.

"Baiklah, kalau begitu saya akan pergi, saya masih ada urusan lain" lanjut Hana kemudian hendak melangkah pergi namun lengannya ditahan oleh cekalan Laila.

"Maafkan aku" lirih Laila masih menundukkan kepalanya. Hana menepuk pelan punggung tangan Laila yang berada di lengannya."Tidak apa apa nona, saya pergi assalamualaikum" Hana melepaskan lengannya dari cekalan Laila. Hana menatap ke arah Laila sebelum ia benar-benar pergi dari sana.

"Nona! Jika kau berbohong maka aku akan mengetahuinya"

Sesampainya di apartemen Hana melihat sekilas ke pintu kamar Arga. "Apa tuan Arga sudah bangun?" gumam Hana.

"Ah ya sudahlah mungkin tuan masih tidur, aku harus sarapan, cacing-cacing dalam perutku bahkan sudah mendemo karna lapar" gumam Hana lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar miliknya. Setelah memasuki kamarnya, Hana menelpon seseorang.

"Awasi dia!" perintah Hana

Karna lapar Hana membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Setelah sarapan Hana memutuskan untuk membangunkan Arga. Ini sudah terlalu siang pasti Arga belum sarapan pikir Hana. Hana menekan bel kamar Arga tapi tak mendapat sautan dalam. Hana mencoba menelpon Arga tapi nomornya tidak Aktif.

"Kemana tuan Arga sebenarnya, jika dia masih tidur pasti dia akan terbangun saat aku menekan tombol bel atau saat aku mengetuk pintu dengan keras, ayolah tuan jangan membuat aku panik begini dimana anda sekarang?" gumam Hana terus mondar mandir didepan pintu kamar Arga. Seketika Hana memiliki ide, Hana berfikir untuk masuk saja langsung ke kamar Arga tapi ia tidak tau paswordnya.

"aku harus bagaimana? tuan Refan...ya dia pasti tau pasword kamar tuan Arga". Hana langsung menghubungi Refan yang kala itu berada dikantor.

"Assalamualaikum tuan Refan"

"Waalaikumsalam Hana, tumben sekali kau menelponku ada apa?"

"Saya...saya...apa boleh saya meminta pasword kamar tuan Arga?" Hana menggigit bibir bawahnya karna tak yakin bahwa Refan akan memberikannya.

Refan mengernyit heran "Untuk apa kau meminta pasword kamar Arga?" tanya Refan yang membuat Hana terdiam.

"aku harus bilang apa, tidak mungkin aku bilang kalau tuan Arga tak bersuara didalam kamarnya atau menghilang!" Hana terus berperang dengan pikirannya, ia bingung harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak. Jika Hana memberitahu yang sebenarnya, pasti keadaan akan semakin kacau dan semua orang pasti panik.

"Hana, apa kau masih disana?" Suara Refan membuyarkan lamunan Hana.

"I...i...itu..." gugup Hana.

"Itu apa Hana?" tanya Refan

"Maaf tuan, maafkan saya, tuan Arga tak menyahut panggilan saya dari dalam kamar, saya telpon nomornya tidak aktif, saya takut terjadi sesuatu kepada tuan Arga, tuan tolong bantu saya mencari tuan Arga dan jangan katakan pada siapapun kalau tuan Arga menghilang" jawab Hana cepat. Hana mengira Refan akan berteriak padanya karna kecerobohannya dalan menjaga Arga tapi tak disangka Refan malah tertawa terbahak di sebrang sana, Hana mengernyit bingung ada apa dengan tuan Refan apa ada yang lucu? pikir Hana.

"Ada apa tuan, kenapa anda malah tertawa disaat keadaan panik seperti ini?" tanya Hana bingung

"apa aku salah bicara atau apa ada perkataanku yang mengandung lelucon? aku rasa tidak, lalu kenapa tuan Refan tertawa? apa...apa dia menertawakan cara kerjaku yang tidak becus dan ceroboh?" batin Hana.

Refan terus tertawa hingga tawanya mulai terdengar menjauh seperti ada yang mengambil ponselnya.Tiba-tiba suara yang begitu familiar terdengar ditelinga Hana. Hana sangat kaget, lidahnya terasa kelu untuk berbicara.

"Tu...tuan?" gugup Hana

"Katakan? kenapa kau meminta pasword kamarku?" Suara orang yang mengagetkan Hana adalah suara Arga.

"Ma...maaf tuan, saya...saya pikir terjadi sesuatu pada anda didalam kamar karna...karna anda tidak menyaut dari dalam kamar" ucap Hana terbata.

"aku sedang berada di kantor sekarang tentu saja tidak ada yang menyahut dari dalam kamar" Ketus Arga kesal dengan reaksi Hana yang berlebihan.

"Tapi kenapa nomor anda tidak aktif tuan?" tanya Hana

"Aku lupa mengecas ponselku dan meninggalkannya didalam kamar karna terburu-buru kekantor, Refan menjemput ku dan kami langsung pergi, lagipun Refan memberitahuku apa yang kau lakukan tadi jadi aku membiarkanmu" jelas Arga santai, begitu santai tanpa memikirkan Hana yang sangat panik memikirkannya.

"Baiklah tuan, saya lega anda baik-baik saja, saya akan segera kesana sekarang"

"Terserah kau" Arga langsung mematikan panggilan secara sepihak tanpa salam. Hana mengelus dadanya "Sabar Hana sabar, kau tidak boleh menyerah ini demi nyonya Merry yang memintamu untuk membantunya, setelah semuanya selesai aku pastikan aku tak akan melihat tuan sombong itu lagi" Batin Hana yang terus mengumpat tak suka. Hana langsung bergegas pergi ke kantor Arga.

"Nih!" Arga melempar ponsel Refan kearah Refan yang masih tertawa.

Huf..hah...Refan menarik dan menghembuskan nafasnya untuk menghentikan tawanya.

"Hah...Hana itu sangat lucu, bagaimana bisa wanita yang begitu cantik dan imut sepertinya bisa jadi seorang bodyguard. Aku bisa membayangkan ekspresi lucunya tadi saat dia berbicara begitu cepat karna mencemaskan dirimu Ar" puji Refan berusaha membayangkan wajah panik Hana.

"Apanya yang lucu dan imut, bahkan dia sangat menakutkan, selalu bersikap dingin dan berwajah datar, jika tersenyum pun hanya tersenyum paksa, sangat menyebalkan" Ketus Arga.

"Hei..hei...jangan begitu, wanita seperti dia itu sangat langka, dia itu wanita yang tangguh. Aku sarankan padamu Ar untuk jangan terlalu membencinya karna benci bisa jadi cinta loh" Goda Refan sambil menaik turunkan Alisnya.

Bruk..

Sebuah buku langsung mendarat tepat di wajah Refan. Arga menatap tajam kearah Refan membuat nyali Refan menciut.

"Maafkan saya tuan Arga Mahesya putra Admadja, jangan menatap saya seperti itu nanti bola mata anda bisa keluar" Ketus Refan kemudian langsung berlari keluar dari ruangan Arga.

"Kau!"

Bersambung ...

1
Rifa Lestari
kpan lagi update kak, d tnggu kelanjutan ceritanya..seruuu soalnya, smoga sllu shat yaa dsana 🤲
YY
kapan up lagi thor padahal ceritanya bagus loh
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Mantul dah paati rasanya waaaarbiasa, sekali dpt 4 timah panas
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Kesampaian juga akhirnya. Kalau cm di pukul y mlh sakit. kalau dh guling" begitu kan sudah pasti lewat
YY
saking lamanya thor up. jadi baca lagi dari awal. semangat thor untuk up terus💪💪💪
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Lhaaaa kalau begitu siapa yg di mintai tolong sama Hana y
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Hadeuuuuh... Masalah deh, siapa yg mau culik Arga
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Semoga Hana dapat segera mengatasi masalahnya
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Semoga mereka dapat menolong Zahra & anak"nya
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Suaminya kejem amat.
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Waaaaah Hana nongol lagi setelah sekian lama
Az-Ra
lama banget baru up Thor, sampai lupa alurnya
Naura Azwa
Lumayan
Huda
alhamdulillah akhirnya up jgaa🤧
Sri Wahyuti
Tul Tul ...tul.emang Allah Ndak akan ngasih cobaan yang melebihi kekuatan hambanya
Ipunk142 Cink
lanjut KK thor ceritanya bagus
Kurniasih Eva1
pantesan ...perasaan pernah baca cerita ini kapan....ternyata...sdh lama bangt yak baru up
هيداية شراه
benci jadi cinta nanti si kessy
Az-Ra
namanya Dilla buk
Az-Ra
udah mau 2 thn baru up lagi, aku sampai lupa ceritanya kyk mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!