Di Novel kali ini Aku membuat 3cerita sekaligus, Namun jangan sawah dulu ya, walaupun ada tiga Cerita di satu Novel namun cerita mereka pendek-pendek ko..
S1. Menceritakan tentang Rumah tangga yang hancur karena suaminya Ternyata selingkuh dengan adik tirinya.
S2. Menceritakan tentang Anak pertama dari Ayu dan juga Bima yang bernama Bayu harus di asingkan kesebuah Desa karena kesalahannya sendiri, namun siapa sangka Di desa itulah Bayu mendapatkan Jodohnya...
S3. Menceritakan tentang Adik Bayu yang bernama Yuma. Cerita Yuma juga tidak akan kalah seru dari cerita Ibu dan juga Kakak nya.
.
.
.
.
Yuk simak cerita mereka..... 🥰♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CURIGA
Jam sudah menunjukan jam makan siang seperti biasa Ayu akan makan di kantin dan akan di temani dengan Bima yang selalu setia berada di dekat nya
" Ay.. temanku ada yang mau jual motor apa kamu masih berminat? " Tanya Bima
Ayu Menganggukkan kepalanya Lalu ia mengambil air minum " Masih " Jawab Ayu
" Sukur deh. ini motor nya masih baru mungkin baru di pake satu bulanan cuman karena ia harus pindah ke luar Negri jadi ia mau jual motor semurah mungkin " kata Bima
" Wah bener kah? tapi kalo di atas sepuluh aku gak berani tabunganku sedang tipis hehehe " jawab Ayu sambil cengengesan
" Kamu itu. kamu tenang saja Mudah ko Cuman Pokonya tidak menguras dompet " jawab Bima tersenyum
" Bagus lah kalo begitu, jadi kapan aku bisa melihat motor dan bertemu dengan yang punya? " tanya Ayu
Bima menggaruk kepala yang tidak gatal " Tenang saja. nanti kamu tau beres saja " ucap Bima " Semuanya serahin aja sama Aku Ay "
" Yaudah deh kalo begitu, nanti kamu kabarin aja ya jika sudah dil biar nanti Aku Transfer " ucap Ayu
" Siap " jawab nya " Sudah ayo lanjut makan keburu masuk kerja " kata Bima
Bima senang karena Ayu sudah tidak terlihat sedih lagi, kemarin Bima sangat sedih bahkan hatinya merasa teriris ketika melihat kedua mata Ayu yang bengkak.
Setelah makan siang Ayu dan Bima langsung balik bekerja walaupun sebenarnya Ayu penasaran Bima bekerja di bagian apa karena setiap Ayu bertanya Pagi Bima langsung ngeles dan mengabdi topik pembicaraan yang lain.
Sedangkan di rumah Kirana dan juga Rahman meraka baru saja menyelesaikan ronde ke tiga nya " Kak, sudah kakak tinggal di sini saja biar kita sedang bertemu " pinta Kirana yang masih belum menggunakan apa-apa
" Tapi aku gak bisa ninggalin mamah sendirian apa lagi Mamah gak ada teman " Ucap Rahman
" Kan kakak bisa pulang ke rumah Mamah seminggu dua kali kalo gak seminggu tiga kali " Kirana langsung memasang wajah cemberut
Rahman membuang napasnya pelan ia bingung di satu sisi Rahman gak tega meninggalkan sang Mamah tapi di sisi lain Rahman juga gak mau kehilangan jatah enak enak nya bersama Kirana apa lagi Servis Kirana melebihi mantan kekasih nya di luar sana
" biar Nanti Kakak pikiran dulu ya " Jawab Rahman
" Benar ka? eum aku berharap Kakak tinggal di sini dan Tidur setiap malam dengan ku "
" permintaan mu jangan yang aneh-aneh Kirana. Mana mungkin aku tidur satu kamar dengan mu bagai mana dengan kakak mu Ayu pasti ia akan curiga Sama kita " Ucap Rahman " Biar malam aku dengan Ayu dan siang Aku akan sempatkan dengan kamu " Kata Rahman
" Heum yaudah deh ia " Jawab Kirana
" Gitu dong sayang " Rahman langsung melahap Bi*** Kirana kemabli dan terulang lagi...
#Skip
Dreeettt.. dreeeeettttttt
" Ah sial siapa sih " keluh Rahman yang sedang tidur di pelukan Kirana
Halo...
...
Mamah..
.....
Ah iya mah. ada apa?
....
Ah sial itu, Nanti deh Rahman pulang ke rumah Sekarang Rahman lagi ada kerjaan ini
...
Iya mah ia..
Tut...
" Ah sial. aku jadi berbohong kepada Mamah " Keluh Rahman sambil mengusap wajahnya
Padahal hari ini Rahman ijin cuti kepada atasannya karena ia sedang menemani sang istri yang sedang berduka.
" Kirana aku harus pulang dulu, ,mamah menyuruh ku untuk pulang " Kata Rahman
" Heum baiklah Kak. tapi nanti kakak pulang lagi kan? kan Kak Ayu juga akan tinggal di sini " Kata Kirana
" Nanti saja kita bahas, sekarang aku harus pergi dulu " kata Rahman yang langsung memakai pakaiannya dan ia lihat jam sudah menunjukan jam Tiga " Cepatlah bereskan kamar mu ini sebelum kakak mu pulang kerja " kata Rahman yang langsung meninggalkan Kamar
Kirana hanya mendengus sebal kenapa Rahman malah pergi begitu saja tanpa memberi uang Belanja Padahal Kirana mau tidur dan merayu Rahman karena ia ingin uang " Sail mana benar lagi bayar arisan lagi " keluh Kirana
Kirana sedang sepi Job karena ia telah di keluarkan dari agensi gara-gara Kirana ketahuan bermain api dengan seorang pria beristri membuat Karir Kirana Hancur
" Sekarang aku harus bagai mana.. atau nanti malam saja aku minta kepada Kak Rahman, tidak mungkin kan aku Tidak bayar arisan gengsi dong " ucap Kirana kepada dirinya sendiri
Karena hari sudah mulai sore Kirana sudah membersihkan kamar nya sesuai dengan saran Rahman tadi
" Eh kakak sudah pulang " kata Kirana sambil tersenyum
Ayu mengapa Kirana dengan penuh selidik " Kenapa lehermu? " tanya Ayu yang melihat Merah ruam di leher Kirana
Sontak saja Kirana langsung menutupi tanda merah di lehernya " ini.. "
" Jawab " tanya Ayu " sama siapa, apa sama pacar mu? tapi tadi pagi kakak tidak melihat ada tanda merah " tanya Ayu " jangan Bilang Kamu membawa Pacarmu ke ruang di saat Kakak sedang kerja? " tanya Ayu penuh selidik
Kirana melotot kan kedua mata nya ia takut jika dirinya di ketahuan telah berhubungan dengan Rahman " Ah kakak apaan sih, lagian ini hal yang wajar di lakukan oleh Sepasang kekasih " keluh Kirana yang tidak suka di protes oleh Sang kakak " ini itu udah jaman Now jadi kakak jangan banyak Protes dan jangan Jadi Ibu-ibu yang cerewet lanjut Kirana
" Apa kamu bilang? kakak cerewet? " Tanya Ayu " kamu ini wanita bisa-bisanya kamu bicara seperti itu dimana harga dirimu sebagai wanita Kirana!! " Ucap Ayu yang mulai emosi
" alah.. jangan so Alim deh kak. lagian kakak siapa? kakak bukan siapa-siapa aku kakak hanya anak tiri dari ini jadi jangan so Menasehati aku kak " Ucap Kirana yang langsung masuk kedalam kamar nya
Hati Ayu merasa Sedih Baru kali ini Kirana bersikap kasar kepada diri nya " Kamu keterlaluan Kirana. Walaupun aku bukan kakak mu tapi aku menyayangimu seperti adikku sendiri " Ucap ayu ketiak melihat Kirana yang sudah masuk kedalam kamar nya.
Burg...
Kirana Membantingkan pintu kamar nya dengan kencang " Kirana kenapa kamu jadi berubah begini " Gumam Ayu
Dulu Kirana adalah gadis yang baik dan bahkan sangat lugu tapi entah kenapa Kirana berubah menjadi seperti ini.
Ayu masuk kedalam kamar miliknya ia tidak melihat keberadaan sang suami " Mungkin Mas Rahman lagi kerja " pikir ayu yang tidak ingin berfikiran macam-macam kepada Rahman
Setelah beres mandi Ayu langsung menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga sang adik sukur-sukur jika Rahman juga pulang dan ikut makan bersama. Ingin rasanya Ayu menelpon sang suami namun ia takut jika nantinya malah jadi ribut lagi.
" Ayu... keluar kamu!! "
Mampir kesini yuk " I love You Mbak "