Arizona Debu beterbangan,membawa aroma mesiu dan darah yang belum sempat mengering.Di tengah reruntuhan berdiri dua sosok yang kelak akan menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang mengenal mereka.
Mereka melangkah keluar dari laboratorium tanpa sekali pun menoleh ke belakang.
Beberapa detik kemudian BOOM
Ledakan dahsyat mengguncang langit, Kobaran api raksasa melahap seluruh laboratorium hingga tak menyisakan apa pun selain puing-puing dan abu Cahaya fajar perlahan muncul di ufuk timur, seolah menghapus semua jejak masa lalu mereka.
"Mereka tidak akan berhenti memburu kita" ucap Nayla sambil memandang jalanan yang membentang.
Angga menggenggam kemudi erat. Tatapannya sedingin es, namun dipenuhi tekad yang tak tergoyahkan.
"Biarkan mereka datang, kita lihat siapa predator yang sesungguhnya"ucap angga dingin.
mulai hari itu dunia tidak benar-benar aman bagi mereka, namun mereka tidak akan lari lagi, angga dan nayla akan membunuh siapapun yang akan datang menyerang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KSTARIA MALAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TANPA SYARAT
Perasaan yang membuatmu rela terluka. Meski derita terus menemani, kau tetap bertahan tanpa banyak meminta. Kau memilih untuk tetap bersamanya, tanpa syarat dan tanpa pamrih, Itulah cinta 🩷
Beberapa hari pun terlewati, Di koridor Rumah Sakit Yas, Kayla berjalan gontai keluar dari ruang operasi Tubuhnya benar-benar terkuras habis setelah berjuang menyelesaikan tiga operasi jantung maraton dari malam hingga pagi hari.
Saat ia sedang menyusuri lorong dengan sisa-sisa tenaganya, sebuah bunyi familier memecah keheningan,Perutnya berkeroncong protes, sebuah kode alam yang datang di waktu yang sangat tepat bahwa ia butuh asupan makanan
Kriuk
Kriuk
"Ah sepertinya aku lapar" Kayla bergumam, memegang perutnya yang terus berbunyi.
Kayla berjalan lebih cepat dari biasanya, melangkah menuju ke dalam ruangannya untuk mengganti pakaiannya.
Setelah selesai Ia melangkah keluar pintu namun seseorang pria mengejutkannya.
"kay kau mau kemana ?" pria itu bertanya dengan nada lembut kepada Kayla!
namun kayla yang terkejut dengan munculnya pria itu tanpa aba aba langsung Mengangkat pria itu ke atas dan membantingnya kembali ke lantai.
Brakk
pria itu terkapar lemas di lantai sepersekian detik Kayla tersadar ternyata dia orang Kayla kenal "Raka Kok kamu ?" tanya Kayla begitu terkejut ternyata pria itu adalah raka ferdinand
raka memegang pinggang kesakitan "Aduhh sakit" raka mengeluh kesakitan.
kayla perlahan mengulurkan tangannya kepada raka "ayo berdiri ka" kayla berkata raka.
raka menyambut tangan kayla "bantinganmu sangat dashyat kay sangat mempesona" raka memuji kayla dalam kesakitannya.
"Maaf ka aku tidak tau itu kamu" kayla meminta maaf kepada raka sangat merasa bersalah.
raka membersihkan pakainnya yang kotor "Tidak apa apa kay tidak masalah" raka berkata dengan senyuman hangat.
"aku hanya ingin mengajak mu makan karena aku melihatmu kelelahan" raka menjelaskan tujuannya mendatangi kayla.
kayla langsung menarik tangan raka dan menggandeng tangan raka sambil berjalan.
raka begitu terkejut kayla tiba-tiba menarik tangannya "Kemana kay ?" raka bertanya!
langkah kayla terhenti memposisikan matanya ke mata raka "Bukankah kau mengajak ku makan kalau begitu ayo aku sudah lapar" kayla berkata penuh semangat.
raka tersenyum senang kayla menarik tangannya dan pada pagi itu mereka berdua makan bersama untuk yang pertama tapi bukan yang terakhir kali karena cinta mereka akan terus tumbuh seiring berjalan waktu.
tempat lain yang jauh dari tempat kayla dinegara Amerika Seorang laki-laki tampan Bediri tegap namun wajah menyimpan kekejaman laki-laki itu mengenaskan pakain pasukan khusus.
"Xeno kau kesini" panggil komandan batalyon kepadanya
ternyata laki-laki itu ia adalah xeno pratama.
xeno berlari kearah komandan batalyon sangat cepat
"Ya komandan" xeno menjawab hormat dengan komandan.
komandan menepuk pundak xeno
"Sekarang kau telah berkembang pesat aku bangga padamu" komandan memujinya.
"tidak komandan saya masih harus banyak belajar dari anda" xeno berkata hormat kepada komandan.
"benar kau masih harus banyak belajar, Namun hanya dalam waktu satu tahun Kau telah mengungguli para seniormu itu tetap pantas untuk di puji" ucap komandan
"maka dari itu saya minta kepada kamu untuk memimpin pasukan gabungan bersama Badan intelejen nasional untuk menggerebek markas mafia dragon fire" perintah komandan
xeno terkejut mendengar kata badan intelejen nasional
"Misi gabungan dengan BIN negara mana komandan ?" xeno bertanya hormat.
"BIN Negara Korea!!" balas komandan
"Kak kael" gumam xeno
karena dia begitu merindukan semua keluarganya karena dia telah lama tidak pulang ke Korea.
"lakukan perintah saya ini xeno saya percayakan pasukan kita kepada mu" komandan memberi perintah.
"Siap perintah diterima komandan"ucap hormat xeno
Komandan tersenyum senang dengan xeno "ayo xeno sudah waktunya makan siang" komandan mengajak xeno makan siang setelah itu berlalu pergi menuju ruang makan.
Waktu berlalu begitu cepat, Jarum jam sudah menunjukkan pukul tiga sore ketika Aura tiba di rumah seorang warga kurang mampu, yang anaknya menjadi korban perdagangan manusia.
Namun, di balik misinya itu berhaya besar tengah mengintai seorang penguntit terus membuntutinya ke mana pun ia melangkah.
"apa yang kau lakukan vin ?" aura bertanya kesal kepada alvin
"hanya mengikuti langkah pacar ku" alvin menjawab santai.
"Siapa pacarmu ?"aura bertanya kesal
"Kamu dong sayang" alvin membalas dengan senyuman manis.
"Aku belum menerimamu laki-laki penguntit, dan aku tidak mau memiliki pacar sepertimu kau sangat menyebalkan" aura membalas perkataan alvin.
alvin tidak perduli dia hanya mengikuti aura kemana pun sang wanita melangkah Alvin juga berada disana seperti buntut.
saat ini aura dan alvin sudah tiba dirumah keluarga korban sindikat manusia.
aura tersenyum hangat melihat seorang ibu yang duduk dengan wajah sedih "permisi bu maaf saya menganggu benar ini rumah orangtua jaenab?" aura bertanya kepada ibu yang ada dirumah itu.
"benar nak!!" ibu jaenab membalas pertanyaan aura! "tapi kamu siapa nak?" ibu jaenab bertanya kepada aura.
aura tersenyum hangat "perkenalkan saya aura pratama dan saya seorang Jaksa" aura memperkenalkan dirinya.
"perkenalan saya alvin sanjaya dan seorang reporter" alvin ikut memperkenalkan dirinya.
"terimakasih sudah datang" ibu jaenab berterimakasih kepada aura dan alvin.
aura mendekati ibu jaenab lalu dia duduk disebelah orang tua itu.
"Bu benar ya kalau ibu sudah berulang kali melaporkan kasus tentang jaenab ke kantor polisi namun tidak di gubris?" tanya aura
Ibu Jaenab mendengar pertanyaan Aura, namun yang mampu ia lakukan hanyalah menangis, Air matanya mengalir tanpa henti, begitu besar rasa khawatirnya terhadap keadaan sang anak, Memahami kesedihan itu, Aura perlahan memeluk Ibu Jaenab dengan erat, namun tetap penuh kelembutan, seolah ingin menguatkan hati yang hampir runtuh.
"Boleh saya tau bagaimana kronologi tentang hilangnya jaenab"
ibu jaenab menganggukan kepalanya pertanda bahwa dia setuju menjelaskan kronologi bagaimana jaenab hilang.
"dua minggu yang lalu jaenab ditawarkan kerjaan oleh temannya Dengan gaji besar bekerja di pabrik daerah Busan, jaenab yang mendengar bahwa mendapatkan gaji besar ke-esokan harinya dia dan temannya pergi,
tiga hari setelah jaenab pergi dia masih Bisa dihubungi, namun hari keempat dia tidak bisa dihubungi kembali, karena tidak mendapatkan kabar ibu pergi ke tempat agen Pengirim tenaga kerja itu sesuai alamat Setibanya disana kantor itu tidak benar-benar ada" ibu jaenab begitu menjelaskan kronologisnya tanpa terlewat.
"Agensi ilegal"alvin berkata kepada ibu jaenab
ibu jaenab menangis "hiks hiks apakah anak saya akan baik-baik saja" ibu jenab benar-benar sangat terpukul.
"jangan khawatir bu saya jamin anak ibu akan kembali besok pagi" aura berkata menenangkan ibu jaenab.
ibu jaenab berhenti menangis dimatanya berubah penuh harap
"benarkah nona?" dia bertanya kepada aura.
aura mengangguk senyum menjawab pertanyaan ibu jaenab "jangan khawatir saya tidak pernah bohong bu" aura berkata tersenyum.
"ibu kami permisi pulang" aura berpamitan pulang !
"Hati-hati nona dan tuan" ibu jaenab membalas dengan senyuman hangat.
saat ini Alvin dan aura sudah meninggalkan rumah jaenab dan berjalan pulang menuju mobil mereka terparkir "bagaimana bisa jaenab bisa kembali sendiri sayang?"alvin bertanya kepada aura.
raut wajah aura sangat kesal mendengar perkataan Alvin "Sayang sayang palak kau peyang" aura marah kepada alvin
alvin memasang wajah tidak berdosa "Hehe!!" dia tertawa mendengar perkataan aura! "Bagaimana bisa dia kembali besok?" alvin kembali bertanya kepada aura.
aura berjalan meninggalkan alvin "Jangan terlalu banyak ingin tahu nanti umur kau pendek" aura membalas pertanyaan alvin.
setelah mendengar aura berkata seperti itu Alvin menyusul aura masuk ke mobil di dalam mobil alvin mencubit pipi gemas aura "ahh kamu mah pelit sayang" Alvin berkata kepada aura.
aura memegang pipinya yang dicubit Alvin "kau akan aku tuntut atas kekerasan dengan gadis cantik sepertiku" aura berkata akan menuntut Alvin
"tuntutlah dan penjarakan aku seumur hidup" Alvin menantang untuk memenjarakannya.
aura tersenyum senang "baik akan ku tuntut dirimu dan di penjara seumur hidup" aura berkata kepada Alvin.
"benar penjara aku seumur namun dihati dan pikiranmu" Alvin membalas dengan gombalan kepada aura.
perkataan alvin membuat aura malu dan menutup wajahnya akhirnya sesuatu itu mulai tumbuh perlahan namun pasti sesuatu yang selama ini aura tolak mulai berkembang tanpa dia sadari.
malam hari di kantor bin semua aliansi bin telah berkumpul militer pasukan khusus bahkan kepolisian pusat Seoul.
kael berdiri disamping kanannya xeno mengenakan pakaian militer padusakan khusus dan di samping kirinya ada elara pradipta sebagai pemimpin kepolisian.
kael perlahan maju didepannya ribuan gabungan pasukan tentara dan kepolisian
"malam ini sangat penting untuk kita semua karena kita akan menyergap markas dragon fire" kael berkata kepada semua orang.
"prioritas kita malam ini adalah penyelamatan para sandera maka dari itu saya meminta elara dan pasukannya untuk melakukan misi penyelamatan" kael memberi perintah kepada elara dan pasukannya.
elara melangkah menuju ke arah kael dan memberi hormat "perintah saya Terima komdan" elara berkata hormat kepada kael.
kael melihat ke arah xeno "saya minta kepada komandan xeno untuk memerintahkan pasukan tentara untuk menyerang dari jalur udara" kael berkata xeno!
"baik perintah diterima komandan" xeno membalas kepada kael.
"Berangkat" kael memerintahkan semua orang untuk berangkat dan malam itu mereka akan bertempur melawan kelompok mafia dragon fire.
To Be Continue..