NovelToon NovelToon
TAK SELAMANYA IBU TIRI KEJAM

TAK SELAMANYA IBU TIRI KEJAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:94.4k
Nilai: 5
Nama Author: My_Sunshine

Demi memenuhi wasiat terakhir sahabatnya, Kinanti menikah dengan Keenan, seorang duda yang memiliki tiga anak. Namun pernikahan itu tidak membawa kebahagiaan seperti yang dibayangkan. Yudha, Tiara, dan Daffa menolak kehadirannya dan melakukan berbagai cara agar Kinanti pergi dari rumah mereka.

Bagi ketiga anak itu, tidak ada yang bisa menggantikan sosok ibu mereka yang telah tiada. Setiap kebaikan Kinanti dibalas dengan penolakan dan sikap menyakitkan. Meski begitu, ia memilih bertahan, menghadapi semuanya dengan kesabaran dan kasih sayang.

Mampukah ketulusan seorang ibu tiri meluluhkan hati yang penuh luka? Sebuah kisah mengharukan tentang kehilangan, pengorbanan, dan cinta yang membuktikan bahwa tak selamanya ibu tiri itu kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My_Sunshine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang sama hangatnya

Pagi hari di rumah Bu Salma,

Kalila, adik perempuan Keenan baru saja selesai sarapan ketika ia menghampiri ibunya yang sedang merapikan lemari gamisnya di ruang tengah.

"Bu, hari ini aku mau ke rumah Mas Keenan," ujarnya santai. "Aku mau kenalan sama istri barunya."

Tangan Bu Salma langsung berhenti bergerak.

"Tidak usah!" sahutnya cepat.

Kalila mengernyit heran.

"Kenapa? Aku merasa nggak enak karena kemarin nggak sempat datang waktu akad nikah. Masa sampai sekarang aku belum kenal sama kakak iparku sendiri?"

Bu Salma mendengus.

"Istri baru kakakmu itu jelek!"

Kalila berkedip beberapa kali.

"Jelek?"

"Iya."

"Jelek bagaimana?"

"Kampungan, dekil, jorok. Pokoknya jelek banget!"

Kalila menatap ibunya dengan ekspresi ragu,

"Masak sih, Bu? Mas Keenan bukan orang yang asal memilih pasangan."

"Kamu itu kalau dibilangin ibu nggak pernah percaya."

"Bukan nggak percaya, tapi aku paham betul sama sifatnya Mas Keenan. Dia pasti punya alasan menikahi perempuan itu."

Alih-alih mengurangi rasa penasaran, ucapan sang ibu justru membuat Kalila semakin ingin bertemu dengan wanita yang menjadi istri baru kakaknya.

"Aku jadi makin penasaran,” gumamnya.

Bu Salma langsung mengalihkan pembicaraan.

"Sudah, nggak usah ke sana. Temani ibu saja."

"Temani ke mana?"

Bu Salma tersenyum tipis.

"Ibu-ibu pengajian di komplek lagi bikin seragam baru..Mereka beli gamisnya di butik.

Kalila menatap ibunya beberapa detik.

"Terus?”

"Masa kamu nggak paham maksud ibu?"

"Oh... jadi Ibu mau beli juga?"

"Iya dong."

Kalila menghela nafas.

"Memangnya berapa harganya?"

"Lima ratus ribu."

Tanpa banyak bicara, Kalila masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian ia keluar sambil membawa lima lembar uang pecahan seratus ribu rupiah.

"Nih, 500.000."

Bu Salma menerima uang itu lalu memandangnya beberapa saat.

"Ehm..."

"Apa lagi?"

"Ibu belum punya kerudung dan tas yang senada dengan warna gamis itu.”

"Kurang berapa lagi?"

Bu Salma tersenyum manis.

"Lima ratus ribu."

Dengan pasrah, Kalila kembali masuk ke kamar. Beberapa menit kemudian ia keluar sambil membawa tambahan uang.

"Nih. Cukup ‘kan?"

Bu Salma langsung tersenyum lebar.

"Cukup…cukup."

Kalila hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

"Ayo, sekarang kita pergi," ajak Bu Salma semangat.

"Kita ke rumah Mas Keenan dulu ya."

Senyum Bu Salma langsung menghilang.

"Kamu tetap mau ke sana?"

"Tentu saja. Aku sudah bilang dari tadi, aku mau kenalan sama istri baru Mas Keenan."

Bu Salma mendecak kesal.

"Ibu nggak mengerti kenapa kamu ngotot sekali. Kalau sudah ketemu, nanti kamu pasti berpikir sama seperti ibu."

Kalila terkekeh,

"Nah, justru itu … aku mau membuktikannya sendiri."

Bu Salma berdiri sambil merapikan kerudungnya.

"Ya sudah. Kalau begitu ibu pergi ke butik sendiri."

Kalila mendekati ibunya lalu mencium punggung tangannya.

"Hati-hati bawa uangnya, Bu."

"Iya."

Setelah Bu Salma pergi, Kalila kembali masuk ke kamar untuk bersiap-siap.

Sambil memilih pakaian, pikirannya terus dipenuhi rasa penasaran. Seperti apa sebenarnya sosok Kinanti?

Apakah benar wanita itu sekampungan, sedekil, dan seburuk yang digambarkan ibunya? Atau justru sebaliknya?

****

"Assalamu'alaikum."

Kalila melangkah memasuki halaman rumah Keenan sambil mengucapkan salam.

Seorang wanita berhijab syar'i yang sedang menjemur pakaian segera menoleh. Senyum ramah terukir di wajahnya saat menjawab salam tersebut.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

Wanita itu memperhatikan Kalila sejenak, lalu bertanya dengan sopan,

"Maaf, Mbak siapa, ya? Ada yang bisa saya bantu?"

Kalila tersenyum hangat.

"Sepertinya kita memang belum pernah bertemu. Namaku Kalila."

Wanita itu tampak berpikir sesaat.

"Kalila?"

"Aku adiknya Mas Keenan."

Mata wanita itu langsung membesar.

"MasyaAllah... kamu adiknya Mas Keenan?"

Kalila mengangguk.

"Iya."

"Maaf banget, ya. Aku benar-benar nggak tahu."

"Nggak perlu minta maaf. Kita memang belum pernah bertemu sebelumnya."

Kinanti tersenyum lega.

"Tunggu sebentar, ya."

Kinanti mempercepat gerakannya menyelesaikan jemuran yang tersisa. Tak enak rasanya membiarkan tamu berdiri terlalu lama di halaman.

Beberapa menit kemudian, Kinanti mengajak Kalila masuk ke ruang tamu.

Kalila duduk di sofa sambil diam-diam memperhatikan wanita di hadapannya.

"Kamu mau minum apa?" tanya Kinanti.

Kalila berpikir sejenak.

"Jus mangga boleh?"

"Oh, tentu saja." Senyum Kinanti semakin lebar. "Kebetulan aku masih punya stok mangga di kulkas. Tunggu sebentar, ya. Aku buatkan dulu."

Kinanti lalu masuk ke dalam rumah.

Sebenarnya Kalila tidak benar-benar haus, apalagi menginginkan jus mangga. Ia hanya ingin menguji seperti apa sikap kakak iparnya itu.

Namun, sejak pertama kali bertemu, ia mulai menyadari sesuatu. Semua yang dikatakan ibunya ternyata jauh dari kenyataan. Kinanti sama sekali tidak terlihat dekil atau jorok seperti yang diceritakan Bu Salma.

Sebaliknya, wanita itu tampak bersih, rapi, dan menenangkan. Wajahnya cerah tanpa riasan berlebihan, sementara pakaian syar'inya terlihat sederhana, namun tetap anggun. Yang paling membuat Kalila terkesan adalah cara Kinanti berbicara. Lembut, sopan, dan tidak dibuat-buat.

Tak lama kemudian, Kinanti kembali membawa sebuah nampan. Di atasnya telah tersedia segelas jus mangga dingin dan sepiring bolu pandan yang masih tampak segar.

"Silakan diminum jusnya."

Kalila menatap hidangan itu sejenak, lalu kembali memandang wajah Kinanti. Entah mengapa, semakin lama ia berada di rumah itu, semakin sulit baginya memahami alasan ibunya begitu membenci wanita yang kini duduk di hadapannya.

"Bolunya beli di mana, Mbak?" tanya Kalila setelah menggigit sepotong bolu pandan.

Kinanti tersenyum.

"Aku buat sendiri."

Kalila sontak membelalak.

"Hah? Serius?!"

"Iya."

"Ini enak banget, lho, Mbak. Teksturnya lembut, manisnya juga pas," pujinya tulus.

"Aku memang suka mencoba berbagai resep kue dan camilan."

"Wah, nanti ajarin aku bikin bolu ya.”

"Siaap.”

Kalila kembali menyantap kuenya dengan lahap. Setelah menghabiskan beberapa potong bolu dan separuh gelas jus mangga, rasa penasarannya kembali muncul.

"Kalau boleh tahu, Mbak kenal Mas Keenan dari mana?"

Ekspresi Kinanti seketika melembut.

"Dari Ratih."

Kalila terdiam sesaat.

"Mbak Ratih?"

Kinanti mengangguk pelan.

"Ratih sahabatku sejak SMP. Kami tumbuh bersama, saling berbagi cerita, bahkan saling mendukung saat menghadapi masa-masa sulit."

Senyumnya berubah menjadi senyum yang menyimpan kerinduan.

"Bisa dibilang, aku menikah dengan Mas Keenan untuk memenuhi wasiat terakhirnya."

Kalila memandangi wajah Kinanti yang tampak tenang saat menyebut nama almarhumah sahabatnya. Entah mengapa, hatinya terasa hangat.

"Kalau begitu, Almarhumah Mbak Ratih memang nggak salah memilih Mbak menjadi pendamping Mas Keenan sekaligus ibu sambung untuk Yudha, Tiara, dan Daffa. Mbak itu baik, sabar, dan tulus. Aku bisa melihatnya."

Kinanti langsung menggeleng malu.

"Jangan memuji berlebihan begitu."

Suasana hening sejenak sebelum Kalila kembali bertanya.

"Oh ya, bagaimana Yudha, Tiara, dan Daffa?”

Kinanti menghembuskan napas pelan. Senyum tipis tetap menghiasi wajahnya, meski ada sedikit kelelahan yang tak bisa disembunyikan. Melihat ekspresi itu, Kalila merasa sudah mendapatkan jawabannya.

"Kalau menurutku, justru Tiara yang paling keras kepala di antara mereka bertiga."

Namun Kinanti segera menggeleng.

"Tiara bukan anak yang keras kepala. Dia sebenarnya anak yang baik. Mungkin dia hanya belum siap menerima orang baru yang dianggap menggantikan posisi almarhumah ibunya."

Kalila terdiam. Jawaban itu membuatnya semakin kagum. Bahkan setelah diperlakukan dingin, Kinanti masih berusaha memahami perasaan anak-anak sambungnya.

"Kalau saat ini mereka belum bisa menerima Mbak, jangan menyerah, ya. Aku yakin suatu hari nanti mereka akan menyadari kalau ayah mereka tidak salah memilih."

Senyum hangat kembali mengembang di wajah Kinanti. Kalila membalas senyum itu.

Kini ia semakin yakin bahwa semua penilaian buruk yang selama ini disampaikan ibunya hanyalah prasangka semata. Dan dalam hati, Kinanti pun bersyukur. Rupanya Kalila memiliki hati yang sama hangatnya dengan kakak laki-lakinya... Keenan.

1
Rosmazita Imah
ayu selfish.
Arin
Semoga keputusan yang di ambil Ibu Salma, Kinanti dan Kenaan benar. Dengan mengikatkan dulu Mahesa dan Kalila dalam pertunangan. Biar mereka melakukan penjajakan perasaan, apakah akan di lanjutkan ke jenjang pernikahan atau tidak berjodoh.
Dan untuk Ayu lebih baik Mahesa kasih pemahaman kepadanya. Jangan buat Ayu terus berharap kepada nya....
sri hastuti: mahesa hrs tegas ,jngn lemah, jd laki2 hrs tegas ,ada batasan. terangkan , jngn dibiarkan ayu semaunya sendiri, dasar egois .
betul bu salma,disegerakan saja antara mahesa dngn kalila , gak sabar thor , 😡😡😡
total 1 replies
sri hastuti
alaaahhh drama, awas ya thor kl smp mahesa sm Kalila batal, biar dirasakan ayu, aku gak simpati sama sekali, dasar arogan dan egois, kyk ibunya, biar dirasakan, suka kok dipaksakan, 😡😡😡
sri hastuti
bagus thor akhirnya mahesa sm kalila ,aku kasih 👍 buat bu salma yg tegas , jd hrs ada batasan , 👍👍👍
pokoknya mahesa cm cocok sm kalila ,gak ada yg lain 👍👍👍
Arin
Lebih baik sakit pas baru memulai. Daripada sakit terjadi ketika sudah menjalin hubungan tapi di sakiti
My_Sunshine: betul-betul-betul😅
total 1 replies
sri hastuti
ayo thor, segera mahesa sm kalila , biar ayu sadar, dan ternyata sifat ayu jelek spt ibunya , tambah gak cocok sm mahesa 😡😡
Arin
Segerakan perjodohan dengan Kalila dan Mahesa. Biar Ayu segera sadar, kalau memang dari awal Mahesa bukan hanya menghindarimu dan tidak pernah memberi harapan dengan membalas pesan-pesanmu.
Rosmazita Imah
bagus. mahesa tetap jaga jarak. jangan di layan si ayu tu. sama je perangai dgn mak dia
sri hastuti
semoga segera terlaksana ,antara mahesa sm kalila thor, biar mereka berdua bahagia, singkirkan ayu , yg sombong itu 🙏😡😡
sri hastuti
lha gitu mahesa km hrs tegas ,gak usah ragu2, tolak aja ayu, perempuan kok gak punya harga diri , sombong ,gak cocok kl sm mahesa😡😡😡
Rosmazita Imah
ayu eh. kalau org x respone tu. maksudnya, org x berminat la ke awak. malu eh.
sri hastuti
alaaahh emang km sombong bu, sdh aku jugabgak suka kl ayu sm mahesa thor, lbh baik sm kalila aja thor,
dasar ayu juga gakbtau diri sdh gak di respon kok msh kejar2 mahesa 😡😡
sri hastuti
tolak aja ayu, mahesa,jangan mau ,km lebih baik sm kalila aja, buat sm ayu km akan diremehkan nanti ,
ayo thir ,jangan mahesa sm ayu lho ya 😡😡
Rosmazita Imah
terus terang je la mahesa. balik nanti saya akan menikah dgn kalila. biar ayu sedar diri. yg dia x ada makna pun.
Rosmazita Imah
jgn bermimpi la bu elina. mahesa pun x pandang dgn si ayu anak awak.
Arin
/Heart/
sri hastuti
bagus ozi, sdh relakan yg penting km sdh jadi baik, tata kembali masa don mu , 👍
thor ingat lho ,mahesa jangan sm ayu ,gak pas 🙏😡
Rosmazita Imah
bagus la. x nak. mahesa pun x tertarik pun pada anak awak bu elina oi. anak awak yg terhegeh2
ika
bagussss....
emang Mahesa bukan jodoh ayu
Mahesa mau nya ma Khalila
Arin
Bagus Bu Elina jangan sampai merestui hubungan Ayu. Biar Mahesa berjodoh dengan Kalila saja
sri hastuti: sdh betul itu jangan setuju ayu sm mahesa ,aku juga gak setuju,buar mahesa sm kalila aja thor, orng sombong gitu biar dpt karmanya 😡😡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!