.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Isabella telah berada diruangan Zai, pria itu duduk di kursinya dan mempersilahkan Isabella untuk duduk di hadapannya.
"Baiklah, saya ingin melakukan interview terlebih dahulu. Jawaban mu akan menentukan apakah kau layak bekerja disini atau tidak, jadi saya harap dapat mendengar sesuatu yang memuaskan ditelinga saya," Zai berbicara dengan nada yang terkesan mengintimidasi. Dia memang tak pernah bersikap lunak saat sedang serius dalam pekerjaannya.
Mau bagaimana pun dirinya takkan bisa bertahan jika tidak memiliki sikap ini, apalagi Tuannya memang tak pernah memujinya atau bahkan tersenyum kepadanya.
Itu memang sedikit membuat Zai tertekan, namun lambat-laun dirinya sudah mulai terbiasa dengan sikap Justin kepadanya.
Suasana di ruangan itu tiba-tiba saja berubah, seperti layaknya sedang melakukan interview, seharusnya seseorang tengah tegang pada saat ini. Namun tidak untuk Isabella, dia hanya duduk tenang sambil menunggu pertanyaan yang akan diberikan oleh pria dihadapannya.
"Apa alasan mu bekerja di sini?" pertanyaan pertama yang ditanyakan oleh Zai memang cukup umum, namun Sebenarnya ada penilaian lain dalam pertanyaan itu.
Isabella tersenyum kecil, hal terpenting dalam sebuah kerjasama adalah kejujuran. Jika tidak adanya kejujuran, maka kerjasama itu takkan membuahkan hasil yang memuaskan.
Dia tentu saja akan berbicara dengan jujur, namun Isabella tak tahu bagaimana respon dari pria dihadapannya itu nantinya. "Aku ingin uang," begitu singkatnya bibir wanita itu berbicara, Zai hanya menyeringai mendengarnya.
"Mengapa kau ingin bekerja di sini?" kini pria itu melanjutkan pertanyaannya yang kedua. Lagi-lagi pertanyaan umum yang biasa dilakukan saat interview, sejauh ini Isabella belum menemukan sesuatu yang membuat hatinya sedikit janggal.
"Karena saya harap dengan bekerja di sini saya bisa mendapatkan pengalaman yang lebih baik, dan tentu saja suasana yang lebih nyaman dalam bekerja."
"Dalam pekerjaan tidak ada yang namanya kata nyaman, mengapa kau milih bekerja jika menginginkan kenyamanan? kau bisa tinggal di rumah layaknya wanita pada umumnya..." Kata-kata Zai seolah mengajak tempur, tentu saja itu memerlukan balasan dari Isabella, wanita itu kembali tersenyum kecil.
"Maaf sebelumnya pak Zai, saya memiliki alasan pribadi untuk melakukan ini semua. Jadi saya rasa tidak seharusnya diketahui oleh orang lain, yang saya ingin anda ketahui bahwasannya saya tak pernah bermain-main dalam bekerja. Sebisa mungkin saya akan melakukan yang terbaik dengan pekerjaan yang saya miliki," kata Isabella sambil menekan beberapa poin dalam kalimat itu.
"Baiklah, kalau begitu saya ingin bertanya. Apa motif mau berada di sini?" Isabella dikejutkan dengan pertanyaan yang ditanyakan oleh Zai, entah mengapa hatinya yang terasa janggal bukanlah firasatnya saja. Dirinya seolah dicurigai oleh pria dihadapannya, entah itu perasaannya saja atau memang yang sebenarnya tengah terjadi.
"Saya tak memiliki motif apapun, saya berada di sini memang untuk melamar pekerjaan. Dan lagi jika memang saya memiliki maksud lain, mengapa anda malah mengundang saya ke sini? bukankah itu terdengar sedikit aneh...?" Isabella mencoba untuk memojokkan Zai, dia ingin lihat apa yang sebenarnya direncanakan oleh pria itu.
"Kita tak tahu apa yang dipikirkan oleh orang lain, jadi saya rasa itu tidak terdengar aneh. Oke baiklah! interview mu telah selesai dan kau bisa mulai bekerja besok."
Isabella terkejut dengan perubahan ekspresi wajah Zai, baru saja dia berubah menjadi pria yang dingin. Tiba-tiba saja sudah berubah menjadi orang lain, dia agak sedikit bingung namun tak mau mengambil pusing.
Setelah berjabat tangan, Isabella beranjak dari ruangan Zai dan pergi meninggalkan pria itu. Entahlah apa yang dipikirkannya setelah Isabella keluar, hanya pria itu seorang lah yang mengetahuinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA MELUANGKAN WAKTU 1 DETIK UNTUK MENGKLIK TOMBOL LIKE.
KARENA DARI SANALAH SEMANGAT TUAN BERKOBAR UNTUK KALIAN SEMUA.
BELUM LIKE EPISODE SEBELUMNYA? PUTER BALIKKK DONK, HEHEHE.
"—KITA SALING SUPPORT YA... (ᵔᴥᵔ)—"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..