Danisha putri, gadis berusia 25 tahun yang harus bekerja seumur hidupnya untuk membayar hutang pada Boss nya atas apa yang dia lakukan, belum lagi dia adalah seorang single parent untuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dulu tiba-tiba dia temukan didepan kost nya waktu anak itu masih bayi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
My Dika 12
"Kenapa kalian semua harus muncul lagi dihadapan ku sekarang, aku sudah menjauhkan diri ku sejauh mungkin dari kalian semua, menahan bullian yang sepanjang hari aku terima dari orang-orang yang tidak bisa menerima ku dan Kevinku, hingga aku menjadi kebal akan semua gunjingan dan cacian, sekarang aku telah bahagia dengan kehidupan ku sendiri, kenapa kalian harus muncul lagi di kehidupan ku" tangis Danish pecah tak bisa ditahan lagi, rasa sakit yang teramat sangat sakit yang dia rasakan sudah hampir tujuh tahun dia rasakan, tanpa kasih sayang dan cinta hanya ada kebencian dan cacian yang dia dapatkan.
Danish keluar dari kamar mandinya kemudian memakai pakaiannya, setelah itu membaringkan tubuhnya di ranjang nya, memejamkan matanya yang sembab karena menangis terlalu lama
Pagi harinya Danish tidak bangun pagi-pagi seperti biasanya
"Mama, mama kenapa? Badan mama panas" tanya Kevin cemas
Namun Danish tak bergeming dari tidurnya
"Mama...." Kevin terus memanggil Danish dan terus menggoyang goyangkan badan Danish yang panas
"Mama, Kevin takut ma..." Kevin mulai menangis ketakutan
Drrrt drrrt drrrtt
Handphone Danish berbunyi, Kevin segera mengangkatnya
"Halo Danish, apa kamu sudah bosan hidup, kekantor Sekarang juga!!!" Bentak seseorang yang menelfon Danish, siapa lagi kalau bukan Dika
"Halo om, ini Kevin om, tolongin mama om, mama enggak bangun-bangun" ucap Kevin diiringi derai tangisnya
Mendengar itu, Dika langsung berlari meninggalkan ruang kerjanya
"Pak, nanti..."
"Aldo, kamu urusin semuanya, saya ada urusan mendadak" ucap Dika dan segera kembali berlari menuju mobilnya dan melaju secepat mungkin untuk sampai dirumah Danish
Dika segera membanting pintu mobilnya saat sudah sampai di depan rumah Danish
Tok tok tok
Dika mengetuk pintu dengan tidak sabaran, suara langkah kaki kecil berlari terdengar dari luar rumah, hingga pintu terbuka
"Om, tolongin mama om" tangis Kevin saat melihat Dika
"Dimana mama kamu?"
"Didalam om, ayok om" Kevin menarik lengan Dika masuk ke kamar Danish
Dika melihat Danish tertidur di ranjang nya, memakai piyama tidurnya, wajahnya terlihat pucat, Dika menyentuh keningnya dengan tangannya
"Panas" ucap nya
"Mama kenapa om?" Tanya Kevin cemas, wajahnya penuh air mata
"Mama kamu demam, kita harus membawa nya ke rumah sakit"
"Jangan om, Kevin tidak punya uang om"
"Kamu tenang saja, biar om yang urus semuanya" kata Dika menenangkan kevin
"Tapi om..."
"Sudah kamu tidak perlu khawatir, mama kamu pasti baik-baik saja"
Dika mengangkat tubuh Danish dan membawanya ke dalam mobilnya dan segera melaju ke rumah sakit keluarga Darma
Danish segera mendapatkan perawatan terbaik saat sampai di rumah sakit, mengingat Dika yang membawa nya kesana
Dika dan Kevin menunggu di luar ruang pemeriksaan
"Dika, kamu disini?"
Tanya seseorang padanya
"Eh kak Luna, iya nih kak, ada temen yang sakit" jawab Dika pada seseorang yang menegurnya tadi, Luna adalah kakak ipar pertama nya, istri dari kakak tertuanya, Danu.
"Oh gitu, lalu dia...?" Tanya Luna
"Dia anaknya kak namanya kevin"
"Oh... kalau gitu kakak ke ruangan kakak dulu ya, dik"
"Iya kak" jawab Dika
Luna berjalan menuju keruang nya, sedangkan Dika masih setia menunggu pemeriksaan Danish
Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan dokter keluar dari san
"Gimana keadaan nya dok?" Tanya Dika khawatir
"Dia baik-baik saja, hanya demam dan tekanan darahnya rendah, terlebih lagi dia kurang istirahat, setelah istirahat penuh dan minum obat secara teratur kondisinya akan membaik" penjelasan dokter itu
"Terimakasih dok, boleh kami melihatnya"
"Tentu pak Dika, kalau begitu saya permisi dulu"
Dika dan Kevin memasuki kamar rawat Danish, disana terlihat Danish masih tertidur dengan lelapnya, panas ditubuhnya sudah menurun
"Syukurlah "Dika menghembuskan nafas lega saat memegang kening Danish yang sudah tidak sepanas tadi pagi
"Om, Kevin laper" ucap Kevin dengan polosnya
"Kamu belum makan ya? Maaf om lupa"
"Enggak apa-apa om"
"Ya sudah, kamu tunggu mama kamu disini, jangan kemana-mana, biar om keluar cari makan ya"
"Iya om, makasih om"
"Iya sama-sama"
-----
author mau libur update dulu ya, mau ngurusin yayang leo dulu ya... biar bisa update banyak 😝😝😝
jangan lupa like dan komen ya kakak 😉