NovelToon NovelToon
Cinta Dari Tuan Duda

Cinta Dari Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:221.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Seri Melani

Dayna merasa hidup selalu menyengsarakan dirinya. Ia tak pernah berpikir usai menikah ternyata masalah hidupnya kian dibuat pelik. Ia dijual oleh suaminya sendiri.

Yuga, laki-laki yang hidup di lingkungan dunia malam, pekerjaan haram dan penuh kekerasan. Kini episode hitam yang sama kembali menggilas garis hidup Dayna. Demi melunasi hutang, Yuga menjual Dayna pada Tuan Gaza.

Dayna selalu ingin kabur dari jerat hidup Tuan Gaza, tapi sosok laki-laki di rumah Gaza membuat Dayna tertahan. Dialah Arsen. Dayna menyukainya. Tapi Gaza tak akan pernah membiarkan Dayna menyukai Arsen. Gaza hanya ingin Dayna menyukai dirinya bukan Arsen.

Hingga akhirnya sebuah fakta besar terungkap, membuat Dayna hidup dalam kebimbangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seri Melani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Bayang-Bayang Masa Lalu

Malam itu, Dayna tidak bisa tidur. Pikirannya berputar-putar, tak bisa berhenti membayangkan kemungkinan yang akan datang. Amplop hitam yang diberikan oleh pria misterius di kafe itu kini tergeletak di meja, di antara dirinya dan Arsen. Arsen terlihat tak kalah tertekan, duduk di kursi yang sama dengan Dayna, matanya kosong menatap pintu yang tertutup rapat. Hanya suara dentingan jam dinding yang memecah kesunyian malam itu.

“Apa yang kita lakukan, Arsen?” Dayna akhirnya memecahkan keheningan, suaranya hampir tak terdengar.

Arsen menghela napas panjang dan menatap amplop itu lagi, berusaha mencari jawaban yang tak ia miliki. “Kita harus percaya pada keputusan kita sebelumnya,” jawabnya pelan, mencoba menenangkan dirinya sendiri. “Kita harus bertemu orang itu. Tidak ada pilihan lain.”

Dayna merasa jantungnya berdetak lebih cepat. Setiap kata yang diucapkan Arsen seperti beban tambahan di bahunya. “Tapi kita benar-benar bisa mempercayai orang itu? Dia bukan orang sembarangan, kan? Dia... dia punya tujuan sendiri. Dan siapa yang bisa menjamin kita selamat?” Suaranya hampir terdengar putus asa.

Arsen menatapnya, dan untuk sesaat, ia bisa melihat ketakutan yang sama dalam mata Dayna yang ia rasakan. “Aku juga tidak tahu, Dayna. Tapi Gaza tidak akan berhenti sampai kita berada di bawah cengkeramannya. Kita sudah terjebak terlalu dalam.”

Dayna merasakan perasaan yang aneh. Sebuah perasaan yang tidak bisa dijelaskan, tapi ia tahu, sepertinya ada sesuatu yang besar yang akan terjadi. Ia tak ingin berlarut-larut dalam ketakutan, namun ia tahu bahwa mereka tak bisa mundur. Pikirannya berputar ke masa lalu, mengenang hidupnya sebelum bertemu dengan Gaza, sebelum semua kejahatan itu datang merasuki kehidupannya.

Dulu, hidup Dayna cukup sederhana. Ia punya keluarga yang hangat, dan ia tumbuh di lingkungan yang penuh kasih sayang. Namun, hidup sering kali tidak sesuai dengan yang diinginkan. Tak ada yang menduga bahwa ia akan terjebak dalam hidup yang penuh dengan kekerasan dan penderitaan seperti sekarang. Ketika ia menikah dengan Yuga, ia hanya ingin menjalani kehidupan biasa. Namun, kenyataan berkata lain.

Ketika Yuga menjualnya kepada Gaza, ia merasa dunia seakan runtuh. Perasaan terhina dan tidak berdaya merasuk ke dalam dirinya. Gaza bukanlah orang yang mudah diajak berkompromi. Dia seorang pengusaha gelap dengan banyak koneksi, dan berani melakukan apa saja untuk mendapatkan yang diinginkannya. Sementara itu, Yuga, suaminya sendiri, adalah seseorang yang dipenuhi dengan hutang dan kelemahan. Keputusan Yuga menjualnya adalah bukti betapa kejamnya dunia yang mereka huni.

Dayna menggigit bibirnya, mencoba menghilangkan kenangan buruk itu. Ia tidak ingin terjebak dalam masa lalu yang penuh dengan penderitaan. Namun, setiap kali ia melihat wajah Gaza atau mengingat betapa banyaknya kekuatan yang dimilikinya, rasa takut itu kembali menghantui. Seberapa jauh mereka bisa melarikan diri? Seberapa besar mereka harus berkorban untuk bebas dari cengkramannya?

"Apa yang terjadi denganmu?" suara Arsen menginterupsi lamunannya.

Dayna mengangkat kepala dan menatap Arsen. “Aku hanya... memikirkan apa yang sudah terjadi dalam hidupku. Rasanya seperti aku terperangkap dalam sebuah labirin yang tak bisa aku keluar dari sana.”

Arsen menyentuh tangan Dayna dengan lembut, mencoba memberikan sedikit ketenangan. “Kita akan keluar dari sini, Dayna. Aku janji. Apa pun yang terjadi, kita akan melawan.”

Dayna merasa hatinya terenyuh mendengar kata-kata itu. Arsen selalu ada untuknya, bahkan ketika dunia di sekitar mereka penuh dengan kegelapan. Tetapi ia tahu, untuk keluar dari situasi ini, mereka harus membuat pilihan besar. Tidak hanya memilih untuk melawan Gaza, tapi juga menghadapi dunia yang lebih gelap yang akan muncul di hadapan mereka.

Hari berikutnya, mereka memutuskan untuk pergi menemui orang yang disebutkan dalam amplop. Tanpa banyak bicara, mereka berangkat menuju tempat yang tertulis di alamat itu, sebuah gudang tua yang terletak di pinggiran kota. Perjalanan mereka terasa lama dan mencekam, dengan jalan-jalan yang sepi dan sunyi. Hanya suara mesin mobil yang terdengar, menambah rasa cemas yang semakin memuncak.

Sesampainya di gudang itu, suasananya terasa sangat berbeda dari tempat mereka sebelumnya. Gudang besar dan gelap ini dikelilingi oleh tembok tinggi, dan di sekelilingnya terdapat beberapa mobil dengan plat nomor yang tak familiar. Semua itu memberi kesan bahwa tempat ini adalah sarang dari orang-orang yang memiliki kekuatan besar.

“Mereka di dalam, kita harus masuk,” kata Arman, yang sudah berada di depan mereka sejak awal.

Dayna dan Arsen saling berpandangan sebelum mengikuti Arman masuk ke dalam gudang. Begitu mereka melangkah masuk, suasana di dalam berubah menjadi lebih gelap dan pengap. Cahaya yang redup datang dari beberapa lampu yang tergantung di langit-langit, menciptakan bayang-bayang panjang yang mengerikan di setiap sudut ruangan.

Di tengah-tengah ruangan yang luas itu, ada beberapa orang yang duduk dengan sikap hati-hati, seakan menunggu sesuatu. Mereka semua tampak serius, dan ketegangan di udara begitu terasa.

Di salah satu meja, seorang pria bertubuh tegap berdiri menyambut mereka. Wajahnya keras dan penuh tatapan tajam, namun ada sesuatu yang membuat Dayna merasa tidak nyaman. Dia tahu, orang ini bukan seseorang yang bisa mereka percayai begitu saja. Namun, mereka tak punya pilihan.

"Arman, kamu membawa mereka," pria itu berkata dengan suara yang tegas. “Sekarang, kita perlu bicara.”

Arman mengangguk, lalu menoleh pada Dayna dan Arsen. “Inilah orang yang akan membantu kalian.”

Dayna dan Arsen berjalan mendekat, dan pria itu menatap mereka sejenak, seolah menilai siapa mereka sebenarnya. “Kalian tahu, ini bukan jalan yang mudah. Gaza itu bukan musuh yang bisa dianggap enteng. Kita harus mempersiapkan diri menghadapi apa pun yang datang.”

Dayna mengangguk, merasa cemas namun tidak ingin menunjukkan kelemahan di hadapan orang itu. “Apa yang harus kami lakukan?” tanyanya.

Pria itu menghela napas dan menggerakkan tangan ke meja. “Pertama-tama, kalian harus tahu bahwa ini bukan hanya tentang kalian. Gaza memiliki jaringan besar, dan untuk menghadapinya, kalian harus siap berhadapan dengan lebih banyak orang. Dunia ini bukan tempat untuk yang lemah.”

Mata Dayna melebar mendengar kata-kata itu. “Apa yang kalian inginkan dari kami?”

Pria itu tersenyum tipis, senyum yang tidak menyenangkan. “Kalian harus ikut bergabung dengan kami. Membantu kami untuk menggulingkan Gaza.”

Dayna merasakan sesuatu yang ganjil. Keputusan besar harus mereka ambil sekarang. Gabung dengan mereka atau terus lari dan menghadapi bahaya yang lebih besar. Namun, pilihan apapun yang mereka ambil, tidak ada jaminan bahwa mereka akan bebas dari cengkeraman Gaza.

“Lalu, apa langkah pertama?” Arsen bertanya, melangkah maju dengan keberanian yang tak bisa disembunyikan.

1
Nady Henio Usry
ceritanya msh mutar2 blm jelas thor
Sena Fiana
😃😃
Aisyah Hasan
lanjut
Ammy Rahmy
in arsen bisa g' sih g' muncul d rumh tnggax gaza....
Imelda Chua
mana kelanjutan episode 41
Imelda Chua
cdtd
Imelda Chua
episode 41
Efrida Lubis
kok aku gak suka ama karakter Dayna
wanita bodoh di jual ama laki kabur balik lagi kelaki nya
ogah baca nya 🙏🙏🙏
Halimah
lama bangét upnya, sampai lupa ceritanya..
sekali up ngulang 😔😔
Ibu Komariyah
kok d ulang lg,,, jg lama2 thor keburu lupa
Safnidewi Dewi
ko di ulang kak. ini kan sudah...
Azka Ical
kok g ada kelanjutannya ya
Sukayatin Sukayatin
up thor
Halimah
kénapa dah lama gak di lanjut ya..
Nadia Putri
lanjut
Azka Ical
Kak mana kelanjutannya kok lama up nya
Kresna Dewi
lanjutttttttt......
Anisa Al Usmani
lanjut dong....
Indrawati Indra
penasaran dilanjuttttt..........dong.
Azka Ical
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!