Cindy putri mahendra, gadis manja yang selalu bertingkah semaunya dan harus bisa memiliki apapun yang dia inginkan, merasa hancur ketika hal yang benar benar dia inginkan tidak bisa dia miliki, seorang pria yang begitu dia cintai lebih memilih wanita lain. Bahkan dirinya tidak sadar itu cinta atau obsesi. Di tambah dengan kebangkrutan kedua orang tuanya.
Hingga pada suatu hari Cindy di jodohkan oleh sang dady dengan anak sahabatnya. Atas dasar balas budi. Karena telah membantunya.
Ziko anderson. Pria sejuta pesona dan sejuta kekejiannya harus memenuhi permintaan sang dady, untuk di jodohkan, dengan ancaman yang membuat Ziko tidak bisa berkutik.
akankah Cindy bisa menjalani semuanya.
mari ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia pakes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS-12
"Jonathan, aku butuh bantuanmu."
"Tidak gratis ya, karena aku bukan pemberi sumbangan" ujar Jo sambil terkekeh.
"Aku sangat tahu kalau kamu itu mata uang, alias pelit" ejek Ziko, "cari tahu orang ini, dalam 1bulan aku tunggu kabarnya."
"Hohoho seberapa sulit hingga kamu memberiku waktu 1bulan, 2minggu laporannya akan ada di mejamu"
"Apa kamu yakin?" Tanya Ziko setengah tidak percaya, karena orang suruhannya saja hingga sekarang tidak tahu keberadaannya, hampir 3tahun lamanya, itu sebabnya Ziko agak ragu.
"Apa kamu tidak yakin denganku?" Tanya Jonathan
"Sedikit." Jawab Ziko
"Sialan! Maka cari sendiri sana infonya, jika kamu bisa."
"Eh tunggu dulu, baiklah baiklah, aku percaya" akhirnya Jonathan duduk kembali setelah Ziko menyuruhnya untuk duduk, "dasar baperan" umpat Ziko.
"Kalau begitu aku pergi dulu, karena aku ada keperluan lain, ingat janjimu, 2minggu."
"Tentu, asal sesuai dengan kertasnya"
"Hem," Zikopun berlalu dari sana setelah berpamitan pada Reno dan juga Jonathan, "kita ke markas sekarang"
"Baik tuan."
Tidak lama Zikopun sampai di markas tempat persenjataannya, "Jay, bagaimana semuanya?"
"Lancar, untuk apa kamu masih mencari tahu soalnya? Ingat kamu sudah punya istri Ko, lupakan saja dia, dia tidak layak untukmu"
"Aku hanya ingin tahu saja alasannya, tidak lebih"
"Terserah padamu saja Ko, aku sudah memperingatimu, setelah itu terserah padamu saja," ya, Jay mendapat laporan dari anak buahnya jika bos mudanya mencari tahu soal wanita sang bos di masalalu.
"Sudah tidak usah membahas itu, kita ke pembahasan awal, soal senjata," akhirnya mereka tidak lagi membahas soal wanita itu.
Malampun tiba, kini jam sudah menunjukkan pukul 8malam, Ziko kini pulang kerumahnya bersama Cindy, "dimana nyonya, apa sudah pulang?"
"Sudah tuan, tadi jam 5, Nyonya mungkin sudah tertidur, karena sedari tadi Nyonya memasak bersama saya, untuk tuan muda"
"Siapkan makannya sekarang, aku akan membersihkan badanku dulu bik"
"Baik tuan muda," ART itupun menyiapkan makanan yang dibuat Nyonya mudanya.
Ziko berhenti sejenak di depan kamar Cindy, dia ingin masuk tapi untuk apa, pikirnya, "apa benar dia sudah tidur, apa sebaiknya aku masuk saja," setelah lama berfikir akhirnya Ziko masuk kedalam kamar Cindy, didalam kamar Cindy terlihat sudah gelap gulita, tidak ada penerangan apapun, bahkan lampu tidurpun tidak di nyalakan, "apa dia nyaman tidur di tempat segelap ini, aku saja sesak," gumam Ziko sambil menghidupkan lampu tamarannya, terlihat disana Cindy yang menghadap tembok, Ziko hanya memandangnya saja, "apa dia kelelahan," batin Ziko, Zikopun keluar dari sana setelah lama berdiri memandangi Cindy.
Setelah Ziko keluar Cindypun beranjak duduk, "untuk apa kak Ziko kekamarku, bukannya dia tidak mau melihatku jika di rumah, itu sebabnya aku segera masuk kamar setelah mendengar suara mobilnya," gumam Cindy, Cindypun kembali berbaring sambil memainkan ponselnya, "ah iya besok kan hari weekend aku ada janji sama Clara untuk mentraktirnya, sebaiknya aku tidur dulu, tapi aku belum makan malam, apa aku nunggu kak Ziko selesai makan baru aku makan ya," ujar Cindy sambil mengirim pesan pada Clara mau pergi jam berapa.
Setelah mendapat balasan, Cindypun berjalan keluar untuk melihat Ziko sudah keruang makan apa belum, Cindy berjalan perlahan dengan meng edap edap, dia tidak melihat Ziko sama sekali akhirnya Cindypun mengambil makan malam untuk di makannya, karena Cindy sudah sangat lapar.
cerita yg mengandung bawang