Menikahi lelaki tampan dan mapan tidaklah menjamin sebuah kebahagiaan apalagi jika menikah karena keterpaksaan tentu akan berbeda ceritanya....
Rihana Saraswati atau biasa yang di panggil Hana harus rela melihat suaminya mencintai wanita lain yang tak lain saudara tirinya sendiri. Frans Adikusuma adalah seorang laki laki yang tampan dia harus menikahi Hana karena sebuah keinginan terakhir dari mendiang sang Ayah namun pada saat yang sama Frans telah menjalin hubungan dengan Vira yang tak lain adalah adik tiri Hana.
Bagaimana kisahnya apakah Hana akan bisa mendapatkan hati Frans ataukah Hana akan menemukan kebahagiaan lain ikuti terus kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Capture 12
Yudha pun berangkat ke kantor setelah sebelumnya Yudha mampir ke butik milik Hana walaupun hanya sebatas melihatnya dari jauh.
"Kamu telihat sangat cantik hari ini,"ucap Yudha lirih bahkan Yudha pun mengambil gambar Hana tanpa permisi..
Yudha pun tersenyum bagi Yudha bisa melihat Hana dari kejauhan adalah suatu hal yang tak bisa di ungkapkan dengan apapun.
Walaupun Yudha bisa mendapatkan wanita manapun namun buat Yudha akan tetapi Hana itu wanita yang sangat berbeda.
"Semoga suatu saat nanti aku bisa mengenalmu lebih dekat lagi. Dan jika aku bisa mendapatkanmu akan aku pastikan bahwa aku akan melakukan apapun untuk menjaga dan melindungimu sepenuh hatiku."pekik Yudha dalam hatinya...
Setalah selesai menatap wajah Hana kini Yudha pun pergi meninggalkan area Rihana butik untuk segara melakukan pekerjaan.
Sepintas Hana pun melihat mobil yang tak asing untuknya berada di area butik miliknya namun Hana mengira bahwa mungkin itu hanyalah suatu kebetulan.
"Sepetinya aku melihat mobil mirip sekali dengan mobil yang di kendarai Mas Yudha waktu itu,tapi apa mungkin ah mungkin aku cuma salah kira aja."Hana pun mencoba untuk tak memikirkan itu.
Setalah itu Hana pun kembali meneruskan pekerjaannya kebetulan hari ini Hana akan bertemu dengan Ibu Lisna untuk melakukan perjalanan bisnis bersama,Ibu Lisna sendiri sangat menyukai semua rancangan Hana sehingga tak susah untuk membuat kesepakatan kerja sama.
Tak lama setelah itu sebuah mobil mewah pun memasuki area butik milik Hana siapa lagi kalau bukan Ibu Lisna.
"Assalamualaikum selamat pagi Nona Hana?"ucap Ibu Lisna dengan lembut.
Hana pun langsung bangkit dari duduknya dan kemudian mendekati Ibu Lisna.
"Waalaikkumsalam Tante. Hari ini Tante telihat sangat cantik."puji Hana keduanya pun langsung terlihat sangat akrab.
Ibu Lisna melihat Hana sebagai sosok yang sangat hangat dan juga humoris dan juga Hana adalah tipe wanita yang sangat ramah pada siapa saja sehingga membuat Ibu Lisna berharap untuk menjadikan Hana sebagai menantunya.
"Seandianya saja aku bisa memiliki menantu sepertimu mungkin aku adalah orang yang paling bahagia. Dan aku berharap mimpi itu akan menjadi kenyataan."Hana sangat terkejut mendengar ucapan Ibu Lisna...
Hana hanya bisa tersenyum dan kemudian mencoba mengalihkan pembicaraan Hana takut apa yang di ucapkan oleh Ibu Lisna di dengar oleh orang lain..
"Ternyata Ibu juga sangat pandai dalam bergurau dan saya akui bahwa kita satu frekuensi Bu."Hana pun tersenyum kemudian keduanya pun sama sama tertawa.
Hana merasakan kebahagian berbincang dengan Ibu Lisna,Hana merasakan rasa nyaman yang tak di dapatkan olehnya dari Ibu tirinya.
Hana terlihat diam saja dan tiba tiba matanya berkaca-kaca membuat Ibu Lisna merasakan sedikit kesedihan yang sedang Hana rasakan saat ini.
"Hai kenapa kamu sedih?ada apa kamu bisa cerita kok sama Ibu,anggaplah Ibu itu seperti Ibu kamu sendiri."Ibu Lisna pun memeluk Hana dengan erat.
Hana mulai terisak dalam pelukan Ibu Lisna,Hana menumpahkan semuanya dalam pelukan wanita paruh baya itu...
"Menangislah keluarkan semua yang sedang kamu rasakan saat ini dan berjanjilah setelah ini kamu gak boleh lagi bersedih. Kamu adalah seorang wanita tangguh dan juga sangat baik yang Ibu pernah kenal. Bahkan kamu sendiri sering Ibu lihat di sebuah panti asuhan yang biasa Ibu kunjungi juga."Ibu Lisna pun memeluk Hana lebih erat lagi..
Hana pun tak malu lagi menceritakan tentang apapun yang terjadi pada kehidupannya bahkan Hana pun tak malu malu lagi menceritakan tentang masalah yang sedang Hana hadapi saat ini.
"Hana dengerin Ibu,kamu pantas menentukan kebahagiaan kamu sendiri dan kamu jangan pernah bertahan dalam pernikahan yang toxsik menyakitimu. Maaf ini hanya saran dari Ibu kamu harus bisa melepaskan semuanya dan kamu juga harus semangat untuk menatap masa depan kamu yang lebih baik lagi.."Ibu Lisna pun menasihati Hana dengan sepenuh hatinya.
Hana pun mendengarkan semuanya yang di katakan oleh Ibu Lisna dan hal itu membuat Hana semakin yakin bahwa keputusan yang telah dia ambil adalah keputusan yang tepat.
"Terima kasih ya Bu dan maafkan Hana jika Hana telah membuat Ibu harus ikut memikirkan masalah Hana."Hana pun tersenyum kearah wanita yang ada di hadapannya.
...****************...
Di lain tempat.
Vina pun menghubungi sang Bunda dan Vina meminta uang kepada sang Bunda karena Hana sudah tak memberinya uang lagi,Ibu Lidia langsung kesal ketika mendengar bahwa Hana sudah tak mau membiayai kuliah Vita lagi..
"Sudahlah sayang kamu jangan khawatir Bunda akan bicara sama Ayah dan Bunda juga akan bilang pada Hana untuk tetap membiayai kuliah kamu sampai selesai. Lagipula kamu kan masih ada Frans kenapa kamu tak minta kepadanya saja?"Ibu Lidia pun bertanya tentang Frans kepada Vina.
Vina pun kaget karena ternyata sang Bunda sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Frans suami dari kakaknya sendiri.
"Bunda dari mana Bunda bisa tahu kalau aku mempunyai hubungan dengan Mas Frans?"tanya Vina dengan hati hati.
Ibu Lidia pun menjelaskan bahwa Ibu Lidia tahu semuanya itu dari Hana sendiri bahkan Hana telah memutuskan hubungannya dengan sang Ayah itu karena sang Ayah lebih memilih Vina.
Vina pun sangat senang bahkan bahagia karena ternyata kedua orang tuanya sangat menyanginya.
"Apakah itu benar berarti aku benar benar anak kesayangan Bunda dan Ayah ya."ucap Vina kegirangan.
Sementara itu di lain tempat Hana masih berbincang dengan Ibu Lisna bahkan kali ini Ibu Lisna mengajak Hana untuk makan malam bersama keluarganya.
"Ibu harap malam ini nak Hana mau ikut makan malam bersama keluarga saya."Ibu Lisna mengajak Hana untuk ikut makan malam bersama keluarganya.
Hana masih bingung dia harus menjawab apa.
"Tapi Bu apakah saya pantas untuk makan malam bersama keluarga Ibu?"tanya Hana bingung.
Ibu Lisna langsung tersenyum dan kemudian meraih tangan Hana dengan lembut.
"Apa yang membuat kamu tak pantas untuk dekat bersama kami. Kamu dan Ibu kita itu sama,kita sama sama hidup di atas bumi dan kita juga sama sama makan nasi jadi untuk apa kita merasa malu. Hana kita itu sama bahkan jika suatu saat nanti kamu bisa menjadi menantu saya di kemudian hari.."Ibu Lisna pun tak pernah main main dengan ucapannya.
Hana pun tersenyum malu setalah mendengar ucapan Ibu Lisna dia merasa menjadi wanita yang paling beruntung karena bisa dekat dengan keluarga Manggala..
"Terima kasih banyak ya Bu ini benar benar menjadi suatu keberuntungan untuk saya."Hana pun tersenyum manis..
Ibu Lisna pun ikut tersenyum bahkan dia menawarkan diri untuk menjadi teman curhat bagi Hana jika dia membutuhkan seseorang untuk bercerita di kemudian hari. Bahkan Ibu Lisna dan Hana kini menjalin kerja sama untuk memajukan butik yang Hana kelola.
sy rumah di bekasi kantor di Jakarta, anak 3 suami 1. biasa aja tuhhhhhh ngaturnya.
wanita murahan,anak2nya nantinya Gennya liar.tidak rakut dosa tdk takut Tuhan.