NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Istri Kontrak

Hanya Sebatas Istri Kontrak

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:840.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virzha

Setelah gagal mendapatkan cinta pertamanya, Daniel menutup diri dari dunia percintaan. Ia mengalihkan rasa sakit hatinya dengan terus bekerja dan melupakan segalanya.

Namun, desakan dari orang tua yang ingin menjodohkan Daniel dengan wanita pilihan mereka membuat Daniel mencari wanita lain agar bisa diajak untuk melakukan pernikahan kontrak.

Hingga ia dipertemukan dengan Mayra, seorang pegawainya yang sedang membutuhkan pinjaman uang dengan jumlah yang cukup besar. Hal itu langsung saja dimanfaatkan oleh Daniel untuk meminta Mayra menjadi istri kontraknya.

Bagaimana kelanjutan kisahnya? Akankah benih-benih cinta tumbuh dihati keduanya? Atau Daniel tetap akan menganggap Mayra sebagai istri kontraknya?

****

Spin off dari cerita Pernikahan Balas Dendam, semoga kalian suka ya ....

JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, SUBSCRIBE DAN VOTENYA YA GENGS!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Tumbuh.

Mayra bangkit dari duduknya, ia terkejut melihat Daniel berada di kampusnya. Selain itu ia bingung melihat Daniel berpelukan dengan wanita lain.

Daniel sendiri hanya diam saja saat Mayra menatap dirinya, ia melepaskan pelukan Ayunda dari dirinya lalu pergi dari sana.

"Daniel, Daniel, kamu mau kemana?" Ayunda berteriak-teriak memanggil Daniel seraya mengikuti pria itu, wanita itu sangat kesal karena Daniel mengacuhkannya.

"Kau mengenalnya?" tegur Heaven melirik Mayra.

"Mengenal siapa?" Mayra mengerutkan dahinya.

"Pak Daniel, dia sering mengisi kelas disini kalau ada waktu luang," ujar Heaven menjelaskan.

"Maksudnya dia dosen?" Mayra semakin mengerutkan dahinya, lagi-lagi ia baru tahu jika Daniel biasa mengisi kelas kuliah.

"Bukan, tapi semacam dosen. Dia hebat loh, bisnisnya ada dimana-mana, udah biasa berbisnis sejak masih muda," ucap Heaven kagum pada sosok Daniel.

"Ehm, begitu yah ... ." Mayra hanya mengangguk-angguk singkat. Ia sudah tahu jika Daniel mengelola bisnis keluarganya saat masih muda, hanya tidak menyangka jika Daniel juga akan mengisi kelas di kampus tempatnya kuliah.

"Jangan suka sama dia May, saingan kamu bukan satu dua orang, tapi hampir wanita di seluruh kota ini menginginkannya," ucap Heaven kembali melirik Mayra.

"Oh tidak, aku mau fokus kuliah aja," sahut Mayra tersenyum kikuk. "Aku ke kelas dulu ya," ucapnya lagi seraya beranjak pergi.

"Bareng aja deh." Heaven malah mengikuti Mayra saat wanita itu pergi.

Diam-diam sejak tadi Daniel masih mengawasi Mayra dengan tatapan kesal yang tidak ditutupi. Kekesalannya semakin bertambah saat ia mengisi kelas dan bertepatan dengan kelas Mayra. Ia tidak fokus karena saat ini melihat Mayra duduk berdekatan dengan Heaven.

"Mulai besok, tidak boleh ada perkumpulan antara pria dan wanita. Untuk tempat duduk, wanita khusus wanita dan pria khusus pria, tidak boleh bercampur," ujar Daniel tiba-tiba membuat peraturan yang sangat konyol.

Semua mahasiswa terlihat bingung, meja yang tersedia disana adalah model meja panjang yang hanya terdiri 5 baris kebelakang dengan bagian belakang yang tinggi. Semacam forum untuk meeting, tapi itu sebuah kelas.

"Kenapa memangnya Pak? Bukannya terserah kita mau duduk dengan siapapun?" salah satu mahasiswa memprotes, mereka sudah terbiasa duduk secara acak seperti itu.

"Ini peraturan jika dikelas saya, yang tidak suka boleh keluar," ucap Daniel ketus, ia melirik Mayra dengan tajam saat mengatakan hal itu.

Mayra hanya diam saja, tapi ia sepertinya tahu apa maksud ucapan Daniel itu. Perlahan ia menggeser tubuhnya agar menjauh dari Heaven. Bukan karena ia takut, tapi ia masih menghargai Daniel sebagai suaminya dan ia harus menjaga jarak dengan pria lain.

Sepanjang Daniel mengisi kelas itu, Mayra seperti menemukan sosok yang berbeda dari Daniel. Pria itu masih tegas seperti biasa, tapi Mayra begitu kagum dengan ketangkasan otak Daniel, ia bahkan menjawab pertanyaan teman-temannya dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.

"Baiklah, jika sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, saya akan menutup kelas hari ini. Terimakasih dan selamat siang," ucap Daniel mengakhiri kelas siang itu lalu bangkit dari duduknya.

"Pak, Pak, kalau kita mau kelas privat boleh dong Pak," salah satu teman Mayra tiba-tiba menyeletuk seraya berlari-lari kecil mengikuti Daniel.

"Kelas sudah selesai, jika ingin bertanya kalau ada kelas lagi," sahut Daniel dingin.

Ternyata satu wanita itu hanya bagian permukaan, masih banyak wanita-wanita lain yang terang-terangan menggoda Daniel diluar kelas. Wanita itu tak segan melempar senyum genit dan wajah merayunya.

Mayra menipiskan bibirnya, ternyata benar apa kata Heaven, saingannya bukan satu dua orang, tapi semua wanita hampir di seluruh kota ini. Mayra semakin berkecil hati saja, apakah dia bisa melawan semua wanita sebanyak itu.

Apa yang aku pikirkan ini? Aku tidak boleh jatuh cinta pada Tuan Daniel. Aku hanya sebatas istri kontaknya, tidak lebih dari itu.

Mayra menggelengkan kepalanya, membuang jauh-jauh keinginan halunya itu. Ia segera pergi meninggalkan kampus lalu mencegat angkot di depan. Ia menunggu beberapa menit untuk menunggu angkot yang biasa lewat.

Namun, tiba-tiba ada sebuah mobil Ferrari berwarna hitam berhenti tepat disampingnya. Kaca jendela mobil itu terbuka hingga membuat Mayra bisa melihat sosok pria dingin yang memakai kacamata hitam itu.

"Masuk!" Perintah Daniel tanpa menoleh.

"Eh? Aku akan naik angkot saja Tuan," ucap Mayra sungkan, ia melirik sekelilingnya yang masih banyak sekali mahasiswa.

Daniel tetap tidak merubah ekspresinya, ia justru menatap Mayra semakin tajam.

"Baiklah baiklah, aku akan masuk," kata Mayra tahu jika Daniel saat ini sedang dalam mood yang tidak baik, ia segera masuk kedalam mobil.

Mobil Ferrari sendiri memiliki desain yang rendah, namun luas dibagian dalam. Mayra yang baru pertama kali naik mobil Daniel tidak terlalu memperhatikan, ia langsung masuk dengan terburu-buru hingga kepalanya terketuk.

"Aduh ... ." Mayra reflek langsung menjatuhkan dirinya hingga tangannya tidak sengaja menyentuh sesuatu yang aneh.

"Mayra!" Daniel mengeram rendah, wajahnya memerah saat melihat tangan Mayra yang menyentuh masa depannya.

"Astaga! Maaf, maaf." Mayra sendiri kaget, ia langsung menarik tangannya, tapi lagi-lagi ia belum bisa menjaga keseimbangan hingga dan menyentuhnya kembali.

"Dasar bodoh! Duduklah dengan benar!" Bentak Daniel semakin memerah wajahnya, ia menahan dirinya untuk tidak mengumpat karena Mayra sudah membangunkan sesuatu dalam dirinya.

"Maaf Tuan, mobil ini sangat aneh, aku baru pertama kali menaikinya," ucap Mayra menata duduknya dengan benar, wajahnya sendiri memerah karena sangat malu.

"Jangan terlalu kampungan!" seru Daniel menarik pedas gas mobilnya dengan perasaan kesal.

Mayra mengusap tangannya yang baru saja menyentuh benda aneh itu, ia mendadak gugup hingga tidak berani menatap Daniel sama sekali.

Apa tadi yang aku pegang? Kenapa keras?

Sesampainya di rumah, Mayra juga masih tidak berani melihat wajah Daniel. Ia pura-pura mengabaikan pria itu saat turun dari mobilnya. Tapi sialnya matanya tidak bisa diajak kompromi, ia malah sesekali melirik bagian bawah Daniel.

"Jangan terus menatapnya Mayra, kau masih hutang penjelasan padaku," bentak Daniel menatap Mayra tajam, ia bukannya tidak tahu jika Mayra sejak tadi menatap miliknya.

"Penjelasan apa, Tuan?" Tanya Mayra mengerutkan dahinya.

"Siapa pria yang bersamamu tadi?" Daniel kembali teringat akan pria yang bersama Mayra di kampus tadi.

"Pria mana?" Mayra mengernyit tidak mengerti.

"Jangan pura-pura tidak tahu, siapa pria yang bersama mu? Apa dia kekasihmu?" sergah Daniel tidak bisa menutupi kekesalannya, entahlah ia biasanya tidak seperti ini, tapi ia kali ini benar-benar kesal.

"Kekasih apa Tuan? Apa yang kau maksud Heaven? Dia adalah temanku," jawab Mayra seadanya.

"Lalu apa yang kalian bicarakan di taman sampai sedekat itu?" Daniel memejamkan matanya singkat begitu pertanyaan itu meluncur tanpa filter dari mulutnya.

Mayra mengernyit semakin dalam. "Kenapa Tuan ingin tahu? Bukankah itu hakku? Aku tidak perlu melaporkan apapun yang sedang aku bicarakan dengan temanku bukan?" ucap Mayra.

Daniel mengepalkan tangannya erat. "Jadi maksudmu kau masih ingin selalu dekat dengan pria itu begitu?" tukas Daniel kesal.

"Memangnya tidak boleh?" Mayra justru menjawab dengan hal yang membuat Daniel semakin marah.

"Tentu saja tidak, kau itu adalah istriku. Apa kata orang yang mengenalmu jika tahu kau dekat dengan pria lain, mereka akan berpikir yang tidak-tidak tentangku. Sebaiknya mulai sekarang kau jaga sikapmu, Mayra." Daniel membentak Mayra dengan suara yang cukup keras, ia tidak suka tapi ia tidak mau menunjukkan hal itu pada Mayra.

Happy Reading.

TBC.

1
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwkk Mayra udah pergi bari kamu terpikir utk membuang semuanya,Belum lagi masalah Kaysa lagi, selesaikan semuanya batu kamu bisa mencari dan membawa Mayra kembali..
Qaisaa Nazarudin
Itu juga KEBODOHAN mu sendiri,Masih aja mau diajak sama musuh,bego banget..
Qaisaa Nazarudin
wkwkwwkwk mampos kau Bego..
Qaisaa Nazarudin
Udah malas aja bacanya.. Peran Mayra yg terlalu LEMAH DAN BODOH bin OON..KERAS KEPALA..
Qaisaa Nazarudin
Mayra pikiran cetek,Noh benar tuh apa yg Suami kamu bilang, Ngapain dengerin kata meraka..
Qaisaa Nazarudin
Tiada siapa yg meminta dilahirkan dari wanita mana, Wanita yg bagaimana,wanita Seperti apa...
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu salahkan si Brandon,ngapain nangis2..
Qaisaa Nazarudin
Mending kamu cari Cewek lain aja Jack,Killa bukan Cewek yg baik utk mu..
Qaisaa Nazarudin
Wanita GILA,udah dibilang kalo Mayra kesini sama SUAMInya..Ntar kamu sendiri yg malu..
Qaisaa Nazarudin
TOLONG DONG PANGGILANNYA DIRUBAH,JANGAN TUAN..KAYAK BABU SAMA MAJIKAN AJA,GAK ENAK BANGET DENGERNYA..🤦
Qaisaa Nazarudin
Ilfil aku denger panggilan TUAN nya..🤦🤦🤦🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk ternyata udah mau Nikah..🙇
Qaisaa Nazarudin
Bikin Jack jadi PEBINOR, Biar kebakaran jenggot si Daniel,Kita lihat sampai di mana batas GENGSI dan EGO nya seorang Daniel..
Qaisaa Nazarudin
Gengsi aja di gedein..kalian pasangan halal,gak ada salahnya tidur berdua,Makanya aku paling ilfil PERNIKAHAN kontrak siap dgn surat perjanjian,Tapi hujung2 nya jatuh cinta,Ckk DRAMA banget..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Harus Daniel yg turun tangan sendiri,Gak mungkin kan Daniel gak punya anak buah...🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Terus barang2 Mayra di kamarnya yg di Villa itu gimana? ditinggalkan gitu aja..
Qaisaa Nazarudin
Tampa pemansan,ya sakit lah ogeb..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayra di kasih watak WANITA LEMAH sih..
Qaisaa Nazarudin
Pria Gila..
Ayu Song
seru bnget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!