Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12.
Cahaya sinar matahari pagi menyorot langsung ke wajah Aaron dari tirai jendela kamarnya yang telah di buka oleh Mamanya yang menghampiri dirinya dan menyingkapkan selimut tebal dan sejuk hawa Ac dari tubuhnya.
"Sudah Pagi, Aaron. Apakah kamu tak mau pergi kerja hari ini? " tanya Mamanya sambil melipat selimutnya.
"Ah, memang sudah jam berapa sekarang, Ma? " tanya balik Aaron duduk di tepi ranjangnya lalu menengok ke jam weker di meja samping kanan ranjangnya.
Jam weker menunjukkan jarum jam ke angka enam pagi. Aaron dengan gesit lari ke arah tiang penyangga handuk di balik pintu kamarnya dan lari ke arah lorong kanan lantai atas menuju ke kamar mandi.
"Yaelah, siapa yang sudah nongkrong sepagi ini di kamar mandi dan tak menyiram kloset? " tanya Aaron jengkel melihat benda di kloset yang aromanya menyengat hidungnya. Ia pun segera menendang tutup kloset dengan kakinya dan menekan tombol samping kloset untuk benda itu lenyap terseret arus air kencang dari semprotan kloset itu.
Kenny Rogers keluar dari kamar sebelah sambil melilitkan handuk di lehernya lalu menuju ke arah balkon ruangan lantai atas. Dimana ada jemuran kecil di sana lalu menjemur handuk di sana.
"Lapar banget.. " kata Kenny Rogers yang hidung nya menghirup aroma nasi goreng dari lantai bawah. Kenny pun segera turun ke bawah ke ruang makan. Tanpa banyak bicara lagi, Kenny segera menyendok nasi goreng dari kuali yang di taruh Papanya di tengah-tengah meja makan untuk di taruh di piring.
"Ken, kamu mau di bekali makanan apa untuk di sekolah?" tanya Mama yang membawakan kotak makanan dari lemari piring dan di taruh di meja makan di depan Kenny.
"Roti selai nanas saja, Ma. " Jawab Kenny sambil menyuap nasi goreng ke mulutnya.
"Ok, Mama siapin ya di kotak makananmu,ohya selain roti selai nanas juga ada yogurt untuk bekal makananmu di sekolah. " kata Mama yang menyiapkan bekal makanan untuk Kenny Rogers lalu melihat ke arah Aaron yang sudah rapi dan wangi di sebelah Pak Hermanto suaminya yang menyiapkan sepiring nasi goreng untuk Aaron.
"Ron, hari ini kamu mau dibekali makan siang juga sama Mama, gak? " tanya Pak Hermanto di kursinya sambil menikmati sarapannya kepada Aaron yang masih berdiri di belakang kursi.
"Nggak usah deh, Pa. Aaron bisa makan malam di kantin kantor Aaron saja untuk siang ini. " jawab Aaron yang juga memilih untuk sarapan pagi roti selai nanas daripada sepiring nasi goreng.
"Kak Aaron, kapan nih aku dibeliin motor baru untuk dipakai ke sekolah? " tanya Kenny Rogers yang sudah berdiri sambil menaruh tas sekolah di punggungnya dan mengambil tas kecil khusus untuk kotak makanannya di sekolah dari meja makan.
"Tunggu kamu berusia tujuh belas tahun, Kenny. Aku pasti akan beliin kamu motor baru. " Jawab Aaron yang menyalami Papa dan Mama untuk pamit berangkat kerja.
"Ken, kamu pakai sepeda mu saja untuk sekolah. Aman untuk mu yang masih anak sekolah SMA, " Kata Pak Hermanto yang memberikan uang saku kepada Kenny Rogers.
"Ah, ya, Pa.. " jawab Kenny Rogers lesu menoleh ke arah mobil kakaknya telah melesat keluar dari pekarangan rumah dari pintu gerbang.
Di tepi jalan sudah ada Cassie dan Silvana yang menunggu Kenny untuk berangkat ke sekolah bersama-sama sehingga Kenny pun berjalan keluar dari rumahnya.
"Hai, Kenny tumben wajahmu lesu gitu? Apakah kamu belum sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah? " tanya Silvana menoleh kepada Kenny di sampingnya.
"Aku masih mengantuk saja untuk berangkat ke sekolah sepagi ini." jawab Kenny Rogers yang menguap lebar-lebar namun ia tetap menutupi mulutnya dengan saputangan.
"Ya, kita kan harus tugas piket kelas dahulu pagi ini sebelum jam masuk sekolah dimulai. " kata Cassie yang pikirannya melayang kepada Aaron Valentino Kakak nya Kenny Rogers yang dingin tapi menggemaskan.
"Piket kelas? Hei, Chaplin kamu dan aku beda kelas tahu.. " kata Kenny Rogers yang melirik ke arah Cassie dengan sebal.
"Ya, kamu bisa bantuin kami piket kelas di kelas kami sebelum jam pelajaran pertama di sekolah dimulai. " kata Cassie tersenyum kepada Kenny Rogers.
"Ken, kamu mau kan bantuin kami piket kelas? " pinta Silvana yang tahu kalau Kenny menyukai nya sejak mereka sekolah di SMP yang sama.
"Ya." jawab Kenny Rogers otomatis karena gadis yang disukainya sendiri meminta bantuannya.
Cassie cekikikan melihat Kenny Rogers tak bisa menolak permintaan Silvana teman barunya di kelasnya sampai Kenny Rogers meliriknya untuk tidak menertawakan Kenny Rogers.
"Aku takkan berhenti tertawakanmu sampai kau mau membantu ku untuk aku bisa mendekati Kakakmu yang sombong. " kata Cassie pelan di pintu kelasnya kepada Kenny Rogers.
"Emm, percuma kamu minta bantuanku karena Kakakku tak pernah suka sama cewek Chaplin seperti kamu. " kata Kenny Rogers tak perduli di tertawakan Cassie sambil membantu Silvana menyapu kelas.
"Eh, benar-benar deh Kakak sama adik tak ada bedanya kalau soal kesombongan yang sudah melekat pada diri mereka. " kata Cassie dengan sebal juga pada sikap Kenny Rogers yang tidak bisa bersahabat dengannya.
Selagi Kenny Rogers sedang merapikan kursi dan meja belajar di kelas Cassie dan Silvana. HP Kenny berdering yang membuat Kenny merogoh saku celana sekolahnya untuk mengambil HP lalu berjalan keluar kelas.
"📱ya, hallo. " sapa Kenny Rogers.
"📱Ken, ini aku Kimberly. " jawab Kimberly di HP.
"📱ya, mau apa pagi-pagi sudah telepon aku? " tanya Kenny Rogers sambil menaruh tas sekolah di loker.
"📱Aku mau nanya soal kakakmu, apa dia sudah sarapan pagi sebelum berangkat kerja?"
"📱Sudah, dia sarapan pagi roti selai nanas dan segelas teh hangat. "
"📱Oh, oke. Makasih informasi paling akurat dari mu. "
Sambungan telepon dari Kimberly terputus usai Kenny mendengar suara bel masuk kelas di mulai dan guru pelajaran pertama telah masuk ke kelas sambil membuka buku pelajaran di atas meja guru.
*****
PT. Anugerah Jaya, Jakarta Barat.
Kimberly berlari ke arah Aaron yang telah datang ke kantor."Hai, Aaron, apa kabarmu hari ini? "sapanya sambil mengikuti Aaron masuk ke lift untuk menuju ke lantai tiga ruangan kerja Aaron di perusahaan tersebut.
" Baik dan sehat."jawab Aaron singkat.
"Aaron, apa kamu sudah sarapan pagi sebelum berangkat kerja hari ini? Kalau belum, aku bawa bekal sarapan pagi dari rumah yang bisa aku kasih ke kamu. " kata Kimberly yang merapatkan diri di dekat Aaron sambil mengulurkan tas kecil berisi sekotak makanan kepada Aaron.
Sebelum Aaron menjawab Kimberly tahu-tahu sebuah tangan telah lebih dulu mengambil tas kecil itu dari Kimberly, dan orang itu adalah pria yang selalu mengganggu Kimberly untuk dekati Aaron.
"Ronaldo, Kau? " Kimberly melotot.
"Aaron takkan suka sama makanan ini, Kim. Ya, Kan Aaron, " Ronaldo tanpa sungkan menoleh ke arah Aaron.
"Ya, kau benar sekali Ronaldo. Silakan saja kamu terima bekal sarapan pagi dari Kimberly yang baik hati itu karena aku sudah sarapan pagi tadi di rumah ku sebelum berangkat kerja. " jawab Aaron menganggukkan kepalanya dengan sopan kepada Kimberly sambil melangkah keluar dari lift.
Kimberly menatap pasrah melihat bekalnya telah di bawa kabur Ronaldo yang sudah berbelok ke arah kiri menuju ke ruangan kerja pria itu dan kini Kimberly hanya bisa berdiri di depan lift.
Bersambung!!