TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan
(BELUM DI REVISI!!)
Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.
Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.
"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."
_
Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(12) Tidak ingin menjadi yang kedua
["Tidak ada pembicaraan yang baik, jika tidak diarahkan untuk memperoleh ridha Allah SWT"].
~Abu Bakar Ash-Shiddiq
Saat ini Jizah dan Aldi sedang berada di baby shop untuk membeli perlengkapan bayi sebelum berkunjung ke kediaman Ramadhan
"Sayang kamu mau belikan apa?" tanya Aldi kepada sang istri yang sedari tadi hanya memutari baby shop saja
"Anna bingung mas, semuanya lucu-lucu hehehe"
"Iya mas baru pertamakali ke baby shop melihat pakaian bayi lucu-lucu gemesin, jadi pengen cepet-cepet punya anak". ucap Aldi dengan membayangkan betapa lucunya jika anaknya kelak memakai pakaian yang ia pegang
"Aamiin semoga Allah segerakan untuk kita mempunyai baby ya mas"
"Iya Aamiin, Owhh yaa sayang ini kita beli bukan untuk ponakan pertama kan? maksud mas kamu pasti sering membeli sesuatu kan untuk ponakan-ponakan kamu?"
"Iya mas ini bukan ponakan pertama tapi sudah yang keempat, tapi tetep saja Anna bingung 😂"
"Yasudah Mas cari ke sana yaa kayaknya ada yang menarik perhatian mas" ucap Aldi tangannya menunjuk ke arah sepatu bayi
"Iya mas Anna ke sebelah sini yaa"
"Iya sayang"
Disaat Jizah sedang memilih bouncer baby dia dikagetkan oleh seorang wanita yang sedang hamil
"Assalamualaikum kamu Jizah kan?" tanya wanita hamil itu
"Waalaikumsalam warahmatullahi, iya saya Jizah Hmm mba nya siapa ya?" tanya Jizah kepada wanita tersebut sembari pikiran nya mencerna seperti pernah melihatnya tapi dia lupa dimana
"MasyaAllah kamu lupa Zah? aku teman Madrasah Tsanawiyah kamu dulu"
"Teman Mts ku dulu? sebentar (jeda Jizah untuk mengingat namanya) , MasyaAllah Syahnum? ini beneran kamu?" tanya Jizah terkejut tidak percaya dengan penampilan temannya yang sudah berubah lebih syar'i
"Iyaa aku Syahnum, kamu apa kabar zaa?" tanya nya setelah melepaskan pelukannya
"Alhamdulillah aku baik, kamu kenapa GK Dateng di pernikahan ku? ehh tapi untuk apa kamu Dateng juga yaa, kamu menikah saja aku tidak diundang tau-tau sudah berbadan dua saja" cerocos Jizah dengan nada bercanda
"Iyaa maaf ya Zah aku GK bisa Dateng di pernikahan kamu karena suami ku GK ngizinin dan soal pernikahan ku hanya sebatas keluarga saja maaf yaa" ucapnya merasa tidak enak
"Iyaa gpp aku tadi cuma bercanda kok😂,owhh yaa kamu sendirian?kemana suamimu?" tanya Jizah mencari keberadaan suami dari temannya
"Owhh itu mereka ada dibelakang kamu" ucap Syahnum membuat Jizah langsung berbalik badan
Degg dirinya dibuat tercengang setelah melihat seorang pria yang usianya 7 tahun lebih diatas Jizah sedang menggandeng seorang perempuan bercadar, lelaki itupun terkejut melihat perempuan yang menolak lamarannya 2 tahun lalu.
Yaa lelaki itu bernama Faisal yang tak lain teman dari Ramadhan semasa kuliah dulu. Dia pernah mengkhitbah Jizah untuk di jadikan istri kedua dan tanpa perlu berfikir lama Jizah langsung menolaknya.
"Assalamualaikum ustadzah Jizah, Apa kabar? kesini mau beli perlengkapan bayi juga? tanya wanita bercadar yang Jizah tahu itu adalah istri pertamanya
"Waalaikumsalam warahmatullahi, Alhamdulillah baik, kakak sendiri bagaimana?" tanya Jizah hanya menatap sang perempuan tanpa mempedulikan yang disampingnya
"Alhamdulillah saya dan keluarga baik, kamu sendiri aja?" tanya wanita tersebut dan tiba-tiba Aldi datang
"Sayang aku udh nemuin yang pas kamu udh belum?" tanya Aldi mengagetkan Jizah dan tiga orang yang sedari tadi didekat Jizah
"Hmm mas kamu kagetin aja, iya nih Anna udh nemuin yang pas juga bagaimana?" ucap Jizah sembari menunjukkan barang yang ia pilih
sebelum Aldi menjawab
"Owhh ini suami ustazah Jizah?" tanya Faisal dengan senyuman yang dipaksa
"Yaa saya Aldi suami dari Jizah, Anda siapa yaa?" tanya Aldi sembari menjulurkan tangannya untuk berkenalan
"Saya Dzul Faisal biasa dipanggil Faisal, senang berkenalan dengan anda kalau begitu kita pamit dulu" ucapnya dan langsung menggandeng kedua istrinya
"Jizah kita pamit dulu yaa" ucap Syahnum, " Assalamualaikum" ucap mereka serempak lalu meninggalkan Jizah dan Aldi
"Waalaikumsalam warahmatullahi" ucap Aldi dan Jizah
"Sayang, siapa mereka? apa teman kamu?" tanya Aldi penasaran
"Nanti aku Jawab di mobil saja ya mas, sekarang kita bayar dulu" ucap Jizah dan diangguki Aldi
Setelah membayar dan mereka sudah berada didalam mobil untuk pergi ke kediaman Ramadhan, saat didalam perjalanan Aldi menatap Jizah yang sedari tadi diam
"Sayang kamu belum jawab pertanyaan mas yang tadi loh"
"Maaf mas Anna lupa hehehe"
"Yasudah kasih tau mas siapa mereka dan kenapa kamu diam aja dari tadi?"
"Perempuan yang tidak bercadar tadi itu teman Anna waktu Mts mas, sedangkan perempuan yang bercadar, dia suka hadir di pengajian Anna" ucap Anna dengan senyumnya
"Lalu laki-laki tadi suami dari perempuan yang bercadar itu?"
"Laki-laki itu suami dari kedua perempuan tadi mas" ucap Jizah tiba-tiba menundukkan kepalanya
"Istri nya dua? hebat sekali dia di usianya yang masih muda udh punya dua istri" ucap Aldi fokus mengendarai mobil nya."Ann kamu gpp sayang?" tanya Aldi dengan lembut
"Anna gpp mas, owhh yaa sudah mau sampai nanti perempatan belom kiri ya mas" jawab Anna Dandi angguki Aldi
Tak lama mereka sudah sampai didepan rumah Ramadhan dan langsung turun lalu menekan bel
Ting nong... Ting nong...(cerita nya bunyi bel ya 😂😂😂)
"Assalamualaikum" ucap Aldi dan Jizah
"Waalaikumsalam yaa sebentar" jawab Dhana ceklek pintu terbuka lebar senyum mengembang dari nya
"Akhirnya pengantin baru datang juga ke rumah ini, kirain lupa sama Abangnya" Sindir Ramadhan dan menyuruh keduanya duduk diruang tamu
"Maafin kita ya Bang, baru sempet kesini" ucap Aldi
"Iya gpp Dii, Abang paham kok cuma heran aja sama yang satu ini nihh" lirik Dhana mengarah ke Jizah yang dari tadi duduk diam
"Anna sayang, kamu kenapa?" tanya Aldi memegang tangan kanan Jizah dengan lembut
"iyaa Ann, kamu kenapa?" tanya Dhana
"Hmm Anna gpp kok mas! bang! owhh yaa Anna ke kamar ya Bang mau lihat kak Fadhilah sama si kecil" ucap Jizah dan langsung menuju kamar Abangnya
"Anna kenapa Dii? kenapa badmood gitu kayaknya" tanya Dhana pada adik iparnya
"Aldi juga GK tau Bang, dari tadi di mobil juga diam aja" ucap Aldi
"Kalian sebelum kesini kemana dulu?" tanya Dhana yang sepertinya paham
"Tadi kita mampir ke baby shop dan owhh yaa ini bang dari kita" jawab Aldi lalu menyerahkan bawaannya
"MasyaAllah kalian GK perlu repot seharusnya"
"GK repot kok bang malah seneng banget hehehe"
"Ke baby shop tapi Jizah badmood?biasanya dia paling seneng kalau masalah perbayian" gumam Dhana dalam hati
"Dii tadi di baby shop kalian ada ketemu seseorang?" tanya Dhana penasaran
"Owhh ya tadi kita ketemu temen Abang kalau GK salah tadi namanya itu Dzul Faisal dan kedua istrinya" ucap Aldi
"Faisal dan kedua istrinya?" Tanya Dhana terkejut
"Iya bang kenapa memangnya?"
"Apa Anna GK ada cerita apapun sama kamu tentang Faisal?" tanya Dhana dan Aldi hanya menggelengkan kepala
"Dia dulu pernah mengkhitbah Jizah Dii 2 tahun lalu" ucap Dhana membuat Aldi terkejut
"Mengkhitbah Anna?"
"Yaa, dia mengkhitbah Anna untuk menjadikan dia istri kedua karena istri pertamanya tidak bisa memberikan keturunan, dan Jizah setelah mendengar alasannya langsung tanpa berfikir panjang lebar dia menolaknya secara halus. Karena dia mengerti tidak ada seorang istri yang ikhlas menerima suaminya menikah lagi, sekalipun istrinya yang meminta"
"Tapi tadi Anna bilang temannya ketika Mts adalah istri dari Faisal"
"Yaa mungkin itu yang membuat Jizah sedari tadi diam"
Ketika Aldi dan Ramadhan sedang berbincang Jizah keluar dengan menggendong bayi laki-laki
"Assalamualaikum Ammi(paman dalam bahasa Arab) kenalin Aku namanya Muhammad Muazzam Al-Fakhri" ucap Jizah dengan menirukan suara anak kecil
"Waalaikumsalam warahmatullahi, MasyaAllah ganteng nya ponakan Ammi" ucap Aldi sembari mengelus pipi Mu'adz yang sedang berada dipangkuan Jizah
"Iyalah ganteng siapa dulu Papah nya Ramadhan gituloh"
"Hmm mulai pedenya ketinggian, jelas-jelas gantengan Azzam kemana-mana ya GK sayang nya Ammah?"
"Mas boleh gendong GK Ann?" tanya Aldi dengan hati-hati
"Apa mas bisa gendong nya?"
"udahlah Ann sekalian Aldi belajar, kalau kamu kan sudah terbiasa dengan anak bayi" ucap Dhana dan hanya diangguki oleh Jizah
"Hati-hati ya mas"
"Iya sayang"
Dan setelah berlama-lama dengan si kecil Azzam, Jizah dan Aldi pun pamit pulang
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
mau donk yg ky ustad khoirul
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku