NovelToon NovelToon
CINTA KANAYA

CINTA KANAYA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: ridwan jujun

"selamat pagi, yah, Bun." sapa Naya.
"pagi, sayang," balas lina Bunda naya.
" pagi,princess,"faizal ayah Naya, tersenyum ke arah putrinya.
"mau sarapan apa sayang."
"roti kacang, Bunda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 12

Cahaya matahari memasuki kamar seorang wanita yang masih terbalut selimut diatas ranjangnya melalui sela-sela jendela yang terbuka.

Wanita itu membuat matanya secara berlahan saat merasakan suhu di kamarnya terasa panas.

"Astaghfirullah hal'adzim," ucapnya saat merasakan badannya terasa sakit.

Air matanya menetes tanpa diminta saat mengingat kejadian semalam.

Dia melipat bibirnya kedalam untuk menahan tangisannya. Dunianya benar-benar hancur.

Matanya menatap sekeliling mencari seseorang yang sudah membuat seperti seorang wanita jal*ng.

Dia hanya melihat sebuah kertas yang berada diatas nakas. Tangannya mengambil kertas itu lalu membaca tulisan yang ada didalamnya.

"Naya, maafkan aku, dan lupa kejadian semalam, anggap saja kejadian itu tidak pernah terjadi.

KEENAN."

Bibir Naya bergetar hebat saat membaca isi kertas tersebut.

Bagaimana bisa Keenan memintanya untuk melupakan kejadian itu begitu saja. Apa menurutnya ini hanyalah sebuah lelucon baginya?

Sekuat tenaga, Naya beranjak dari tempat tidurnya untuk masuk kedalam kamar mandi. Dia ingin menyegarkan dirinya yang terasa sangat lengket.

🦋🦋🦋🦋

"Naya?" panggil Keenan.

Saat ini mereka sedang melakukan sarapan pagi bersama, seperti biasa, Naya selalu menjalankan tugasnya sebagai seorang Istri, tapi hari ini tidak seperti hari-hari kemarin.

"Hmm," jawab Naya dengan malas.

Ini kali pertama mereka bertatapan muka semenjak kejadian dua hari yang lalu, karena keenan memiliki untuk tidak pulang ke rumah dan menginap di asrama pesantren milik Abi nya, sedangkan Naya menghabiskan waktunya selama dua hari hanya mengurung diri.

Dan pagi ini mereka sarapan bersama dalam situasi canggung.

"Anggap aja kejadian tidak pernah terjadi, jalani hidupmu seperti biasanya dan aku juga menjalani hidupku seperti biasanya, lupakan semuanya, oke!"

"In syaa Allah." Mata Naya berkaca-kaca. "Kamu tenang aja, saya akan tutup mulut, jangan khawatir."

Keenan terdiam menatap Naya, entah kenapa dia merasa sedikit sakit mendengar ucapan Naya.

"Saya mau kuliah," ucap Naya tiba-tiba. "Kamu gak usah cemas tentang pernikahan palsu ini, saya akan menyembunyikannya dari orang-orang." Naya berdiri setelah mengatakan itu.

Selama dua hari ini dia merenung nasibnya.

Keenan hanya bisa terdiam mematung saat melihat perubahan Naya. Ternyata kejadian itu sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan seorang Humaira adinda Kanaya.

Naya masih melakukan tugasnya sebagai seorang istri, tapi dengan wajah yang datar tanpa senyuman seperti biasanya. Naya lebih suka menyendiri dikamar dari pada mengganggu keenan seperti dulu.

🦋🦋🦋🦋

"Naya!" bisik Nisa, sahabat Naya di kampus.

"Naya!" bisik nya lagi saat Naya tidak merespon dirinya.

"Humaira adinda Kanaya!" tegur Keenan saat melihat Naya tidak memperhatikan pelajarannya. "Kalau tidak ingin ikut belajar, silahkan keluar."

Tanpa pikir panjang, Naya keluar tanpa permisi. Entah kenapa saat melihat wajah Keenan, kenangan buruk itu selalu datang tanpa di minta.

Naya mendudukkan dirinya di kursi yang ada di taman kampus. Dia mengambil buku yang pernah Keenan berikan untuknya. Air matanya menetes saat melihat buku itu.

"Kak Naya?" panggil dina.

"Iya." Naya menghapus air matanya saat mendengar seseorang menyebut namanya.

"Di panggil sama pak Keenan, Kakak di minta untuk ke ruangannya."

"Hmmm."

🦋🦋🦋🦋

Naya menarik nafasnya dalam-dalam sebelum mengetuk pintu yang ada didepannya.

Tok ...

Tok ....

Tok ....

"Masuk!" teriak seseorang dari dalam.

Dengan kekuatan yang naya miliki dia membuka pintu tersebut.

Krek ....

Keenan mengangkat kepalanya saat pintu terbuka, dia tersenyum saat melihat siapa yang datang.

"Silahkan duduk, Naya."

Tanpa mengeluarkan suara, Naya mengikuti ucapan Keenan.

"Kamu kenapa?" tanya Keenan saat Naya sudah duduk didepannya.

"S–saya kenapa, pak?" tanya balik Naya.

"Kenapa kamu tidak fokus di pelajaran saya?"

"Maaf, pak." Naya menundukkan kepalanya.

"Lain kali ka—" perkataan Keenan terputus saat mendengar suara wanita di ambang pintu.

"Mas, yuk kita makan b–bareng." perempuan itu menghentikan langkahnya saat melihat siap yang berada di depan Keenan.

Naya dan Keenan menengok kearah ambang pintu di mana seorang gadis dengan pakaian syar'i nya menenteng sebuah rantang. Air mata Naya terjatuh saat tau siapa gadis ini, gadis yang sering suaminya telpon secara diam-diam, ternyata Keenan masih berhubungan dengan gadis ini.

"Maaf, pak. Saya permisi." Naya berdiri dari duduknya dan pergi dari ruangan itu.

Sekali lagi hatinya hancur berkeping-keping. Saat seorang wanita menyebut suaminya dengan panggilan 'mas'

Naya ingin menelpon Ayahnya, tapi dia tidak tau harus menjelaskan apa saat ayahnya bertanya, jadi Naya memutuskan untuk mampir ke kosan Nisa.

🦋🦋🦋🦋

Keenan Mondar-mandir di depan rumahnya. Dia khawatir karena Naya belum juga datang, padahal sudah pukul delapan malam, ponselnya juga tidak aktif, Keenan benar-benar frustasi. Dia ingin menelpon keluarganya, tapi tidak dia tidak punya jawaban jika mereka bertanya kemana Naya? Kenapa bisa pergi?

"Dia pergi kemana, sih?"

Keenan kembali menghubungi nomor Naya, tapi hasilnya tetap sama, tidak aktif.

"Semoga dia baik-baik saja."

Setelah beberapa saat kemudian, terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya. Keenan mengintip lewat jendela pintu, ternyata itu Naya yang diantar oleh Nisa.

Keenan kembali duduk di sofa saat Naya akan membuka pintu rumah.

Krek ....

"Kamu dari mana? jam segini baru pulang?" tanya Keenan saat melihat Naya menutup pintu.

Naya hanya menatap Keenan dengan tatapan kecewanya. Dia menarik nafasnya lalu duduk di sofa yang ada didepan Keenan.

"Mas Keenan, mari kita akhiri semuanya."

1
bunda syifa
cobaan kiyai Ibrahim ada d anak nya, seorang kiyai punya dua putra gc ada yg bener
Muawanah
lanjut kak.....
Muawanah
ko sering ngulang y....???
Muawanah
🤣🤣🤣🤣Kenan dah bucin akut😁😁😁😁🤭
Muawanah
hedeeeh....cinta membuat orang bisa berbuat apapun....😁😁😁🤭
Muawanah
nyesek banget....
Muawanah
dah aku ksh vote nieh kak 😊
Muawanah
asli bcnya mewek kak....
masih bnyk teka teki ...🤔🤔🤔🤔
Muawanah
wuih nyesek g tuh Naya....😔
Muawanah
aku mampir nieh kak 😊
Abdul Razak Al Maliki
seru lanjut thor
Abdul Razak Al Maliki
loh kenapa? jangan2 sudah nikah Arkan ea
Noni hartati
nah itu baik boleh. tp kitanya jg harus melihat siapa yg boleh kita baiki
Noni hartati
Astagfirullah kena syndrom "kamu nenye"
Endang 💖
tambah lagi thor
ridwan jujun
udah up tuh ka
Endang 💖
kok blm up lg thor nungguin ne kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!