Kisah dimulai dari kedatangan Mahsat, seorang laki-laki dari planet yang turun ke bumi. Mahsat turun ke bumi dengan tujuan untuk merasakan kehidupan layaknya manusia, mencari pengalaman berbeda dari kehidupan di Mars. namun kedatangan Mahsat tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri tapi juga takdir seorang gadis bernama Tasya.
Tasya seorang gadis yang pemalu yang hidupnya monoton dan cenderung membosankan. Namun, kedatangan Mahsat ke kehidupannya, semuanya berubah. Kehadiran Mahsat membuat Tasya merasa lebih ceria dan semangat. Sayangnya Mahsat jatuh hati pada Tasya. Meskipun perasaanya tulus, Mahsat tahu bahwa akan kembali ke Mars pada waktunya yang telah di tentukan.
Sementara itu, disisi lain, ada mahluk lain dari bangsa jin yang merupakan teman Mahsat.
Dengan berbagai liku-liku yang ada, Mahsat dan Tasya, Adrian dan Endah memberikan pelajaran bahwa cinta sejati bukanlah tentang memiliki seseorang, tapi tentang memberikan yang terbaik pada orang yang dicintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka junhata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman12
Pada akhirnya Kannapun memenuhi permintaan Mahsat.
Kemudian Mahsat dan Tasya pergi ke salah satu tempat.
Menjelang malamnya.
Sedikit ragu Mahsat berusaha untuk bicara terus terang tentang siapa dirinya pada Tasya.
" Sya ada satu hal yang perlu kamu ketahui tentang aku dan ini serius!" tutur Mahsat sambil mengelus-elus rambut Tasya
Sedikit gugup Tasya seolah-olah terbungkam dalam dekapan Mahsat.
"Apa?" sahut Tasya dengan gugupnya
Tasya menduga bahwa Mahsat akan menyatakan cinta padanya.
"Sya! Kamu itu wanita yang baik dan sangat polos, Jujur! Dari sekian banyak wanita yang ku kenal, cuma kamu yang membuatku tidak tenang!" tutur Mahsat dengan jujur
" Oya? Terus?" Tasyapun makin penasaran
" Seandainya kita di ciptakan dalam dunia yang sama, tentunya kamulah yang akan menjadi pemberhentian terakhirku!" kata Mahsat sedikit ragu
"Maksudnya apa ya?" tanya Tasya heran
"Hmm! sebenarnya sulit untuk aku mengungkapkan semuanya, Tapi mau tidak mau kamu harus mengetahui tentang siapa aku!" kata Mahsat lagi
Mendengar ucapan Mahsat Tasya mulai merasa takut bercampur rasa penasaran dalam hatinya.
"Plis! Jangan buat aku takut! Aku nggak ngerti apa maksudmu?" gumam Tasya
"Sebenarnya aku bukan manusia Sya! Bentuk pisik dan raut wajahku tidak sesempurna manusia seperti kamu dan yang lainnya Sya!" terang Mahsat
Meskipun takut Tasya menganggap bahwa Mahsat sedang bercanda.
"Kamu pasti bercanda kan?" tutur Tasya
Dan meskipun dalam hati Mahsat benar-benar menyimpan rasa yang mendalam pada Tasya, namun mau tidak mau semuanya harus secepatnya di selesaikan oleh Mahsat.
Disatu sisi Tasya berharap penuh bahwa yang di ucapkan Mahsat itu hanyalah candaan. Dan disisi lain jika yang di ucapkan Mahsat benar dalam hatinya seolah bertanya-tanya untuk apa Mahsat mendekatinya jika tidak ada maksud tertentu.
Sementara dalam hati Mahsat sendiri tidak menyangka bahwa Tasya akan membuatnya jatuh cinta yang tentunya itu adalah umpama sebuah pelanggaran bagi Mahsat, secara bahwa dia bukan terlahir untuk di Bumi.
" Aku tidak bercanda Tasya! Sebenarnya aku adalah mahluk dari planet Mars! Dan tujuanku turun ke Bumi hanya sekadar ingin merasakan kehidupan di Bumi, sementara untuk memudahkanku dalam berkomunikasi dengan manusia, aku menjelma sebagai manusia sepetimu!" terang Mahsat
Saat mendengar penjelasan Mahsat, perasaan Tasya seolah-olah hancur karena kecewa bahwa apa yang dia alami jauh dari dugaannya.
Tetes air mata Tasyapun berlahan mengaliri pipinya yang bening seolah tetesan air matanya adalah sebuah pengungkapan tentang perasaannya yang kecewa.
"Dan satu hal lagi yang mungkin tidak berarti untuk kamu ketahui Sya! Tapi yang pasti, aku menyukaimu! Entah rasa ini adalah cinta ataupun bukan, yang jelas pada kenyataannya aku benar-benar menyayangimu Sya! Dan kasih sayangku untukmu adalah sebagaimana kasih sayang seorang insan yang ada dalam hati manusia pada umumnya" terang Mahsat tentang perasaannya pada Tasya
Dan penjelasan tentang perasaan Mahsat pada Tasya seakan-akan malah membuat hati Tasya semakin hancur.
Namun Tasya sedikit lega dengan ungkapan Mahsat yang menyatakan cinta padanya, Karena sebenarnya yang di tunggu-tunggu Tasya adalah ungkapan Mahsat tersebut.
Mahsat pun berbalik seolah memandang langit yang begitu tenang dan seolah-seolah Mahsat terbawa arus suasana sebuah penyesalan.
"Jadi untuk apa kamu memberikan harapan padaku, jika memang tidak ada jalan untuk kita bisa bersatu!" tutur Tasya seolah menggerutu
"Tadinya ku kira kamu sama seperti wanita yang lain, yang tidak mudah terbawa perasaan saat menanggapi di setiap kata-kataku dalam mengenali manusia khususnya wanita! Tapi ternyata itu adalah suatu kesalahanku dalam menilaimu Sya!" kata Mahsat
" Kamu berbeda dari jenis wanita lain! Kamu benar-benar baik dan sangat polos! dan kepolosan mu itulah yang membuatku jatuh cinta padamu Sya!" tutur Mahsat lagi
"Kamu bilang kamu mencintaiku! Kenapa? kenapa kamu mencintaiku Mahsat? padahal kamu sendiri tau bahwa tidak ada jalan untuk kita bisa bersama, Tapi kenapa kata-kata itu baru kamu ungkapkan disaat aku juga mencintaimu Mahsat! jawab Mahsat!"(menangis) sembari menutup mulutnya seolah menahan rasa yang menyakitkan bagi Tasya
Melihat Tasya menangis Mahsatpun memeluknya dengan rasa yang membuat Mahsat benar-benar menyesal.
"Maafin aku Sya! Aku tidak tau kenapa aku bisa membuatmu terluka seperti ini! Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena kehidupan kita jauh berbeda, Dan itu mustahil untuk kita bisa hidup bersama!" hibur Mahsat
"Tapi aku tidak perduli siapa kamu Mahsat! Yang aku ingin kamu membawaku kemanapun kamu pergi! karena hanya kamu satu-satunya orang ataupun mahluk yang bisa membuat hidupku berubah! Dan jika kamu harus pergi maka aku tidak ada siapa-siapa lagi di dunia ini!" tutur Tasya seolah meminta agar Mahsat membawanya ke Mars
" Mahluk bumi, diciptakan sebagai mahluk yang bernafas! Artinya, manusia hidup bergantung pada udara! jika kamu mengikuti aku ke Mars, Maka sulit bagimu untuk bertahan hidup Sya! Karena mahluk Mars tidak bergantung pada udara dan udara di mars bisa di bilang tidak ada, jika pun ada tentunya itu memiliki keterbatasan yang sangat minim! Sementara jika aku yang tinggal dan berlama-lama hidup di Bumi itu akan membawa bencana bagi seluruh penghuni Bumi Sya!" terang Mahsat
" Aku tidak perduli berapa lama aku bisa bertahan hidup di Mars! Yang jelas aku hanya ingin hidup bersamamu dan ikut kemanapun kamu pergi!" tutur Tasya yang sudah bulat dengan keputusanya
Mendengar pengorbanan yang akan dilakukan Tasya untuk Mahsat, itu semakin membuat Mahsat tidak tega untuk membawanya pergi bersamanya ke Mars, Namun karena waktu Mahsat hidup di bumi belum berakhir, akhirnya dia berbohong seolah-olah memenuhi keinginan Tasya.
" Baik! jika itu keputusanmu! Aku akan membawamu kembali ke tempatku jika waktunya tiba nanti! Dan karena waktuku hidup dibumi masih ada, kita jalani hubungan seperti manusia biasa!" terang Mahsat berbohong
Dan mendengar penjelasan Mahsat tersebut keduanya pun resmi berpacaran.
Dalam hati Tasya bahagia karena keinginannya untuk menjadi kekasih Mahsat sudah tercapai.
Sementara dalam hati Mahsat masih menyimpan rasa bersalah bercampur dengan kekecewaan yang akan dia alami sendiri nantinya, karena untuk membawa Tasya ke alam Mahsat, itu tidak akan pernah bisa terjadi.
Penjelasan.....
Sebenarnya kesalahan bukan dari Mahsat saja, tapi juga dari Ria dan Erni sahabat Tasya maupun Mahsat. Karena mereka juga sudah mengetahui siapa Mahsat, Namun di samping itu tujuan Ria maupun Erni dalam mendukung Tasya menjadi kekasih Mahsat adalah agar semuanya dapat cepat terselesaikan, dan mereka takut Tasya akan berlarut-larut dalam penantian yang tak pasti.
Dan puncak kisah yang sebenarnya baru dimulai dari sini....
....
semuanya kumpul???