NovelToon NovelToon
My Sweet Girl

My Sweet Girl

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:306.9k
Nilai: 5
Nama Author: mom yara

Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.

Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!

Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.

""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis

""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.

Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Kau mencintaiku?

Setelah lelah berdebat dan menghadapi Harry yang merajuk, disinilah ia pagi ini.

Ia tidak menyangka seorang Harry, bos yang arogan bisa merajuk seperti anak kecil yang ingin dibelikan permen.

Apa aku harus berperan dengan baik menjadi sugar babynya, ataukah aku harus menikmatinya saja, menjalaninya tanpa beban.

Tok

Tok

Tok

Pintu terbuka menampilkan Harry dengan wajah khas bangun tidur tapi tak mengurangi ketampanannya, sangat tampan membuat Naya terdiam menganga.

"Tutup mulutmu" suara pria yang membuka pintunya menyadarkan kekagumannya pada sosok laki - laki didepannya.

"Selamat pagi honey" suaranya merdu sekali, rencananya pagi ini ia ingin memberi Harry kejutan karena semalam sempat merajuk, ia ingin mengajaknya lari pagi di taman depan dekat apartemen.

"Pagi baby" menggeser tubuhnya agar wanita dihadapannya ini bisa segera masuk.

"Mau kemana?"

"Kau tidak lihat kostum ku" ia memanyunkan bibirnya yang kemudian bibirnya ditarik oleh Harry. padahal ia sudah niat memakai pakaian olahraga tapi prianya masih bertanya. "Auuuuwwww,,, sakit"

"Kau manja sekali"

"Bukankah harusnya begitu"

"Kau sudah mulai berani rupanya, apa kau juga sudah menyukaiku"

"Memangnya ada yang tidak menyukaimu, siapa yang berani menolak pesonamu ini" memegang wajah Harry dengan kedua tangannya.

Andai saja kita bertemu disaat yang tepat, aku pasti jatuh cinta pada pandangan pertama padamu, tapi aku disini hanya memanfaatkan kebersamaan kita. Maafkan aku Harry.

"Kau benar"

"Yah, keluar lagi sombongnya" mencubit kedua pipi Harry. "Tapi kau sudah dijodohkan, sepertinya aku tidak punya kesempatan untuk menjadi kekasihmu"

"Kau ingin jadi kekasihku?"

"Sana cepat mandi, ayo kita lari pagi" Naya mengalihkan pembicaraan mereka, takutnya dia tidak tahan dan terbawa perasaan.

Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.

*

*

"Kau sudah lelah? ayo kita istirahat dulu" ajak Harry lalu mereka duduk di kursi taman. Harry memberinya minuman yang sudah ia buka tutup botolnya. "Minumlah!"

"Terima kasih" tak lupa senyum manis ia berikan yang membuat pria disebelahnya dag dig dug tak karuan.

Senyummu adalah kelemahanku, sepertinya aku yang akan jatuh cinta lebih dulu.

Memperhatikan Naya yang masih meminum air dari dalam botolnya. Bagaikan dejavu Harry menelan ludahnya kasar, kenapa Naya begitu terlihat sexy.

"Mari kita habiskan hari ini bersama" ajak Harry tanpa memutuskan tatapannya, wanita cantik di depannya sangat rugi jika dilewatkan.

"Setuju, mari kita jalan - jalan"

"Kita langsung ke apartemen saja"

"Tapi aku tidak bawa baju ganti"

"Sudah ada, ayo" Harry mengulurkan tangannya.

Naya menerima uluran tangannya. Mereka bergandengan tangan menyusuri jalan taman tampak sesekali mereka tersenyum bersama. Mereka juga terlihat bercanda tertawa bersama sembari saling melempar pandang.

Mereka berlari menuju lift dan Naya lah pemenangnya. Mereka berlomba untuk sampai dulu ke pintu lift, siapa yang lebih dulu sampai akan mendapatkan hadiah dari yang kalah.

"Yeee... aku menang. aku dapat hadiah"

Di dalam lift.

"Aku kalah, padahal aku ingin sekali mendapat hadiah dari sugar babyku ini"

"Uhhh.... nanti aku akan mengalah, sudah jangan cemberut lagi" sambil memeluk lengan Harry, sedangkan si pria senyum senyum sendiri merasa dimanja oleh wanitanya.

"Apa yang kau inginkan?"

"Ehmmm, akan aku pikirkan nanti, aku tidak akan memintanya sekarang, jadi tenang saja, kau hanya berhutang hadiah padaku"

"Aku menunggunya" melingkarkan tangannya di pinggang Naya, wanitanya tersenyum malu malu.

"Aku tidak menyangka, bos aroganku ini bisa tersenyum tertawa"

"Bos arogan?"

"Kau sangat arogan dan menyebalkan" lepas lah tawa Harry.

"Tapi sekarang, bukankah aku sangat menggemaskan" ucap Harry dengan wajah yang dibuat seimut mungkin. Tapi bukannya menggemaskan malah lucu.

Mereka bercanda sampai di apartemen. Sampai didalam apartemen pun mereka masih tertawa.

"Sepertinya aku wanita yang beruntung bisa dekat denganmu, aku wanita keberapa yang dekat denganmu"

"Haruskah aku menjawabnya"

Memutar bola matanya malas. "Tidak perlu dijawab saja" kemudian melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya tak lupa ia membawa baju gantinya.

Langkahnya terhenti ketika ada tangan yang memeluk pinggangnya dan melingkar erat pada perut datarnya. Hembusan nafas menerpa pipinya, wajah tampan yang begitu dekat membuat jantungnya seakan melompat keluar.

"Kau wanita kedua yang bisa sedekat ini denganku, merasakan pelukanku dan ciuman ku"

"Apa aku termasuk salah satu wanita yang beruntung meskipun bukan yang pertama bahkan mungkin bukan juga yang terakhir" entah kenapa tiba tiba hatinya mencelos, ada rasa tidak rela dihati pria itu pernah ada wanita lain, padahal dia bukan siapa - siapa, hanya wanita yang numpang lewat. Kenapa dia jadi melow begini, sekuat - kuatnya wanita akan lemah jika sudah menyangkut perasaan.

"Kau mencintaiku?"

"Apa itu pertanyaan, aku tidak berani untuk menjawabnya, mungkin suatu saat nanti" membalikkan badannya, melepas pelukan Harry kemudian melangkah maju menuju kamar mandi.

Harry tertawa sumbang setelah wanitanya masuk ke dalam kamar mandi.

"Hanya beberapa hari kau sudah menempati hatiku" gumamnya pelan.

*

*

"Kenapa kita sarapan disini?"

"Aku ingin sarapan soto ayam dan disinilah soto ayam terenak menurutku"

"Kenapa tidak di restoran saja, disana juga pasti ada soto ayam"

"Rasanya akan berbeda, setelah memakannya kau pasti akan ketagihan, ingatlah disini soto ayam favoritku, jika kau merindukanku maka datanglah kesini, itu akan mengurangi rasa rindumu"

"Kita akan selalu bersama kesini jika kau menginginkannya" Naya tersenyum lembut.

Meskipun anak orang kaya tapi orangtuanya selalu mengajarkannya untuk hidup sederhana dan selalu berbagi, paman dan bibinya juga seperti itu. Dan warung soto ayam ini adalah favorit mereka dulu sewaktu masih bersama.

Tiba tiba matanya berkaca - kaca. Itupun tak luput dari pandangan Harry.

"Kamu baik baik saja baby"

"Aku hanya kepedasan. Ayo makanlah, jangan hanya dilihat" Ya dari tadi Harry hanya melihat wanitanya makan tanpa menyentuh makanannya sendiri. Merasa jengah, akhirnya Naya menyuapi pria yang sudah sedikit mengusik hatinya itu melalui sendoknya.

"Aaa..." spontan Harry membuka mulutnya, mengunyah kemudian menelannya.

Enak.

Tanpa disuruh kembali, Harry menyuapi dirinya sendiri. Tanpa berhenti ia terus memakan soto ayamnya sampai ludes tak bersisa.

"Habis?" tanya Naya terheran - heran melihat betapa rakusnya Harry, padahal sotonya saja belum habis.

"Aku kenyang" katanya sambil meletakkan sendok.

"Apa enak?" Harry mengacungkan dua jempolnya. "Apa ini juga pertama kalinya untukmu?"

"Ya"

"Trus selama ini kau makan apa? apa kau baru diindonesia"

"Setelah SMU aku kuliah di luar negeri dan tidak pernah pulang selama menempuh pendidikan"

"Oooo"

Setelah selesai sarapan mereka memutuskan untuk jalan jalan di mall. Naya mengajaknya bertarung di arena permainan anak - anak.

Awalnya Harry merasa tidak nyaman, karena menjadi pusat perhatian. Tapi karena paksaan Naya akhirnya dia menyerah, lama lama dia menikmati juga.

"Ayo rileks, jangan kaku seperti itu, anggap saja hari ini kau bukan seorang ceo, bukan orang kaya, kau hanya rakyat biasa yang tidak punya beban apa - apa, Tarik nafas lalu hembuskan"

Harry mengikuti apa yang dikatakan Naya, tarik lalu buang. Mereka berdua menikmati permainan yang mereka mainkan, seperti anak kecil yang akan sangat senang jika memenangkannya, Harry terlihat sangat antusias, sepertinya dia kolot sekali, kasian juga hidupnya penuh dengan pekerjaan dan pekerjaan.

1
limah
Luar biasa
Essy Tango
karyanya sangat bagus semua di baca g trlewatkan.semangat author
Mom Yara: mampir juga kak di aplikasi yang orange, pijo
total 1 replies
Sandisalbiah
padahal pengen lihat kebahagiaan mereka setelah menikah... hais.. ngelunjak ya thor... 🤭🤭😏
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.
Sandisalbiah
krn aku suamimu.. 😊😊
Sandisalbiah
enak banget si ratna langsung koit... mengingat semua kesulitan dlm hidup keluarga Yara bersumber dr ide jahatnya.. harusnya ratna ini di bejek² dulu baru mati dia.. is gemezz banget dgn manusia licik dan dengki kek si ratna ini..
Sandisalbiah
tuh kan.. cinta emang membuat org jd bodoh.. 🤭🤭🤭 juga buta.. buktinya Yara gak bisa melihat kalau dlm ruangan itu Harry tdk sendiri.. main selonong aja.. malu sendiri kan.. 😅😅
Sandisalbiah
bagaimana reaksi Feby nanti... bakal seneng krn tau kalau Reyhan tdk merampas kehormatannya atau ngereog krn merasa ditipu..?
Sandisalbiah
ratna bakal buat masalah pas hari pernikahan Yara nih... tp setidaknya pertemuan Yara dan Feby akan menghilangkan kesalahan fahaman dgn Harry..
Sandisalbiah
Hadeh.. Yara masih aja bergelut dgn fikiran sendiri.. kenapa gak coba cari tau akan hubungan Harry dan Feby biar gak salah faham terus.. sibuk memikirkan perasaan Feby pdhal orgnya udah nikah duluan..
Sandisalbiah
jawaban Yara malah membuka peluang dan keuntungan bagi Harry.. tp masih ada ratna yg diperkecil.. harus di waspadai..
Sandisalbiah
lalu Ratna... dia adalah otak dr semuanya... harusnya dia yg dapat ganjaran paling utama..?
Sandisalbiah
polisi kali.. mau nangkap si Tasya..
Sandisalbiah: bawaan tangan julit mom.. Kek-nya kalau unek²nya gak di keluarin jd syusyah makan.. 🤭🤭🤭maaf ya mom..
total 2 replies
Sandisalbiah
aku tadi. mikirnya.. bakal jadi masalah ni duo emak ngeyel mau ikut mencari Yara..
Sandisalbiah
pada kenyataan org di sekeliling kita emang berpengaruh pd sikap dan sifat kita.. secara langsung atau pun perlahan..
Sandisalbiah
dasar Yara keras kepala.. bandel banget. situasi belum aman krn posisi herman, gilang dan ratna masih bebas berkeliaran tp dia gak waspada sama sekali.
Sandisalbiah
mungkin sedikit egois di bolehkan Yara...
Sandisalbiah
Reyhan akan menikahi Feby ...
Sandisalbiah
jgn gegabah Yara.. setidaknya fikiran keselamatan seluruh keluargamu.. dan jawabannya adalah Harry.. hanya dia yg dapat membantu..
Sandisalbiah
anak pintar... si elang lagi mancung di air kolam nih.. awas aja kalau Harry ngamok
Sandisalbiah
si Elang ini nekatan juga.. keras kepala kek si Yara.. semoga gak terjadi apa²
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!