Di dunia ini hanya yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah hanya menjadi pion, oleh sebab itu aku harus menjadi yang terkuat agar bisa membuat seluruh dunia berada di bawah kendali ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisky wa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12.Bersantai
Setelah beberapa jam para pendekar berlatih tanding, Long Fei menyudahi latihan mereka karena sudah cukup dan hari sudah larut malam, ia kemudian mengajak Feng Ying pulang.
Di perjalanan pulang Feng Ying tertidur di dalam mobil karena ia merasa sangat lelah, bisa di bilang ini pertama kalinya ia merasa selelah ini setelah dua belas tahun hidup di bumi.
Long Fei hanya bisa tersenyum melihat Feng Ying yang tertidur, menurutnya anaknya sudah sangat luar biasa, di usis dua belas tahun mampu mengikuti latihan anggota Cakar Naga dan memiliki kemampuan yang hebat.
Sejak ia lahir memang Long Fei menganggapnya istimewa, saat bayi ia tidak pernah menangis, bahkan ia tidak meminum ASI melainkan susu Formula untuk bayi.
Saat Feng Ying baru beberapa bulan, ia sudah mulai belajar berdiri dan hanya dalam beberapa hari belajar sudah lancar berjalan, terkadang Feng Ying juga sering menatap Long Fei dengan aneh saat ia mencoba mengajak main Feng Ying kecil, andai Feng Ying saat itu bukan bayi, maka ia pasti akan memukuknya karena aneh.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di rumah, Long Fei menggendong Feng Ying dengan halus karena melihat anaknya terlihat sangat lelah dan tidak tega membangun kanya.
Ia kemudian membaringkan Feng Ying di kamarnya dan ia juga pergi untuk beristirahat, karena hari sudah larut,Long Ai dan Feng Jia Li sudah tidur juga.
Keesokan harinya Feng Ying di bangun olèh sinar matahari menyinari kamarnya, ia kemudian memandang indahnya mentari pagi dari jendela kamarnya.
Setelah merasa nyawanya sudah terkumpul kembali, Feng Ying segera turun ke bawah untuk membersihkan diri.
Feng Jia Li menyapa Feng Ying yang baru turun dari lantai dua, sedangkan Long Ai hanya menatap Feng Ying sejenak dan kemudian melanjutkan sarapannya.
Feng Ying melihat ibu dan adiknya berpakaian sangat rapih seakan-akan mereka akan menghadiri acara penting.
"Bu apakah kalian akan pergi ke acara bisnis besar?"
Tanya Feng Ying sambil berjalan ke kamar mandi.
"Hari ini adalah hari kelulusan adikmu, kamu tidak mau pergi ke sekolah saat kamu kecil jadi kau tidak akan tau acara ini Ying'er"
Jawab Feng Jia Li sambil tertawa kecil.
Feng Ying kemudian menggaruk kepalnya yang tidak gatal dan tersenyum canggung karena ia mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
Saat itu Long Fei berniat memasukan Feng Ying ke sekolah dasar terbaik di kota Bintang bersama Long Ai, namun Feng Ying menolak pergi ke sekolah karena menurutnya ia bisa belajar sendiri di rumah.
Long Fei awalnya menolak permintaan Feng Ying dan memarahinya namun saat itu Feng Ying mengakatakan ia akan meninggal kan rumah.
Mendengar ucapan Feng Ying yang saat itu masih seorang bocah ingusan membuat Long Fei tambah marah,namun Feng Jia Li menenangkan keduanya.
Saat itu Feng Jia Li juga membujuk Feng Ying namun jawabannya tetap sama, kemudian Feng Ying membuktikan bahwa ia sudah pintar.
Long Fei kemudian memberikan beberapa tes kepada Feng Ying dan memberikan kesempatan untuk belajar sedikit dari buku pengetahuan dasar, hasilnya Feng Ying lulus ujian Long Fei dengan nilai sempurna.
Long Fei dan Feng Jia Li dengan berat hati menuruti kemauan Feng Ying, mereka berdua akhirnya mengajari Feng Ying sendiri, alhasil banyak sekali buku yang di beli Long Fei untuk belajar Feng Ying.
Feng Ying kini memberikan ucapan selamat karena Long Ai kini sudah lulus dan kemungkinan akan masuk dan belajar beladiri di Gunung Naga.
"Kaka... harusnya kakak pergi ke sekolah bersama ku, jadi kaka pasti mempunyai teman"
Ucao Long Ai tanpa ekspresi.
Mendengar ucapan Long Ai membuat dirinya sedikit aneh karena ia benar-benar belum memiliki teman untuk di ajak bermain, Feng Jia Li hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah laku mereka berdua.
Setelah beberapa saat setelah Feng Ying selesai mandi ia kemudian melihat semua orang di rumah telah pergi termasuk Long Fei yang juga menghadiri acara kelulusan Long Ai.
Feng Ying segera kembali dan membuka ponsel nya, sambil tiduran ia mulai tersenyum kecil.
"Hari yang menyenangkan untuk bersantai... mari bermain game moba"
Ucap Feng Ying sambil memasuki aplikasi game di ponselnya.
Feng Ying memainkan game yang sedang populer di ponselnya, bisa di bilang Feng Ying sering bermain game jika ia ingin bersantai, Feng Ying juga merupakan pemain game yang profesional.
Setelah beberapa saat bermain game, ia berhenti bermain setelah dua puluh kali menang berturut-turut, wajahnya jauh lebih bahagia dari sebelumnya dan penuh senyuman.
Kini Feng Ying bersiap berkeliling kota karena merasa cuacanya cukup cocok untuk bersantai di luar, Feng Ying tidak mengenakan pakaian yang mencolok karena ia ingin terlihat seperti anak biasa.
Feng Ying menikmati pemandangan kota yang bisa terbilang indah, ia banyak bertemu dengan orang-orang yang sedang beraktivitas, ia juga melihat banyak remaja yang sedang bersantai karena hari ini adalah hari libur.
Selain Sekte dan akademi ada juga sekolah yang di gunakan untuk orang-orang belajar,mulai dari sekolah Dasar, Menengah, Atas dan kemudian yang tertinggi adalah Perguruan tinggi atau universitas.
Sekolah umum tidak mempelajari beladiri karena di gunakan untuk melatih pengetahuan, kebanyakan dari para pelajar ini adalah mereka yang tidak memiliki bakat beladiri atau tidak ingin menjadi pendekar.
Feng Ying juga banyak di sapa oleh orang-orang di sekitarnya karena ia juga memiliki penampilan yang tampan, kebanyakan remaja wanita juga merasa gemas ketika melihat Feng Ying.
"Di usia yang muda saja aku sudah banyak mendapatkan perhatian wanita, jika sudah dewasa mungkin akan lebih"
Batin Feng Ying dengan tawa jahatnya.
Ia kemudian duduk di sebuah taman yang indah dan segar, banyak juga orang-orang yang bersantai di taman itu, Feng Ying melihat anak-anak seusianya sedang bermain bersama.
Feng Ying merasa dirinya cukup nyaman karena sudah lama ia tidak merasakan hari yang cerah seperti ini.
Tak lama kemudian ia melihat beberapa petugas kemananan yang sedang tertawa bersama beberapa orang yang sedang bersantai, ia bisa melihat kebahagiaan di setiap wajah orang yang ada di sini.
Hal ini menunjukkan bahwa kota Bintang sangat sejahtera di bagian pusat kotanya, sedangkan untuk di pemukiman kumuh Feng Ying belun tau karena belum pernah berkunjung secara langsung.
Feng Ying melihat sebuah mobil yang menjual es krim tak jauh dari tempat ia duduk, kerena menyukai es krim Feng Ying berniat membeli es krim untuk dirinya sendiri.
Saat ia sedang membeli es krim, ia melihat seorang gadis yang terlihat seusianya sedang melihat mobil es krim itu, terlihat jelas ia ingin membeli es krim.
Dari pakaian yang ia kenakan bisa di bilang cukup mewah dan pasti sanggup membeli beberapa es krim.
Feng Ying yang tidak tega melihat anak kecil yang menurutnya malang itu mendekatinya dan menyapanya.
"Hai... kenapa kau hanya melihatnya saja....kau harusnya cukup mampu membeli beberapa es krim bukan? "
Tanya Feng Ying sambil menyapa gadis kecil itu.
"Ahh....aku... aku... lupa membawa uang dan Ibuku juga sedang pergi"
Ucao gadis kecil itu sambil menunduk.
"Oh jadi seperti itu, mari ikut aku, akan ku belikan kau es krim"
Ucao Feng Ying sambil mengajak gadis kecil itu membeli es krim.
"Benarkah? kau tidak akan menculik bukan?"
Ucap gadis itu sambil terlihat antusias.
"Bagaimana mungkin anak kecil menculik anak kecil"
Jawab Feng Ying kemudian menuju penjual es krim dan di ikuti gadis kecil itu.