>Ini novel pertama autor yang bertema religi maaf kalau masih banyak kekurangannya.
Aleena Humairoh seorang guru sekolah dasar disebuah sekolah swasta dikota A memutuskan menutup auratnya dan bangkit dari traumanya setelah mengalami sebuah peristiwa pahit dimasalalu yang membuatnya harus kehilangan mahkota berharganya sebagai seorang perempuan.
Bertemu dengan seorang Abimanyu duda muda ayah dari murid Aleena yang juga pernah mengalami hal menyakitkan dengan perempuan dimasalalu.
Dua orang yang sama sama punya masalalu pahit akankah mereka bisa berjodoh dengan putri kecil Abimanyu sebagai perantara.
Ataukah malah saling membenci karena sebuah hubungan luka dimasalalu mereka yang diakibatkan oleh orang yang sama.
Penasaran silahkan baca kelanjutannya 😊😊.
Budayakan meninggalkan like dan komen sebagai dukungannya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Bukan Wajah Dari Masa Lalu.
Aleena menatap nanar bocah perempuan cantik berusia sekitar 7 tahun itu tanpa berkedip.
Ingatannya langsung kembali kesosok laki-laki yang pernah menorehkan luka yang dalam dihidupnya dulu.
"Bu kapan saya dipanggil?",tanya seorang murid laki laki yang langsung membuyarkan ingatan Aleena.
"Maaf ibu baru saja terpesona dengan kecantikan wajah Aliyah",jawab Aleena jujur yang langsung disambut suara riuh dari para murid lain dikelas itu.
"Bisa kita lanjutkan sesi perkenalan kita sekarang",ucap Aleena untuk menenangkan suasana kelas yang mulai riuh itu.
"Bisa buuuu! ",jawab mereka membuat Aleena tersenyum dari balik cadarnya melihat polosnya tingkah polah mereka.
"Baiklah..silahkan kembali mengangkat tangannya saat ibu memanggil nama indah kalian ya",pinta Aleena yang diakuri oleh murid muridnya.
Sesi perkenalan selesai dilanjutkan dengan memulai pembelajaran materi dasar untuk kelas1 sekolah dasar.
Aleena menghembuskan nafas lega setelah pelajaran berakhir dan para murid bersiap untuk pulang hari itu.
"Jangan lupa baca doa sebelum keluar dari kelas ya",pesannya pada semua muridnya yang diiyakan oleh mereka dan satu persatu murid murid dikelasnya keluar kelas, hanya tersisa sicantik Aliyah yang tidak bergerak dari tempat duduknya membuat Aleena bingung.
"Sayang kenapa Aliyah belum keluar juga?",tanya Aleena dengan menghampiri gadis kecil itu yang tetap diam ditempatnya tidak menjawab pertanyaan Aleena.
"Aliyah apa perlu ibu telponkan Bunda Aliyah untuk menjemput Aliyah kekelas?",tanya Aleena lagi pada gadis kecil itu.
Kali ini Aliyah menggeleng membuat Aleena mengerutkan keningnya mendapat reaksi seperti itu.
"Aliyah nggak mau pulang dirumah nggak ada orang",jawabnya dengan membenamkan wajahnya kedalam lipatan tangannya yang berada diatas meja belajarnya.
"Maksud Aliyah? ",tanya Aleena semakin tidak mengerti dengan maksud pembicaraan gadis kecil itu.
"Aliyah nggak punya Mommy seperti yang lain lalu Ayah hari ini nggak ada dirumah jadi Aliyah nggak mau pulang".
"Deg".
Aleena merasa sedikit terkejut mendengar itu.
"Kemana Ayah Aliyah pergi",tanyanya dengan nada getir karena pikiran tentang pria masalalunya itu tiba tiba kembali terlintas dibenaknya.
"Ayah keluar kota nanti malam baru pulang,kalau mommy Ayah bilang sudah disurga sekarang ",jawabnya polos yang membuat Aleena semakin terenyuh mendengarnya.
"Jadi siapa yang menjemput Aliyah sekarang?",tanya Aleena dengan suara parau menahan kesedihannya karena merasa posisinya dan Aliyah sekarang sama hanya bedanya kalau dia kehilangan calon anaknya sedangkan Aliyah sudah kehilangan sosok seorang ibu diusia yang masih sangat muda.
"Om Boby supir Ayah yang akan menjemput Aliyah pulang".
"Lalu om Boby sekarang Dimana? ",tanya Aleena lagi pada Aliyah yang hanya dijawab gelengan oleh Aliyah yang membuktikan dia enggan pulang kerumahnya bersama supir Ayahnya itu.
Melihat itu sebagai guru Aliyah Aleena berusaha merayu Aliyah supaya mau pulang kerumah bersama supir ayahnya itu.
"Mungkin om Boby sekarang sudah menunggu Aliyah didepan pagar dan sedang merasa khawatir karena Aliyah belum juga keluar dari kelas jadi,apa Aliyah tega membuat om Boby nanti dimarahi oleh Ayah Aliyah karena itu supaya tidak membuat om Boby khawatir sebaiknya Aliyah keluar sekarang mari ibu Ena antar sayang",ajak Aleena pada gadis kecil itu yang dengan berat hati berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti Aleena keluar kelas menuju gerbang depan dimana para orangtua murid yang menjemput anak anak mereka pulang sudah mulai sepi.
"Mana om Boby yang menjemput Aliyah?",tanya Aleena pada gadis kecil itu yang langsung dijawab gelengan karena sepertinya tidak melihat nama orang yang disebutkannya tadi didepan gerbang sekolah membuat Aleena bertambah khawatir.
Saat Aleena bermaksud membawa Aliyah kembali kekelas untuk menghubungi nomor ponsel keluarga Aliyah tiba tiba dari arah belakang mereka terdengar suara seorang pria yang memanggil Aliyah dengan sangat lembut.
"Aliyah",panggil pria dengan suara berat yang membuat Aleena seketika langsung ikut menoleh kearah sumber suara itu yang sempat dikiranya pria dari masa lalunya tapi ternyata bukan membuat Aleena tanpa sadar menarik nafas lega karena tidak perlu menghindari orang yang tidak pernah ingin ditemuinya lagi.
"Ayah! ",panggil Aliyah dengan langsung berlari kearah pria yang dipanggilnya ayah itu.
Aleena sempat menatap sebentar kearah pria dengan perawakan tinggi dan tampan yang sedang tersenyum kearah Aliyah itu lalu setelah Aliyah berada dalam gendongannya dia menghampiri Aleena yang langsung menunduk melihat pria itu.
"Anda? ",tanyanya sopan pada Aleena yang langsung dijawab oleh Aleena dengan sama sopannya.
"Saya wali kelas Aliyah",jawab Aleena dengan memandang sekilah netra tajam dan lembut dari pria yang untungnya bukan orang yang berada dalam pikirannya tadi.
"Oh.. saya ayah Aliyah,nama saya Abimanyu",jawabnya memperkenalkan dirinya pada Aleena.
"Saya Aleena pak Abimanyu",jawab Aleena dengan menundukan pandangannya sopan kearah pria yang berumur sekitar 30 tahunan itu.
"Terimakasih sudah menjaga Aliyah sampai saya datang menjemput bu Aleena",ucap Abimanyu sopan pada Aleena.
"Tidak masalah,itu adalah kewajiban saya sampai semua anak didik saya dijemput oleh orang tua mereka",terang Aleena.
"Kalau begitu kami permisi dulu bu Aleena",pamit Abimanyu yang dibalas anggukan oleh Aleena lalu melambai pada Aliyah yang juga melambai padanya sebelum diajak Abimanyu masuk kedalam mobilnya.
***
Didalam mobil Aliyah masih menatap kearah Aleena yang belum juga beranjak dari tempatnya berdiri tadi.
"Bu Aleena cantik Aliyah suka",ucap Aliyah pelan yang masih bisa didengar oleh Abimanyu yang kembali menatap sosok perempuan bercadar merah muda itu.
Meski Aleena memakai pakaian sangat tertutup dan hanya bagian matanya saja yang terlihat tapi Abimanyu setuju dengan ucapan Aliyah bahwa dibalik cadar itu ada wajah cantik dari seorang Aleena.
"Ayah rasa kali ini kamu benar sayang",jawab Abimanyu pada Aliyah yang membuat bocah 7 tahun itu langsung menoleh kearah sang Ayah.
"Aliyah mau punya mommy seperti bu Aleena",ucapnya reflek yang membuat Abimanyu langsung terkejut mendengarnya.
"Sayang...",panggil Abimanyu lembut kearah gadis kecilnya itu yang terlihat merengut karena apa yang diinginkannya itu pasti tidak bisa dikabulkan oleh Ayahnya sekarang.
"Ayah pasti nggak maukan mengabulkan keinginan Aliyah sekarang",ucapnya dengan wajah cemberut.
"Kita akan membahas ini lain kali sekarang ayo ikut ayah kerumah Oma untuk menemui Oma dan Om Alvian yang sudah kembali dari luar negeri",jawab Abimanyu dengan melajukan mobilnya meninggalkan gerbang sekolah Aliyah itu.
******
Sesuai permintaan reader semua akhirnya inspirasi autor untuk novel Aleena ini muncul lagi.
Maaf kalau lama nggak Up karena jujur saja Autor agak sedikit takut kalau novel dengan judul seperti ini tidak sesuai isinya dengan apa yang dipikiran reader semua.
Sebelum kalian membaca lanjutan novel ini autor ingin minta maaf kalau dalam novel ini banyak kesalahan karena autor baru belajar menulis novel bertema sedikit religi agak takut salah dalam penulisan karena itu sempat tidak autor up 🙏🙏🙏.