Aurellia, hanya karena ambisi balas dendamnya atas kematian sang ibu tercinta, ia merelakan masa-masa kecilnya dengan menjalankan misi, yang bahkan anak kecil seusainya tidak akan mampu. Ia bahkan rela dijadikan bahan olokan, caci maki dan fitnah yang pasti orang biasa tak akan tahan menghadapi cobaan itu.
Hingga takdir mempertemukan ia, dengan seorang pria yang mampu membuat hidupnya kembali berwarna.
Folow ig : wndanaomi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wndanaomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersama Pria Aneh
Aurell masih menatapi pria yang ada disampingnya, ia masih menerka pertanyaan demi pertanyaan didalam isi pikirannya itu.
"Ada apa Nona? Pasti didalam pikiranmu kau sangat beruntung melihat wajah tampan ini secara gratis kan" ucap pria itu yang masih memandangi gedung-gedung yang ada didepanyanya, rupa-rupanya ia menyadari jika Aurell tengah memperhatikanya.
Aurell menghela. "Rupanya tingkat kepedeanmu sangat tinggi" jawab Aurell, mengalihkan padangannya.
Pria itu terkekeh. "Hahaha" tawanya. Ia lalu menengok kearah Aurell. "Sungguh Nona! Kau wanita yang membuat pria ini sangat tertarik" ucapnya.
"Omong kosong" jawab Aurell datar.
Lagi-lagi pria itu terkekeh. "Pufttt.. Hahha"
"Apanya yang lucu? Dasar pria aneh"
"Haha... Sungguh Nona! Kau wanita yang sangat lucu"
"Cih" decak Aurell.
Pria itu membeo. "Wah! Sekarang Nona, tengah mengumpat didepan saya"
"Bedakan mengumpat, dengan suara hembusan nafas, kau benar-benar pria aneh"
"Yaampun, Nona... Sepertinya sedari tadi Nona memanggil saya dengan sebutan pria aneh, sengguh! Hati saya terasa sakit Nona" ucap pria itu sambil mendramatis.
"Cih" decak Aurell lagi-lagi.
Pria itu menutup mulutnya sambil mengeleng-geleng, ia sepertinya sedang melakoni drama sinetron kali ini. "Yaampun Nona, lagi-lagi kau mengumpat" ucapnya namun tak ditanggapi oleh Aurell.
"Ehem... Nona apakah Nona tak penasaran dengan saya, apa Nona tak ingin tau nama saya?" ucapnya sambil menatap Aurell yang tak menatapnya itu.
"Itu tidak penting bagi saya" jawab Aurell tanpa bertele-tele.
"Sungguh harga diri saya terluka Nona"
"Itu urusanmu" jawab Aurell acuh.
"Yaampun wanita ini, benar-benar membuatku gemas, hisss ingin rasanya kucubit pipinya, tidak aku harus sabar, aku harus menahanya, jika tidak maka rencanaku akan sia-sia" ocehnya dalam hati sambil menahan kegemasan.
"Apakah Nona, tak merasa mengenali saya?" tanyanya lagi.
Aurell menghebuskan nafasnya. "Sepertinya saya pernah berjumpa denganmu, berkali-kali" ucap Aurell yang membuat pria terkejut seketika.
"Hah? Berkali-kali jadi Nona tau siapa saya?" tanyanya panik.
"Iya, kau adalah pria aneh yang sering aku temui, bahkan dimana-mana, banyak pria aneh bertebaran disini, dan hal itu membuat saya tambah pusing"
Jawaban dari Aurell itu sukses membuat pria yang ada disampingnya itu mebeo-beo.
Namun tak lama kemudian pria itu tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha.... Yaampun Nona, sungguh kau membuat saya hampir saja jantungan, berapa banyak pria aneh yang kau jumpai Nona" ucapnya sambil menyeka air matanya yang menetes akibat tawanya itu.
"Sepertinya kau menyadari jika dirimu pria aneh"
"Wah Nona hari ini kau banyak bicara sekali ya... Sepertinya kau nyaman dengan pria aneh ini"
Aurell terdiam, sepertinya ia baru menyadari, apa yang dibilang pria itu benar, bahwa ia melupakan sejenak pikiran yang mengganggu dirinya selama ini, dan semuanya itu dialihkan oleh pria yang bahkan baru ia jumpai itu.
"Yah, sepertinya beban pikiranku tengah hilang sejenak, ternyata pria aneh sepertimu sangat berguna" ucap Aurell sambil menengok kearah pria itu.
Pria itu mendengus. "Sepertinya saya tak suka dengan sebutan itu, rasanya saya sangat kesal mendengarnya" ucapnya diselingi gerutuan kesal yang membuat dirinya seperti anak kecil.
Aurell tersenyum sekilas, bahkan tak dilihat oleh pria itu. "Tapi saya lebih suka dengan panggilan itu"
"Sudahlah Nona, jangan membahasnya terus, itu membuat saya tambah kesal" ucap pria itu menampilkan raut kesalnya.
"Terserah kau saja" ucap Aurell setelah itu berlalu meninggalkan pria itu disana.
"Loh? Nona, kau mau kemana?" teriaknya namun tak ada jawaban dari Aurell, pria itu pun ingin menyusul namun tiba-tiba saja handphonenya berbunyi.
Ia mengumpat. "****! Siapa sih, nelfon gatau waktu" kesalnya sambil merogoh sakunya itu.
"Joy" gumamnya.
"Halo Joy, apa kamu sudah mendapatkan informasinya?"
"Ya tuan, sesuai yang tuan minta" ucap Joy diseberang telfon, ya Joy merupakan asisten pribadi pria yang bersama dengan Aurell beberapa menit yang lalu, pria itu Sagarra mahasiswa cupu yang baru pindah dikampus, yang sama dengan Aurell, ia menyamar menjadi pria cupu karena ada alasan tertentu, semua orang pasti akan terkejut jika dibalik itu semua ada pria tampan yang menyamar menjadi sosok yang cupu, bahkan para wanita akan terpincut jika melihat sosok wajahnya yang asli.
"Wah... Kau memang asisten yang bisa diandalkan, kerjamu sangat bagus, cepat kirim ke imelku" ucap Sagarra.
"Anda tak lupa kan tuan, jika pekerjaan saya bagus, maka tuan akan memberikan saya bonus"
Sagarra yang mendengar itu berdecak seketika. "Ck, kamu ini baru saja dipuji, udah main ngelunjak aja" ucapnya kesal.
"Kan saya cuman minta tips saya tuan"
"Ck, iya-iya soal itu gampang nanti langsung ku transfer, cepat kirimkan imelnya" ucap Sagarra tak sabaran.
"Baik tuan, laksanakan" ucap Joy setelah itu ia mematikan sambungan telfon, dan mengirimkan data pribadi yang diminta oleh Saggar.
"Dasar, soal duit aja cepet, memang benar-benar asisten mata duitan" gerutu Sagarr.
Saggar melihat data yang dikirimkan oleh asistennya, disana tertera nama Aurell, Sagarr mengerutkan keningnya.
"Hemm, Aurellia... sepertinya nama ini nampak familiar, aku pernah mendengar nama ini tapi dimana?" gumam Sagarr yang nampak bingung.
"Apa ini bukan data asli?"
...----------------...
Pagi hari, Aurell sudah sampai dikampus, ia biasanya datang bersama dengan Gavin, namun kali ini tidak, karena ia sudah mengerti bahwa pasti Gavin akan berangkat bersama dengan Eira, Gavin sebenarnya memberinya pesan untuk menunggunya karena Gavin ingin menjemput Aurell, namun Aurell tak melakukannya, sudah ditebak hal itu pasti akan sama jawabannya.
"Aurell....."
Aurell yang tengah berjalan dikoridor itu menghentikan langkahnya, kala mendengar suara teriakan yang memanggil namanya.
"Pagi, Aurell..." sapa seorang pria yang ternyata Sagarr lah memanggil namanya.
Aurell melihat kearahnya, terlihat wajah ceria Sagarr yang menyapanya, penampilannya pun tetap sama seperti kala pertemuan pertamanya, memakai baju oblong kotak-kotak, rambut yang disisir membentuk poni serta kacamata bulat tebal sebagai pelengkap khas pria cupu.
Aurell berjalan kembali tanpa menjawab sapaan dari Sagarr itu.
"Tumben kamu rell datangnya pagi-pagi, emang biasanya kamu datangnya pagi-pagi ya?" tanya Sagarr pada Aurell.
"Kadang-kadang" jawab Aurell.
Sagarr memangut. "Doni gak ikut kamu? Biasanya kan kalian sering bareng" tanyanya lagi.
"Tak selamanya, kita pergi bareng"
"Emang kamu mau kemana sekarang rell, ini bukan jalan menuju kelas kan?"
"Perpus" jawab Aurell acuh.
"Oh! Keperpus kebetulan dong aku juga mau keperpus" ucap Sagarr yang beralasan, sebenarnya ia hanya ingin dekat-dekat dengan Aurell, entah ada maksud apa Sagarr terus menempel pada Aurell, sepertinya ia memiliki rencana sesuatu.
Aurell tak menjawab, ia lalu membelokan arah ketika sudah sampai ditempat ia tuju. Sedangkan Sagarr hanya mengekor dibelakangnya.
Diperpus, Aurell tengah fokus pada bukunya, ia membaca dengan cepat, Aurell ini merupakan siswi cerdas disekolahnya dulu itu sebabnya membaca buku seperti hobi baginya.
Beda halnya dengan Sagarr, ia membalik-balikan bukunya tanpa ia lihat, ia malah menatapi Aurell yang ada disampingnya itu, tatapnya begitu intens, orang yang ditatap seperti itu pasti akan merasa tertekan atau tidak bisa fokus. Namun hal itu tidak bagi Aurell, ia masih tenang dengan bukunya itu.
"Sepertinya kau sudah pintar ya, membaca buku tanpa melihat" ucap Aurell tiba-tiba, tapi tak mengalihkan pandangannya dari bukunya itu.
Sagarr tersenyum mendengar ucapan Aurell itu. "Ya, aku ini memang pintar sedari dulu" sombong Sagarr membanggakan dirinya, jika ada asistenya itu maka ia akan mual mendengarnya.
Aurell menutup bukunya, dan beralih menatap pria yang ada disampingnya itu. "Pria aneh" ucap Aurell.
Sagarr tertawa mendengarnya, benar ucapannya Aurell itu, sangat mengingatkannya pada malam dimana Sagarr dan Aurell berada diatap Bar Clup itu.
"Haha... Sekarang kamu malah menyebutku pria aneh, tadi pria pintar sebenarnya sebutan apa yang lebih cocok denganku Aurell" ucap Sagarr sambil menatap mata Aurell, Aurell pun sama ia menetap mata Sagarr tanpa menjawab pertanyaan dari Sagarr itu.
"Aurell..."
Panggil seseorang yang membuat Aurell mengalihkan pandangannya.
Bersambung.
btw byk banget yg typo ya Thor???
singgah di novel aku yukss
ISTRI PENGGANTI TUAN MUDA TAMPAN
🙏🙏🙏