Himawari adalah gadis imut yang berusia 17 tahun, dia mempunyai sahabat bernama Shakira yang sama usianya dengan gadis tersebut mereka pun saling bersahabat.
Suatu hari Himawari bertemu dengan teman sekolahnya seorang pria bernama Bryan dan juga bernama Langit merekapun terjebak di antara cinta segitiga , bagaimanakah kisah kelanjutannya mari kita baca novelku yang ke dua Terimakasih 🙏
Karya ini fiktif dan juga hanya imajiner dari author jika ada kesamaan nama tokoh dan juga setting author minta maaf karena ini hanyalah karya yang benar-benar fiksi dan juga imajinasi saja. 🤗🤗🙏😍😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pungkies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 "Di Sekolah"
"Ha... kapan kau jerah apakah kau memang ingin jadi anak bandel?" Ujar dari Pak Guru Olahraga Kami sambil menggelengkan kepala dan juga melihat wajah Himawari yang bandel itu yang tak mengenal efek jerah sama sekali.
"Begini saja Pak, aku juga mau di hukum aku rasa, ini semua salahku karena motor bututku ini kami terlambat sekolah."Ujar dari Shakira ingin bertanggung jawab, Shakira fikir jika ia mau berkata seperti itu,Himawari akan sedikit berubah.
Dan akan menjadi anak yang rajin lalu untuk itu Shakira akan berusaha keras,bisa merubah sifat shabatnya itu. Yang dari pemalas jadi anak yang rajin dan anak yang tepat waktu .
Beberapa saat ternyata seperti biasa mereka berdua yaitu, Himawari dan juga Shakira di hukum untuk membersihkan rumput dan juga sampah di sekitar halaman sekolahnya itu.
Banyak para siswa melihat, mencibir mereka tidak sedikit orang yang mengumpat , dan juga banyak para siswa laki-laki seperti biasa menertawakan Himawari karena mereka tak asing dengan pemandangan tersebut, bahwa gadis mana lagi yang selalu jadi bahan baku perbincangan siswa sekitar, kalau bukan yaitu Himawari gadis bandel yang selalu hadir di ahir, dan juga selalu saja membersihkan area taman.
Lalu Shakira pun memandangi Himawari, ya sahabatnya tersebut , dia masih heran dan juga tak habis fikir kenapa temannya yang bernama Himawari ini sangat bodoh sekali.
Mau membersihkan sampah dan juga rumput disetiap harinya,dan dia tak malu sama sekali akan hinaan banyak siswa laki-laki, dari siswa yang paling populer, sampai dari siswa yang biasa-biasa saja.
Banyak juga para siswi yang mecibir memberi umpatan pada gadis bernama Himawari ini, namun dia tetap cuek. Seolah hal itu adalah angin yang berlalu dan berhembus di kedua telinganya.
Namun bagi gadis bernama Shakira ini adalah sebuah aib, karena ia baru pertama kali kalau terlambat harus bersih-bersih dan menjabuti rumput di sekitar mushola .
Tak berselang lama hukuman itu pun selesai, Himawari duduk di tepi mushola, mungkin dia sedang lelah, Shakira pun memandanginya .
"Inikah yang kau anggap seru, kau tak malu dengan semua cibiran para siswa laki-laki?" Tanya dari Shakira sambil memandangi wajah Himawari yang memerah juga penuh keringat.
"Ehm, biarkan lagipula aku tak tertarik dengan semua ucapan mereka padaku."Ujar Himawari dengan entengnya kepada sahabatnya itu .
"Lalu kenapa kau melakukan ini?"Tanya dari Shakira dengan nada lembut, juga sangat penasaran sekali kenapa dia bisa seperti ini.
"Sudahlah kau tak akan paham Shakira." Ujar dari Himawari dengan enteng, dia mengusap tetes peluh di wajahnya itu dan bangkit dari duduknya.
"Ayo kita cuci tangan dulu setelah itu, kita beli minuman yang segar."Ajak Himawari pada sahabatnya tersebut agar tak larut dengan rasa penasaran yang sangat besar.
"Ayo aku juga sangat haus sekali, tapi besok kau harus bangun pagi, aku tak mau kau di cemooh banyak siswa lainnya." Ujar Shakira menasihati sahabatnya tersebut, agar mau datang tepat waktu .
"Kita lihat saja besok lagipula, hari ini masih panjang kenapa berfikir besok." Ujar Himawari pada Shakira agar berhenti menasihatinya.
Sesampainya di kamar mandi ternyata ada beberapa siswi yang cantik-cantik ,anggun, berparas seperti dewi Aphrodite mereka itu nampaknya teman sekelas dari Himawari .
"Oi...oi..lihatlah gadis kecil yang sering sekali terlambat, apakah kau tak jerah sama sekali?" Ejek dari beberapa gadis tersebut mereka itu melihat Himawari ini seperti bukan melihat seorang gadis, namun mereka menatapnya seperti sebuah sampah yang menjijikan .
Bersambung...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih
coba di persingkat dan perjelas lagi biar bacanya enak