NovelToon NovelToon
Bloody Crown

Bloody Crown

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Balas Dendam / Aliansi Pernikahan / Romansa Fantasi
Popularitas:96.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rethob

Tentang jeritan dan kesakitan karna kehilangan.

Tentang darah dan air mata karna kematian.

Tentang kesakitan dan kematian yang membanjiri istana Rembrantd.

Tentang jatuhnya kerajaan Francia.

Tentang tenggelamnya seluruh hati Castalarox ke dalam lubang hitam terdalam.

Lubang hitam kemarahan, kebencian, dan dendam.

****

Putri Mahkota kerjaan Francia, menerima kehormatan tahtanya dalam kehancuran dan kepedihan.

Putri Mahkota Francesca, memakai mahkota berdarah di atas kepalanya dengan kebencian dan dendam yang sudah menghitamkan hatinya.

Dan tentang,

Seluruh Castalarox, yang harus berjuang dengan hati menghitam penuh dengan dendam mereka.

Mereka, yang akan melakukan apapun dan akan mengorbakan apa saja untuk menyelamatkan semuanya. Bahkan jika mereka harus menukar seluruh kemenangan, dengan harga diri dan nyawa mereka sendiri.

----

>>>Di sarankan membaca behind the castle dan Marrying the Prince terlebih dahulu, agar lebih bisa mengikuti cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rethob, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BC 12

PRAANGGG!!!

SRAAANGGGG!!!

Lemparan jitu sebuah gelas yang tepat ke kursi tahta Raja Feroca, langsung di susul dengan banyak pedang yang langsung terarah pada Ferdinand yang sudah melayangkan gelasnya. Pada pelempar gelas anggur yang langsung mengotori kursi megah milik Raja Bosnia.

SRAANG!

Pedang-pedang kembali bertambah dan langsung terarah pada Francesca yang sudah membungkuk untuk menangkap tubuh Summer yang hampir menyecium lantai.

Pemandangan itu, langsung membuat wajah Jeremmy memerah penuh amarah, dengan Tomy yang sudah kehilangan wajah datarnya. Dengan sangat secepat mereka berlari sambil menarik pedang mereka

SRANGG!!

Lalu di ikuti semua kestaria Francia lain

SRANNGGGG!!!

Dan di sambut oleh sisa pria berpedang Bosnia yang ada di dalam aula

SRAAANGGG!!!

Pekikan para Ladies dan ketakutan nyata mereka, nyatanya tidak bisa menghentikan ketegangan yang sudah pecah.

Ujung-ujung pedang sudah saling mengarah. Mengarah pada Francesca, Ferdinand, dan Summer. Pada Raja Feroca dan Regan. Pada para kesatria Francia. Dan pada pengawal Bosnia.

Kilapan cahaya yang memantul di pedang-pedang berpedar dan berputar saling memantul di dinding dan di lantai aula. Wajah-wajah tamu undangan sudah penuh ketakutan. Wajah-wajah para kesatria Francia sudah mengetat, dengan aroma mereka yang sangat haus akan darah dua orang yang ada di ujung pedang mereka, dan juga pengawal-pengawal lancang yang sudah berani mengangkat pedang mereka pada Her Highness, His Highness, dan Her Majesty mereka!

Francesca mengabaikan semua ketegangan yang terjadi, dirinya sangat sibuk memeriksa tubuh Summer. Summer yang bisa melihat semua ketegangan mencoba menolak Francesca sambil menggeleng kuat.

"Your Majesty.."

Tapi, Francesca tetap memeriksa setiap inci tubuh dan kulit adiknya

Keadaan di sana sudah membuat Regan kehilangan wajah menyebalkannya. Wajah menyebalkannya sudah berubah menjadi raut wajah menjengkelkan. Kedua matanya menatap sinis para kesatria Francia yang tanpa gentar dan dengan kepatuhan mutlak, sangat siap untuk membunuh mereka.

Ferdinand dengan tenang, merebut pedang di sebelah pinggang Solar yang tidak di keluarkannya. Tangannya terus menggerak-gerakan pedang tanpa membuka sarungnya, belum.

Feroca yang terus mengawasi sekitar. Menilai dan menatap semua kesatria yang jatuh pada angka ke sepuluh hitungannya. Yang artinya, jika tamu Francia-nya sudah pasti membawa pengawalan super ketat karna, bisa di simpulakan. Jika bisa saja masih ada lagi kesatria lain yang sedang menunggu di luar

Tidak masalah untuknya, seorang Pangeran handal dan sepuluh kesatria Francia tidak akan bisa--- tapi,

Saat mata Feroca bisa menangkap lambang yang ada di lengan-lengan kanan para kesatria itu, lambang yang menunjukkan gambar lambang Raja Fredrick, yang menunjukkan identitas mereka, yang artinya jika mereka adalah.... para anjing Raja Fredrick! mesin pembunuh Francia!

"Turunkan pedang kalian!"

Feroca bertindak cepat. Dirinya harus meredam semua ketegangan jika tidak ingin kerepotan.

Francesca yang akhirnya bisa melihat situasi, menegakkan kembali punggungnya dengan segala kehormatannya. Separuh sudut bibirnya tetarik saat pedang-pedang milik Bosnia sudah mulai turun. Ferdinand menyunggingkan seringainya, saat semua pedang Bosnia akhirnya turun.

Dengan wajah yang sebaik mungkin di aturnya agar kembali terlihat tenang, Feroca kembali berucap setenang dan semampu yang dirinya bisa

"Maafkan sedikit keributan pengawal muda kami yang masih labil ini Ratu Francesca"

Francesca dan Ferdinand yang bisa menangkap alasan apa yang membuat semua pedang Bosnia 'harus' turun, sama-sama menarik separuh sudut bibir mereka. Ternyata.. Raja Bosnia cukup berhati-hati dan tahu diri

"Kembali ke tempat kalian"

Perintah Francesca langsung membuat pedang-pedang milik Francia turun. Dan dengan segala kesopanan dan kepatuhan mutlak, para kesatria langsung membubarkan diri dan menyebar.

Summer melirik ke sebelah kanan dan kirinya, saat kedua tangannya sudah di genggam dengan lebut oleh kedua tangan hangat. Tangan-tangan yang selalu sangat hangat hingga menghangatkan hatinya, hingga kedua matanya kembali menggenang.

"Putri Summer, kembali"

Regan berucap pelan sambil menatap Summer dan kedua tangan Summer dengan lekat. Kedua tangan Summer yang sudah di genggam kakak-kakaknya. Dengan terpaksa, Summer mencoba melepaskan tangannya tapi,

"Sum, nanti kami akan datang untuk membawamu kembali ke rumah. Tolong tunggu dan bertahanlah. Maafkan kami"

Suara lembut Ferdinand membuat dada Summer bergetar hebat. Dengan hati yang sudah benar-benar tidak bisa di tahannya lagi, terlebih karna janji dan pemintaa maaf Ferdinand, Summer dengan cepat melompat pada Ferdinand tanpa peduli pada apapun lagi. Isakannya mulai terdengar sangat mendrama bagi orang-orang yang tidak memiliki hati.

Kedua tangan Francesca terkepal kuat saat mendengar isakan adiknya. Kedua orang tua mereka bahkan tidak pernah membuat Summer menangis hingga seperti itu, tapi lihatlah apa yang sudah di lakukan Bosnia! Di iringi suara isakan Summer yang masih terus berlanjut, Francesca berucap tajam.

"Pergilah Putri Summer. Dan berhenti menangis"

Dengan kedua tangan yang memeluk kuat tubuh adiknya, Ferdinand menatap Francesca yang sudah memberikan perintah. Kenapa Francesca?

Walaupun Ferdinand tidak mengerti keinginan kembarannya, tapi dengan perlahan dan patuh, Ferdinand mulai melepas tubuh Summer. Summer yang enggan mencoba tetap memeluk kakaknya, tapi percuma karna Ferdinand tetap melepaskannya. Tangan Ferdinand menangkup wajah Summer, menatap kedua mata basah adiknya. Pemandangan itu membuat rasa nyeri menjalar cepat di dalam hati Ferdinand.

"Pergilah Sum. Dan ingat, keluarga adalah segalanya"

Di tengah-tengah rasa enggannya, Summer menatap Ferdinand penuh makna. Ferdinand yang bisa menangkap raut wajah adiknya yang sudah sedikit berubah, tersenyum hangat. Lalu melepas tangannya, melepas adik mereka untuk sementara ini.

Seorang pria yang sedari tadi hanya diam dan terus menonton kejadian di bawah. Kejadian yang sudah mulai sedikit mendingin, terus memperhatikan keadaan dan mengharu biru di aula. Tangannya yang sedang memegang anggur sesekali menyesap isi gelasnya sambil menikmati tontonan bersama seorang wanita paruh baya di sebelahnya.

"Menarik"

Gumanan wanita di sebelahnya membuat pria itu melirik wanita di sebelahnya. Yang dengan sangat anggun kembali menyesap isi gelasnya.

"Yaa.... menarik, sangat menarik"

Pria itu ikut berguman sambil ikut menyesap isi gelasnya.

"Apa mereka tidak akan tinggal di Helstingr? Francia dan Bosnia cukup jauh"

"Kurasa mereka tidak sebodoh itu untuk tinggal di sangkar musuh, Delana"

Wanita itu, Delana, mengangguk singkat. Menyetujui apa yang di ucapkan pria matang di sebelahnya, lalu kembali berucap

"Matamu tidak bisa lepas dari Ratu muda itu Ryes"

Pria itu, Ryes, langsung menoleh untuk menatap Delana sambil mengerling

"Jika ku katakan dia sangat cantik, Apa kau akan cemburu Lana?"

Wajah tua wanita peruh baya yang masih sangat terlihat cantik untuk usianya itu mulai mengerut kesal. Kedua matanya menatap ke arah bawah dengan sinis.

"Dia memang cantik. Tapi kau milikku Ryes. Jangan coba-coba"

Kekehan halus langsung meluncur dari bibir Ryes. Tangannya kembali menggoyangkan gelas di sebelah tangannya.

"Tentu saja Lana" Kepala Ryes menoleh untuk menatap Lana dengan menggoda. "Aku akan selalu menjadi milikmu"

Mendengar janji manis yang keluar dari bibir sensual Ryes, Delana merapatkan dadanya ke sebelah tangan Ryes untuk mendekatkan bibirnya ke telinga Ryes.

"Malam ini, datanglah ke kamarku. Aku merindukanmu"

Dengan senyum menggoda yang masih tercetak di bibirnya, Ryes mengangguk patuh.

"Ok..."

Jawaban Ryes membuat Delana tersenyum, lalu mengecup sebelah pipi Ryes dengan mesra.

"Aku kembali ke bawah terlebih dahulu jika begitu" Sambil mengambil langkahnya untuk segera menuju ke tangga keluar pintu belakang, Delana kembali berucap. "Jangan terlalu lama di sini Rai"

Ryes hanya diam sambil tersenyum. Kedua matanya yang ramah langsung menggelap saat punggung Delana mulai menjauh. Hingga akhirnya senyum Ryes pun ikut lenyap bersamaan dengan menghilangnya tubuh Delana dari arah pandangnya.

Tangan Ryes terangkat, dan langsung mengsuap kasar sebelah pipinya. Rahangnya mengetat dengan arah pandang yang menatap jauh kearah depan

"Kau masih saja melayaninya Rai?"

Tanpa perlu melihat, Ryes sangat kenal suara itu. Kedua tangannya terkepal kuat sambil berdesis tajam.

"Jangan ikut campur urusan orang dewasa Richi"

"Hhm.. kau benar. Aku masih terlalu kecil untuk mengerti pekerjaan pria simpanan-- Oh tidak! kau bukan hanya simpanan, tapi budak ranjang wanita tua itu" Kekehan geli meluncur dari mulut Richard. Di sela-sela kekehannya mulut Richard berguman. "Kau pria menjijikkan yang menyedihkan Rai"

Kedua tangan Ryes semakin mengepal. Sebelah tangannya yang masih mencengkam gelas, langsung membuat gelas tidak berdosa itu retak. Retak dan tinggal menunggu sedikit sentuhan lagi agar pecah berkeping-keping

Ricahard yang terus memperhatikan Ryes mulai tersenyum sambil menatap gelas yang ada di tangan Ryes.

Dirinya menunggu, sedang menunggu waktu dengan sabar. Kapan gelas itu akan pecah hingga tidak tertolong lagi

\=\=\=💜💜💜💜

Jangan lupa like dan komennya....

1
Akutanpanama
hai kak re di tahun 2026 kapan novel ini akan dilanjut
cuma mau bilang aku lolos tes kemarin berkat doa doa dsni♥️♥️
luthfie_18
𝒌𝒌 𝒃𝒈𝒎𝒏 𝒌𝒍𝒏𝒋𝒖𝒕𝒂𝒏 𝒊𝒏𝒊
luthfie_18
𝑐𝑢𝑐𝑜𝑘 𝑢𝑡𝑘 𝑣𝑖𝑠𝑢𝑎𝑙 𝐸𝑑𝑤𝑎𝑟𝑑
luthfie_18
𝘸𝘬𝘸𝘬𝘸𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘳𝘢𝘫𝘢 𝘯𝘨𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘵𝘮𝘶 (𝘬𝘰𝘤𝘢𝘬) 😅
Akutanpanama
aduhhh kangen banget sama BC , kak re abis LE, THOA, lanjut BC please please blm bisa move dri francesca yg jd kesayangan aku
Eka Putri Handayani
kukira aja td up kak ternyata info doang😭😭
Akutanpanama
berarti ada kluarga kerajaan yg berhianat?? siapa ?? henry kah??
jd inget kisah bapaknya vict "kluarga adalah segalanya" eh ternyata dia penjahatnya
Akutanpanama
mana tokoh di nivel kak re klo bersodara pasti sama huruf depannya, ryes, regan, richard. keleigh, keyla, keneth
Akutanpanama: udah nyadar dru dlu, tp lupa komen gini heheh
total 4 replies
Eka Putri Handayani
smg cerita bloody crown jg bisa dilanjut ya kak, aku lama bngt sdh nunggu kak comeback🥲sampai aku hrs mulai baca cerita Victoria dan Fredrick dari awal
Rethe: Halo beb... apa kabar?

Sebelumnya aku mau jujur, ga bisa janji ya 🙏

Karena sudah lama bgt lupa plot-nya sama ini cerita.

Doain aja kali2 nanti tiba-tiba dpt wangsit, jd bisa lanjutin.

Bdw makasih buat support-nya selalu. Sayang banyak2 buat kalian ❤️
total 1 replies
Kaarimba
semoga cerita bloody crown bisa lanjut juga ya Thor penasaran dengan kisah Francesca dan summer
Nophy Rose01
pokoknya like like like ceritanya, author lanjut lgi dong ceritanya sampe tamat
Nophy Rose01: apa cerita bloody crown gak lanjut lgi Thor?
total 3 replies
Cut SNY@"GranyCUT"
Edward the best
Cut SNY@"GranyCUT": ok siap..
total 2 replies
Cut SNY@"GranyCUT"
eh... masih hidup nih sang kakek.
Cut SNY@"GranyCUT"
Ferdinand memang lembek, lebih memilih mati ketimbang bangkit untuk membalaskan rasa sakit.
Cut SNY@"GranyCUT"
Anastasia memang pantas menjadi pendamping Ferdinand. Ferdinand yang lembek, harus didukung seorang Anastasia yang kuat mentalnya.
revi babrol
kpn lanjut
Cut SNY@"GranyCUT"
Langsung lanjut baca ini setelah seesai baca BTC dan MTP..
Rethe
Maaf, tunggu ya. Masih di review NT 🙏
revi babrol
tak cari kok gk ada y
Kaarimba: author rethe bikin karya baru kak Monggo dibaca buka aja profilnya
total 3 replies
Akutanpanama
kalau ryes tahu apa yg dijaga edward km bakal terkejoet kejoet tidak menyangka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!