NovelToon NovelToon
The Mafia'S Obsession

The Mafia'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia
Popularitas:46.8k
Nilai: 5
Nama Author: Qisyfi Azhra

Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.

walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.

Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.

Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...

Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.

Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.

YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 (Hey Brother!)

.....Happy Reading......🙏🏻📖

H-10

Pagi Hari Kemudian...........

MANSION TORRICELLI.

Kamar Marcus dan Shannon.

Pagi ini Shannon belum juga membuka matanya, dia masih tertidur dengan pulas dalam kukungan Marcus, bahkan tangan Pria itu melingkar di perut Wanita itu.

Marcus membuka matanya dan melihat waktu menunjukan pukul 9.00 Pagi, Dia beranjak dengan perlahan dari ranjang dan pergi mandi.

Setelah mandi dia memakai pakaian khasnya, Jas hitam, celana hitam dan kemeja biru namun tanpa dasi, karena hari ini dia akan meluangkan waktu bersama Shannon sebelum menjalankan misi Mafianya.

Melihat Shannon masih tertidur pulas, Marcus mengulas senyumnya menatap wajah tajam gadis itu saat tidur.

**Potret Si tampan Uncle Mafia\, tatapannya khas**

"Dear, Wake up..."Ucap Marcus, lembut.

Shannon menggeliat kecil, namun tetap memejamkan matanya, Marcus tersenyum kembali dan mengelus kepala Wanita itu dan berbisik...

"Bangunlah, kita akan menghabiskan waktu bersama..."Bisik Marcus, lembut.

Shannon membuka matanya rada sayu-sayu, menatap wajah tampan Marcus, menatap dengan rasa tidak percaya, benarkah Marcus mau meluangkan waktu untuknya...?

"Really?ini bukan karena Uncle mau membangunkanku saja kan?"Tanya Shannon, tidak percaya.

"Yes..."Jawab Marcus, yakin.

"Baiklah aku bangun, aku mau mandi dulu..."Ucap Shannon, turun dari ranjang dan berjalan kekamar mandi.

Selesai Mandi.

Setelah 30 Menit lama mandi, Shannon keluar hanya menggunakan handuk putih sepaha, Marcus yang sedang duduk disofa, menatap tajam Shannon tatapannya biasa saja bagi Marcus namun bagi Shannon seperti ditatapan tajam singa....

"Sini..."Ucap Marcus, Shannon pun diam menatap ragu Marcus namun kemudian berjalan mendekat ke sofa tempat Marcus duduk.

"What?"Tanya Shannon, santai.

Saat Shannon berdiri didepannya, Marcus menarik pelan tubuh Shannon kedalam pangkuannya, saat ini Shannon berada dipangkuan Marcus.

"Uncle ish kebiasaan, aku sudah mandi..."Ucap Shannon, kesal dan risih.

"Apakah kau sudah mencintaiku?"Tanya Marcus, memeluk tubuh Shannon.

Marcus ingin sebelum dirinya pergi, Dia sudah mengetahui jika Shannon sudah mencintainya atau belum, karena sesungguhnya misi ini begitu berat dan memiliki banyak resiko, bisa saja dia is dead dalam misi ini.

Shannon terdiam, dia tidak menjawab, pertanyaan ini kembali diajukan oleh Marcus, sebetulnya Shannon bingung menjawabnya. Dia nyaman bersama Marcus, dia senang dengan sentuhan Marcus namun dirinya dilema untuk menerima cinta Marcus atau tidak.

'Pertanyaan ini selalu membuatku bingung untuk menjawab apa...'Batin Shannon.

"I do not know....."Jawab Shannon, menggeleng pelan.

Dia menundukan kepalanya tidak berani menatap Marcus, dia merasa takut melihat tatapan Marcus. Dia tahu Marcus pasti kecewa.

"Jangan tundukan kepalamu, aku tidak marah atas jawabanmu, aku tahu kau memang bingung..."Ucap Marcus, memeluk tubuh Shannon penuh kasih sayang.

Hal ini yang membuat Shannon merasa bersalah.

"Uncle aku mau ganti baju dulu..."Ucap Shannon, melepaskan pelukan dan pergi mengganti bajunya.

Setelah 1 Jam berganti baju Plus dandan dan memilih tas, Shannon keluar dengan tampilan yang begitu cantik and Anggun.

"Ayo kita pergi...."Ucap Marcus, menggandeng tangan keponakan cantiknya itu.

"Ya....."Jawab Shannon, tersenyum manis.

Ruang Makan.

Saat sampai diruang utama Mansion, disana ada Jenifer dan Nyonya Shannin mereka berdua sedang mengobrol, mereka melihat dari arah tangga ada Shannon dan Marcus yang turun bersama,diikuti dibelakang mereka ada Shanni.

Ya Shanni ikut turun karena dia akan pergi makan siang diluar, karena saat ini sudah mau masih waktu makan siang, karena saat ini waktu menunjukan pukul 11.30.

"Mama, Jeni, aku mau pergi dulu ya sama Uncle Marcus..."Izin Shannon pada mamanya.

"Iya sayang, hati-hati ya..."Jawab Nyonya Shannin, tersenyum.

"Mama, Shanni juga mau pergi..."Ucap Shanni.

"Mau kemana?"Tanya Nyonya Shannin.

"Hanya makan siang di restaurant saja..."Jawab Shanni, singkat.

"Baiklah, hati-hati..."Ucap Nyonya Shannin, datar.

Nyonya Shannin merupakan bagian dari keluarga Torricelli dari garis bawah, dia adalah anak dari Rafael Torricelli dan Halimah Danubarack.

TC RESTAURANT.

Mereka masuk kedalam restaurant itu dengan bergandengan tangan, mereka masuk kedalam ruangan VVIP Khusus yang dijaga ketat.

Marcus menarik kursi agar Shannon duduk, kemudian mencium kening Shannon dan duduk dikursi depan Shannon, dimeja makan sudah ada aneka makanan yang mewah dan mahal dengan harga ratusan juta bersatu makanan.

"Apakah Uncle yang menyiapkan semua ini?"Tanya Shannon, tersenyum malu.

"Bukan, tapi aku yang merencakannya..."Jawab Marcus, jujur.

"Really?ahhh thank you..."Ucap Shannon, berjalan dan memeluk Marcus.

Marcus menerima pelukan itu dan membalasnya.

"Duduklah dan kita mulai makan siang ini..."Ucap Marcus, dan dibalas anggukan kecil oleh Shannon.

Mereka pun menikmati makan siang mewah mereka dengan tenang dan tanpa bicara, hanya terdengar suara hentakan sendok dan garpu yang bertemu dengan piring, setelah 1 Jam makan siang, mereka berdua memutuskan untuk jalan-jalan.

"Uncle, bukankah kau mau menemani diriku seharian ini?"Tanya Shannon.

"Of course..."Jawab Marcus, datar.

"Temani aku ke mall dong, aku mau belanja pakaian dan beberapa tas..."Pinta Shannon.

Dreetttt......dreeeetttt......dreeettttt.....

Suara dering telphone berbunyi dari ponsel mahal milik Marcus, Marcus melihat nama yang menghubunginya dan kemudian beranjak dan mengangkat telephone tersebut.

"Uncle angkat telphone dulu ya..."Ucap Marcus, berdiri dan berjalan menjauh.

Call : Lucas Torricelli

📞Lucas : M, apa yang kau lakukan itu tidak benar ya, kau mau melakukan misi itu hanya sendiri tanpa diriku, kau keterlaluan, Jika kau mati di misi itu siapa yang akan menjadi pemimpin keluarga Torricelli, OMG, dimana otakmu saat menyetujui mengikuti misi itu, bahkan kau belum memiliki anak untuk menjadi penggantimu...

📞Marcus : Stop

📞Lucas : Stop apa, kau yang stop melakukan hal-hal gila seperti ini brother...

📞Marcus : You're crazy, stop controlling me, if you want to come, come, I'm fine....

📞Lucas : Beraninya kau mengataiku gila, aku sedang dalam perjalanan ke Indonesian, mungkin nanti malam aku akan datang...

📞Marcus : hati-hati L...

Setelah kata-kata terakhir itu, sambungan telphone pun terputus secara dua pihak, Marcus kembali berjalan dan duduk dikursinya....

"Siapa Uncle?"Tanya Shannon, datar.

"Sepupuku..."Ucap Marcus, datar.

"Ayo Uncle kita ke mall, aku sudah dapat mall yang tidak terlalu ramai, karena aku tahu kau tidak suka keramaian bukan?"Ucap Shannon, tersenyum manis.

"Kita ke mall TC Mall saja..."Ucap Marcus, berdiri.

"Okay, not problem.."Ucap Shannon, berdiri dan menggandeng tangan Marcus.

Mereka berjalan keluar dari restaurant dan menaiki mobil, supir mengendarai mobil ke mall milik Marcus, mall terbaik, termahal dan termewah, produk dari perusahaan Torricelli Corp.

TC MALL.

Saat sampai di mall, banyak mobil terparkir di Mall, Shannon keluar dari mobil diikuti Marcus, mereka berdua berjalan berdampingan tanpa bergandengan tangan.

Saat memasuki mall, seluruh mata tertuju pada Marcus yang begitu tampan, mereka tahu jika Shannon merupakan pemilik mall itu, sehingga banyak ****** yang mencoba menggoda Marcus.

Shannon yang kesal karena Shannon ditatap seluruh wanita di mall, menatap tajam mereka semua dan menggandeng lengan Marcus.

'Ish, kesal deh niat mau jalan-jalan, malah banyak wanita yang menatap Uncle Marcus, apa aku bikin Uncle Marcus jelek dulu, baru mata wanita-wanita itu tidak menatap Uncle Marcus...'Batin Shannon, kesal.

Mereka masuk kedalam toko H.M dan Marcus menemani Shannon yang sedang memilih pakaian, sepatu, bra dll.

"Uncle apakah baju ini cocok denganku?"Tanya Shannon, memperlihatkan sebuah baju tidur sexy.

"Kau mau menggodaku..."Bisik Marcus, mengelus pipi Shannon.

"Hahahahah tidak, aku hanya bertanya..."Tawa Shannon.

"Itu sangat cocok, apalagi jika kau memakainya dimalam hari dear..."Jawab Marcus.

"Okay aku beli ini..."Ucap Shannon, memasukan baju kekeranjang belanjaan.

Setelah berbelanja diberbagai toko di mall, saat ini sudah masuk waktu makan malam, saat ini jam menunjukan pukul 6 malam, Shannon dan Marcus sedang dalam perjalanan pulang ke Mansion.

Jalan ********.

Dijalan Shanni sedang menunggu taxi dihalte bus, Jalanan terlihat begitu sepi, walau jalan ini merupakan jalan yang sering dilewati orang menuju bandara.

"Kenapa tidak ada juga taxi yang lewat..."Ucap Shanni, khawatir.

Tiba-tiba ada 4 orang laki-laki dengan tampilan seperti preman, Wajah Shanni pucat dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada dirinya.

"Cantik ada uang tidak?"Tanya Preman satu.

"Cantik banget sih\, enak juga kalo diajak *****..."Ucap Preman dua.

"Bagi uang dong cantik.."Ucap Preman empat.

"Pengen ****** bareng kamu deh..."Ucap Preman tiga.

Walau Preman itu tidak menyentuh apapun hanya berbicara saja, tapi itu bisa membuat Shanni ketakuan, bahkan air mata gadis itu menetes.

'Tuhan kirimkan malaikat tampan untuk menolongku, jika ada orang yang menyelamatkanku itu artinya dia adalah malaikat pilihanmu dan calon suamiku...'Batin Shanni, memohon pertolongan Tuhan.

Salah satu preman berjalan mendekat dan akan menyentuh  pipi Shanni, namun tiba-tiba ada mobil mewah yang berhenti dihalte bus, turunlah seorang Pria yang sudah tua namun tetap tampan menghampiri mereka.

"Apa yang kalian lakukan pada dirinya?"Tanya Pria itu, dingin.

"Aaa...aaa....aaa...T-tidak T-tuan..."Jawab keempat preman itu, ketakutan dan gemetar.

"S-saya...p-permisi...T-tuan..."Ucap para preman itu lalu pergi.

"Are you okay?"Tanya Pria itu, datar.

"I'm Okay, Thank you sir for saving me..."Ucap Shanni, menghapus air matanya.

"Kenapa anda bisa disini sendirian, ini sudah malam, tidak baik seorang wanita sendirian ditempat sepi seperti ini..."Ucap Pria itu.

"Saya baru pulang dari mall, dan saya sedang menunggu taxi, karena supir saya tidak bisa dihubungi..."Ucap Shanni, tersenyum tipis, dia tidak menyangkan pria seumuran Uncle-Nya lah yang akan menjadi suaminya kelak.

"Saya yang akan mengantarmu, naiklah..."Ucap Pria itu, berjalan memasuki mobilnya, Shanni terdiam dia bingung harus apa, dia pun memasuki mobil dan duduk disebelah pria itu.

Di Dalam Mobil.

"Kita akan kemana Tuan?"Tanya Supir pada Lucas.

"Dimana alamat rumahmu?"Tanya Pria itu, datar.

"Housing ******* No. 120 Blog. A..."Jawab Shanni\, datar.

'Bukankah itu Mansion M?siapa wanita ini...'Batin Pria itu.

"Tuan kenalkan nama saya Shanni, nama anda?"Tanya Shanni, memperkenalkan namanya.

"L...."Ucap Lucas, datar.

'L, namanya L?'Batin Shanni, bingung.

"Baik Tuan L..."Jawab Shanni, tersenyum tipis.

MANSION TORRICELLI.

Masuklah Marcus dan Shannon berjalan berdampingan, Shannon berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian diikuti Marcus.

Setelah berganti pakaian mereka turun kembali untuk makan malam, terlihat sepasang suami istri sedang menunggu anak-anaknya.

"Good Evening Papa, Mama..."Ucap Shannon, duduk.

"Too dear...."Jawab Papa & Mama, bersamaan.

"Dimana Shanni nak, dari tadi tidak terlihat?"Tanya Mama, raut khawatir.

"Tidak tahu..."Jawab Shannon, santai.

Tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki Mansion, Marcus berfikir jika itu adalah sang sepupu, Lucas Torricelli. Tiba-tiba masuklah Shanni kedalam Mansion dan langsung berhambur ke pelukan kakaknya sebari menangis.

"Hiks.....hiks....hiks....Kakak..."Tangis Shanni, memeluk Shannon.

Shannon kebingungan dan menatap sang adik dengan raut bingung, namun tetap membalas pelukan Shanni sebari menenangkan adik kembarnya itu.

"Sudah, sudah, kenapa?"Tanya Shannon, lemah lembut.

"Hiks.....hiks....hiks....kakak...aku takut..."Ucap Shanni, terisak.

"Kenapa sayang, kenapa heemm?"Tanya Nyonya Shannin, berjalan mendekat kekursi Shannon dan mengelus kepala Shanni.

Sisi lain, Sepupu yang baru bertemu setelah 5 Tahun tidak pernah bertemu karena pekerjaan masing-masing..

Terkadang mereka bertemu di Mansion Utama di New York saat pertemuan keluarga penting.

"Hey Brother! How are you..."Tanya Lucas, memeluk Sepupunya.

Marcus tidak membalas  kata-kata, namun membalas pelukan sepupunya itu, Terlihat Tuan Alendro menatap bingung L...

"Kamu L kan?Lucas?anaknya Tuan Abraham Torricelli dan Baby Vanilla Torricelli?"Tanya Tuan Alendro, tatapan terkejut.

"Yes...."Jawab Lucas, datar.

"Yaampun nak, kamu lupa sama Uncle, Uncle Alendro..."Ucap Tuan Alendro, tersenyum bahagia.

'Who?'Batin Lucas, bertanya.

"Saya bahkan tidak tahu anda siapa..."Jawab Lucas, datar.

"Tentu saja kau tidak tahu, saat itukan kau masih bayi..."Ucap Tuan Alendro, tertawa.

'Eheemmm, Pantesan...'Batin Lucas.

Sedangkan Shannon menahan tawanya dan mencoba menenangkan sang adik dibantu Mamanya, Wajah Marcus yang begitu sangar menatap Shanni dengan tatapan bingung lalu menatap tajam Sepupunya.

"Sebenarnya kenapa dengan putri Uncle?"Tanya Tuan Alendro, melirik sekilas putrinya.

"Oh, wanita itu putri anda, Tadi dia diganggu preman dan hampir dilecehkan namun itu tidak terjadi..."Jawab Lucas, datar.

"Huaaaaaaahhhh....Hiks......hiks.....hiks...Kakak, tadi pipiku hampir disentuh preman itu....hiks..."Tangis Shanni, makin kencang.

"Really?Yaampun putri Mama, yang mana yang disentuh nak..."Tanya Nyonya Shannin, panik dan khawatir.

"Yang ini..."Ucap Shanni, menunjuk pipinya yang kanan.

Langsung Shannon melepaskan pelukannya dan melihat apa yang akan dilakukan Mamanya, Nyonya Shannin mengelus pipi kanan Shanni.

"Yaampun, tenang sayang ini pasti bersih kok..."Ucap Nyonya Shannin.

'Lelucon macam apa ini?Kan wajahnya tidak disentuh preman itu...'Batin Lucas, bingung.

"Ma, sudah ma, wajah Shanni kan tidak disentuh preman itu, lebih baik sekarang kita mulai makan malamnya, pasti Semua sudah lapar, iyakan pa?"Ucap Shannon.

"Benar ma..."Sahut Tuan Alendro.

Pada akhirnya mereka semua melakukan makan malam sekaligus perkenalan, Mulai dari situ Shanni terfikir dengan janjinya dalam hati, dia pun mulai berkeringat, melirik sekilas wajah alim Lucas.

'Aduh, bagaimana ini, bagaimana mungkin aku mendekati pria tua bangka ini...'Batin Shanni, kebingungan.

Setelah selesai makan, Marcus dan Lucas pergi ke ruang kerja untuk membicarakan suatu masalah, sedangkan Shannon pergi kekamar untuk istirahat dia cukup lelah dengan hari ini.

Ruang Kerja.

Marcus duduk dikursi kerjanya, sedangkan Lucas duduk single seat, mata kedua orang itu sama-sama tajam, wajah mereka sama-sama sangar.

"Well, kenapa kau mau melakukan misi itu tanpa mengajakku..."Tanya Lucas, To the point.

"Apa urusannya denganmu..."Ucap Marcus, dingin.

"Tentu saja ada, kau kan sepupuku, jika kau mati siapa yang akan menjadi penggantimu Tua..."Ucap Lucas, kesal.

"Stop it, ucapanmu tidak berguna..."Ucap Marcus, kejam.

Orang kalau dengan Marcus berbicara kayak gini, bisa kena Mental, lihatlah pria itu kata-katanya kejam dan mengerikan, tapi tidak dengan Lucas yang bisa membalas kata-kata itu lebih kejam.

"What, kau yang tidak berguna M..."Ucap Lucas.

Dan mereka pun perang mata, tatapan mereka sama-sama tajam, membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri dan mengucapkan istigfar.

"Jadi kau akan melakukan misi itu di negara ******\, bukankah itu negara konflik..."Ucap Lucas\, raut wajah datar.

"Bukankah dari dulu misi itu memang di negara itu..."Ucap Marcus, dingin.

"Ya kau benar, sudah beribu-ribu mafia mencoba melakukan misi ini, namun gagal, semuanya meninggal, apakah kau mau seperti mereka..."Ucap Lucas.

"Itu tidak akan terjadi, mereka gila dan tidak bisa berfikir cara mendapatkan berlian itu.."Ucap Marcus, santai.

"Aku tidak mengerti cara menghilangkan kegilaanmu M, walau begitu aku akan tetap ikut denganmu, tua..."Ucap Lucas, kesal.

"Berhentilah mengataiku tua, bukankah kita seumuran, kau juga sudah tua..."Ucap Marcus, dingin.

"Yaudah, aku mau istirahat dulu..."Ucap Lucas, berdiri dan pergi.

**Visual Lucas Torricelli\, Gak kalah tampan kan dari Uncle Mafia?🤨\, Manggilnya apa nih\, tulis di colom commentar ya**

Kamar Marcus dan Shannon.

Saat memasuki kamar, Marcus melihat Shannon duduk disofa dengan piyama tidur merah, yang menambah kesan glamor pada dirinya..

Saat melihat Marcus masuk, Shannon tersenyum manis...

"Sudah bicaranya Uncle?"Tanya Shannon, berdiri dan menghampiri Marcus yang berjalan kesofa diranjang.

"Hmmm.."Jawab Marcus, datar.

Brap.....

Tiba-tiba Shannon memeluk Marcus dengan erat, kemudian dia menangis dalam pelukan pria itu tanpa sebab, Marcus terdiam menatap Kepala Shannon yang berada didadanya.

"Why?kenapa hmm?"Tanya Marcus, menenangkan Shannon.

"M-maafkan aku, aku belum bisa mencintaimu juga, terimakasih karena kau sudah mau menerimaku.."Lirih Shannon, tetap menangis dalam peluk pria itu.

"Hey sudah, kenapa menangis, aku tahu kamu butuh waktu dear..."Ucap Marcus, yang mampu sedikit menenangkan Shannon.

Shannon memeluk Marcus semakin erat, Marcus yang tidak tega pun menggendong Shannon dan meletakannya di ranjang, Mereka pun tidur sebari Shannon tidak mau melepaskan pelukannya.

To be continue.

Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊

Terimakasih🙏🏻

1
Qiss Nur Qhaisara
benar menjijikkan sih
Dwi Andini
lanjutkan kk
asri3utami
visualnya si maximo lagi, jadi tambah suka 😁😁
asri3utami
cerita nya agak mirip 365 days, tapi tetep suka 😄
Sitiaisyah Putri
kayaknya seruu nih
Gemilang Adja
katanya Marcus cinta sama Shanon tapi ini kok malah sering bercinta sama Tiara,jadi bingung saya...,.
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih Kak🙏
total 1 replies
Sun
alvin lebih ganteng
Aisyah Suyuti
menarik
Claudya Imelda
ini mana lanjutnya
Ade Hariani
di translet dong tor
👠Queen inces👠
aisss nggak beber nih ceritax
kok gitu sih

pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Nur Halipa
ribet nya alur cerita nya...
Nur Halipa
terlalu blak blakan alur cerita nya...
Nur Halipa
gak tau alur cerita nya bagaimana kaya gimana gitu...
Nur Halipa
kok gitu sih alur ceritanya Marcus gak punya hati banget si Marcus😠😠
jk👑
mampir
Rere Niae Cie'kecee
semangat tour😍😍😘🤗
Fatimah_az zahro
Maksa banget sih Uncle M, Kasihan kan Shannon di paksa...😠

Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...

Semangat kerjanya author sayang😊💞
Q. Az-Zahra: Terimakasih kak, sayang banyak-banyak dari Q untuk kakak cantik💖😊
total 1 replies
Fatimah_az zahro
Semudah itu Lucas menyetujuinya?😠

And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...

Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Fatimah_az zahro
Ya Ternyata Shanni tak direstui oleh Mom Aini, sabar ya Shan....

Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....

Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!