NovelToon NovelToon
Tahanan Cinta CEO

Tahanan Cinta CEO

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 5
Nama Author: Irma Kirana

Dia cinta pertama mu, kamu mencintai nya sepenuh hati tapi dia tidak mencintai mu? Selama 2 tahun kamu menjadi istrinya demi membayar hutang dan tidak dianggap? Lagi-lagi menikah karena kontrak?

Cukup! Aku ingin menyudahi semuanya. Begitulah kata Latisha Anindita seorang asisten manager di sebuah perusahaan Fashion ternama di ibu kota yang menikah dengan Raymond Argantara Presdir Argantara grup. Pria dingin yang pernah dia temui.

"Kak, aku mau cerai!"

"Cerai?Jangan mimpi! Bisa apa kamu tanpaku?"

Ketika meminta cerai, pria itu malah tak mau melepaskan nya dan mengikatnya dengan berbagai cara seolah ia adalah tahanan. Lalu kenapa dulu dia mengabaikan nya?

Apakah mereka akan bercerai? Ataukah cinta malah mereka malah semakin kuat?

Temukan jawaban nya di novel ini!

Area 18+

sumber gambar : pinterest

Update setiap hari,bila tidak ada halangan ❤️🙏 pukul 09.00 kalau ada chapter lebih, up sore pukul 2 siang

Mohon maaf bila ada typo dalam penulisan ataupun bahasa yang kurang tertata🙏😊 author juga manusia yang punya banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Tidur bersama

Tiba-tiba suasana menjadi hening, begitu kata cerai terucap dari mulut Ray dengan mudahnya. Tanpa berkedip, dia sudah menalak istrinya itu.

Tisha tidak bergeming, dia sempat terdiam selama beberapa waktu. Kedua tangannya terkepal memegangi seprai ranjangnya dengan gemas, jantungnya rasanya seperti mau berhenti.

Ya, ini memang yang ia inginkan sejak awal.. Berpisah dari Ray. Tapi kenapa hatinya terasa sakit saat sang suami menjatuhkan talak satu padanya?

"Kakak.. apa kakak yakin?" tanya nya sambil menelan saliva nya

"Bukankah ini yang kamu mau?" tanya Ray sambil menatap gadis yang sedang duduk di sudut ranjang itu.

"Kakak akan menyerah padaku begitu saja? apa kakak benar-benar berfikir jernih saat ini? apa ini benar-benar yang kakak inginkan juga?" tanya Tisha dengan suara yang lemah.

Setidaknya aku ingin tau, aku ingin mendengar bahwa kamu mencintai ku kak.. Aku yakin kamu mencintai ku, hanya saja kamu belum membuka hatimu untukku. Kalau kamu mengatakan isi hatimu sedikit saja, aku akan berjuang denganmu.

Kali ini giliran Ray yang terdiam, ia tampak sedang memikirkan sesuatu yang dalam. Wajahnya terlihat serius.

"Kamu benar, lebih baik melepaskan daripada menggenggam dan kesakitan. Ini yang terbaik, perceraian kita. " ucap Ray dengan berat hatinya

"Jadi begitu ya.." Tisha bicara pelan, ia kecewa dan masih berharap Ray tidak akan melepaskan nya.

"Kita akan bercerai, tapi aku punya syarat"

"Apa kak?" tanya Tisha

"Berkencan lah dengan ku selama satu bulan, setelah satu bulan itu aku akan melepaskan mu selamanya"

Selama satu bulan itu aku akan meyakinkan perasaan ku ini. Benar atau tidak, bahwa hatiku sudah mulai terbuka.

"Baik, ayo kita berkencan selama satu bulan" jawab Tisha sambil tersenyum pahit.

Selamanya? melepaskan ku selamanya? semudah itu? apa memang benar selama ini aku tidak lebih dari kebutuhan nya saja?

Ray menyuruh Tisha untuk beristirahat karena kaki nya masih belum sembuh. Tiba-tiba Tisha menanyakan dimana ponselnya. "Nanti aku akan belikan yang baru" jawab Ray

"Belikan yang baru? kenapa? itu ponsel yang ku beli dari gajihan pertama ku! apa yang terjadi dengan ponselku?" tanya Tisha curiga.

"Pokoknya nanti ku belikan yang baru, ponsel apapun yang kamu inginkan. Lupakan saja ponsel lama mu itu" kata Ray

"Lupakan? apa maksud kakak? mana bisa aku melupakan nya!" Tisha terlihat marah

kenapa dia semarah ini hanya karena sebuah ponsel murahan?

"Ponsel itu sudah jelek, aku membuangnya"

"Kenapa kamu buang?! dimana kamu membuangnya?!" tanya Tisha emosi

"Kalau dibuang ya kemana lagi? kenapa sih kamu begitu marah karena ponsel butut saja?" tanya Ray tak mengerti

"Ponsel butut? bagi kakak mungkin itu hanya ponsel butut, tapi buatku tidak."

Gadis itu tampak marah bercampur sedih, ia berjalan tertatih tatih keluar dari kamarnya untuk mencari ponselnya di ruang tamu. Ray mengekorinya dari belakang, ia tak paham kenapa Tisha begitu marah pada ponsel yang sudah butut dan ketinggalan zaman itu. Bahkan semenjak mereka menikah, Ray tidak pernah melihat Tisha memakai barang mewah.

Ponselnya juga tidak pernah ganti, meski sudah beberapa kali di servis. Mengapa Tisha begitu terobsesi pada ponsel butut nya itu? Ray tak paham. Tisha bahkan sampai keluar malam-malam ke depan rumah nya, mencari ponselnya di tempat sampah.

"Dimana? kenapa tidak ada disini? kenapa kakak buang ponselku?" tanya Tisha sambil mengorek ngorek tempat sampah itu.

"Hentikan jangan dicari lagi! aku bisa membelikan ponsel yang bagus dan mahal dari itu. Relakan saja ponselmu itu" Ray memegang kedua tangan Tisha

Dia nangis?

"Ponselku.. itu bukan masalah harga nya, tapi.. hiks" Tisha menangis tersedu-sedu seperti anak kecil.

"Kamu nangis? hey, udah dong itu cuma ponsel aja, aku bakal belikan yang kamu mau? udah jangan nangis lagi" Ray mengernyit dahinya, ia tampak bingung dan panik bagaimana membujuk gadis yang sedang menangis itu.

"Di dalam ponsel itu ada sesuatu yang tidak bisa tergantikan oleh apapun juga. Disana ada foto orang yang sangat berharga bagiku dan hanya satu satunya!" teriak Tisha marah

Ayah.. bagaimana ini, aku tidak punya fotonya lagi. Tisha terlihat sedih, ia masih menangis.

Orang yang sangat berharga baginya? bukankah dia hanya punya diriku? tapi sepertinya orang yang disebutkan itu bukan aku. Apakah pria yang menelpon tadi itu adalah orang berharga baginya? sial! memikirkan nya saja aku sudah kesal.

"Pokoknya lupakan saja ponsel itu, aku akan belikan yang baru"kata Ray tegas

Aku harus memeriksa ponselnya, apa benar ada pria lain disana?

"Aku tidak butuh ponsel baru! " Tisha menendang tempat sampah dengan kaki nya yang terasa sakit.

BRAK

"Aduh.. sakit" rintih nya sambil memegang kakinya yang keseleo itu.

"Sakit kan? siapa suruh kamu menendang tempat sampah? bodoh" kata Ray sebal

"Karena siapa aku marah seperti ini? kakak benar-benar menyebalkan" Tisha memegang kaki nya yang kesakitan

Ray menggendong Tisha secara tiba-tiba. Jantung Tisha kembali berdebar kencang saat pria itu menyentuh tubuhnya, dan menggendong nya dengan lembut.

"Turunkan aku.."

"jangan kepedean, aku melakukan ini bukan karena aku mau. Ini karena kaki mu belum pulih sepenuhnya dan kamu belum punya tongkat berjalan" kata Ray dingin

Ya Allah, kenapa aku masih berdebar seperti ini? padahal kata-kata nya terdengar dingin, namun entah kenapa aku merasa kalau dia perhatian padaku.

Tangan Ray yang satunya lagi menyeka air mata Tisha. Tisha terkejut karena Ray yang gila kebersihan bisa melakukan hal itu padanya, mengusap air mata nya dengan lembut.

"Kamu sudah jelek, tambah jelek lagi kalau menangis"

Lupakan apa yang kupikirkan barusan? dia tidak lembut sama sekali.

Ray sedikit tersenyum melihat wajah cemberut istrinya. Ray menggendong Tisha sampai ke kamarnya, ia merebahkan gadis itu di ranjang empuknya. Tak lupa Tisha meminum obatnya yang ada di meja sebelum ia akan tidur.

Ray juga bersiap untuk tidur, ia naik ke atas ranjang yang ada di sebelah Tisha.

"Kenapa kamu naik ke ranjang ku?" tanya Tisha

"Tentu saja mau tidur" jawab Ray dengan wajah datarnya

"A-Apa? tapi kenapa tidur disini? bukan di kamarmu?" tanya Tisha terpana

"Malam ini aku akan tidur disini. Kita akan tidur bersama" jawab Ray sambil berbaring di samping Tisha akan tidur.

Tisha kebingungan melihatnya, bagaimana bisa Ray mengatakan akan tidur bersama dengan wajah datar nya? Tisha merasa tidak adil karena Ray sama sekali tidak merasakan apa yang ia rasakan. Dalam hatinya ia berdoa agar Ray merasakan apa yang ia rasakan juga.

"Kenapa kakak tidur disini? bukankah kakak tidak suka tidur dengan orang lain?" tanya Tisha

"Kamu sedang sakit, aku akan menjaga mu malam ini."

"Tidak usah, kakak pergi saja"

DEG,DEG!

Curang, tidak adil. Bagaimana bisa hanya aku sendiri yang merasakan seperti ini? dan dia terlihat biasa saja.

"Bagaimana jika kamu ingin ke kamar mandi malam-malam? dengan kakimu yang seperti itu kamu tidak akan bisa" jelas Ray

Kenapa wajahnya memerah? apa dia demam?. Ray terlihat cemas melihat pipi Tisha memerah

Ray meletakkan satu tangannya di kening Tisha, lalu ia menyentuh leher Tisha juga. Tisha hanya terdiam, ia merasa aneh saat disentuh oleh Ray.

Aku demam?

"Ternyata kamu demam, pilihanku sudah benar untuk tidur disini malam ini. Karena kamu sudah minum obat, tidurlah" Ray membaringkan istrinya ke ranjang, dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut hangat.

"A-aku akan tidur di lantai saja"

Dia akan marah kalau aku tidur seranjang dengannya.

"Kenapa di lantai?" tanya Ray sambil beranjak duduk.

"Bukankah dulu saat kita tidur dalam satu kamar di rumah besar, kakak selalu menyuruhku tidur di lantai?" tanya Tisha dengan wajah polosnya

Ray tiba-tiba malu ketika teringat kejadian masa lalu, ia selalu memperlakukan Tisha dengan kasar dan dingin. Bahkan saat tidur satu kamar, Tisha selalu tidur di lantai karena Ray tidak mau seranjang dengan orang lain.

"Tidak usah, kalau kamu merasa tidak nyaman. Aku saja yang akan tidur di lantai"

Loh? kok jadi dia yang mau tidur dilantai? batin Tisha bingung

"Tidak kak, aku akan tidur dilantai"

"Mau tidur dimana kamu saat dalam keadaan demam seperti ini? kalau kamu tidak nyaman, aku yang pindah" jelas Ray sambil beranjak duduk dan membawa bantalnya

Apa dia masih marah karena aku menghilangkan ponselnya? Ray terlihat cemberut.

Tisha memegang ujung kain piyama tidur Ray dan menatap suaminya itu. " Ti-tidur saja disini, tidak apa-apa"

"Aku di lantai saja" kata Ray

"Tidak apa-apa, kita tidur bersama saja. Cuacanya dingin lagi musim hujan"

Tenang Tisha, ini baik-baik saja. Tisha memegang dadanya

"Haa.. baiklah kalau kamu memaksa" Ray kembali berbaring di samping Tisha.

Dengan hati-hati Tisha membuat pembatas guling dan bantal di tempat tidur yang lumayan luas itu.

"Kenapa pakai pembatas?"

"Aku takut kalau aku menyentuh kakak saat tidur"

"Iya benar juga, siapa yang saat itu tidur dan menindih tubuhku? tidurnya tidak mau diam juga" Ray tersenyum menggoda istrinya

"A-aku.. " Tisha terlihat malu

Jadi saat itu dia sudah bangun? apa dia mendengar semua ucapan ku? saat itu kan kita habis berciuman untuk pertama kalinya.

"Sudah! tidurlah ini sudah malam, besok aku harus bekerja" Ray tersenyum lembut untuk pertama kalinya saat melihat Tisha. Ia tampak menikmati wajah istrinya yang malu-malu.

Apa benar Kak Ray dulu adalah anak yang ceria seperti apa kata dokter Harun? Melihat dia tersenyum begitu, seperti nya benar ya? apa aku harus membantunya membuka hati? tapi.. kenapa aku harus membantu orang yang tidak mencintaiku sama sekali. Tisha terlihat bingung

Tisha berbaring, beberapa saat kemudian ia tertidur pulas. Mungkin karena efek obat yang sudah ia minum, sesekali Ray bangun untuk memeriksa kondisi tubuh nya. Takut-takut kalau Tisha demam lagi.

"Tidurmu tenang sekali tidak seperti waktu itu, apa karena kamu sedang sakit?" Ray tersenyum dan menyandarkan kepalanya bertumpu pada tangan. Ia melihat ke arah Tisha yang tertidur sangat tenang.

Apa yang harus aku lakukan padamu? aku juga tidak tau perasaan ku padamu yang sebenarnya? selama satu bulan itu aku akan memastikan nya.

Tangan Ray membelai rambut Tisha yang menghalangi wajahnya, Tisha sama sekali tidak terusik. Seolah mimpi indah sudah melahapnya, hingga ia tidur begitu lelap. Pelan-pelan Ray turun dari ranjang nya, ia menelpon Gerry.

"Ya.. halo?" jawab Gerry yang terbangun dari tidur nyenyak nya karena telpon dari Ray.

"Gerry, selidiki pria yang sedang dekat dengan istriku. Nomornya akan ku kirim padamu, kamu lacak sekarang juga " ucap Ray

"Mana saya tau.. hoam.." Gerry menguap, menjawab dengan malas

" Gerry jawab yang serius! mau mati ya??!" ujar Ray membentak

"Baik pak, maaf pak. Saya akan segera melacaknya, tapi saya dengar nyonya pernah menyebutkan nama pria itu pak. Menurut saya bapak harus tau" kata Gerry mulai serius

"Siapa namanya?"

"Zayn, saya dengar begitulah nyonya memanggil nya"

"Selidiki nomor yang ku kirimkan padamu, juga seseorang yang bernama Zayn. Aku mau informasi nya pagi ini " kata Ray tegas

Sial, nambah lagi deh kerjaan ku. gerutu Gerry dalam hatinya sebal

"Siap laksanakan pak!" jawab Gerry patuh

Karena inilah gaji ku besar berbeda dari pegawai lainnya.

...---***---...

Readers, mohon maaf kemarin tidak up. 🙏🤗

jangan lupa like komen nya ya kalau sudah baca.

1
alfhnr
Luar biasa
Indah Xue shan shan
tisya goblok yg buat ceritanya jngan terlalu drama
Sunny Kwok
Luar biasa
Shifa Burhan
contoh novel munafik dan egois

hanya karena authornya wanita jadi semua kelakuan menjijikan tisha mereka bela dan benarkan

lihat saat tisha melakukan kesalahan2 bahkan kesalahan paling menjijikan sekalipun semudah itu dimaafkan dan kalian buat ray karakter bodoh dan tidak tegas semudah itu menerima semua kelakuan tisha
bandingkan
saat kalian buat ray yang melakukan kesalahan, kalian buat dia menderita, menyesal, mengemis maaf, berjuang kayak orang bodoh, dan kalian buat karakter tisha tegas pergi dan tidak mudah memaafkan
ini yang kalian anggap adil, ini adalah hasil pemikiran egois kalian sebagai wanita dan kalian tuangkan kedalam novel maka jadi lah novel munafik

dan satu lagi kemunafikan wanita yang tidak pernah hilang
*kalian melaknat pelakor tapi kalian begitu memuja pebinor bahkan begitu spesialnya sosok ini hingga bisa merasakan tubuh iatri orang

renungkanlah
Nsaa Indri
yey cerita baru lagi thor
Irma Kirana: iya kakak, ayo mampir ya
total 1 replies
Nani Haryati
ga cinta tp panggilny sayang 🤪
Suherni Erni
Salah perempuan jg udah tau laki orang masih nvarep..tolol namanya
Crystal
Kenapa tiap baca cerita Author ini, pemeran lelakinya yg sudah beristri harus tidur dengan mntan pcarnya. Dan ujung2nya lelaki minta balik lagi ke istrinya. Kya ga ada alur lain gtu lo. Kasian bgt yg jadi istrinya kya di cerita ONE NIGHT STAND WITH UNCLE😪
STARLA my journey
seru
STARLA my journey: smmgt ka
total 2 replies
Porman Siahaan
thor knp sih tulisanx bicara dlm hati, terus diulang lg yg didlm hati, jdbacax bosannnn
SriWangi
masa baru tiga bulan udah ngeluh, gimana ray yang nunggu selama enam tahun
SriWangi
kalo aku jadi ray mending mundur jangan terlalu merendahkan diri
SriWangi
si tisha sama mantan suaminya aja sok keras, tapi sama pembunuh malah lembek
❄️ sin rui ❄️
pishaa goblok kabur anak nya di tinggal 🤣🤣🤣 jadi kurang updol kaabur nya
Rizal Zanuar Jr.
baru mendarat,setelah terombang ambing di novel kultivasi.pengen ganti suasana biar gx boring,baca cinta cintaan dulu.pdhl suka bikin badmod klo bca novel genre kek gini bikin emosi jiwa,tpi gpp buat ganti suasana
Irma Kirana: makasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Najwa nayyara
tokohnya nggk bisa lebih goblok lagi nih...katanya sempat kuliah di luar negeri meskipun nggk lulus...Thor bikin cerita masuk akal dikitlah jangan cuna menperpanjang tulisan aneh
Maria Kilis
makasi thor Crt'y sgt bgs.
Irma Kirana: makasih kakak😘😘
total 1 replies
bagus deh klo Lu pergi jauh Dr kehidupan Ray DASAR JALANG LU 😏 fani pelacur
fani jalang Lu ngpain ke RS ehh
karena Ray sngat cinta sm Tisha jdi Lu gausah kya jalang pelacur paham Lu cabe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!