deleted
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwik arfiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NIKAH SMA 12
Nikah SMA 12
Setelah beberapa jam mereka bergulat dengan tugas tugas sekolah akhir nya mereka pun menyelesaikan tugas nya pada jam 12 siang tepat pada saat waktu sholat Dzuhur.
"Sholat dulu yuk." Ucap Fatih.
"Gas."
"Eh, san sholat mana nih?." Tanya Dhani.
"Di mushola aja. Deket kog. Tapi, bentar aku ambil sarung dulu." Ucap Hasan.
Hasan pun pergi ke kamar nya dan mengambil sarung. Ia melihat Widya tertidur. "Setidaknya ia bisa melupakan rasa sakit nya sementara waktu." Gumam Hasan.
Hasan pun turun. Bersama teman teman nya ia pun pergi sholat di mushola.
Di sisi lain.
Widya terbangun karena merasa badan nya sudah lebih baik. Ia turun kebawah namun, tak menemukan siapa pun.
Ia melirik ke arah jam. Ia pun sadar itu waktu nya untuk sholat. Ia berfikir sembari menunggu mereka semua kembali Widya akan memasak untuk makan siang.
..
Semua makanan sudah siap.
Teman teman nya pun sudah terdengar pulang.
Ketika Hasan membuka pintu aroma masakan Widya langsung tercium.
Aroma nya begitu menggoda hingga membuat penghuni perut Hasan dan teman teman nya berteriak.
"Bubu?." Panggil Hasan.
"Baba."
"Assalamualaikum." Ucap Widya. Ia pun lantas mencium punggung tangan Hasan.
"Temen temen di ajak makan dulu ba. Udah siang pasti mereka lapar." Ucap Widya.
"Bubu udah enakan?." Tanya Hasan.
"Udah lebih baik." Ucap Widya.
"Alhamdulillah kalau begitu. Ya udah baba panggil dulu temen temen." Ucap Hasan.
"Ba,- menghentikan langkah Hasan.
"Sini in sajadah nya biar aku simpan." Ucap Widya.
Hasan pun memberikan sajadah nya. Kemudian ia memanggil teman teman nya.
"Silahkan di Makan. Maaf, cuma bisa masak ini." Ucap Widya.
"Ga masalah, ini udah lebih dari cukup." Ucap Fahmi.
"Enak banget ya Lo san. Udah nikah, udah ada yang ngurusin, tiap hari di masakin istri. Mana masakan nya enak lagi. AnJir kita tukeran posisi yuk." Ucap Fatih.
"Makan tu diem ga usah banyak bacOt!" Ucap Hasan kesal.
"Bubu ga makan?." Tanya Hasan.
"Masih kenyang tadi, udah minum susu." Ucap Widya.
Hasan lalu mengambil nasi lauk serta pauk di sendok nya. Ia menyuapi Widya. Ia tak mau Widya kelaparan.
"Ini makan, aku ga mau nanti sakit lagi. Di tambah bubu lagi bulanan harus banyak makan." Ucap Hasan.
Widya pun membaca doa lalu memakan, makanan yang Hasan suap kan.
"Astaghfirullahaladzim, banyak iblis pak buk di kanan kiri anda." Ucap Nada menyindir.
"Bodo amat, kita berdua udah sah." Ucap Hasan kesal. Lalu ia menyuapi lagi Widya tanpa memikirkan teman teman nya yang iri.
"Sah sih sah. Tapi, baru dari agama, negara nya belum." Ucap Hima tanpa sadar.
"Ehm." Widya langsung mengambil air putih di depan nya lalu meneguk nya.
"Ehm ba, bentar aku melupakan sesuatu di atas." Ucap Widya.
Ia langsung pergi ke atas setelah mendengar apa yang di katakan oleh Hima tadi.
Hima yang, masih belum sadar dengan apa yang dia katakan masih dengan santai meneguk air nya.
"Him, tolOl banget sih Lo jadi adek! Dah tau Widya lagi bulanan ngomong Lo ngasal. Ngotak dikit kalau mau ngomong!." Ucap Nada kesal.
Nada hendak berdiri untuk membersihkan piring piring nya.
"Biarin aja, biar nanti aku yang beresin." Ucap Hasan dengan sigap.
"Hima, iya kita akui kita nikah baru secara agama. Tapi, setelah kami lulus pasti kami akan menikah sah secara negara." Ucap Hasan.
"Eh, san maaf aku ga sadar aku ngomong itu. Eh maaf banget." Ucap Hima menyesal.
"Aku ga masalah dengan apa yang kamu katakan. Tapi, Widya entah berapa lama aku bakal diem buat jawab kesedihan nya." Ucap Hasan.
"Astaghfirullahaladzim ya Allah. Sa bisa nya aku ngomong ngelantur." Ucap Hima.
"Dan satu lagi Hima. Hubungan Hasan sama Widya sudah lebih sah di bandingkan hubungan mu dengan anak IPS ! Itu malah haram dan mengundang dosa karena zina!." Ucap Fatih yang tak mau kalah.
"Aku kan udah bilang maaf loh." Ucap Hima.
"Maaf tuh sama Widya. Lo ga sadar dia langsung naik ke atas setelah Lo ngomong itu." Ucap Dhani.
"Udah udah jangan salahin Hima. Hima ngomong bener kog. Cuma, kita nya aja yang ga instrospeksi diri." Ucap Hasan.
"Udah selesai kan?. Sana lanjutin lagi tugas nya." Ucap Hasan.
Mereka semua pun pergi menuju ke ruang tamu. Sedangkan Hasan membereskan piring piring nya.
Ia mencuci nya setelah nya membersihkan meja makan.
"Him, aku tau kamu keceplosan tapi, bener bener ga lucu. Tau sendiri Widya kek gimana." Ucap Nada.
"Iya da, aku paham aku bener bener ga sadar ngomong itu." Ucap Hima gelisah.
"Besok pas di sekolah an minta maaf sama Widya." Ucap Nada.
"Kenapa harus besok?." Tanya Fahmi.
"Ga mungkin sekarang anjIr! Widya ga bakal turun buat nemuin Hima." Ucap Nada.
"Lah kog gitu." Ucap Fatih.
"Ga inget? Dulu cuma gara gara salah paham sama Dhani dia ga mau ngomong sama semua orang Sampek 4 hari?." Ucap Nada.
"Iya juga sih." Ucap Hima.