NovelToon NovelToon
Penyamaran Sang CEO

Penyamaran Sang CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Petualangan / CEO / Menyembunyikan Identitas / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:645.2k
Nilai: 4.5
Nama Author: ummi asya

Sebuah insiden besar yang menimpa keluarganya,Edward harus kehilangan papa tercintanya dan juga kakaknya yang hilang di culik orang yang tak di kenal.
Dengan melakukan penyamaran,Edward mencari Nicko hingga ke suatu kampung.Di kampung dia bertemu dengan seorang gadis yang tomboi dan juga pandai berkelahi.
Akankah mereka berjodoh?
Di manakah Nicko?
Cus kita kepoin ceritanya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12.Laki-Laki Misterius

Setelah Edward menghubungi ibunya,dia dan Bayu pulang ke pondok.Hari sudah semakin sore dan hampir gelap.

Karena mereka ke bukit hanya jalan kaki,maka sampai di pondok pun sudah sangat gelap dan azan magrib sudah berkumandang.

Mereka tidak langsung mandi tapi hanya berwudhu dan langsung ikut berjamaah sholat maghrib.

Edward merasa sejak dari bukit ada orang yang selalu mengikutinya sampai ke pondok.Dia kemudian mencari orang tersebut di dalam masjid,tapi dia tidak tahu seperti apa orang itu.

Akhirnya setelah selesai sholat berjamaah,dia menghampiri kedua pengawalnya yang memang selalu siap apapun keadaannya.Begitu pun sekarang,kedua pengawalnya selalu ikut berjamah atau kegiatan lain sebagai orang biasa,namun selalu memantau Edward.

Edward duduk di sebelah pengawal sambil memandang ke depan agar tidak curiga.Kedua pengawal itu agak menunduk ketika Edward duduk di sebelahnya lalu pandangannya pun sama ke depan.

"Kamu cari tahu seseorang yang misterius sejak saya pulang dari bukit di sekitar sini.Jika sudah tahu orangnya,kalian ikuti dia tapi jangan sampai orang itu curiga."kata Edward sambil berbisik.

"Baik tuan muda."jawab kedua pengawal itu.

"Oya,pasti orang itu selalu mengikutiku kemana saya pergi.Jadi jangan sampai kalian lengah."

Setelah memerintahkan seperti itu pada kedua pengawalnya,Edward kembali duduk di samping Bayu.

"Dari mana?"tanya Bayu pada Edward.

"Itu,ada orang yang ngajak ngobrol sebentar.Jadi aku menyapa mereka dulu."kata Edward berbohong.

"Oh."hanya itu tanggapan Bayu.

Kembali mereka fokus pada ceramah kyai Sobri lagi.

_

Dan benar saja,pagi ini Edward sudah di pasar sama Bayu seperti biasa.Edward sengaja ikut Bayu masuk pasar,hingga Bayu merasa aneh.

"Tumben mau ikut masuk pasar,biasanya di mobil saja."kata Bayu pada Edward yang sedang melihat-lihat barang dagangan.

"Pengen tahu saja suasana pasar.Aku pikir pengen membeli sesuatu di sini."ujar Edward.

Matanya sambil melirik ke kanan dan ke kiri memastikan apakah orang yang sejak kemarin mengikutinya juga ada di pasar.

Sebenarnya Edward penasaran dengan laki-laki misterius itu,dia siapa sehingga setiap hari mengikutinya terus hampir tiap waktu.

Bayu membeli ikan sesuai permintaan juru masak di pondok.Dia membeli tiga kilo ikan serta membeli udang juga.

"Kamu suka udang?"tanya Bayu pada Edward yang masih fokus dengan penyidikannya.

"Ed,kamu suka udang?"tanya Bayu lagi,karena Edward tidak menjawabnya.

"Suka,apalagi kalau di masak sambal pedas.Ibuku suka sekali membuat itu."kata Edward.

"Baiklah kita beli udang buat kita saja."

"Kenapa buat kita saja?Buat anak santri?"

"Buat anak santri ada ikan,karena dari juru masaknya di sana mintanya cuma ikan.Nanti aku masakin buat kamu udangnya."

"Kamu bisa masak?"

"Kalau membuat masakan udang aku bisa."jawab Bayu sambil tersenyum.

Lalu Bayu memilih udang yang segar dan besar-besar,sementara Edward masih bersiaga dan mencari seseorang yang selalu mengikutinya.

Kali ini laki-laki misterrius itu tidak mengikuti Edward.Dia menghilang entah kemana.Edward menengok kanan dan kiri mencari laki-laki itu,namun tetap tidak ada.

Dia kini menuju pedagang pisang yang ternyata adalah pengawalnya.

Sambil memilih-milih pisang,dia berbicara dengan sedikit berbisik.

"Bagaimana,apa kalian sudah menemukan laki-laki itu?"tanya Edward.

"Masih kami selidiki tuan muda.Sepertinya dia hanya ingin memastikan tuan muda saja.Kami pernah melihat laki-laki itu terus memandangi tuan muda.Tapi setelah itu dia pergi lagi."kata pengawal itu.

"Tadi juga ketika saya baru nyampe pasar,dia sempat mengikutiku dari jauh.Saya langsung masuk pasar untuk memastikan orang itu masih mengikutiku.Namun entah hilang kemana dia."kata Edward lagi.

Bayu menghampiri Edward yang sedang memegang pisang,kedua pengawal itu memanggil Bayu untuk membeli pisangnya.

"Mari masnya,pisangnya sudah matang dan manis.Ini matang di pohon."ucap pengawal Edward pada Bayu.

Edward menoleh,dia melihat Bayu sedang mendekatinya.

"Sudah selesai beli udangnya?"tanya Edward pada Bayu.

"Sudah.Kamu beli pisang?"tanya Bayu.

"Iya,aku sedang mencoba menawar.Ternyata bisa di tawar."kata Edward sambil tersenyum.

"Ngga salah kan kalau menawar,kalau tidak boleh di tawar ya jangan maksa."

"Iya,kadang ada yang sampai maksa menawar.Makanya aku tidak tega.Tolong bungkus pisangnya."kata Edward pada kedua pengawalnya itu.

Lalu pengawalnya itu yang menyamar jadi tukang pisang membungkus semua pisang yang tadi di pilih Edward.Setelah di bungkus,dia kemudian memberikan pisang itu kepada Edward.

Setelah membayar harga pisang,Bayu dan Edward pergi dari situ dan langsung pulang ke pondok.

_

Edward dan Bayu sampai di pondok pesantren,mereka menurunkan barang belanjaan ke dapur.Edward juga meletakkan pisang yang tadi di belinya.

"Pisangnya ngga kamu makan?"

"Biar buat orang dapur saja yang makan.Aku sudah kenyang makan pisang terus di jalan."

Lalu Edward membantu Bayu mencuci beras di pancuran.Sesuatu pekerjaan yang jarang bahkan tidak pernah dia lakukan kini semua bisa dia lakukan.

Memang pengalaman adalah pelajaran yang berharga.Semua pengalaman di pondok pesantren bukan hanya belajar tentang agama,tentang akhlak juga tentang tata cara sosialisasi dengan sesama.

_

Sore hari,Edward menyapu halaman pondok.Dia menyapu dari tempat pondok santri sampai rumah kyai Sobri.Banyak yang melihat dan menatapnya aneh.

Edward yang berperawakan tinggi serta wajah putih sedikit kebule-bulean membuat sorot mata santri terlihat kagum dan takjub.Mereka baru tahu kalau ada santri abdi di pondok itu.

Merasa banyak yang memperhatikan,akhirnya Edward mempercepat kegiatan menyapunya.Dia tidak mau jadi bahan omongan dari para santri sehingga banyak yang penasaran padanya.

"Ehm,jadi idola santri ya disini."begitu kata suara gadis yang menyapanya sambil berlalu.

Edward yang merasa ada yang menyapanya mendongak,dia melihat Aya sedang berjalan ke arah pondokan santri.Dia tersenyum lalu melanjutkan lagi menyapunya.

Sore menjelang,Edward siap-siap untuk sholat maghrib berjamaah di masjid.Dia memakai sarung dan kopiah lalu menuju masjid.

Dan azan maghrib berkumandang,Edward duduk di shaf barisan belakang.Dia duduk sambil mulutnya melafalkan zikir.

Bayu melihat Edward duduk sambil berzikir,lalu dia menghampiri Edward kemudian ikut duduk di sampingnya.

"Baru datang?"

"Iya,ibuku di rumah sakit.Jadi aku kesana dulu,mungkin malam ini aku tidak tidur di pondok."

"Sakit apa ibumu?"

"Biasa penyakit orang tua,apa lagi beliau sedih kalau ingat adikku yang di culik."kata Bayu,wajahnya menyiratkan kesedihan.

"Aku turut prihatin dengan adikmu."

"Iya,terima kasih."

"Bolehkan aku besok menjenguk ibumu?"tanya Edward.

Bayu menatap Edward,lalu tersenyum dan mengangguk.

"Besok pulang dari pasar kita mampir ke rumahku."

Suara iqomah berkumandang,semua yang hadir untuk sholat jamaah maghrib berdiri dan siap menjadi makmum.

_

Pukul sepuluh Bayu langsung pamit untuk pulang ke rumahnya setelah selesai mengaji.Dia hanya pamit pada ketua pondok,tidak dengan Edward karena dia sudah memberi tahu Edward.

Sedangkan Edward setelah pengajian,dia keluar untuk mencari udara.Karena malam ini terasa panas.

Edward melihat Aya yang berjalan sendirian menuntun sepeda hendak pulang ke rumahnya di desa sebelah.Karena sudah malam,Edward pikir tidak baik seorang gadis jalan sendiri tanpa ada yang menemani.

Edward menghampiri Aya yang sedang menaiki sepeda.

"Tunggu."teriak Edward pada Aya.

Aya yang merasa ada orang berteriak ke arahnya menengok ke arah suara tersebut.Dia melihat Edward menghampirinya sambil berjalan cepat.

Tanpa mempedulikan ucapan Edward,Aya terus saja menaiki sepedanya.Tapi bisa di cegah oleh tangan Edward yang panjang itu.

"Kenapa sih,saya mau pulang.Ini sudah malam."kata Aya yang menarik paksa sepedanya.

"Karena ini sudah malam,sebaiknya kamu jangan pulang sendirian.Tidak baik bagi seorang gadis jalan sendiri malam-malam.Mari saya antar."kata Edward menawarkan.

"Tidak usah,saya biasa pulang sendiri malam begini.Tidak akan terjadi apa-apa."kata Aya yang kekeh ingin pulang sendiri.

"Pokoknya saya antar kamu pulang,jangan membantah."

"Benar itu Aya,kamu di antar pulangnya sama Ed.Tidak baik gadis-gadis jalan sendiri.Apa lagi malam sudah larut,takutnya ada yang ganggu."kata kyai Sobri yang kebetulan lewat di situ.

"Aya bisa jaga sendiri wa,biasanya juga pulang sendiri."Aya tetap kekeh ingin pulang sendiri.

"Jangan membantah Aya,kamu biasa pulang itu waktu menjelang petang.Sekarang sudah malam,harus di antar.Kalau tidak mau di antar,mending menginap saja di pondok."usul kyai Sobri.

"Ngga bisa wa,ada kerjaan yang harus Aya selesaikan di rumah."bantah Aya.

"Ya makanya di antar saja pulangnya."

"Iya."jawab Aya pelan sambil melirik ke arah Edward.

Lalu Aya berjalan menuntun sepedanya mendahului,di susul oleh Edward di belakangnya,kemudian dia mensejajarkan langkahnya dengan Aya.Mereka saling diam,tak ada yang bersuara duluan.

_

_

_

☆☆☆☆☆

\=> tetap dukung novelku ya..😉😊🙏🙏

1
Abdul Milik
emang dasar dari awal juga PD bodoh
Hadimulya Mulya
sodaranya dah tau masak sodaranya nya zg di culik gk di ksh tau yg menculik,lucu
Hadimulya Mulya
katanya sama anak buah nya dari kota banyak,kok cuman 2org aja
Yurniati
👍😘😍🥰❤️🌷
Yurniati
selamat sukses ending yang bahagia,,,,,
MJ
Ternyata Pa Robert tau.
MJ
Hahahha alasan gk masuk akal😁🤭
ibeth wati
ngatasi Imron aja harus ceo-nya turun sendiri itupun dibantu asistennya ..haduh cerita apa sih ini
Dwisur
Hendro jahat
EBI
eaaa
Dwisur
doble
EBI
kenapa gak langsung di grebek az supaya gak kabur
EBI
seru, banyak misteri nya
EBI
duh
EBI
timingnya selalu 3 bulan
menambah misteri
EBI
seru
EBI
makin mencurigakan
Joni Joni
Kecewa
Isna Wati
extra part nya😘😘😘😘
Isna Wati
kisah mentari nya dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!