Masih ingat dengan saya kan? Ya Jihan aulia dan suami saya Zain Musthofa
Hm.... di season ke 2 ini, cukup ngeri ya judulnya , tapi gak papa, mudah mudahan banyak juga pembacanya Amin...
Okey... Sepulang dari ibadah haji, keromantisan kami makin bertambah, apa lagi bang Zain, semakin hari semakin bucin dan lengkat dengan gue, begitu juga dengan gue yang makin bucin dan gak mau jauh dari beliau
Dan gue pikir itu akan berlangsung dan terus romantis dan makin bucin sampai tua nanti, apa lagi kejutan demi kejutan yang sering kami berikan secara bergantian , kebahagiaan yang terus kami dapatkan setiap saat setiap hari, ditambah putra kami Muhammad Haidar Al-Musthofa yang makin aktif dan lucu tentu menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kami
Tapi... Rencana,Ujian dan Rahasia Allah tidak pernah ada yang tau,
Ya.... di tengah kebahagiaan keluarga kami, Ujian dan cobaan yang luar biasa datang, yang membuat DERAI AIR MATA yang luar biasa
Gimana kisahnya...??
Hayuk pantengin terus novel nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ulfatun khasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan
Zain cukup lega saat ini setelah membayarkan belanjaan Jihan, senggaknya ada kesempatan untuknya supaya lebih tenang menjelaskan kesalah fahaman terhadap istrinya
Zain akhirnya keluar dan kembali merapikan isi dompetnya dengan berjalan menuju mobil istrinya,dan...
" Lho... Mana ini mobilnya? Haduh.." kaget Zain saat tidak menemukan mobil milik istrinya
Zain langsung kembali panik karena dia tau istrinya masih marah, dan pergi meninggalkannya sendirian di depan mini market yang cukup jaih jaraknya dengan rumahnya
" Ya Allah sayang.... Kamu kemana lagi?" batin Zain dengan jongkok karena tak berdaya lagi
Zain kemudian menelfon salah satu karyawannya untuk menjemputnya di sana, biar dia cepet kembali dan menyusul istrinya
Disisi lain Di dalam mobil Jihan terus menyusuri perjalanan, gak tau arah tujuannya selanjutnya, Pikiran Jihan kacau,
Di mana saat dia sedang kangen dengan suaminya, tapi dia malah mendapat kejutan yang luar biasa, penghianatan
Jihan memang percaya dengan Zain, tapi namanya manusia biasa, terlebih perempuan yang mempunyai hati yang cukup lembut, tentu serasa dapat temparan dan sengatan listrik di hatinya, saat melihat suaminya yang main kerumah sang mantan
Terlebih panggilan dan ungkapan dari Ibu serta Rani, membuat Jihan semakin menangis dan gak tau harus ngapain lagi
" Apa salah Adek sih bang? Adek juga kurang apa? sehingga Abang beralih ke yang lain" batin Jihan dengan tetesan air mata yang menemani perjalanannya
" Adek memang anak kecil bang, yang mungkin bisa Abang bohongi, tapi Adek punya perasaan, yang gak bisa di bohongi lagi" tambah Jihan masih di situasi yang sama
Jihan terus bertanya tanya pada dirinya sendiri mengenai kesalahan yang di perbuat pada suaminya, sehingga suaminya tega menghianatinya seperti ini,
Hingga akhirnya Jihan yang sedari tadi melamun tersadar, karena hampir saja mobilnya naik ke trotoar
" Astagfirullahaladzim ya Allah...." teriak Jihan kaget ...
Jihan kemudian membanting setirnya ke kanan, dan untung saja tidak ada kendaraan lainnya, jadi Jihan masih selamat dan tidak terjadi kecelakaan
" Alhamdulillah masih selamat" ucap Jihan setelah menghentikan mobilnya
Jihan kemudian menepikan mobilnya terlebih dahulu untuk menenangkan dirinya
" Tenang Han tenang, Loe masih punya anak, anak yang selalu menantimu, yang masih membutuhkanmu" ucap Jihan mengingat baby Al yang maish berada di rumah neneknya
" Ya Allah Ya robb... Cobaan apa lagi yang menimpaku ini?" ucap Jihan kembali menangis
Jihan lanjut merenungkan nasibnya, dia gak tau saat ini harus kemana? dan pikirannya saat ini yaitu Zain yang ingin berpoligami dan menduakannya
Jihan cukup gak kuat kalau sampai hal itu terjadi, Jihan juga gak akan mau kalau di madu oleh suaminya, wanita dan istri sholihah lah yang benar benar bisa terima kalau di madu oleh suaminya
" Ck... Sebenarnya apa sih yang membuat Abang mau balik sama Rani? yang ada kalau mau madu pilih kek yang lebih muda, lha ini masak iya bini tua lebih muda dari pada istri muda, Gak lucu, dan hanya orang gembleng yang melakukan hal itu" ucap Jihan yang sangat jengkel dengan suaminya
Jihan terus memikir mikirkan gimana kalau hal itu terjadi? Jihan gak mungkin kuat kalau harus berada serumah dengan istri tuanya, kalau mau ikut orang tua juga gak mungkin, yang ada Jihan malah menyakiti hati orang ruanya
" Ya Allah.... Abang lupa apa ya dengan komitmen kita?" ucap Jihan kembali menangis dan terus terusan meratapi nasibnya nanti
" Tapi kenapa? saat Abang baru membuat Adek dan keluarga Adek bahagia, seketika Abang membuat Adek terluka, " gumam Jihan lagi masih terus terusn menangis dengan DERAI AIR MATA yang tak kunjung henti
" Gue harus kuat, gue harus bangkit, gak ada gunanya menangisi orang yang telah menghianati gue, gue harus semangat, gue harus segera selesaikan kuliah gue lebih cepat lagi, supaya saatnya tiba gue bisa mandiri tanpanbergantung dengan Abang" gumam Jihan membangkitkan semangatnya
Tanpa pikir panjang Jihan kembali menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan kembali untuk kekampus menemui kepala dosen di fakultas yang dia tempuh,
Di dalam perjalanan Jihan terus memikirkan dan merangkai alasan apa yang harus dia sampaikan saat pak botak menyetujui dan meng ACC usulannya
Yang sebenarnya Jihan masih dalam tahap penelitian, dan masih harus praktek lapangan untuk beberapa kali, jadi mau gak mau Jihan meminta persetujuan dulu terhadap mereka sebagai batu loncatan
30 menit Jihan sampai di kampus, setelah parkir Jihan langsung memasuki fakultas kedokteran, Jihan melewati koridoor kampus untuk sampai di ruangan pak Bambang,
" Lho Beb... Kok di sini, katanya KKN" ucap Mega yang tak sengaja ketemu dengan Jihan
" Iya Beb, gue ada urusan dengan pak Bambang, saya buru buru banget, maaf ya" jawab Jihan dengan terus berjalan tanpa memandang Mega karena Jihan takut Mega curiga melihat raut wajahnya
Setelah melewati semua karidoor tiba saatnya Jihan sampai di ruangan pak Bambang,
Tok tok tok.. Jihan mengetuk pintu terlebih dahulu
" Masuk..." ucap pak Bambang dari dalam
" Assalamualaikum pak..." ucap Jihan saat masuk
" Waalaikumsalam... " jawab pak Bambang datar seperti biasa
" Duduk" ucap pak Bambang dan Jihan nurut
" Ada Apa?" tanya pak Bambang to the poin tanpa melihat kedatangan Jihan
Jihan menarik nafas terlebih dahulu, sebelum mengajukan permohonan nya
" Sebelum nya Jihan minta maaf pak, kalau sore ini Jihan mengganggu bapak" ucap Jihan sopan
" Saya kesini mau mengajukan permohonan kepada bapak, " tambah Jihan lagi
" Permohonan Apa?" tanya Pak Bambang sedikit kaget dan melepas kaca matanya dan fokus menghadap Jihan
Pak Bambang heran aja dengan kedatangan Jihan saat ini, yang mana kalau dia pikir Jihan akan mengajukan permohonan diskusi nilai juga gak mungkin, kan nilai Jihan udah selalu A bahkan A+ malah,
Yang mana sebelum Jihan pergi KKN, Jihan juga meminta izin untuk mengikuti mata kuliah melalui online, selama pergi KKN, sempat mengagetkannya juga, karena pak Bambang baru mengetahui kalau Jihan kuliah di 2 fakultas yang bertolak belakang itu
" Tidak mengurangi rasa hormat saya terhadap bapak sebagai kepala dosen di fakultas kedokteran ini, Jihan ingin mengajukan permohonan Jihan, untuk mempercepat masa kuliah Jihan, dalam arti Jihan ingin langsung praktek saja setelah Jihan selesai KKN, dan yang mana seharusnya waktu setengah tahun yang belum Jihan ikuti, Jihan mau untuk langsung praktek dan belajar materi melalui online " ucap Jihan sangat gugup
" Apa? yang bener aja?" kaget pak Bambang dan Jihan mengangguk
" Okey gini, permohonanmu ini sebetulnya masuk akal juga, tapi perlu kamu pikirkan kembali, " ucap pak Bambang terhenti
" Maaf pak, itu mungkin keputusan Jihan yang terbaik, dan setelah itu, Jihan akan malanjutkan sekripsi, dan Jihan mengejar kalau bisa ikut wisuda 6 bulan yang akan datang" jawab Jihan dengan menundukkan kepala
Lagi lagi pak Bambang bengong mendengar ucapan Jihan, yang bener aja, dengan 2 fakultas yang dia tempuh, harus selesai 6 bulan secara bersamaan,
Pak Bambang terdiam sejenak untuk berfikir beliau tau kalau Jihan mampu dengan kejarannya saat ini, yang mati matian ingin menyelesaikan kuliahnya
" Tapi sebelumya Bapak mau tanya, Apa alasanmu ingin menyelesaikan kuliahmu dalam waktu sesingkat itu? kamu masih muda suami kaya raya, gak buru buru mau kerja kan?" tanya Pak Bambang
" Ada 1 alasan yang tidak bisa saya jelaskan sama bapak saat ini, dalam arti kalau sampai waktu saya habis, dan saya tidak bisa melanjutkan kuliah saya, sayang pak, Jihan menyayangkan hal itu" jawab Jihan dengan sopan
" Maksud kamu? kamu hanya mempunyai waktu 6 bulan untuk berkuliah?" tanya pak Bambang
" Sebenarnya tidak pak, lebih cepat lebih baik, tapi Jihan merasa masih banyak tugas yang belum Jihan selesaikan, mungkin cukup membuat Jihan harus menguras tenaga dengan 6 bulan itu pak" jawab Jihan lagi
" Itu yang bapak pikir dari tadi nak.." ucap Pak bambang cepat
" Bapak tau, kamu mampu, mampu menyelesaikan tugas yang banyak dalam waktu singkat, ya itu tolong pikirkan kondisi fisikmu, kuat gak? mampu gak?" tanya Pak Bambang memberi pertimbangan
Jihan tidak langsung menjawab, dia merenungi kembali, karena ada benarnya juga apa yang di katakan pak Bambang,
" Insyaallah pak... Mohon dorongan semangat dan doanya" jawab Jihan mantap
" Okey... Bapak akan bantu kalau itu maumu, dan nanti saat sekripsi bapak sendiri yang akan bimbing kamu" jawab pak Bambang pasrah,
Jihan langsung mendongkakkan kepalanya dan bersalaman serta sangat gembira karena permohonannya sudah di ACC oleh pak Bambang yang terkenal garang dan ternyata sebijak ini beliau, Jihan jadi terharu saat mendapat dukungan penuh dari pak Bambang
persis kaya bojo ku klu pkai dapur