Nindi seorang gadis belia yang masih duduk kelas akhir bangku menengah atas. terpaksa harus menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan
Pulang dari pertemuan itu, sekarang Nindi merasa lega. Ardian pun senang melihat istrinya sudah kembali tersenyum.
" Hai istri kecilku, apa kamu udah paking semua, karena kita besok pagi sudah berangkat". Ardian mengingat kan.
" sudah kak, yang tinggal cuma buku saja, nggak apa apa kan kak". tanya Nindi.
" oh, nggak apa-apa, udah istirahat lah, nanti kesiangan.
Ardian ke balkon, ia menghubungi maminya
" halo sayang,apa Papi sudah memberi tahumu tentang pestanya ".'tanya Mami.
" sudah mi, makanya aku nanya mami, kapan dan dimana tempat nya, karena aku juga mengundang teman teman ku mi". jelas Ardian
" ooh, nanti mami kirim alamat nya,Nindi mana?
tanya mami
" sudah tidur mi, mungkin kecapean, hari ini acara nya banyak... "
" oh ya lah, sampai ketemu besok". katanya.
" iya mi, mat malam mi". kata Ardian sebelum menutup telpon nya.
Ardian pun naik ketempat tidur, dan menyusul istri nya dalam mimpi.
pagi pagi semua penghuni sibuk dengan kegiatan masing-masing. begitu juga Nindi.
Setelah semuanya beres. mereka pun menaikan barang ke mobil, Soni juga ikut membantu bosnya. mereka minta Soni untuk tinggal bersama penjaga rumah.
bik ina ikut dengan Ardian ke Yogyakarta.
" Soni jaga rumah ya, suatu saat kami main kesini ada kamu" ucapan pak Nugraha.
" Baik Pak, saya akan menjaga amanah bapak ".
jawab Soni sungkan.
" oh ya Soni, kamu jangan lupa nanti mobilku dikirim ya. nanti aku kirim alamat rumahku setelah sampai disana, dan jangan lupa kamu hadir di pestaku". ancam Ardian.
" ya, tentu saja aku hadir, rugilah aku kalau nggak hadir, mana tau aku ketemu jodoh disana ". jawab Soni Sambil cengengesan.
Seperti biasa Ardian meninju Soni, namun Soni sudah pengalaman, sebelum tinju Ardian sampai dia sudah mengelak, yang membuat Ardian kesal. " awas kamu".. kata Ardian sambil nunjuk nunjuk. Soni bahagia melihat bos sekaligus sobatnya kesal.
Soni membawa mobilnya yang diatas pak Nugraha, bik Ina, dan barang bawaan nya
sementara mobil Ardian dibawa sopir kantor.
" Kak, aku jadi geli melihat kakak berdua, kayak kucing dengan tikus, he.. he.. ". kata Nindi
Ardian melirik istri nya, " kamu suka lihat aku atau Soni ". selidik Ardian.
" kakak ini cemburu ndak beralasan". ucap Nindi merajuk.
Ardian pun menarik hidung Nindi, " gemesin deh kamu".
" aduh sakit kak"... Nindi meringis dan balas mencubit lengan suaminya.
Setelah beberapa jam, sampai lah di Bandara. mereka pun cek in dan naik pesawat yang hampir berangkat, setelah itu Soni pun pulang dan membawa sekalian mobil majikan nya.
Tidak berapa jam mereka sampai di jakarta.
tiba di Bandara Soekarno-Hatta, pak sopirnya sudah nunggu, mereka pun naik mobil yang sama, sedangkan barang dibawah mobil yg lain yang diatasnya bik sama sopir saja.
Ardian kita mampir dulu ke Kantor papi. Ada hal penting yang harus papi tanda tangani". kata papi Nugraha.
" ya baiklah, kami ngikut aja, sekalian saya udah lama nggak kesana". jawab Ardian.
tak beberapa lama sampailah di kantor papi Nugraha, tiba-tiba Ardian dikejutkan, ia melihat seseorang yang ia kenal di kantor papinya.
" Hai Agung, kami kerja disini". tanya Ardian pada seseorang lelaki di depannya.
" Ardian... waw kau makin keren aja, ia aku kerja disini". jawab nya.
mereka pun berpelukan setelah lama tidak bertemu, semenjak tamat kuliah tiga tahun yang lalu.
" oh ya kenalkan, ini istriku". kata Ardian memperkenalkan Istri nya. Nindi memperkenalkan diri. " saya Nindi kak". katanya sambil tersenyum.
mereka pun berpisah setelah sampai di lift.
Ardian, Nindi dan Papi Nugraha masuk lift yang berbeda.
sampai diruangan nya, papi Nugraha sibuk menandatangani surat yang diajukan asisten nya.
"pi, sejak kapan Agung kerja disini,". tanya Ardian.
" oh, 3 tahun yang lalu, mungkin semenjak kalian tamat kuliah , ada apa". tanya Papi nya
' pi, gimana kalau Agung jadi Asisten ku di Yogyakarta, aku sudah mengenai nya, dan papi pun sudah kenal ia juga". kaya Ardian mengungkapkan.
" kalau kamu suka, ya silahkan, biar nanti kita bicara kan".
"Nggak usah sekarang pi, nanti aja pas setelah pesta, biar papi bisa lihat kinerjanya sebelum aku bawa, akupun ingin mengundang nya ke pesta ku nanti". kata Ardian.
" Oh gitu, baiklah, papi juga mengundang semua karyawan papi, biar kamu bisa bicara nanti dengannya ". Jawa Barat papi.
" ok pi". kata Ardian senang.