Novel pertama! Harap Bijak dalam membaca.
Maafkan jika author mempunyai banyak kesalahan dalam menulis terutama Typo.
Nathan pria yang sudah lama melajang dan bahkan tidak ingin dekat dengan wanita, kini semuanya berubah, dalam waktu satu hari ia bertemu dengan seorang gadis yang satu kampus dengannya langsung di buat takluk oleh nya, akankah Nathan akan menjadikan nya seorang kekasih? sedangkan derajat dan kehidupan mereka jauh jika di bandingkan.
Jhonatan Fernando keturunan dari keluarga Fernando group serta pewaris tunggal kaya raya, pemilik sekolah yang elit dikotanya ia tidak menerima penolakan jika ia berkehendak.Harus menjadi nomor satu dalam bidang apapun membuat ia bersemangat untuk menyaingi semua musuhnya.
Alya Allexander
Gadis piatu yang hanya tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah yang bisa juga di bilang tidak terlalu mewah.Ayahnya terpaksa menyembunyikan identitasnya agar teman teman Alya tidak mengetahui bahwa ia guru kesenian di sekolah.
Yuuukk ikuti kisah nyaa!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Nataliee💋🌹, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
_Golden high School_
Freya berdiri di depan kelas special menunggu kedatangan Devan dengan perasaan campur aduk,di tangannya dia memegang sekotak coklat yang dia buat sendiri semalam.Gadis itu berharap Devan mau memaafkan kejadian yang
kemarin.Tak berapa lama akhirnya sosok yang ditunggu tunggu datang.Devan datang bersama Fian,jantung Freya berdetak kencang karena takut dan gugup.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Devan super dingin.
"Aku.....aku ingin meminta maaf soal kejadian kemarin."Freya menyodorkan kotak coklat ditangannya.Devan menatap Coklat itu Remeh.
"Kau pikir sekotak coklat itu bisa menggantikan lukisanku yang sangat berharga itu hah?apa kau tidak punya otak untuk berpikir?"Omel Devan.
Freya sungguh terluka mendapat penghinaan itu. Dia ingin menangis tapi sekuat tenaga dia tahan karena dia tidak mau terlihat lemah.
"Maafkan aku.."
"Heyy kawan jangan terlalu kasar pada wanita..!!" Ucap Fian mengingatkan
Devan tidak memperdulikan ucapan Fian dan langsung melangkah memasuki kelas.
Devan sempat menyenggol lengan Freya dan membuat Coklat itu jatuh ke lantai.Fian mengambil kotak coklat itu karena melihat Freya yang masih membeku di tempatnya..
"Jangan di masukkan ke hati,dia memang
seperti itu jika sedang kesal,asal kau tahu saja lukisan yang rusak itu akan dia tunjukkan di pamerannya minggu depan."Freya mendongak menatap Fian tidak percaya,gadis itu sangat terkejut karena tahu kesalahannya sangat besar.
"Apa aku akan di keluarkan dari sekolah?"tanya Freya refleks dan Fian langsung tertawa saat itu juga.Fian tau jika Devan mau mengeluarkan Freya maka sudah dari kemarin waktu kejadian itu terjadi Devan akan mengeluarkan Freya namun nyatanya Devan tidak melakukan itu dan Fian tidak akan berkata apapun tentang itu.
"Tidak,kau tenang saja! apa kau mau tau bagaimana caranya agar Devan memaafkanmu?" tanya Fian tersenyum evil, Freya merinding sendiri melihat senyuman itu.
"Apa yang harus ku lakukan?" tanya Freya.Fian mendekat ke telinga Freya kemudian membisikkan sesuatu di sana.Freya membulat kan matanya mendengar bisikkan Fian.
"A,,apa kau bercanda?A,,aku tidak mungkin melakukan itu" tanya Freya kalut.Sedangkan Fian hanya tersenyum manis.
"Terserah kau saja,mau melakukannya atau tidak.Pasti Devan akan memaafkan dirimu kalau kau melakukan apa yang ku katakan." Freya terdiam terlihat berpikir.
"Pikirkanlah baik baik,Hidupmu tidak akan tenang kalau Devan belum memaafkanmu Coklatnya ku ambil ya kelihatannya enak."Ucap Fian,kemudian pergi meninggalkan Freya yang masih mematung di tempat.
"Oh..tuhan Apa yang harus aku lakukan sekarang." Batin Freya.
...***...
Alya melangkahkan kakinya menuju kelas Special untuk menemui Nathan,dia harus menanyakan mengenai rumah kaca yang terbakar itu.Tekat Alya sudah bulat,dia akan mengumpulkan keberaniannya untuk menyampaikan yang ada di kepalanya saat ini.Dia melihat Nathan yang tengah berbicara pada Arya karena Devan dan Fian sudah keluar lebih dulu.
Menyadari kehadiran Alya,Nathan menyuruh Arya Untuk keluar.
"Ada apa sayang??" tanya Nathan bersidekap dada di depan Alya.
"Nathan...kenapa kau membeli rumah kaca di tempatku bekerja?"tanya Alya sengit sedangkan Nathan hanya tersernyum.
"Tidak usah berbelit sayang.Harusnya kamu langsung bertanya saja mengapa aku melenyapkan rumah kaca itu."ujar Nathan membuat Alya terkejut,ternyata dugaannya benar Nathan lah yang membakar rumah kaca itu.
"Kenapa kau melakukan semua ini?"
"Itu hukuman untukmu sayang,karena mau telah mementingkan rumah kaca itu di banding diriku.Bukankah sudah ku katakan aku harus di nomor satukan dalam hal apapun." ucap Nathan tersenyum sinis.
Alya mengepalkan tangannya menahan emosi yang sudah berkecamuk di dadanya Nathan sudah keterlaluan mempermainkan hidupnya seenaknya.Namun dia tidak bisa melakukan apapun untuk melawan Nathan.
"Jangan pernah mengulanginya lagi Alya! kau tahu kan aku bisa melakukan apa saja aku juga bisa melenyapkan siapapun yang mengusikku mulai sekarang kau tidak perlu bekerja lagi.Semua kebutuhanmu aku yang menanggungnya.Kau hanya perlu di sisiku dan tetap di sampingku!!" Nathan tersenyum manis namun terlihat mengerikan di Mata Alya.
"Tidak Nathan aku tidak bisa bergantung pada orang lain,kau tidak perlu memenuhi kebutuhan ku karena aku bisa melakukannya sendiri.Kali ini kau sudah keterlaluan!!" Ucap Alya mencoba membantah lelaki itu dan tentunya Nathan tidak akan pernah suka jika ucapannya di bantah.
Praannkkkk
Nathan membanting vas bunga di atas meja dan menjadikan vas bunga itu hancur berkeping keping.Hal itu membuat Alya kaget dan tubuhnya bergetar.Sorot mata Nathan berubah tajam dan menusuk Alya hanya bisa menunduk merasakan detak jantungnya yang berpacu lebih cepat.
"Apa dengan menghancurkan rumah kaca itu belum cukup untuk membuktikan padamu bahwa aku tidak suka di bantah Alya Alexander???"Bentak Nathan membuat gadis itu terlonjak kaget.
"Ma,,,maafkan aku Nathan"ucap Alya dengan suara bergetar.
"Apa aku perlu menghancurkan sesuatu lagi agar kau mau menurut padaku?"Nathan melangkah mendekati gadisnya dengan sorot mata yang tetap tajam. Alya hanya bisa pasrah saat ini.
"Tidak jangan hancurkan apapun lagi aku mohon"Alia mendongak menatap Nathan dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya,melihat gadisnya yang begitu tersakiti membuat hati Nathan tersayat.Apa dia sudah keterlaluan pikir Nathan.
Nathan tidak menjawab,lelaki itu merengkuh tubuh Alya Kepelukannya.Dapat dia rasakan gadisnya bergetar hebat dan jantungnya yang berpacu begitu cepat.Nathan tau gadis itu takut padanya.
"Jangan menangis lagi,Aku tidak suka"Gumam Nathan mengeratkan pelukannya Alya menggigit bibirnya untuk meredam isakan tangisnya.Nathan melepaskan pelukannya dan mengusap air mata di pipi Alya,gadis itu sudah lebih tenang sekarang.
"Aku hanya ingin kau selalu berada di sisiku dan tidak kekurangan suatu apapun sayang,jadi kuharap kau mendengarkan apa yang aku katakan!! Apa kau mengerti??!"
Alya mengangguk lidahnya masih terasa keluh untuk berkata.Nathan tersenyum melihat gadisnya yang manis dan penurut
"Aku suka gadis penurut" Ujar Nathan mengelus rambut Alya dengan lembut dan tidak ada lagi sorot mata tajam.
"Sekarang ayo kita makan siang di atap sekolah,Arya sudah menyiapkan semuanya" Nathan menarik tangan gadisnya dengan lembut menuju atap sekolah dan menggunakan lift khusus yang hanya bisa digunakan oleh penghuni kelas Special.
Bersambung...
~Jangan lupa tinggalkan jejak
please please please...... up dong kk thor
lma gak ada britanya, jdi patah hati...😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sampai jamuran aku nunggunya 😅
buat kk thor jga kshtan, sukses n sehat sllu kk....... 😘😘😘😘
dtunggu klnjutan nathan n alya
hdiah hdiah hdia buat kk..... 🌹
lnjut lnjut lnjut lnjut