NovelToon NovelToon
AMNESIA

AMNESIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Mafia / Kriminal / Chicklit / Tamat
Popularitas:57.5k
Nilai: 5
Nama Author: mr. haart

Mereka memanggilku dengan dua nama.

Aku tidak memiliki kehidupan normal. Aku juga bukan manusia, aku hanyalah sebuah alat yang di gunakan untuk mencapai kekayaan dan menambah kekuasaan.

Alexa, begitu mereka memanggilku saat aku memakai wajah kebaikan.

Tapi, siapa yang menyangka? Ternyata aku tidak sebaik yang mereka pikirkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mr. haart, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 10 (SHE'S A MAN)

Kami berangkat dini hari, menuju kawasan penerbangan. Pihak organisasi menyarankan agar kami menggunakan jet pribadi. Dan saat ini kami telah berada di hadapan benda terbang itu.

"senang bertemu denganmu, namaku Roy" kata orang di depanku saat ini, sambil menjabat tangan denganku.

"aku Alexa" kataku, lalu melepaskan tanganku.

Dia adalah pilot yang bertugas saat ini, berasal dari negara Lebanon. Dan satunya lagi bernama Gilang, berasal dari Indonesia.

"sudah lama tidak melihatmu" ucap Roy saat melihat ke arah Zain.

Mereka berbincang beberapa hal, yang tidak ada hubungannya dengan hal penting. Mereka semua terlihat sangat akrab, dan aku hanya memperhatikan. Wajar saja jika saling mengenal, karena Roy dan Gilang merupakan anggota organisasi yang di tempatkan di sini.

"baiklah, kita harus berangkat sekarang" kata Roy, menutup percakapan.

Kami pun masuk ke dalam jet itu. Aku mengambil tempat duduk yang berhadapan dengan Clare. Sementara yang lain, memilih kursi nyaman sesuai keinginan.

Jet ini mulai bergerak dan tidak lama, kami sudah berada di ketinggian 35 ribu kaki.

"anggap saja ini seperti liburan" ucap Zain padaku. Dia sudah berada di hadapanku, tepat di tempat duduk yang Clare gunakan.

Aku melihat ke segala arah, mencari Clare. Aku sempat memejamkan mata saat lepas landas, dan tidak sadar kalau Clare sudah menghilang. Saat aku melihatnya, dia sedang bicara pada seorang wanita. Wanita itu menggunakan pakaian yang rapi dan merupakan salah satu pramugari disini.

"apa pramugari itu juga anggota?" tanyaku pada Zain.

Seorang pramugari melihat ke arahku dan tersenyum, dia sadar aku baru saja memperhatikannya.

"tidak, mereka berasal dari organisasi lain, namanya Blackterfly. Mereka bekerja sama dengan kita" jawab Zain.

"oh, aku tau tempat itu" ucapku, seolah mencegah Zain menjelaskan tentang mereka.

Blackterfly adalah nama organisasi gelap. Bukan karena mereka organisasi tertutup, tapi karena cara mereka mencari informasi lah yang di anggap gelap. Mereka menggunakan penampilan untuk menarik lawan, apapun jenisnya. Dan ketika lawan berada di dalam perangkap, maka akan lebih mudah mendapatkan informasi apapun.

Cara yang di lakukan bukan hanya sekadar membuat orang tertarik. Tapi, dengan memberikan tubuh pada targetnya. Jika berhasil dalam sekali "tidur" itu akan sangat menguntungkan. Namun, hal itu sangat jarang terjadi. Biasanya mereka akan melakukannya lebih dari sekali dan terus melakukannya hingga tujuan itu tercapai.

Organisasi itu adalah tempat yang sangat kotor dan tidak sehat, menurutku. Tapi, perbandingan korbannya tentu jauh lebih sedikit, karena mereka tidak banyak menggunakan senjata. Mereka terdiri dari pria maupun wanita, dan sebelum menjadi anggota tetap, mereka harus melakukan praktik kotor yang sulit untukku jelaskan.

"kau tau tempat itu?" Zain bertanya, melunturkan pikiranku.

"aku pernah mempunyai teman dari sana" jawabku.

Itu hanya kebohongan. Aku tidak pernah mempunyai seorang teman pun dari tempat itu. Tapi, aku pernah mengunjunginya, sebagai pelatih. Dan itu adalah pekerjaan yang sangat mengerikan seumur hidupku. Aku melakukan hal itu karena para pria bajing*n yang suka rela memberikan informasi GRAFEDI pada mereka. Jadi, aku harus membersihkan informasi itu sendirian.

Salah seorang wanita menghampiri Zain, dan mengatakan sesuatu padanya. Aku tidak bisa mendengarnya karena dia mengatakan itu dengan berbisik. Setelah itu, Zain berdiri dan berjalan menuju ruang kokpit. Lain cerita yang terjadi pada Kay, wanita barusan datang menghampirinya, tapi tidak membisikkan apapun, melainkan menyentuh dadanya dengan mesra.

"wanita gila" pikirku, mana mungkin Kay akan tergoda... eh? Aku melihat Kay berjalan mengikuti wanita itu dari belakang. Mereka menuju toilet.

"apa yang akan mereka lakukan?" pikirku.

Aku melihat sekitar, tidak ada yang mencegah hal itu terjadi, Brian sedang menikmati tidurnya, dan Clare, dia melihat mereka, tapi dia terdiam di tempatnya. Clare hanya berdiri dan tidak melakukan apapun, tapi di lihat dari wajahnya, sepertinya dia sangat kesal.

"aku baru melihat mu disini" ucap seseorang yang membuatku kaget.

Dia wanita cantik, dengan rambut pendek warna merah. Tapi wajahnya di tutupi riasan yang sangat tebal dan aku bisa mencium aroma parfum yang sangat menyengat dari tubuhnya, padahal dia berada di hadapanku dengan jaraknya yang tidak terlalu dekat.

"aku baru bergabung" jawabku seadanya.

"Oh. Apa yang kau lihat dari mereka?" dia bertanya sambil melirik pada Kay yang mulai masuk ke dalam toilet.

Pikiranku juga berisik saat melihat hal itu. "apa mereka akan? Ah tidak! Pikiranku!"

"Sayangnya disini tidak ada laki-laki" lanjutnya.

"Jadi mereka semua apa? Wanita?" pikirku saat mengingat Zain, Kay, Brian dan dua orang lainnya. Aku hanya menyimpannya dalam pikiranku, karena tidak ingin bicara padanya.

"Walaupun begitu, aku sangat berpengalaman membuat siapapun merasa "puas". Kau tidak akan menyesal jika "bermain" denganku. Kalau kau menginginkannya, disana masih ada satu toilet yang kosong" ujarnya.

Aku meletakkan tangan ku di atas kepala. Tidak habis pikir, bagaimana dia bisa mengatakan hal yang menjijikkan seperti itu.

"sebaiknya kau pergi dari hadapanku. Aku tidak tertarik denganmu. Kau membuatku muak! kalau kau berada lebih lama di hadapanku, aku tidak akan segan membuat otakmu keluar. Agar aku bisa melihat secara langsung, seberapa kotornya isi pikiranmu" ucapku menekankan setiap kalimat yang di lontarkan padanya.

Dia terdiam dan seketika terlihat kaku. Dia pun segera meninggalkanku.

...***...

"semuanya ada disini. Data para anggota Blackterfly. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang di jebak agar bergabung di organisasi itu" ungkap seorang wanita yang berada di dalam toilet yang sama dengan Kay.

"menjauh sedikit dariku" kata Kay.

"kau tidak melihat situasi, disini sangat sempit" ucapnya kesal.

Kay mengambil benda berbentuk flashdisk dari tangan wanita itu.

"sepertinya kau sudah terbiasa menjadi wanita, Arnold" ucap Kay.

Wanita itu adalah seorang pria yang sedang menyamar. Arnold, teman satu tim yang pernah bekerja sama dengan mereka.

"jaga bicaramu! Aku masih menyukai wanita. Kau dan Zain hanya memerintah ku untuk melakukan hal ini. Tanpa kalian tau, ini pekerjaan yang sangat berat buatku, setidaknya aku harus menolak belasan pria dalam sehari" Arnold menjelaskan dengan wajah kesal.

"kau juga tidak menolak kami memintanya, kau malah menyetujuinya karena berpikir akan banyak wanita cantik di sana. Tapi, apa mereka tidak curiga padamu? Kau kan menolak banyak pria"

"tidak. Kalau mereka curiga, aku sudah mati. Dan ternyata, mereka tidak secantik yang aku pikirkan. Aku lebih banyak mengambil tugas dengan seorang wanita, tapi jika klien ku seorang pria, dia harus mati sebelum menyentuh tubuhku. Argh!!! si*l!!! Aku jadi mengingat kejadian yang membuatku merinding" jawab Arnold.

"kau sudah bekerja dengan baik" Kay menepuk pundak Arnold.

"jangan bicara hal yang mengerikan seperti itu dan jangan menyentuhku" ucap Arnold saat menepis tangan Kay.

"sepertinya kau jadi lebih sensitif pada sentuhan. Baiklah, kita harus keluar sekarang, waktu kita tidak banyak" ucap Kay

"tolong berikan ini pada Zain" kata Arnold saat mereka hendak keluar, Arnold memberikan secarik kertas pada Kay.

Sebelum mereka keluar, Arnold mengacak-acak rambutnya sendiri dan mengusap lipstik di bibirnya, seolah mereka sudah melakukan "sesuatu". Sedangkan Kay, dia hanya membuka jaketnya dan meletakkannya di atas bahu.

Zain berada di ruang kokpit, menutup pembicaraan yang terjadi di dalam toilet. Dia meletakkan sesuatu dan mengubahnya menjadi suara yang lain. Setiap ruang di toilet memiliki alat perekam, itu berguna untuk mengetahui sebuah informasi rahasia. Karena bukan hanya mereka yang menggunakan jet ini.

...***...

1
Ceisya
aku penasaran kisah mereka selanjutnya..
Ceisya
oh no!!!
Ceisya
di tunggu kelanjutannya, thor...
Ceisya
zain tau? cocok mereka. sama2 suka simpan rahasia...
Ceisya
kirain bakal terjadi sesuatu
Ceisya
Jangan-jangan zain pergi nyusul alexa?
Ceisya
keren kak... semangat...
Kustri
q takut masa lalu zoe akan mengancam pai anaknya dewasa
Kustri
misi apa lagiii

apa akan ketemu zoe!
Kustri
fuiiih...belajarlah zoe!
Capricorn girl💫
yah and,,,😭😭...
Kustri
keren BGT...kalimatnya q suka krn unik

q tunggu yg baru thor
💪💪💪❤️❤️❤️👍👍👍
Capricorn girl💫
apa ini ujung ceritanya ??
pasti blom kan thooor ?
msa ia ga ada cerita bahagianya Zain dan Alexa..key dan Clare,,dan yg lain nya,,soalnya kyanya mesterinya msih ada, Luke siapa jga blom ada penjelasan kan
Kustri
apa sdh tamat??
Capricorn girl💫
apakah DID akan gugur
Kustri
hadeuuuh..hati² zoe!
Capricorn girl💫
Alexa msuk kandang macam
Capricorn girl💫
jebakan merajalela
Kustri
tegaaaaaang!

💪💪💪
Iqul
eaa..si author pasti nulis sambil senyum-senyum..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!