NovelToon NovelToon
Oh, My Queen!

Oh, My Queen!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Ini adalah karya ke-4 ku, yang mana merupakan sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA


Ini kisah cinta tentang Kyra Queensha Dirgantara atau yang biasa di sapa Queen. Pertemuan pertamanya dengan seorang anak laki-laki bernama Raja Narendra Pradana Wijaya. Anak, sekaligus cucu seorang konglomerat. Mereka bertemu disaat Raja berusia 12 tahun dan Queen berusia 7 tahun. Hingga waktu pun berlalu begitu cepat, sebuah persahabatan kecil, rupanya menumbuhkan perasaan cinta di hati keduanya ketika mereka mulai remaja. Meskipun terbentang antar benua, namun tak menyurutkan cinta keduanya. Sampai pada akhirnya Queen mendapat kabar dari negeri seberang, bahwa Raja telah tiada. Kabar itu membuat Queen sangat sedih dan hancur. Namun dengan sabar dan penuh harap, ia selalu menanti kehadiran Raja. Hati kecilnya selalu mengatakan bahwa Raja masih hidup.


Lalu, bagaimanakah kisah cinta Queen tanpa Raja? apakah Queen akan melupakan cinta masa lalunya dan membuka hati untuk pria lain?

Inilah sekuel dari JATUH CINTA SAMA DUDA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Ada Apa Ini?

Queen sangat terkejut saat melihat Nathan masuk ke dalam kelas sebagai seorang dosen.

''Di-dia. Dia dosen? tapi kenapa waktu itu jadi pengamen?'' gumam Queen dalam hati dengan penuh tanda tanya.

''Queen, dia dosen yang aku ceritain. Ya ampun ganteng banget kan,'' bisik Mona. Namun Queen hanya diam. Semua mahasiswi pun saling berbisik meributkan ketampanan Nathan. Seperti biasa Nathan melemparkan sedikit senyumnya pada seluruh mahasiswa yang dia ajar.

''Selamat pagi teman-teman mahasiswa/mahasiswi baru. Selamat bergabung di Global University. Perkenalkan nama saya Jonathan Kusuma, cukup panggil Nathan saja. Saya akan mengajar di kelas kalian. Baiklah ada yang ingin kalian tanyakan?"

"Maaf, kita manggilnya kakak, mas, abang, bapak atau sayang? soalnya anda masih terlihat muda," celetuk salah satu mahasiswi yang mendapat sorakan satu kelas. Namun Nathan hanya tersenyum tipis karena entah pertanyaan keberapa kali yang di ajukan para mahasiswi padanya. Karena Nathan adalah satu dosen termudah di kampus yang di gandrungi oleh seluruh mahasiswi meskipun sikapnya sangat cool dan tegas.

"Panggil Bapak saja. Biar sama dengan para dosen lain. Baiklah ada pertanyaan lain selain itu?" kata Nathan. Kali ini Mona yang duduk di belakang Queen bersama Nina, yang mengangkat tangan.

"Silahkan kamu," kata Nathan.

"Perkenalkan Pak, nama saya Monalisa Kamila. Panggil saja Mona. M-O-N-A. Apakah bapak ada nomor telepon yang bisa di hubungi?'' kata Mona dengan genitnya.

''Ada, kamu mau yang mana? nomor kantor polisi atau nomor rumah sakit?''

''Hehehe Bapak lucu ya. Maksudnya nomor ponsel Bapak?'' imbuh Mona.

''Oke. Daripada kamu tanya nomor ponsel saya, lebih baik kamu tanya kapan materi akan di mulai.'' Kata Nathan dengan gaya coolnya dan seketika membuat Mona terdiam.

''Baiklah saya akan mengabsen kalian satu persatu. Karena saya juga ingin mengenal kalian,'' kata Nathan. Nathan mulai mengabsen seluruh nama mahasiswa dalam kelasnya. Hingga tiba saat nama Queen di panggil.

''Kyra Queensha Dirgantara!"

''Hadir, Pak.'' Jawab Queen.

''Nama panggilan kamu siapa? biar kita semua enak manggil kamu.''

''Queen saja, Pak.''

''Oke. Nama dan panggilan yang bagus yang artinya Ratu.''

''Iya Pak karena saya berharap bisa bertemu Raja suatu saat nanti,'' kata Queen sembari menatap tajam mata Nathan.

''Filosofi yang bagus. Semoga kamu bisa bertemu dengan Raja kamu,'' kata Nathan yang kemudian lanjut mengabsen.

''Masak dia nggak kenal aku sih? di Dream Land kan dia yang membantuku. Bahkan jaketnya sekarang pun aku bawa,'' gumam Queen dalam hati. Mona dan Nina merasa sedih ketika sahabatnya mengharapkan sesuatu yang tak bisa di harapkan lagi. Virgo yang duduk bersebelahan dengan Queen mengusap pundak Queen untuk menenangkan kesedihannya. Pada Virgo juga Queen mengatakan semuanya tentang Raja.

''Semangat Queen. Aku akan selalu ada untuk kamu,'' gumam Virgo dalam hati sambil menatap wajah Queen yang sendu.

''Kenapa dia berbeda? Kenapa benar-benar seperti dua orang yang berbeda?'' gumam Queen dalam hati.

...****************...

Saat jam kuliah selesai, Queen berusaha mencari Nathan untuk mengembalikan jaketnya. Queen melihat Nathan berada di tempat parkir sepeda motor.

"Pak Nathan!" panggil Queen sambil melambaikan tangannya. Nathan pun menoleh ke arah Queen. Queen kemudian berlari kecil mendekat ke arah Nathan.

"Kamu manggil saya? ada perlu apa ya?" kata Nathan.

"Kamu sama sekali tidak mengenalku?"

"Maaf, aku lupa," kata Nathan.

"Sombong banget sih! Masak baru kemarin udah lupa."

"Tapi maaf banget, aku benar-benar lupa tidak ingat. Apa kamu salah satu mahasiswi disini?"

"Aneh banget sih ni orang," gumam Queen dalam hati. Queen kemudian mengeluarkan jaket milik Nathan dari ranselnya.

"Ini punya kamu kan?"

"Iya. Kok bisa sama kamu ya? Padahal kita belum pernah ketemu sebelumnya."

"Kamu meminjamkan jaket ini saat kita terjebak di Dream Land."

"Dream Land? Iya, aku ingat. Saat aku libur, aku memang suka pergi kesana untuk bermain musik. Lebih tepatnya untuk mengamen. Jadi, kamu menemukannya disana? Apa mungkin terjatuh?" kata Nathan. Queen lama-lama menjadi semakin bingung dengan ucapan Nathan.

"Kamu punya saudara kembar?"

"Tidak. Aku hanya punya adik laki-laki. Maaf ya aku lupa dan ingat sama kamu."

"Namaku Queen. Aku mahasiswi di kelas kamu."

"Oh ya, aku ingat. Kamu mahasiswa baru ya? Terima kasih ya kamu sudah menemukan jaket ini."

"Apa kamu sama sekali tidak ingat kejadian beberapa hari lalu? Dream Land malam hari, saat hujan."

"Iya aku ingat. Aku bertemu seorang gadis tapi aku lupa wajahnya."

"Hah? Lupa? Astaga, kamu ini sombong sekali."

"Tapi aku benar-benar tidak ingat."

"Itu aku!" tegas Queen.

"Kamu? Serius itu kamu?"

"Ya ampun kamu sudah pikun ya? Aku cuma mau bilang terima kasih. Permisi," ucap Queen sembari berlalu begitu saja.

''Hmmm dasar ya mereka selalu jahil dan usil,'' ucap Nathan yang merasa tidak heran jika para mahasiswa menganganggunya.

''Kenapa sih dia? Kan aneh masak nggak ingat apa-apa. Masak wajah aku aja dia lupain semudah itu?'' gumam Queen dalam hati sembari berjalan menuju halaman depan kampus.

''Queen! bareng yuk!" panggil Mona saat melihat Queen menunggu di luar.

''Nggak usah. Gue udah sama Pak Imron, habis ini juga di jemput,'' kata Queen. Ya selama ini Queen sama sekali belum di ijinkan membawa mobil sendiri oleh orang tuanya. Padahal Mona dan Nina sudah di ijinkan membawa mobil sendiri.

''Ya udah kalau gitu. Gue sama Nina balik ya?''

''Oke. Hati-hati ya.'' Kata Queen. Mona pun segera melajukan mobilnya kembali. Tak lama kemudian datang pula Virgo bersama mobilnya.

''Queen? ayo aku antar?'' kata Virgo.

''Nggak usah, Vir. Kamu duluan aja. Aku udah sama Pak Imron, sekalian jemput Arsen.''

''Oh gitu. Ya udah hati-hati ya, jangan lupa kasih kabar kalau udah sampai rumah,'' pesan Virgo.

''Iya. Hati-hati ya.''

''Oke, elo juga hati-hati,'' ucap Virgo berlalu. Setengah jam sudah menunggu.

''Pak Imron belum nyampek ya? Apa jemput Arsen dulu,'' gumam Queen. Queen segera mengeluarkan ponselnya. Lalu mencoba menelpon Pak Imorn. Namun Queen tak kunjung mendapat jawaban.

''Haduh, Pak Imron kemana sih? Di telepon nggak di angkat,'' gerutu Queen.

...****************...

''Mobilnya kenapa nih, Pak?'' tanya Arsen.

''Kayaknya mogok deh, Den.'' Kata Pak Imron sembari menghentikan mobilnya.

''Den Arsen tunggu ya? biar saya lihat dulu.'' Kata Pak Imron yang kemudian turun dari mobil dan membuka kap mesin mobil. Arsen yang tidak sabaran segera menyusul turun dari mobil.

''Gimana, Pak?''

''Saya nggak paham mesin nih, Den. Kayaknya kok baik-baik saja ya,'' kata Pak Imron.

''Apa jangan-jangan bensinnya habis?'' kata Arsen.

''Coba saya cek dulu ya, Den,'' kata Pak Imron. Pak Imron kembali masuk ke dalam dan melihat memang bensin mobilnya habis.

''Gimana, Pak?'' tanya Arsen.

''Hehehe maaf Den, bensinnya habis.''

''Aduh Pak Imron gimana sih? Masak bensinnya nggak di kontrol. Itu kan jarum penandanya juga di hadapan Pak Imron. Masak nggaj lihat sih, Pak,'' kata Arsen dengan marah.

''Maaf Den. Maklum Bapak sudah semakin tua jadinya lupa.''

''Hmmmm terus kakak gimana?''

''Oh ya, kita harus menjemput nona Queen.'' Kata Pak Imron. Arsen dengan wajah kesal kembali masuk ke dalam mobil.

''Mana ponsel Pak Imron?'' kata Arsen.

''Ini Den.'' Kata Pak Imron sembari memberikan ponselnya kepada Arsen.

''Sepuluh panggilan tak terjawab dari Kakak? Masak nggak dengar juga sih, Pak.''

''Maaf, Den. Tadi saya silent, maaf sekali lagi lupa.''

''Hmmmm,'' dengus Arsen.

Nexttttt ----->

1
Dahlia Anwar
engga bisa move on dari kisah mereka
Dahlia Anwar
ikut nangis aku
Dahlia Anwar
🥰🥰🥰🥰 engga bisa berkata kata
Dahlia Anwar
🤪🤪🥰🥰😘😘😘
Dahlia Anwar
sellu yang terbaik
Dahlia Anwar
cerita nya keren
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
keren banget
Dahlia Anwar
hadir lagi Thor kangen Ama queen
Dahlia Anwar: apa lagi papa mama nya Dira and Keenan cerita yang luar biasa.
total 2 replies
Miss Kece
Hadeuuh jadi cewek kok bego dan cengeng quin
mamah cantikk
trs perusahaan yg d indo sp yg pegang thor
mamah cantikk
bukannya punya kampus ya thor tmpt dira dlu kuliah
mamah cantikk
laura salah nyari musuh, udh d baikin ngelunjak
mamah cantikk
jd mls klo ada si virgo
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
CIVIA 💞💖🌹🥰
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Alya Safira
keren bgt..bagus..romantis... dan persahabatan tulus...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!