NovelToon NovelToon
CEO TAMPAN BERDARAH IBLIS

CEO TAMPAN BERDARAH IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Contest / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:81k
Nilai: 5
Nama Author: 0409 Ni Luh Budarwi

Hai, novel sebelumnya adalah karya terburuk bagi saya. Jadi, ijinkan saya mengubah hampir keseluruhan alurnya. Ada banyak sekali kesalahan dan seharusnya tidak ditulis, maafkanlah saya🙏
Pada saat itu saya seperti anak kecil yang sangat di luar batas, menulis bukan dari jiwa. Saya tidak mengakui dan sungguh menyesal menulis karya tersebut. Mohon kerjasamanya. Jika ada yang hendak mereview, tolong ijinkan saya menyelesaikan dulu🙏🙏

Dunia ini identik dengan cinta, kasih sayang. Tampak terdengar begitu indah. saya pikir semua itu bertahan, rupanya ketika kita berharap akan hal itu. Dunia seakan begitu kejam. No! Bukan dunia yang kejam, karena dasarnya dunia ini memang demikian. Di mana cinta yang tak berdasarkan iman pada Rabb adalah kekecewaan. Sungguh perbedaan yang sangat nyata ketika kedua cinta itu dialami oleh manusia sepertiku.
Leona Rain.

di karya ini, semoga dapat menghapus kesalahan di masa lalu terhadap penulisan Novel ini. Saya masih merancang jadi tolong bersabarl

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 0409 Ni Luh Budarwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10-Ribut

Selamat Membaca🐣

Author POV

"Kenapa kakak tiba-tiba mencintai Viana? apakah kakak memiliki masalah dengan Tomi dan Marsel apa hubungannya dengan Tomi?" tanya Margaretha dalam hatinya.

Margaretha sampai di Mansion Viana, lalu dia membuka masker dan jaketnya. Margaretha menelpon Viana, namun handphone Viana tidak aktif. Kemudian, Margaretha memutuskan untuk masuk ke dalam. Ada pembantu yang membuka pintu.

"Maaf cari siapa nona?" tanyanya.

"Aku Margaretha, temannya Viana. Aku ada perlu dengan Viana, tentang pekerjaan. Boleh aku menemuinya?"

"Maaf non, tapi non Viana berpesan dia tidak ingin di ganggu dulu."

"Aku hanya ingin bertemu, ada hal penting. Bukan untuk mengganggu dia, apa aku bertampang seperti pengganggu?"

"Tidak nona, maaf saya tidak bermaksud demikian."

"Kalau begitu ijinkan saya masuk atau saya akan bilang ke Viana, bahwa salah satu pembantunya sudah mengusir ku secara paksa. Dan bibi harus bertanggung jawab kalau informasi yang ku bawa tidak sampai, jangan sampai aku juga melaporkan ini pada Tante Rita!"

"Jangan nona, bisa di pecat saya. Mari masuk!"

Mira karena takut mengijinkan Margaretha masuk ke dalam Mansion dan Margaretha sebenarnya tadi hanya mengancam saja. Sebenarnya dalam hati Margaretha menahan tawa melihat ketakutan pembantu Viana yang terlihat menggelikan. Apalagi ketika Margaretha menyebutkan nama Rita, jelas sekali kalau Rita akan sangat garang ketika marah. Bukan hanya Viana yang takut, tapi pembantunya juga.

"Nona, mari! kamar non Viana ada di atas, kalau bisa tolong bujuk non Viana makan ya. Soalnya non Viana sedikit tidak enak badan."

"Oh ya, kenapa Viana tidak memberitahu ku ya?"

"Iya mungkin nona lupa, tuan Tomi saja di larang untuk menemuinya."

"Ya sudah, aku masuk dulu. Jangan biarkan ada yang masuk ya, soalnya aku menyampaikan hal yang teramat penting kepada Viana. Jangan sampai orang lain tahu, nama bibi siapa? supaya aku gampang manggil nanti kalau ada perlu."

"Mira nona."

"Bibi boleh pergi!"

"Baik nona, permisi."

Margaretha mengangguk, kemudian Margaretha mengetuk pintu kamar Viana. Viana tidak tahu kalau Margaretha akan datang, dia sama sekali tidak menghiraukan seseorang yang mengetuk pintunya. Dari luar Margaretha merasa bingung, biasanya Viana tidak akan bersikap seperti ini jika ada yang datang.

"Viana, buka pintunya Vi."

Kreet, suara pintu terbuka.

"Margaretha, ayo masuk!"

Viana kembali menutup pintu, sedang Margaretha dari tadi memperhatikan penampilan Viana. Sampailah Margaretha pada lengan kanan Viana yang nampak sedikit lebam, seolah Viana habis melakukan suatu perlawanan.

"Kenapa tangan mu?" tanya Margaretha, tanpa berbasa basi.

"Kemarin aku hampir di jambret."

"Yakin kamu tidak menyembunyikan sesuatu dari ku?"

"Ayolah Margaretha! aku tidak menyembunyikan sesuatu dari mu."

"Katanya kamu sakit?"

"Iya, hanya kecapekan."

"Apa sekarang sudah baikan?"

"Kenapa Margaretha seperti mengintrogasi ku sih, bagaimana kalau dia tahu kalo aku dan Harry?" tanya Viana dalam hatinya.

"Woe di tanya malah bengong!"

"Hehe udah baikan kok, emangnya ada apa?"

"Tolong temani aku di Mansion! soalnya semua pembantu pada libur. Aku tidak berani sendiri, bagaimana kalau Varo datang? aku sama sekali tidak menyukainya."

"Varo siapa?"

"Asisten kedua dari Harry, kakak sepupu ku."

"Baiklah, sekarang?"

"Iya, keburu malam. Tapi kamu harus makan dulu!"

Viana juga mengajak Margaretha untuk makan, barulah mereka berangkat menuju Mansion Margaretha. Viana sama sekali tidak tahu, kalau Margaretha tinggal satu Mansion dengan Harry. Keluarga Harry yang masih sedarah memang tinggal satu atap, apalagi mereka memang bukan sembarang orang.

*******

"Jadi ini Mansion mu?"

"Mansion keluarga, ayo masuk Vi!"

"Iya."

Viana akhirnya dapat keluar dari Mansion Rita, karena Rita sedang ada di Singapura. Viana tidak mengetahui kalau ada seseorang yang dari tadi melihat kedatangannya dengan senyum yang tidak bisa di artikan. Laki-laki itu tidak lain adalah Harry yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka, Viana tidak mengira kalau kedatangannya dirinya adalah rencana Harry untuk mendapatkan Viana.

"Vi, ini kamar ku. Aku mau ke ruang kerja sebentar, ada pekerjaan yang harus ku selesaikan. Kalau perlu sesuatu ambil aja atau cari aja aku ke ruang kerja ya!"

"Iya, aku akan istirahat duluan."

Viana menutup pintu kamar Margaretha, malam ini Viana menginap di rumah Margaretha. Harry yang melihat Margaretha sudah pergi, kemudian diam-diam masuk ke kamar Margaretha untuk menemui Viana.

"Kamu!"

"Hai, sepertinya kita memang jodoh." Harry tersenyum melihat wajah ketakutan Viana.

"Jangan mimpi! tidak sopan masuk tanpa permisi."

"Oh halo ini Mansion ku, mau aku ke sini atau tidak itu hak ku. Lagi pula ini kan kamar adik ku, oh atau jangan-jangan kamu kangen ya?" tanya Harry, menggoda Viana.

"Engga, aku ke sini untuk menemani Margaretha. Tidak ada sangkut pautnya dengan mu!"

"Hem, sepertinya kita harus mengulangi yang tadi malam."

"Aku tidak mau."

"Bagaimana kalau aku beritahu semuanya pada Tomi? pasti menyenangkan."

"Silahkan!"

Viana sudah tidak peduli dengan ancaman Harry, tadi malam karena takut dia harus menanggung beban atas kecerobohannya. Tidak mau berlama-lama dengan Harry, Viana berjalan hendak mencari Margaretha. Baru beberapa langkah tangan Harry sudah mencegahnya.

"Br****k kamu pikir aku wanita mu****n?!" Viana sangat marah, tanpa sadar kata-kata itu keluar.

"Siapa yang bilang kalau kamu wanita mu****n?"

"Kalau begitu lepaskan tanganku! aku tidak mau lagi berurusan dengan mu."

Margaretha yang di sibukkan dengan pekerjaan tidak mengetahui kalau Harry dan Viana sedang ribut. Pekerjaan itu memang di siapkan untuk mengelabuhi Margaretha, agar tidak mengetahui kalau Harry menemui Viana.

"Sudah lah, aku tidak mau ribut dengan mu."

Harry duduk di sofa kamar Margaretha untuk menenangkan dirinya, begitu juga Viana yang diam.

Hening, mereka sama-sama diam. Harry mencintai Viana, tapi di hati Viana hanya ada satu nama Malvin.

Author POV end

**********

Viana POV

Aku merasa menjadi perempuan yang sangat buruk, aku sudah melanggar kepercayaan Tante Rita. Ini salah ku juga, Aku tidak bisa mengalahkan Harry sepenuhnya. Dia berniat baik dan mau bertanggung jawab, tapi apakah dia sungguh-sungguh? entah mengapa aku merasa Harry menyembunyikan sesuatu dari ku. Mana mungkin, hanya sekali bertemu dia langsung mencintai ku.

"Bisakah kita berdamai?" tanyaku pada Harry, sungguh Aku merasa sangat malu mengatakan ini. Aku hanya ingin segera keluar dari masalah ini.

"Apa yang aku dapatkan kalau kita berdamai?" tanyanya, membuat ku muak. Laki-laki ini selalu meminta imbalan dalam setiap hal.

"Baiklah, kita tidak perlu berdamai. Lupakan saja! kamu ini terlalu hitung-hitungan." Aku berjalan ke arah pintu kamar, belum juga Aku melewati pintu Harry sudah bicara.

Bersambung 🌻

1
Yudha _GG
1
Anonim
Terima kasih untuk semua reader yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca cerita ini, semoga kalian semua sehat-sehat selalu. Membaca karya ini saja sudah merupakan apreasiasi yang sangat besar, sekali lagi terima kasih banyak 🙏🤗
Laurentis Darwin
ok critanya
Laurentis Darwin
ok bgt
Capricorn girl💫
viana,,,tante dan Tomi ada udang dibalik bakwan tau...
Capricorn girl💫
menarik ceritanya,,aku suka,, semangat kakak author..
Capricorn girl💫
lanjut
Capricorn girl💫
masih nyimak
Agnestinwati gea
saya sangat penasaran dengan isi caritanya
Anonim: Terima kasih sudah mampir KK, nantikan juga season 2.
Banyak keseruannya, terus baca dan berikan dukungan supaya Author lebih bersemangat 🤗✨
total 1 replies
Suprianti Sunandar
sebenarnya siapa Harry see thor
Anonim: Siapa ya?😂 canda kak, nanti ada kejutan kok. Hanya saja belum semua direvisi akan ada beberapa perubahan alur lagi sedikit.🙏🤗
Semoga Kakak tidak bosan berkunjung ke lapak kecil ku✨
total 1 replies
Suprianti Sunandar
ulat bulu muncul
Anonim: 😂baru netas, cuma bisa lihat komentar aja. terima kasih kk sudah mampir 🙏🤗
total 1 replies
Suprianti Sunandar
penghianat tetap penghianat
Sejahtera
Semangat Kakak
Sejahtera
Semangat
Sejahtera
Semangat ^_^
Sejahtera
Semangat Kakak ^_^
Sejahtera
Semangat
Sejahtera
Semangat Kakak ^_^
Sejahtera
Semangat Kakak
Sejahtera
Semangat ^_^
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!