NovelToon NovelToon
Sweet Police

Sweet Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Fanfic / Contest / Tamat
Popularitas:71k
Nilai: 5
Nama Author: Arti Channel

Yura merupakan salah satu penulis terkenal yang mempunyai sifat ambisius, susah jatuh cinta dan sangat disiplin terhadap peraturan.

Hingga suatu hari saat dirinya buru-buru dan mendapatkan kejadian yang tak terduga disebuah lampu merah. Kejadian itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arti Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Missing

Tanpa mematikan hpnya,Yura buru-buru langsung bangkit dari tempat tidurnya.

Dengan detail Yura menanyakan keberadaan Agung. Bukannya menjawab pertanyaan Yura, Agung malah tertawa.

" Kau sungguh lucu. Apa Kau semudah itu mempercayai orang?" Tanya Agung membuat Yura bingung.

" Maksudnya?" Yura tidak mengerti.

"Aku membohongimu..." ucap Agung membuat Yura terkejut.

"Jadi Kau membohongiku?" Tanya Yura memastikan.

"Iya. Tapi ngomong-ngomong kemana tas ini harus kukembalikan?" Tanya Agung seraya melirik tas Yura yang kini masih berada di meja kamarnya.

" Apa? Tas? "Yura terlihat berpikir.

"Ya. Kau ketakutan sampai meninggalkan tasmu. Apa Kau tidak mengingatnya?" Agung masih memandang tas tersebut.

"Oh my God. Aku benar-benar lupa. Kalau begitu nanti kuambil di tempat kerjamu sekaligus Aku ke kantor." Yura kembali melangkah ke kamarnya.

" Ok kutunggu." Jawab Agung.

Agung pun terlihat puas dengan keputusan Yura yang akan mendatanginya. Dengan senyum bahagia Agung menuju ke kamar mandi.

Sedangkan Yura terlihat langsung kembali masuk ke kamarnya. Rasa kesal jelas terlihat di wajah polosnya.

' Bagaimana bisa Dia pagi-pagi begini malah membohongiku.' gerutu Yura.

Tanpa pikir panjang Yura langsung mandi dan bersiap-siap. Mengingat jadwal padatnya dihari ini. Apalagi ditambah mengambil tasnya. Itu membuat Yura sedikit kesal mengingatnya.

Sesekali Yura terlihat diam. Dia kelihatan sangat berpikir.

Tidak selang lama Sani sudah datang menjemputnya.

Yura pun langsung masuk ke dalam mobil. Sesekali Yura terlihat melirik Sani dan hpnya.

" Why? Apa Kau sedang ada masalah?" Tebak Sani membuat Yura terkejut.

"Iya. Bagaimana Kau bisa mengetahuinya?" Yura penasaran.

" Wajahmu tidak bisa membohongiku." Jawab Sani.

" Jadi Apa masalahmu? "Sani penasaran.

" Tas." Jawab Yura singkat.

" Apa?!?!? Tas?" Giliran Sani yang terkejut.

"Kenapa dengan tasmu? Dirampok? Dicuri orang?" Tanya Sani dengan nada cemas.

Bukannya langsung menjawab Yura malah tertawa ngakak mendengar pertanyaan sahabatnya itu.

" Why?" Sani terlihat heran.

Yura pun langsung diam dan terlihat serius sehingga membuat sahabatnya itu geleng-geleng kepala dibuatnya.

" Sepertinya tebakanmu benar San. Jadi antar Aku ke kantor kepolisian." Ucap Yura membuat sahabatnya langsung melajukan mobilnya ke arah kantor polisi.

' Lebih baik pagi-pagi saja. Daripada nanti.' batin Yura.

Yura terlihat menghubungi Agung. Berkali-kali Dia menekan menu kontak dihpnya.

Tapi berkali-kali juga Yura mendengus kesal dibuatnya.

" Apakah polisi pagi-pagi sudah sesibuk ini?" Ucap Yura yang terkesan bertanya.

" Entahlah. Memangnya Kau telepon siapa Ra?" Sani terlihat penasaran.

Yura memandang Sani sekilas dan terlihat ragu.

"Tidak." Yura terlihat mencoba tenang kembali.

Dilain tempat Agung begitu terlihat bahagia.

" Agung ada yang mencarimu diruang tunggu. Wanita cantik." jelas Pak Dodi.

" Ternyata diam-diam banyak fansmu. Buruan kasihan lama menunggu dari tadi." tambah Pak Dodi dan lalu berlalu begitu saja dari ruangan

' Pasti Yura.' batin Agung penuh keyakinan.

' Oya tas mana tas?' Agung mengambil tasnya Yura yang sudah Dia siapkan dan disimpan didalam lemari kerjanya.

Dengan langkah cepat dan wajah berseri Agung menuju ruang tunggu. Namun raut wajahnya terkejut begitu melihat sosok wanita yang ada didepannya.

Sesekali Yura melihat hpnya yang belum ada jawaban dan respon. Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mobil mereka sampai terparkir di depan kantor kepolisian. Sani pun keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Yura. Yura dengan santai berjalan menuju kantor kepolisian.

Dimas yang sedang berjalan menelusuri koridor kantor pun langsung melihat kedatangan Yura. Dengan cepat Dimas menghampirinya.

Yura tersenyum manis begitu melihat Dimas berjalan menuju kearahnya.

" Selamat pagi. Kepentingan apa yang membawa Anda kesini? " Tanya Dimas terlihat sangat sopan.

"Selamat pagi, kebetulan Saya ada urusan dengan saudara Agung. Bisakah Aku minta tolong padamu panggilkan Dia?" Yura meminta bantuan sambil sesekali melirik jam ditangannya.

" Tentu saja Yura. Tapi sebelumnya bisakah kita berfoto dulu?"pinta Dimas seraya mengeluarkan hp dari sakunya.

" Owh Tentu saja bisa." Yura pun berpose ala sang selebriti dengan fansnya.

Setelah selesai Dimas langsung menunjukkan Yura ke arah ruang tunggu. Dan sepertinya Dimas pun sedang mencari sahabatnya itu. Dia pun mencoba keruangan pak Dodi yang sepertinya sedang sibuk.

" Pagi Pak, Apa Kau tau dimana saudara Agung?"

" Sepertinya Dia sedang ada tamu diruang tunggu." Jawab Pak Dodi seraya sudah sibuk dengan kerjaannya.

" Untunglah Kalo sudah diruang tunggu." Ucap Dimas lega dan tidak khawatir mengingat Yura juga sedang menuju ke arah ruang tunggu.

Dimas pun langsung keluar dari ruangan pak Dodi.

Tidak begitu sulit bagi Yura untuk sampai keruang tunggu sesuai arahan Dimas.Sani sebagai sahabatnya juga terlihat setia mendampinginya.

Tapi kaki Yura terasa terhenti dan mematung begitu sampai diruang tunggu. Tiada kekuatan rasanya. Yura melihat Agung bersama dengan seorang wanita.

" Kumohon mengertilah dengan posisiku saat itu Beb." Ucap wanita itu jelas terdengar ditelinga Yura.

'Siapa Dia? Kenapa mereka terlihat bukan rekan kerja?' batin Yura bertanya-tanya. Sedangkan hatinya mulai bergejolak begitu melihat tangan wanita itu memegang tangan Agung diatas meja. Seperti sedang memohon.

Namun Agung langsung terkejut dan melepaskan tangan wanita itu begitu melihat Yura berdiri mematung tepat didepan tengah pintu.

" Yura?" Spontan Agung langsung berdiri dari tempat duduknya.

" Eeeee... maaf mengganggu pembicaraan kalian". Ucap Yura seraya membungkukkan kepala. Dan langsung keluar dari ruang tunggu.

" Tunggu Yura!!!" pinta Agung setengah berteriak.

" Aku ada urusan." Ucap Agung kepada wanita itu serta langsung beranjak mengejar Yura yang sebelumnya langsung keluar dari ruang tunggu.

" Yura Tunggu!!! " Teriak Agung memanggil Yura yang belum terlalu jauh darinya.

Agung terlihat berlari untuk mengejar Yura. Sedangkan Yuraa berjalan cepat. Namun sepatu hak tingginya mengurangi kecepatannya.

Sani terlihat bingung dengan acara kejar-kejaran mereka. Tapi Sani terpaksa diam karena Yura terlihat buru-buru setelah keluar dari ruang tunggu. Dia hanya mengikuti Yura. Dan menunggu kata-kata dari Yura.

" Aduh, sepatu hak tinggi ini sungguh menyebalkan. " Gerutu Yura.

" San, tolong ambilkan tasku sama orang yang mengejarku." Ucap Yura seraya berhenti dan melepas sepatu hak tingginya.

" Hah...??? maksudmu Agung?"

" Iya lah San, Siapa lagi. Masa iya kucing." Yura kesal karena Sani masih bertanya.

" Ok dah." ucap Sani walau sepenuhnya belum mengerti mengapa ads acara kejar-kejaran seperti tom and Jerry.

" Thanks. Aku tunggu di mobil." Ucap Yura. langsung berlari dengan kaki telanjangnya.

Dimas yang tidak sengaja melihat Yura dan Agung sedang berkejar-kejaran langsung membelalakkan matanya.

" Apa itu? Yura? Agung? Apa mereka sedang syuting ala India Movie " ucap Dimas terlihat heran.

Sedangkan Agung langsung berhenti dan memandang Yura dengan tatapan khawatir.

Yura langsung membuka pintu mobil dan langsung masuk.

" Apa Dia mengganguku pagi-pagi dengan masalah tas agar Aku melihat pemandangan seperti itu. Memuakkan sekali Kau Agung. Jadi begini cara Dia ingin menyingkirkanku. Ok, Aku mengerti sekarang. Dia benar-benar pandai berakting. Kemarin seakan Dia memberikan harapan. Tapi kenyataannya wanita itu sudah berada disisinya. Harusnya Dia jadi aktor bukan polisi."gerutu Yura seraya mengambil tisu. Dengan kesal Yura membersihkan kakinya dari butiran-butiran tanah yang menempel. Tanpa terasa air matanya menetes. Emosi memuncak terlihat jelas diwajahnya.

Berkali-kali Yura memandang jam tangannya. Berharap sahabatnya cepat datang.

To be continued ...

1
Nabil abshor
siwon??? 🤔🤔🤔🤔
Dandelion: sama2
total 3 replies
Nabil abshor
😂😂😂😂 bukan sayaaang,,, mereka lg lomba lari maraton,,,
Nabil abshor
😭😭😭😭😭 aiiiiih ku tunggu,,,,, gusti,,, bapernya aku,,,
Nabil abshor
😭😭😭😭😭😬😬😬😬👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊👊 dimaaaaaasssss
Nabil abshor
siapa pun itu,jk dy melangggar y tetep hrus ditindak lah. masak mentang² org terkenal trus dilolosin.😁😁😁👍👍👍 good job pak agung,,, polisi teladan ..
i'm virgo ♍️
akhirnya ngaku juga kau ya Gung, kalo cinta ya hrs tegas dgn masa lalumu
i'm virgo ♍️
Agung mulai ada rasa sama Yura
i'm virgo ♍️
nah buka matamu Gung, biar lihat jls Yura sprti apa...bodoh mempertahankan masa lalu yg gaje
i'm virgo ♍️
hihihi...Dimas kocak
Dandelion
Terima kasih atas dukungan dan komentnya. Mianhe
😁
hayatun nufus
ceritanya bagus tapi extra part terlalu banyak jd kurang syahdu ceritanya 🤭🤭🤭
Dandelion: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentnya. Mianhe extranya kbnyakan😁
total 1 replies
Fara F
Agung nama mas siwon di indo nih...makin lancar haluku bayangin siwon sama yuna😍😍
Dandelion: Terimakasih atas koment dan dukungannya 😍
total 1 replies
Rahayu Aryasatya
seorang polisi bisa diancam?? dan gak bisanemu strategi buat ngadepin ancaman itu??🤔🤔🤔agak agak gimana gitu yaa chingu
Rahayu Aryasatya
awalnya bingung,,knp diakhir nama kadang ditambahi dg "yaa",,agak aneh bacanya,,tp setelah nemu kata "namja" baru ngeh akoohh😂😂
Dandelion: Maaf bahasanya masih berantakan campur aduk. Indonesia KPop nya blm ilang😁
total 1 replies
josan
ihhhhh
Dandelion: Terimakasih atas support dan dukungannya 🙏☺️
total 1 replies
NAIM NURBANAH
mampir
Dandelion: Terima kasih ☺️🙏
total 1 replies
Fitriani R
Novel favorit simpel episode nya dan udah tamat 😍😍😍
Dandelion: Ada extra Part dan sequelnya jangan lupa baca lanjutannya.Terima kasih.
total 2 replies
Widya Pertiwi
Thor up nya yang cepet dong...
Dandelion: Jangan lupa baca The Principle dan The Rival beside Me. Mohon dukungan dan supportnya ☺️🙏
total 2 replies
Rhenii RA
Fungsi 3 tanda tanya di depan kalimat apa thor?
Dandelion: Maaf typo. 🙏 Nanti Saya edit . Terimakasih koreksinya 🙏☺️
total 1 replies
Yuliana Susanti
lanjut Thor tanggung cerita nya
Dandelion: Jangan lupa baca The Principle dan The Rival beside Me. Mohon dukungan dan supportnya ☺️🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!