Karenina maysha adalah seorang gadis cantik berusia 23 tahun, dia bekerja sebagai sekretaris di salah satu cabang perusahaan yang bergerak di bidang properti. karena ketekunannya dalam bekerja dia di utus oleh anak cabang perusahaannya untuk menjadi sekretaris CEO yang baru di pusat perusahaannya. inilah awal cerita kehidupannya, menjadi sekretaris CEO yang arogan dan konyol secara bersamaan membuat dirinya harus extra bersabar dan mengalah walau kadang keputusan sang CEO bertentangan dengan keinginannya, KEVIN WIRATMADJA.
Kevin wiratmadja, seorang CEO perusahaan besar di bidang properti. mempunyai perawakan yang tinggi, putih, hidung mancung, bibir yang sedikit tebal, mata yang tajam dan alis hitam tebal. arogan, sombong namun konyol. karena kekonyolannya dia dan para sahabatnya bertaruh untuk membuat sang sekretaris jatuh cinta padanya. dan bersedia menikah dengannya, KARENINA MAYSHA.
Sikap Kevin berubah karena kecemburuannya pada sahabatnya sendiri, namun perlahan kekerasan Kevin melunak, hatinya mulai terusik dengan perasaan cintanya.
inilah awal kisah mereka berdua, yang berusaha mencoba saling mencintai namun setelah cinta hadir diantara mereka kebohongan Kevin tentang taruhannya terbongkar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PULANG BERSAMA
Sesuai titah dari sang bos, kara menunggu kevin di ruangannya, kevin yang masih berkutat dengan layar laptopnya sedikit membuat kara bosan, kara mondar mandir di depan meja kerja kevin, suara dari hak sepatunya yang tinggi membuat kevin berdecak kesal, pasalnya konsentrasinya terbagi antara pekerjaannya dan suara sepatu kara, kevin jadi berfikir untuk menyuruh sang sekretaris telanjang saja, telanjang kaki tentunya.
"ck..kara apa kamu tidak bisa diam? suara sepatu kamu mengganggu saya kamu tahu?".
"oleh karena itu pak, dari pada saya mengganggu bapak, lebih baik saya pulang lebih dulu pak". usul kara, yang tentu saja semakin membuat kevin jengkel.
"kamu tuh ya, bisa banget kalau ngajak saya berdebat". Kevin mendelikan matanya jengkel kemudian kembali berkata, "duduk kamu, dan jangan sampai tertidur, saya gak mau gendong kamu lagi".
"cih siapa juga yang minta digendong". Gumam kara.
Kevin kembali menatap kara sekilas, dia menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar gumaman kara.
Kara menyenderkan tubuhnya pada senderan sofa, lelah rasanya, tetiba dia rindu dengan kasurnya yang empuk. Kara melirik kevin sekilas, kemudian mengambil ponselnya dari dalam tas kecilnya, memainkan game dari benda canggih itu, untuk sekedar mengusir rasa bosannya.
Merasa game di ponselnya tak juga mengusir rasa bosannya, kara berseluncur di dunia maya, melihat-lihat postingan teman-temannya.
"udah lama juga gak posting-posting, foto dulu lah". ucapnya pada dirinya sendiri.
Kara mengarahkan kamera ponselnya pada wajahnya, berbagai gaya dia lakukan, mulai dari tersenyum, melotot, bibir manyun, miring kanan miring kiri, dan berbagai gaya lainnya.
Kevin yang tak sengaja melihat sekilah ke arah kara kembali menatap kara, bibirnya melengkung ke atas menandakan dia tengah tersenyum, merasa lucu melihat aksi konyol kara. "kenapa si gue ngerasa tertarik terus melihatnya, apa dia punya magnet? gak mungkin kan? dia gak cantik-cantik amat, tapi menarik perhatian gue". kevin membatin sendiri, kepalanya dia geleng-gelengkan untuk mengusir wajah kara dalam benaknya.
Kara yang tersadar tengah di perhatikan menyudahi aksi konyolnya, dia berdehem untuk menghilangkan gugupnya, "ekheeemm..apa bapak sudah selesai??"
"ah?? ya, sudah. kita pulang sekarang". kevin tak kalah gugupnya dengan kara.
Kevin menyambar kunci mobilnya dan jas yang tersampir di kursi kebesarannya, Sedangkan kara mengekor dari belakangnya. Tak ada obrolan di antara mereka, entah mengapa suasana mendadak kikuk. Kevin memencet tombol lif untuk mengantarkan mereka ke parkiran khusus para petinggi perusahaan. Di dalam lif mereka saling diam, kevin menatap kara lewat pantulan dinding lift, merasa ada yang aneh dengan jantungnya yang setiap kali berdekatan dengan kara selalu merdebar hebat. Kevin mengusap wajahnya menghilangkan fikiran-fikiran tentang sang sekretaris. "kenapa si gue, gak mungkin kan gue jatuh cinta? kalau gini bisa kalah taruhan gue".
Kara yang melihat kevin melamun mencoba memanggilnya karena mereka telah sampai di parkiran, "pak kevin? anda baik-baik saja?" tanya kara.
kevin masih bergeming, terlalu asik dengan fikirannya sendiri. "pak..bapak mau terus disini??" kara menarik kemeja lengan kevin hingga kevin terkaget, "bapak melamun?" tanya kara.
"heh? udah nyampe ya?"
"bapak jangan melamun di lif, saya takut lifnya mati".
"gak ada hubungannya kara".
"tentu saja ada, kata orang kalau kebanyakan melamun ayam tetangga akan mati, berhubung disini gak ada ayam, saya ganti aja pake lif". kara acuh berjalan keluar lif meninggalkan kevin yang masih mencerna ucapan kara.
Setelah tersadar dia jadi kesal sendiri. "kareninaaaaaa". panggil kevin lantang.
"yess pak bos". ucap kara sembari terus berjalan.
Segini dulu ya gaess...sumbang jempolnya atuh supaya othoor semangat up nya🙏✌✌✌😁
kasihan juga si Adrian, tunangannya gak bisa jaga diri
selanjutnya... terserah othor....