Ini kelanjutan cerita Tumbal Cinta Tuan Muda (Season 1 dan 2).
Harap membaca season 1 dan 2 nya dulu.
Karena kesalahpahaman dimasa lalu dan sebuah alasan yang menjadi rahasia Vie, gadis cantik bin somplak itu harus terpisah dari Andra, lelaki yang sebenarnya dia cintai.
Begitu pun dengan Andra, merasa tak pantas mencintai anak majikannya dan sebuah kesalahpahaman, dia memutuskan untuk mengubur rasa cintanya kepada Vie.
Namun apa yang terjadi jika mereka dipertemukan lagi empat tahun kemudian? Saat Vie sudah menjadi kekasih Davin. Akankah Andra memperjuangkan cintanya setelah tahu alasan Vie dan rahasia besar itu terbongkar atau malah merelakannya untuk Davin?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Tiga hari kemudian, Raja mengajak Dino, Vie dan beberapa orang temannya yang berlaku sebagai panitia ketemuan di CR7 Cafe and Resto untuk membahas reuni mereka yang akan diadakan di cafe ini.
Karena ada janji dengan teman-temannya, Vie meminta izin pulang dari kantor lebih awal.
"Vie kemana sih? Kok wujudnya belum kelihatan?" Tanya Raja cemas.
"Vie kan sekarang sudah mulai magang di kantor papanya, mungkin dia masih banyak pekerjaan, jadi belum bisa kesini. Tunggu saja." Jawab Dino logis sambil fokus memainkan game online kesukaannya.
"Mudah-mudahan sajalah, aku takut dia tidak jadi datang seperti waktu itu." Ucap Raja masih dengan raut cemas.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun datang, Vie masuk ke cafe dan berjalan mendekati meja dimana duo gesrek dan beberapa temannya yang lain berada.
"Itu beneran Vie kan?" Tanya Dino tak percaya.
"Dia habis ruqyah ya?" Raja ikut menimpali.
"Kenapa lihatin nya pada begitu? Seperti lihat hantu saja." Vie menggerutu melihat tatapan aneh teman-temannya.
"Kau sehatkan, Vie? Tidak salah minum obat kan?" Tanya Raja yang memperhatikan Vie dari atas sampai bawah.
"Sudah deh jangan berlebihan! Aku sudah bela-belain datang kesini sampai naik taksi cuma untuk diledekin?" Vie tahu sahabatnya itu sedang meledeknya karena berpenampilan layaknya wanita karir dengan kemeja berwarna peach dan rok mini berwarna hitam serta flat shoes dengan aksen pita. Tak lupa rambutnya yang dikucir dan sedikit make-up, menambah kesan dewasa seorang Vie.
Sebenarnya dia juga terpaksa mengenakan semua itu atas perintah sang mama.
"Iya ... iya ...deh maaf, kita cuma bercanda." Ucap Raja.
Vie pun duduk disebelah Raja, namun tiba-tiba seorang lelaki yang berjalan di samping Raja terjatuh dan tersungkur ke lantai. Sontak membuat semua orang, termasuk Vie terkejut.
Lelaki itu kemudian bangkit dan berdiri memandang Raja dengan tatapan yang tajam.
"Kau sengaja ya menjegal kakiku agar aku terjatuh?" Lelaki itu menuduh Raja dengan nada suara yang tinggi. Spontan membuat semua pengunjung menoleh kearahnya.
"Kau punya masalah hidup apa sih? Seenaknya saja menuduh orang. Apa untungnya aku menjegal kakimu?" Raja membalas tuduhan lelaki itu dengan suara yang lantang. Sementara Dino dan Vie bingung melihat situasi ini tapi tetap berusaha membela sahabat mereka.
"Eh ... kuman! Jangan menuduh sembarangan!" Vie ikut bersuara.
"Halah ... jangan berpura-pura! Aku tidak mungkin jatuh kalau tidak tersandung kaki bocah ini."
"Mungkin saja kau terkena polio karena tidak diimunisasi waktu bayi, mending pulang sana! Cuci kaki, baca doa terus bobok, daripada marah-marah disini." Raja menjawab seenaknya dan mengundang gelak tawa semua orang.
"Jangan lupa, bacanya doa tidur jangan doa makan. Hahaha ..." Sambung Dino yang semakin membuat tawa semua orang pecah. Seketika suasana cafe menjadi riuh dan berisik.
"Wah ... kurang ajar kalian semua! Sudah salah tidak mau mengaku. Kalian cari mati ya?" Lelaki itu terlihat semakin emosi.
"Ngapain cari mati? Mending cari pahala." Raja semakin memancing emosi lelaki itu.
"Berengsek! Ku habisi kau!" Lelaki itu mencengkeram baju Raja. Dino dan teman-teman mereka yang lain mencoba melerai sehingga lelaki itu melepaskan cengkeraman tangannya dari baju Raja.
"Panggil pemilik cafe ini, aku mau lihat bukti CCTV, aku yakin kau yang menjegal kakiku! Kau sengaja mempermalukan aku!" Teriak lelaki itu.
"Coba saja buktikan! Aku tidak takut!" Tantang Raja.
Seorang karyawan yang mendengar teriakan lelaki itu segera berlari memanggil Andra.
"Mana pemilik cafe ini? Panggil dia cepat!" Teriak lelaki itu lagi.
"Ada apa kau mencari ku?" Tiba-tiba Andra datang dan berjalan kearah lelaki itu. Sontak membuat bola mata Vie membulat sempurna dengan mulut yang ternganga. Begitu juga dengan Dino dan teman-teman mereka yang lain.
"Dia ...!" Ucap Vie pelan.
"Pak Andra ...!" Ujar Dino dan teman-temannya yang lain. Tapi Andra mengabaikannya dan fokus kepada lelaki itu.
"Ada apa?" Andra menatap lekat lelaki itu.
"Dia sengaja menjegal kakiku agar aku terjatuh, tapi dia tidak mau mengaku." Lelaki itu menjelaskan.
"Benar seperti itu?" Andra menatap tajam kearah Raja.
"Aku tidak melakukannya! Kalau tidak percaya, lihat saja buktinya di CCTV." Jawab Raja.
"Tiba-tiba ponsel lelaki itu berdering, dia menjawab panggilan masuk itu. Mendadak wajahnya berubah sedih.
"Urusan kita belum selesai! Kau beruntung karena aku sedang ada urusan, tapi aku akan mencarimu lagi nanti! Aku tandai wajahmu yang tidak seberapa itu." Setelah mengancam Raja, lelaki itu buru-buru pergi meninggalkan cafe.
" Dasar orang gila!" Umpat Raja.
"Masalahnya sudah selesai. Maaf atas ketidaknyamanannya." Andra menyampaikan permintaan maafnya kepada para pelanggan lain.
Lalu dia beralih memandang Vie, tatapan mata mereka bertemu, tersirat kerinduan yang mendalam namun tak bisa diungkapkan.
"Hai ..." Andra kadung tertangkap basah, menyapa Vie dengan canggung.
"Hai juga." Vie membalas sapaan Andra.
"Bisa kita bicara sebentar?"Tanya Andra penuh harap.
Vie hanya mengangguk menyetujui permintaan Andra.
"Ikut aku!" Andra mengajak Vie ke luar cafe. Tepatnya ke bagian outdoor cafe itu. Karena hanya lokasi itu yang sepi pengunjung, sementara di dalam cafe sangat ramai dan Andra tak mungkin mengajak Vie ke ruangannya karena takut timbul fitnah karena ruangan itu tertutup.
Melihat kepergian Andra dan Vie, Raja tersenyum penuh arti.
Andra dan Vie duduk berhadapan, keduanya terlihat gugup dan canggung. Untuk beberapa menit, keduanya hanya diam membisu, sampai akhirnya Vie membuka suara lebih dulu.
"Jadi cafe ini milikmu?" Tanya Vie.
"Iya. Maaf ya!"
"Maaf untuk apa?" Vie bingung.
"Karena sudah mencuri idemu." Jawab Andra.
"Oh ...iya sih, tadinya aku sempat kesal dengan pemilik cafe ini, karena dia membuat cafe seperti ideku. Tapi sekarang aku sudah memaafkannya." Ucap Vie sambil tersenyum.
"Kenapa begitu?"
"Karena pemiliknya kau." Vie memandang lekat wajah Andra. Membuat lelaki itu salah tingkah dan semakin gugup.
"Aku tak menyangka bisa bertemu denganmu lagi. Apakah ini yang disebut takdir atau hanya kebetulan?" Batin Vie.
"Bagaimana dengan kuliahmu?" Tanya Andra mengalihkan pembicaraan untuk menutupi rasa gugupnya.
"Oh ... baik, semuanya lancar." Jawab Vie.
"Kau banyak berubah sekarang, lebih feminim."
"Tidak ... aku tidak berubah! Aku terpaksa berpakaian seperti ini karena sekarang aku sudah mulai aktif di kantor Papa, jadi Mama memaksaku memakainya." Vie cemberut membuat Andra gemas melihat bibir manyunnya. Dia tak henti-hentinya memandang Vie, seolah besok-besok tak dapat melihat wajah cantik itu lagi.
"Haaa ... gadis ajaibku, wajah cantikmu ini selalu menghantui pikiranku. Aku tak menyangka bisa memandang wajahmu sedekat ini lagi, aku berharap waktu berhenti, agar aku bisa memandangmu lebih lama." Gumam Andra dalam hati.
"Oh ... Tapi kenapa cemberut? Kau cantik kok memakai ini." Andra memuji Vie.
"Aku anggap itu pujian." Jawab Vie malas, tapi Andra terkekeh. Entah mengapa perasaan Andra begitu bahagia, seperti ada ribuan bunga beterbangan di hatinya.
"Vie ...!" Seseorang tiba-tiba memanggil nama gadis itu, membuat Vie dan Andra sontak menoleh kearahnya.
***
Like nya, jangan pelit ya ...
tapi panggilan nya cuma Al....🤭🤭🤭
Makasih ya thor... Tetap semangat dan slalu jaga kesehatan ya thor...
sukses....semangat
mksh