Perjalanan hidup Meisha yang berasal dari keluarga biasa yang berpetualang di dunia lain.
"Persahabatan gadis dari dunia lain yang menyelamatkan dunia sihir"
mampukah Meisha menemukan sahabatnya dan menyelamatkan dunia sihir??
pantengin terus cerita Meisha ya jangan lupa buat ditaro di Favorite ♥
IG : @hanamei21
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merry mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 9 (Tes masuk Akademi Sihir & Kejutan dari Kakek)
CHAPTER 9 ( Tes masuk Akademi Sihir & Kejutan dari Kakek)
“Kalau begitu, kau harus berusaha agar manamu lebih dari 5.000 dan kau bisa masuk ke kelas yang sama dengan Brian yaitu kelas unggulan” ucap Rei.
“Heum” ucap Meisha sambil menganggukan kepalnya dengan semangat.
Keesokan harinya, Meisha ditemani kakak - kakaknya pergi ke akademi untuk melakukan tes masuk.(Sebelumnya Claude telah mendaftarkan tes Meisha pada panatia akademi sihir & karena Meisha tesnya susulan, jadi hanya ada mereka saja).
Mereka pun pergi menemui kepala sekolah akademi yang ternyata merupakan pemilik sekolah akademi sihir yang sedang menyamar.
“Salam panatia, kami kemari untuk menemani adik saya putri Meisha untuk mengukur jumlah Mana” ucap Rei, Kei, dan Brian bersamaan, sementara Meisha hanya diam saja dan menunjukkan wajah datarnya (karena Meisha tidak terlalu menyukai orang baru jadi dia hanya diam saja)
“Ooh jadi kalian anak anak dari Raja Claude “ ucap panatia itu sambil melihat Rei ,Kei ,dan Brian ,namun pandangannya tertarik kearah Meisha .Ia merasa bahwa Meisha ini tidak biasa.
“benar tuan” jawab Rei.
“baiklah lewat sini” tunjuk panatia itu.
“letakkan tanganmu pada batu itu dan salurkan sihirmu ke batu itu agar batu itu dapat mengukur sejauh mana kapasitas Mana mu dan jenis sihir apa yang kau miliki “ terang panatia tersebut.
Lalu Meisha pun mendekat ke batu dan menyalurkan sihirnya ke batu tersebut.
Namun tak lama kemudian terjadilah kejadian yang mengejutkan mereka semua. Batu pengukur mana yang dialiri oleh mana Meisha menunjukkan jenis sihir Meisha yaitu semua jenis sihir yang ada kecuali sihir kegelapan lalu kemudian batu itu meledak.
Hal ini membuat Meisha takut dan khawatir , ia berpikir jikalau panatia tersebut akan memarahinya karena telah merusak alat itu. Namun saat ia berbalik melihat ke kakak kakaknya dan panatia itu, dia dibuat terkejut dengan ekspresi mereka.
Meisha melihat kakak kakaknya terpelongo dengan mulut terbuka sementara panatia melihatnya dengan tatapan kagum dan ngeri.
“Lu…Luar biasa nak , bakatmu sangat luarbiasa. Semua sihir kecuali sihir gelap dan mana yang lebih dari 100.000..Hahaha tidak disangka anak dari si muka datar itu bisa sehebat ini” ucap panatia terkejut ,lalu tertawa senang.
“eeh ??? tuan tidak memarahi aku karena merusak alat itu??” Tanya Meisha heran dan bingung.
“hahaha untuk apa aku memarahimu? Lagipula batu itu meledak karena tidak dapat menahan sihirmu” gelak panatua itu.
“eeh?? Oooh…jadi begitu” ucap Meisha
“Iya. Mulai kalian ber4 panggil saja aku kakek , perkenalkan namaku Ardolph Longsfort. Aku ayah dari ibu kalian sekaligus pemilik akademi ini.” Terangnya sambil mengubah penampilannya.
“hahh??? Kakek??Longsfort?? Kami tidak pernah mendengar nama keluarga longsfort” jawab mereka berempat.
“hahaha tentu saja. Kakek dan ibumu berasal dari benua lain ,karena itu kalian tidak pernah mendengar nama keluarga Longsfort” jelas Kakek Ardolph.
Mereka terdiam tidak percaya dengan penjelasan dari Ardolph. Tiba tiba Ardolph membuka suara yang membuyarkan lamunan mereka.
“hei ada apa? Apa kalian tidak senang bertemu dengan kakek? Ayo kemari dan peluk kakek!” serunya.
Meisha yang mendengar bahwa ia memiliki kakek pun senang , apalagi saat kakeknya meminta pelukannya. Dengan segera ia pergi dan memeluk kakeknya.
“tunggu Meisha, kita tidak tau apakah dia benar benar kakek kita atau bukan” teriak Rei namun diabaikan Meisha.
Meisha yang sedang dipeluk kakeknya pun merasa senang ,karena ia sangat menyukai yang namanya pelukan dari keluarganya ( kaya olaf ya :v)
Mendengar perkataan cucunya yang tidak mau mengakuinya membuat Ardolph kesal lalu segera mentelepati Claude untuk datang dan menjelaskan hal ini.
Di sisi lain Claude yang tiba tiba mendapat telepati dari mertuanya pun langsung ke akademi.
Sesampainya Claude di tempat Ardolph ia melihat putra sulungnya sedang beradu mulut dengan mertuanya.
“STOPPP”seru Claude.
TO BE CONTINUE…
nanti aku mampir lagi yah
aku dah kasih hadiah bunga
beri aku juga yah sayang....
jangan lupa mampir di Petualangan TINA AYU