Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OB(Kebenaran 2)
☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘
"Burhan.....sayang, ya ampun. Apa yang terjadi pada mu nak ?"
Melati berlari dengan cepat menuju ranjang pasien yang di tempati oleh Burhan. Kia sedang berada di dapur ruangan vvip itu untuk membuat roti panggang karena memang sudah ada bahan dan alat nya disana ,dia terdiam sejenak saat me dengar teriakan dari seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk.
Melati sudah menangis ,dia menggenggam tangan Burhan dengan erat. Tak percaya jika memaksa Burhan untuk menikah malah menjadi kan Burhan seperti ini ,dia merasa bersalah. Bukan ingin mencelakai anak nya, tapi kabar yang beredar di perusahaan yang mengatakan kalau Burhan memiliki kelainan membuat nya merasa keaal .
Trauma yang di dapatkan oleh Burhan membuat hati melati sakit ,dia tak ingin putra nya malah menjadi lajang tua. Apalagi dia tau kalau selama ini Burhan masih rutin berobat dengan Hans ,dia mulai curiga saat Burhan memasuki rumah sakit .
Saat itu dirinya baru saja menjenguk salah satu teman kuliah nya ,Melati melihat Burhan memasuki ruangan dokter psikolog. Dia juga membaca dengan jelas nama dokter di depan nya, Hans. Melati tau siapa hans ,hanya saja dia tak menyangka kalau ternyata Burhan mendatangi nya bukan sebagai teman tapi sebagai pasien .
Sejak saat itu Melati tau kalau Burhan memiliki penyakit yang unik ,dia ingin merubah rasa trauma itu tapi ternyata penyakit Burhan semakin menjadi membuat nya merasa bingung. Tapi mendengar langsung dari Hans ,kalau Burhan bisa sembuh dengan cepat jika bertemu dengan jodoh nya.
Pagi tadi ,dirinya sudah memaksa Burhan untuk menemui teman kencan buta nya yang merupakan anak dari salah satu teman kuliah nya membuat Burhan harus berakhir di rumah sakit . Hal itu membuat melati merasa bersalah, dia sudah menangis dengan terisak membuat Kia hanya bisa diam sambil menatap dari jauh.
"Mama tau dari mana aku disini ?" tanya Burhan, dia melirik ke arah Kia yang masih berdiri mematung di balik meja dapur.
"Hiks.....Hiks.....tega sekali kamu ngak ngabarin mama ,untung mama telpon Hans . Mama pikir kamu sedang di ruangan nya, makanya mama ingin meminta bantuan nya untuk membujuk mu agar mau bertemu anak teman mama tapi dia malah bilang kalau kamu di tabrak " jawab Melati dengan tatapan sedih nya, dia benar benar merasa bersalah.
"Siapa yang nabrak kamu hah? Biar mama yang urus ,mama akan masukan dia ke penjara dan akan membalas apa yang terjadi pada mu saat ini " ucap Melati dengan nada kesal dan marah nya, dia akan membalas perbuatan orang yang menabrak Burhan dan tak akan memberikan pengampunan .
Melati akan mengerahkan semua harta nya dan kekuasaan nya untuk menyeret orang yang menabrak Burhan, apalagi melihat kondisi burhan . Kaki Burhan di balut dengan kayu ,belum lagi kening Burhan yang di plester.
Melati yakin kalau kaki Burhan patah ,kening nya yang robek dan di jahit . Dia akan membalas semua nya ,dia tak akan memberikan pengampunan. Dia berjanji dalam hati akan memberikan yang terbaik untuk putra nya, apalagi dirinya masih berharap putra nya sembuh dan menemukan wanita yang bisa membuat nya bahagia juga sehat seperti sedia kala .
Rasa geram Melati pada Hanna kembali hadir ,dia ingin sekali memusnahkan wanita yang bernama Hanna itu. Dia memang sudah berjanji pada Burhan untuk tak menganggu Hanna ,bukan karena takut tapi karena keinginan Burhan yang tak ingin berurusan dengan mantan kekasih dan teman nya itu lagi
Kia terkejut mendengar ucapan mama nya Burhan, dia pun segera mendekati kedua nya sambil membawa piring yang berisi roti panggang. Tubuh nya sudah menegang mendengar hal itu, dengan air mata yang mengalir di pipi nya dia berjalan cepat ke arah Burhan dan mama nya.
"Ma....maafkan ayah saya nyonya, ayah saya ngak sengaja menabrak om Burhan. Sa....saya yang akan menggantikan hukuman ayah saja nyonya,tolong ampuni ayah saya " ucap Kia yang sudah berdiri didekat Burhan dan mama nya ,dia menangis sambil menundukan kepala nya.
Membayangkan ayah nya yang akan berada di dalam penjara membuat Kia merasa sedih ,dia yakin kalau ayah nya ngak akan bisa menjalani nya . Kia berharap akan ada pengampunan untuk ayah nya, dia gak tega jika ayah nya harus di penjara.
Melati juga terkejut mendengar suara wanita yang ada di ruangan itu ,ruangan dimana putra nya berada . Ada hal aneh yang dia rasakan ,mata nya tak lepas dari mata Burhan yang sedari tadi menatap ke arah wanita yang sedang memohon itu.
Senyuman mengembang di bibir nya, Melati merasa ada sesuatu yang aneh . Tak biasa nya Burhan menatap wajah wanita seperti ini ,apalagi tatapan itu terjadi cukup lama membuat nya yakin wanita didepan nya ini bisa menjadi obat untuk sang putra.
Tapi tak lama ,dahi Melati mengernyit karena bingung mendengar ucapan wanita itu. Dia bahkan langsung melotot, baru dia sadari apa yang di ucapkan oleh wanita didepan nya ini .
"Sa....saya akan berlutut di bawah kaki anda nyonya, ampuni ayah saya hiks hiks . Saya akan melakukan apa saja agar ayah saja tidak di tahan " ucap Kia lagi yang kini menangis terisak ,membuat Burhan ikut sedih .
Dengan sedikit susah payah ,Burhan pun turun dari tempat tidur tanpa memperdulikan sakit di kaki nya atau pun tulang nya yang beradu. Melati masih diam ,dia masih terkejut hingga akhirnya dia sadar saat burhan membantu kia berdiri .
Kia sudah berlutut di lantai, tangisan suara nya jelas terdengar sangat sedih tapi hal itu bukan lah yang terpenting bagi Melati . Dia memperhatikan Burhan yang begitu perduli dengan wanita itu, dia semakin yakin kalau wanita didepan nya jelas jodoh nya Burhan.
"Jangan seperti ini ,mama hanya belum mengetahui semua nya. Kamu bangkit saja dulu hhmmm" ucap Burhan dan kia yang sudah berdiri langsung memapah tubuh Burhan, dia terkejut karena burhan malah turun dari tempat tidur dan membantu nya berdiri padahal kondisi burhan sedang sakit.
Kia tidak tau kalau Burhan akan turun dari ranjang ,karena sedari tadi dia menunduk sambil menangis . Dia tak menyangka kalau Burhan akan membantu nya, dia merasa terharu mendapatkan perhatian dari Burhan.
"Om.....Jangan bergerak dulu, nanti tulang nya semakin retak " ucap Kia yang sudah membantu burhan untuk naik ke atas tempat tidur nya, Burhan menghapus air mata di pipi kia yang sudah mengalir dengan deras nya membuat Melati terkejut.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author