di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
"Ya syukurlah!! oh iya apa kamu tidak mau Ijab Kabul ulang serta Pesta Resepsi Pernikahan?" tanya Papa Samuel.
"Sebenarnya Ardan ingin Pa! tapi tidak tau dengan Asyifa mau atau tidaknya, karena keadaan Keluarganya sedang tidak baik-baik saja Pa." jawab Ardan.
"Maksud kamu itu gimana." ucap Papa Samuel
Ardan menceritakan kisah Asyifa dengan Keluarganya ke Papa Samuel, awal dari Perusahaan yang di rintis sama Almarhumah Mertuanya sampai jadi besar tapi sekarang di ambil paksa oleh Ayahnya.
Setelah itu tentang pengusiran yang di lakukan oleh Ayahnya juga, sampai di akhiri Almarhumah Ibu Mertua yang meninggal dalam kehidupan yang sengsara dan yang terakhir tentang Rumah tinggal selama pengusiran itu pun jadi milik orang lain, lagi dan lagi karena Ayahnya yang menjual Rumah.
Sekarang hanya tinggal Pamannya saja yang merupakan Adik Kandung Almarhumah Ibu Mertua yang tersisa dan yang masih menyayangi Asyifa sebagai keponakannya.
Papa Samuel yang mendengar cerita dari Putranya tentang Menantu Perempuannya menjadi sangat geram.
"Astagfirullah!! jahat banget, kok bisa seorang Suami dan Ayah seperti itu." ucap Papa Samuel.
"Iya begitulah kenyataannya Pa! mangkanya Ardan akan tanya dulu gimana baiknya ke Asyifa." sahut Ardan.
"Ya itu lebih baik lagi, kalian sudah menjadi Suami Istri jadi sikap kamu ini adalah yang terbaik, Papa sangat bangga padamu Ar, entah kamu mengalami kesulitan seperti apa yang kamu hadapi sendirian selama tiga tahun ini, sehingga membuat kamu semakin tambah dewasa saja." kagum Papa Samuel.
Kring
Kring
"Pa! sebentar yah Ar ingin mengangkat telpon dulu." pinta Ardan.
"Ya silahkan Ar." sahut Papa Samuel.
Tut
"Assalamualaikum Dim."
"Waalaikumsalam Bang! aku cuman ingin mengabarkan jika saham baru 30% yang bisa kita kuasai."
"Itu juga sudah lumayan kok Dim, pelan-pelan saja yang penting terus berjalan."
"Baiklah Bang! oh iya Bang ada Proposal baru dari dua Perusahaan yang ingin berkerjasama gimana menurut Abang."
"Ya kalau tidak ada reputasi yang buruk terima saja, memang namanya apa."
"Aku sudah memeriksanya tidak ada catatan yang buruk Bang, namanya Aa Grup dan Dirgantara Grup Bang.''
"Ya udah terima saja Dim, lagian Abang juga mengenal pemimpinnya."
"Oh baguslah kalau Abang mengenalnya, ya udah Bang hanya ingin ngabarin itu saja Assalamualaikum."
"Baiklah Waalaikumsalam."
Tut
Tut
"Hmm ngobrolnya serius bener, ngomongin tentang apaan sih?" tanya Papa Samuel.
"Eh bukan apa-apa kok Pa." kaget Ardan.
"Kamu itu selalu saja seperti ini dari dulu Ar, Papa dan Mama sebagai kedua Orangtuamu hanya mendengar dan melihat hasil dari keringat kamu sendiri dalam segala hal, sampai-sampai Papa maupun Mama tidak ada kesempatan untuk bisa membantu." keluh Papa Samuel.
"Papa dan Mama selalu membantu Ardan kok dari dulu, kan selama ini Papa dan Mama selalu mendoakan Ardan, ya udah Ardan ingin ke kamar dulu yah." ucap Ardan.
"Hmm silahkan Ar!." sahut Papa Samuel.
Ardan pun melangkah masuk ke dalam Rumah meninggalkan Papa Samuel di Taman belakang menuju ke kamarnya, sedangkan Papa Samuel melihat punggung Putranya sedang melangkah pergi hanya bisa geleng-geleng kepala serta tersenyum.
"Papa tidak tau harus bangga atau bersedih, melihat kamu yang selalu berdiri sendiri seperti ini Ar." gerutu Papa Samuel.
.
.
Di Tempat Lain
Di Mall sedang duduk di tempat makan tiga Perempuan berbeda generasi tapi ketiganya sama-sama Berhijab.
"Asyifa Sayang kenapa kamu diem saja saat tadi di perjalanan, apa Mama sudah membuat kamu tidak nyaman?" tanya Mama Shinta.
"Eh tidak kok Ma! hmm hanya saja..." jawab Asyifa terpotong.
"Sudah jangan di teruskan Mama paham dan mengerti kok, karena Mama pernah merasakan apa yang kamu rasakan sekarang, tapi Mama berharap kamu bisa beradaptasi dengan cepat." potong Mama Shinta seraya berharap.
"Baiklah Ma!! Syifa akan berusaha." sahut Asyifa.
"Memang apa yang di rasakan Ma! kan Adek juga ingin tahu?" tanya Alena.
"Ish kamu tuh masih kecil Dek, belum seharusnya kamu tahu tentang ini." kesal Mama Shinta.
''Haish sudah mau Kuliah begini, masih saja di anggap masih kecil saja." kesal Alena.
"Tuh buktinya terlihat jelas kamu masih ngambek, ya berarti masih kecil lah Dek." ucap Mama Shinta.
"Maaf Ma! sebenarnya kita mau ngapain berada di sini?" tanya Asyifa.
"Oh Mama mau menghadiri arisan sebentar lagi, nanti setelah itu barulah kita jalan-jalan saja, kalau bahasa anak sekarang itu Me Time." jawab Mama Shinta.
"Mama ish jangan mulai deh..." kesal Alena.
Alena tidak melanjutkan ucapannya karena ada beberapa orang yang menghampiri ketiganya serta menyapa Mama Shinta.
"Hey Jeng! yuk langsung masuk, rupanya sudah pada kumpul tuh." ajak teman Mama Shinta.
"Hayoo Jeng! eh Sayang apa kalian mau ikut ke sana, apa tunggu di sini saja." sahut Mama Shinta seraya bertanya.
"Eh nggak deh Ma! lagian Adek mau ajak Kak Asyifa jalan di sekitar Mall ini." jawab Alena.
"Hmm baiklah! kalau Mama sudah selesai akan menelpon kamu Dek." ucap Mama Shinta.
Mama Shinta pun pergi dengan temannya ke tempat berkumpulnya para teman-teman arisannya yang sudah lebih dulu kumpul.
"Ada-ada saja si Mama!! masa aku harus ikut berkumpul dengan Ibu-ibu rempong hiii." kesal Alena sambil geli sendiri.
"Jangan seperti itu Dek! eh tidak apa-apa kan kalau panggil Adek saja ke kamu.'' tegur Asyifa.
"Iya tidak apa-apa justru senang punya Kakak Perempuan, oh iya Adek panggil Teteh saja yah jangan Kakak, masa iya sama panggilannya dengan Kak Ardan." saran Alena.
"Hmm senyamannya Adek saja." sahut Asyifa.
"Ya udah yuk Teh! kita jalan-jalan saja, tinggalin tuh Ibu-ibu rempong itu." ajak Alena.
Alena pun menggandeng tangan Teteh barunya sedangkan Asyifa hanya bisa geleng-geleng kepala saja dengan sifat Adek barunya ini.
Kini keduanya sedang berada di Butik Muslimah, karena Alena ingin mengajak membeli Couple Gamis untuk keduanya.
Meskipun Asyifa menolaknya tetap saja Alena membeli dua Gamis tersebut yang Couple untuk keduanya.
Setelah dari Butik Alena mengajak Asyifa ke Stand Es Krim, ketika ingin memilih rasa keduanya sama-sama menyebutkan rasa yang sama yaitu rasa Coklat, akhirnya keduanya tertawa bersama.
"Oh iya Teh! mana Hp Teteh." ucap Alena sambil menyodorkan tangannya.
"Ada nih! memang untuk apa Dek.'' sahut Asyifa.
"Ya ingin masukin Nomor Adek lah Teh." ucap Alena.
Asyifa pun memberikan Hpnya ke Adek barunya, Alena pun menerima serta langsung memasukan nomornya sendiri ke Hp Teteh barunya dan langsung menghubungi nomornya sendiri biar tahu nomor Teteh nya.
Sambil menikmati Es Krim nya keduanya berbincang-bincang santai dan sesekali saling cerita satu sama lain untuk lebih mendekatkan hubungan antara kedua Ipar tersebut, tapi lebih banyak Alena yang bercerita sedangkan Asyifa hanya jadi pendengar yang baik tiba-tiba...
"Hey!! kamu yang namanya Alena kan?" tanya seseorang Wanita.
"Iya benar!! kamu siapa." jawab Alena.
"Saya sarankan padamu untuk menjauhi...
Bersambung
~ See You Next ~