NovelToon NovelToon
Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Nelayan Miskin Dengan Sistem Pengumpul Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:33.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

“[Ikan Langka! Hadiah 100 Emas!]”

Beni hanyalah nelayan miskin yang hidup penuh penderitaan. Ia dikhianati istrinya, dijebak hingga terlilit hutang, dan hampir kehilangan harapan hidup.

Namun saat berlayar di tengah badai, ia malah tersesat ke lautan misterius yang dipenuhi bahaya. Di sanalah sebuah sistem aneh tiba-tiba muncul di hadapannya.

Dengan bantuan sistem pengumpul emas, bisakah Ye Fan mengubah nasibnya dan menjadi orang terkaya di lautan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Kerajinan

Beni terjaga saat sinar matahari mulai memudar, menyisakan semburat jingga yang membiaskan cahaya redup ke dalam rumahnya yang kayu.

Ia mengusap wajahnya yang masih terasa berat, lalu bangkit berdiri dengan gerakan malas.

Pandangannya tidak sengaja tertuju pada sebuah bingkai foto tua yang tergantung miring di dinding, foto masa SMA-nya di kota kecil tempat ia berbelanja kemarin.

​Dalam foto itu, Beni tampak kurus dan kikuk, berdiri di pojok dengan seragam yang sedikit kedodoran. Di sampingnya, terlihat sosok Kai dan gerombolan antek-anteknya yang tertawa meremehkan.

Ingatan itu datang seperti gelombang air pasang yang pahit. Dulu, ia adalah bulan-bulanan mereka hanya karena ia berasal dari keluarga miskin.

Beni bukan pengecut, ia selalu melawan, meski akhirnya selalu berakhir dengan babak belur karena dikeroyok oleh gerombolan Kai yang pengecut.

​"Cih," Beni meludah ke lantai, matanya menyipit penuh kebencian. "Kalau saja aku bertemu kalian sekarang... aku tidak akan sudi beradu tinju. Aku akan membuat kalian berlutut memohon di hadapanku."

​Ia membuang muka, mencoba mengusir bayangan masa lalu yang membakar dadanya. Ia kemudian memfokuskan pikirannya pada sistem. "Lupakan soal masa lalu. Sekarang, aku harus fokus bagaimana cara memutar uang."

​Ia membuka menu [Inventaris]. Di sana, tertumpuk sepuluh ikat rumput laut bercahaya yang ia kumpulkan semalam saat memancing dengan sia-sia.

​DING!

[Inventaris: 10 Rumput Laut Bercahaya (Status: Sampah)]

​Beni menatap layar itu dengan bibir mencebik. "Sampah, katanya? Sistem, kau ini terlalu cepat menghakimi." Ia mengambil satu ikat rumput laut tersebut. Teksturnya terasa kenyal, sedikit berlendir, dan memancarkan cahaya biru neon yang cukup terang di kegelapan sore.

​Sebuah ide gila melintas di kepalanya. "Kalau aku jadikan aksesoris... kalung, gelang, atau hiasan meja yang bisa menyala di malam hari? Orang kota selalu suka barang-barang unik dan 'estetik'. Kalau aku jual online, harganya pasti bisa berkali-kali lipat daripada sekadar dijual ke pengepul ikan."

​Namun, jiwa penasaran Beni tidak berhenti di situ. Ia memeriksa kembali benda itu. "Kalau bisa dijadikan perhiasan, berarti harus bisa diolah. Tapi sebelum itu..."

​Ia menempelkan ujung rumput laut itu ke lidahnya. Rasa asin dan hambar mendominasi. "Rasanya... ya, seperti rumput laut biasa yang habis mandi di air sabun."

​Ia memutuskan untuk membawanya ke dapur kecilnya. "Mari kita lihat apakah benda bercahaya ini punya rasa, atau cuma jadi pajangan saja."

​Beni menyalakan kompor gas tua, menyiapkan wajan, bawang putih, dan sedikit cabai.

Ia mencincang rumput laut itu dengan pisau dapur, teksturnya yang unik membuatnya mengeluarkan percikan cahaya kecil setiap kali terpotong.

Ia menumisnya dengan minyak panas. Sesaat kemudian, dapur yang semula berbau apek berubah menjadi harum yang sangat menggugah selera, perpaduan aroma laut dalam dan rempah-rempah yang tajam.

​Beni menatap masakannya. "Warnanya... sedikit mengerikan. Biru kehijauan, seperti makanan alien."

​Ia menyendok sedikit tumis itu ke piring plastik. Dengan ragu, ia memasukkan sesendok ke dalam mulutnya. Matanya yang semula menyipit penuh keraguan langsung melebar.

Sensasi gurih yang eksplosif menyebar di lidahnya, diikuti dengan rasa segar yang membuat tenggorokannya terasa dingin, seolah ia baru saja meminum air dari mata air pegunungan yang paling murni.

​"Enak!" serunya tanpa sadar. "Ini jauh lebih enak daripada sayur kangkung manapun di pasar!"

​Setelah menghabiskan sepiring tumis itu, Beni merasa energinya pulih secara drastis. Tubuhnya terasa lebih enteng dan pikirannya jauh lebih jernih. "Sistem, kau dengar itu? Ini bukan sekadar rumput laut, ini adalah sumber energi!"

​Ia tidak membuang waktu. Sisa rumput laut lainnya ia jemur dengan teknik khusus agar cahayanya tetap stabil, lalu ia mulai memotongnya menjadi bagian-bagian kecil.

Dengan sisa tali pancing berkualitas yang ia beli di kota dan sedikit kawat tembaga, ia mulai merangkai rumput laut itu menjadi liontin-liontin cantik.

​Ia menyusunnya sedemikian rupa, membungkus serat rumput laut dengan kawat hingga membentuk pola yang tampak seperti perhiasan mistis.

Saat ruangan sudah benar-benar gelap, ia mematikan lampu. Ruangan itu seketika diterangi oleh cahaya biru lembut dari hasil karya tangannya.

​"Sempurna," bisik Beni bangga. Ia memotret karya itu dengan ponsel tuanya, mengeditnya sebentar, dan mengunggahnya ke situs jual-beli online dengan deskripsi: 'Perhiasan Kristal Laut Terlarang - Bercahaya Alami Tanpa Baterai'.

"Mereka tidak akan curiga. lagi pula mereka tidak tahu bagaimana cara buatnya haha."

1
Night Watcher
mulai sumung bang ben..🤭🤭
Maul: 🤭/Scowl/
total 1 replies
Night Watcher
lanjut thor.. seru2 capek sama tingkah mboke duyung..🤭
Night Watcher
kok kyknya gak pernah ada hitungan pendapatan dr restonya yaa??
Night Watcher
kuapokkk .. diuber emboknya ikan...
Night Watcher
mulai bingung parah nih, di awal katanya resto utk kls menengah ke atas, skrg pelanggannya anak SMA yg dikejar2 preman krn emaknya pny utang dan ibu2 pekerja proyek...😇😇😇
an: harga makanannya kok nggak disebut Thor, dari awal resto buka udah penasaran baget nih sama harganya
total 1 replies
Night Watcher
awas aja kau tor, kalo sampe beni iba, apalagi mau balikan sama sampah lacur itu...😠
Night Watcher
walaaahhh... ternyata mbok'e duyung...
Night Watcher
tegangggg..
Night Watcher
dih.. nguping sambil ngunyah keripik, apa gak berisik sendiri tuh...?
Night Watcher
otor ngapusi... katanya gak mau nolongin, ternyata balik maning..😓
Night Watcher
yah... pepesan kosong... kukira dgn mengingat derita masa lalunya, bakal timbul rasa iba & menolongnya...😓
Night Watcher
padahal aku pingin es tebu yg masih anget...🤭
Night Watcher
nambah PD dan lupa pulang..🤭
Night Watcher
kreatif juga otornya.. eh mcnya🤭🤭
Night Watcher
hhhhh... ada to ular brlatih sama ipman..😂😂
Night Watcher
diam tanpa jejak nyoba mampir, sampe bab ini kyknya seru, ada sistem yg koplak..
Kasma Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maul: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Gege
naaaah... gitu doong beni... sat set clingg... kan enak hiburan bacaannya..
Maul: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Goat
sepuh pada mampir /Facepalm/
Maul: /Shy/
total 1 replies
Gege
laaah dengan modal ikan cuman 5 biji sementara customer seabreg mana bisa buka resto beni...cari ikan lagi yang level rendah sebanyak banyaknya doong..💪🤣
Maul: nanti balik lagi/Shy/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!