NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Alyra

Suami Dadakan Untuk Alyra

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Hamil di luar nikah
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lylia Yuu

“Kau itu memang benalu! Mengganggu dan menempel seperti parasit. Gagal mendapatkan kakaknya, sekarang adiknya yang kau incar? Dasar wanita sampah!”

Hidup Alyra hancur hanya dalam satu malam. Semua bermula saat ia memergoki lelaki yang begitu dicintainya tengah bercumbu dengan wanita lain. Alyra memilih pergi, tetapi pria itu tak terima ditinggalkan. Dalam amarah dan ego yang membabi buta, ia merenggut paksa kehormatan Alyra sehingga gadis itu hamil.

Sejak saat itu, hidup Alyra berubah menjadi mimpi buruk. Alih-alih bertanggung jawab, mantan kekasihnya justru menikahi wanita simpanannya. Sementara Alyra, yang menanggung malu seorang diri, dipaksa menerima keputusan dua keluarga untuk menikah dengan adik dari pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Bisakah Alyra bertahan dalam ikatan tanpa dasar cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lylia Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SDUA 11

“Akh!” Wina memekik sambil membungkam mulutnya, tatkala cubitan kecil memelintir kulit lengannya. “Simbok, sakitt ….” protesnya pada wanita baya yang menegur melalui cubitan.

“Kamu ini, ya, hati-hati kalau bicara. Gimana kalau tuan rumah ada yang dengar?” kata Mbok Tum.

Asisten rumah tangga berusia dua puluhan itu mengusap-usap lengan yang sedikit memerah. “Iya, iya, Mbok. Maaf, saya teh kelepasan.”

Ia kemudian kembali menatap ke lantai dua. “Itu teh kita perlu cek apa nggak di lantai dua?”

Mbok Tum diam sejenak, telinga berusaha menangkap suara dari atas.

“Tapi simbok nggak denger apa-apa, Win. Tuan sama Nyonya muda lagi berantem atau apa, ya?”

“Wina coba cek dulu, ya, Mbok. Takutnya teh pada todong-todongan pecahan kaca kayak kapan hari itu. Mereka kalau lagi tengkar teh ngeri,” ucap Wina, kemudian mengendap-endap menaiki undakan tangga, menuju ke arah suara benda yang pecah.

Sesampainya di sana, suasana masih hening, tak ada pecahan ataupun benda yang berserakan di lantai marmer. Lantai dua hanya dihuni oleh pasangan muda, yakni Ervin dan Velisa. Sementara Dirham dan Zaskia memilih tidur di kamar yang ada di lantai satu.

Kening si pelayan mengernyit. “Kalau di sini nggak ada, apa mereka bertengkar di dalam kamar?”

Gadis kurus mengenakan pakaian khusus pelayan itu kembali melangkah pelan, sebisa mungkin memijak lantai tanpa suara.

Ia mendekati pintu kamar yang dihuni oleh tuan dan nyonya muda, menempelkan telinga pada permukaan pintu.

“Emhhh … uhhh … aahhh!!”

“Terus, Sayang! Lebih kencang!”

Mata Wina langsung membulat, menutup mulut rapat-rapat.

‘Si belegug! Kirain teh lagi pada tengkar, taunya malah uh ah uh ah. Masih pagi-pagi juga,’ ucap si pembantu dalam hati.

Ia lekas memutar badan, kembali melangkah pergi penuh kehati-hatian.

“Semalam teh berantem udah kayak mau cerai detik itu juga, eh paginya masih enak-enak juga.” saat tiba di tengah tangga, ia kembali mendongak ke lantai atas. “Itu teh pakai gaya apa sampai kaya begitu ... mecahin apa mereka di kamar?” Wina masih mengomel dengan nada pelan.

“Ada apa, Win?” tanya mbok Tum memastikan.

“Alah … biarin aja, Mbok. Aman,” sahut Wina, enggan mengatakan keadaan sebenarnya, dirinya sudah malu pada diri sendiri karena telah menguping adegan yang yang tak seharusnya ia dengar.

.

.

.

Sore harinya. Sosok rupawan berbalut setelan jas berwarna hitam, berdiri di depan cermin full body seraya melepaskan dasi.

Erlan masih tinggal di rumah keluarga Dewangga, tepatnya di kamar Alyra. Abimanyu dan Nirmala yang meminta, belum rela hati keduanya untuk melepas sang putri ke rumah sang mertua.

Sore itu dirinya baru saja pulang dari bekerja.

“Saya punya penawaran,” ucap Erlan, kini menoleh pada istrinya yang duduk di tepian ranjang.

“Apa itu?” sahut Alyra, cukup penasaran.

“Rugi rasanya bila pernikahan ini tidak kita manfaatkan dengan baik.” Tatapan Erlan penuh maksud, membuat Alyra berpikir keras.

“Bisa katakan langsung intinya? Saya malas berbelit,” ucap si wanita.

“Gimana kalau kita berdua kerjasama aja?” Langsung saja ia utarakan niat sesungguhnya.

Alyra mengerutkan dahinya. “Kerja sama?”

“Lo nggak pengen membalas perbuatan Ervin?” Pertanyaan Erlan membuat mata Alena memicing. “Gue tau, alasan Lo nerima perjodohan gila ini ... karena mau mengamankan aset hak waris anak Lo, ‘kan?”

“Terus Lo mau ngajuin cerai setelah keinginan itu tercapai.” Tebakan Erlan tidak meleset.

“Anda dukun? Atau cenayang? Mengapa tebakannya sangat akurat.” Tidak mengelak, memang begitu adanya niat awal dirinya menerima lamaran seorang Erlando. “Saya tak mau merugi atas perjodohan tak masuk akal ini.”

Erlan bersedekap tangan, mata menatap meyakinkan. “Gue bisa bantu keduanya. Mengamankan aset hak waris, dan juga menghukum mantan pacar brengsek Lo itu,” ucapnya.

“Bukankah Anda dan Ervin kakak beradik? Mengapa Anda menawarkan kerjasama tak masuk akal ini?” Alyra masih terlihat bingung, tak menduga akan menerima tawaran sedemikian rupa.

“Gue nggak cukup akur sama si belegug itu,” sahut Erlan.

“Lalu ... Apa mau Anda?”

“Nggak banyak. Gue cuma butuh istri untuk bisa mewarisi dan menjadi CEO di perusahaan pusat milik keluarga Pradana.” Ia begitu lugas, sama sekali tak menyembunyikan niat terselubungnya. “Setahun aja. Kita cuma perlu menjalani pernikahan selama satu tahun, setelah anak Lo lahir dan hak waris ditentukan, dan gue berhasil naik tahta … kita bisa bercerai.”

Alyra terdiam, tampak menimbang tawaran yang menurutnya gila namun masuk akal juga. ‘Sudah kuduga … pasti ada niat terselubungnya. Baiklah … kita ikuti cara mainnya, mari dengarkan rencana licik si curut ini.’

“Kita saling menguntungkan, bukan?” Erlan melanjutkan. “Setelah Lo melahirkan, nggak ada jaminan Ervin bakal mau membagi asetnya, apalagi sekarang … dia punya Velisa — yang mengatur seluruh jalan hidupnya. Lo pikir wanita sinting itu mau berbagi dengan perempuan dari masa lalu suaminya? Tanpa bantuan gue ... Lo nggak akan dapet apa-apa.”

“Lalu … apa rencana Anda?” tanya Alyra. Mata menatap penasaran.

Erlan menatap diam sesaat, kemudian tersenyum penuh arti. “Kita susun rencana untuk menyiksa Ervin secara perlahan.” Ia menarik sinis sudut bibirnya.

“Caranya?”

“Bersikaplah manja padaku saat di depan semua orang. Kita jalani hidup layaknya pasangan suami istri sungguhan, saling mengasihi, saling jatuh cinta, tunjukan sisi mesra di hadapan mereka.” Ia membidik dengan tatapan tanpa ragu. “Kita nggak mungkin menodongkan pisau secara terang-terangan. Tapi, kita bisa menusuknya dengan cara halus. Hancurkan hatinya, gerogoti batinnya sampai dia benar-benar jera dan menggila. Gue yakin … Ervin akan memanas kalau liat rumah tangga kita berjalan harmonis, karna dia masih ngarep sama Lo, Alyra.”

Wanita yang kini tengah berbadan dua, menunduk, mempertimbangkan tawaran yang cukup menggiurkan. Bukan soal warisan, Alyra mengesampingkan niat awal dan menaruh minat pada tawaran bantuan — menghukum mantan kekasihnya yang durjana.

“Selain semua yang Anda katakan barusan, apa ada hal lain yang perlu saya lakukan?”

“Nggak ada. Lo cuma perlu bersikap manis layaknya seorang istri. Urusan perebutan tahta ... Biar gue yang atur sendiri.” Putra kedua Dirham Pradana berkata tanpa ragu. “Lagipula, nggak ada lagi pilihan buat Lo … selain nerima tawaran ini. Lo nggak bisa seenaknya ngajuin cerai, karna mama Nirmala udah tanda tangan di atas materai sama bokap gue.”

“Gue masih baik hati, ‘kan?” sambungnya, binar matanya terlihat bangga pada diri sendiri. “Gue masih menawarkan kerja sama yang menguntungkan. Kalau Lo nolak—”

“Baiklah.” Alyra mengangkat wajah, tatapan kokoh dan yakin. “Saya bersedia. Menjadi istri pura-pura atau apalah itu sebutannya, asalkan Anda bersedia juga membantu saya untuk menghukum insan biadab itu.”

Erlan menyeringai, menatap puas pada sosok wanita hamil. “Oke. Deal!”

.

.

.

“Kontrak nikah macam apa ini?!”

*

*

Bersambung.

1
partini
jajat sekali kalian,,tapi orang selalu berhasil wehhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!