NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem / Tamat
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 penempaan kasih dan baja

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah jendela kayu cendana, menyinari wajah Su Lang yang masih terpejam. Rasa perih di lengan kirinya telah berubah menjadi sensasi dingin yang menyejukkan, berkat pengorbanan Lin Yue semalam. Su Lang membuka matanya, menemukan dirinya masih berada di kamar pondok belakang.

Bau harum bunga bakung dan uap herbal memenuhi ruangan. Di samping tempat tidurnya, Lin Yue tertidur dengan posisi duduk, kepalanya bersandar pada pinggiran ranjang. Wajahnya tampak sedikit pucat, sisa dari kelelahan menyerap racun Yin semalam. Tangan kanannya masih menggenggam lembut ujung selimut Su Lang, seolah takut pelindungnya akan menghilang jika ia lepaskan.

Su Lang terdiam sejenak, menatap wanita di depannya. Di dunia yang kejam ini, di mana setiap orang saling sikut demi sebutir Batu Roh, kesetiaan tanpa pamrih seperti ini terasa lebih berharga daripada artefak tingkat tinggi manapun.

Ia menggerakkan tangan kanannya, dengan sangat pelan mengusap helai rambut yang menutupi wajah Lin Yue. Gerakannya begitu halus, namun Lin Yue yang memiliki bakat Tubuh Yin sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Dia terjaga, matanya mengerjap perlahan.

"Guru..." suara Lin Yue serak, namun matanya langsung berbinar saat melihat Su Lang sudah siuman. "Anda sudah bangun? Bagaimana perasaan Anda? Apakah lukanya masih sakit?"

Su Lang tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang kini lebih sering muncul saat ia bersama mereka. "Berkat kau, racunnya sudah hilang. Maafkan aku, aku telah membuatmu kelelahan."

Lin Yue menggeleng cepat, rona merah tipis muncul di pipinya yang pucat. "Jangan berkata begitu, Guru. Menjadi berguna bagi Anda adalah kebahagiaan terbesar saya."

Su Lang bangkit dari tempat tidur. Meskipun tubuhnya belum 100% pulih, Dantian-nya sudah penuh kembali dengan Qi Tingkat 3 yang stabil. "Lin Yue, hari ini aku akan mulai mengajarimu cara mengolah energi. Kau tidak bisa hanya mengandalkan bakat alamimu untuk menyerap racun; kau harus memiliki fondasi untuk mengendalikannya."

Mata Lin Yue membelalak. "Saya... saya juga bisa berkultivasi seperti Li Yun?"

"Tentu saja. Dan dengan Tubuh Yin Murni milikmu, kau akan melampaui banyak orang jika kau tekun."

***

Sore harinya, Su Lang membawa "harta karun" hasil buruannya semalam ke ruang bawah tanah Menara Pengumpul Qi yang baru saja ia perkuat dengan formasi kedap suara dan kedap aura.

Di depannya tergeletak kulit hitam mengkilap dari Musang Bayangan Bulan dan Inti Monster (Neidan) yang berpendar hijau gelap. Di tengah ruangan, *Pecahan Kuali Penempa Surga* diletakkan di atas altar batu kecil.

"Sistem, aku ingin menempa pelindung tubuh. Berikan instruksi menggunakan fragmen kuali sebagai katalis."

*[Ding!]*

*[Memproses Cetak Biru: Jubah Bayangan Sutra (Tingkat Roh Kelas Menengah).]*

*[Bahan: Kulit Musang Bayangan, 10 Batu Roh Rendah, Esensi Qi Yin (Dapat diambil dari Lin Yue sebagai katalisator tambahan).]*

Su Lang mengerutkan kening. "Mengapa harus melibatkan Lin Yue?"

*[Menjawab: Inti monster musang bersifat agresif. Tubuh Yin Murni Lin Yue dapat menetralisir keganasan energi tersebut agar jubah nyaman dipakai oleh non-petarung.]*

Su Lang memanggil Lin Yue masuk ke ruang bawah tanah. Wanita itu tampak sedikit gugup melihat fragmen logam hitam yang bergetar di atas altar.

"Lin Yue, duduklah di seberang altar ini. Aku akan mulai menempa. Aku butuh kau menyalurkan sedikit energi dinginmu ke dalam fragmen ini saat aku memerintahkannya. Jangan takut, aku akan menjagamu."

"Baik, Guru." Lin Yue duduk bersila, matanya menatap Su Lang dengan kepercayaan penuh.

Su Lang mulai mengalirkan Qi-nya ke fragmen kuali. Seketika, suhu di ruangan itu melonjak. Api Qi biru muncul di permukaan fragmen, membakar kulit musang yang melayang di udara. Bau terbakar yang aneh memenuhi ruangan saat bulu-bulu kasar itu rontok, menyisakan serat-serat kulit yang halus dan fleksibel seperti sutra hitam.

"Sekarang, Lin Yue! Salurkan energimu!"

Lin Yue meletakkan telapak tangannya pada dasar fragmen. Aliran hawa sedingin es masuk ke dalam proses penempaan. Terjadi tabrakan energi antara panasnya api Qi Su Lang dan dinginnya energi Yin Lin Yue. Ruangan itu bergetar hebat.

"Tetap fokus!" teriak Su Lang. Keringat membasahi dahinya.

Dia melihat Lin Yue menggigit bibir bawahnya, menahan guncangan energi yang besar. Su Lang mengulurkan tangan kirinya, menggenggam tangan kiri Lin Yue yang bebas. Melalui sentuhan itu, Su Lang membagi beban energi tersebut ke dalam tubuhnya sendiri.

Mata mereka bertemu di tengah uap energi yang berputar. Ada koneksi batin yang terbentuk; Su Lang merasakan denyut jantung Lin Yue yang cepat, dan Lin Yue merasakan ketenangan luar biasa yang mengalir dari telapak tangan Su Lang. Di momen ini, mereka bukan hanya ketua dan pelayan, tapi dua jiwa yang sedang menantang hukum alam bersama.

*Wuuush!*

Inti monster di tengah ledakan itu hancur, energinya terserap habis ke dalam serat sutra hitam tersebut. Fragmen kuali berhenti bergetar dan jatuh kembali ke altar.

Di udara, melayang sehelai kain hitam panjang yang sangat indah. Permukaannya tampak seperti malam berbintang, dengan kilauan halus setiap kali terkena cahaya.

**[Penempaan Berhasil: Jubah Bayangan Sutra.]**

**[Atribut: Pertahanan Fisik Tinggi, Kamuflase Bayangan (Pemakai bisa menghilang sejenak di kegelapan), Ketahanan terhadap Suhu Ekstrem.]**

Su Lang mengambil jubah itu. Rasanya sangat ringan, hampir seperti tidak memegang apa pun. Dia berjalan menghampiri Lin Yue yang masih terengah-engah.

Tanpa berkata-kata, Su Lang menyampirkan jubah itu ke bahu Lin Yue.

"Guru... ini... untuk saya?" Lin Yue tertegun.

"Kau menyelamatkanku semalam. Jubah ini akan melindungimu saat aku tidak ada di sisimu. Jubah ini memiliki resonansi dengan energimu, sehingga kau bisa memakainya tanpa menguras banyak Qi."

Su Lang merapikan kerah jubah itu di leher Lin Yue. Jarak mereka sangat dekat, hingga Su Lang bisa mencium aroma sisa proses penempaan yang bercampur dengan bau alami tubuh Lin Yue. Lin Yue menahan napas, matanya terkunci pada tatapan Su Lang yang dalam.

"Terima kasih... Guru," bisik Lin Yue. Dia merapatkan jubah itu ke tubuhnya, merasa seolah sedang dipeluk oleh perlindungan Su Lang setiap saat.

***

Malam harinya, Su Lang tidak berhenti. Dia memanggil Li Yun ke perpustakaan.

"Li Yun, kemajuanmu sangat pesat. Tapi kau butuh senjata yang sesuai. Pedang kayu ini sudah tidak bisa menampung Qi-mu yang mulai terbentuk."

Su Lang menyerahkan sepasang cakar logam yang dibuat dari sisa cakar Musang Bayangan. "Ini adalah Cakar Angin. Senjata ini mengandalkan kecepatan dan kelincahan, sesuai dengan caramu bergerak."

Li Yun menerima senjata itu dengan mata berbinar-binar. "Saya akan menjadi perisai bagi sekte ini, Guru! Saya berjanji!"

Su Lang menepuk bahu murid laki-lakinya itu. "Jangan hanya menjadi perisai. Jadilah pedang yang membuat musuh berpikir seribu kali sebelum mendaki gunung ini."

Setelah urusan dengan murid-muridnya selesai, Su Lang kembali ke Menara Pengumpul Qi. Dia membuka fitur Manajemen Sekte.

**[Poin Dedikasi: 20]** (Meningkat setelah penempaan dan latihan murid).

**[Status Sekte: Harmonis.]**

Su Lang tersenyum puas. Namun, sistem tiba-tiba memberikan notifikasi merah.

*[Ding!]*

*[Mendeteksi getaran abnormal dari dasar gunung.]*

*[Penyebab: Resonansi antara Fragmen Kuali Penempa Surga dan 'Sesuatu' yang terkubur di bawah Puncak Qingyun.]*

Su Lang berdiri tegak. Jadi benar dugaannya. Puncak Qingyun bukan sekadar gunung bersalju biasa yang kebetulan kosong. Ada alasan mengapa fragmen itu menarik monster dengan begitu agresif semalam.

"Sistem, bisakah kau melacak lokasinya?"

*[Menjawab: Membutuhkan 15 Poin Dedikasi untuk melakukan Deep Scan wilayah dasar gunung.]*

"Lakukan sekarang."

Su Lang tidak ingin ada bom waktu di bawah rumahnya. Jika ada harta karun, dia harus mengambilnya. Jika ada bahaya, dia harus menyegelnya.

*[Scan Selesai.]*

*[Lokasi: 500 meter di bawah Aula Utama.]*

*[Objek Terdeteksi: Makam Kuno Tanpa Nama - Tersegel.]*

*[Status Segel: Melemah akibat aktivitas energi baru-baru ini.]*

Su Lang menarik napas panjang. Sebuah makam kuno tepat di bawah kakinya. Hal ini menjelaskan mengapa energi spiritual di sini cukup baik meskipun sektenya sudah lama terbengkalai.

"Guru?"

Su Lang menoleh ke arah pintu. Xiao Me berdiri di sana membawa nampan berisi buah-buahan gunung yang sudah dikupas rapi. Gadis kecil itu tampak cemas melihat raut wajah serius Su Lang.

"Xiao Me, ada apa?"

"Xiao Me hanya ingin memberikan ini... dan... apakah Guru akan pergi lagi?"

Su Lang menghampiri gadis kecil itu dan berlutut agar sejajar dengannya. Dia mengambil sepotong buah dan memakannya. "Aku tidak akan pergi jauh. Aku hanya akan memeriksa sesuatu di bawah tanah."

Xiao Me memeluk leher Su Lang tiba-tiba. "Jangan terluka lagi seperti kemarin. Xiao Me takut melihat darah Guru."

Su Lang membalas pelukan kecil itu, merasakan detak jantung polos yang bergantung padanya. Di tengah ambisinya untuk menjadi kuat, momen-momen seperti inilah yang mengingatkannya mengapa dia membangun sekte ini: bukan hanya untuk kekuasaan, tapi untuk menciptakan tempat di mana rasa takut itu tidak ada lagi.

"Aku janji," bisik Su Lang.

Dia melepaskan pelukan itu dan berdiri. Matanya menatap lantai kayu aula, seolah bisa menembus hingga ke kedalaman 500 meter di bawah sana.

"Makam kuno, ya? Mari kita lihat sejarah apa yang disembunyikan gunung ini."

Su Lang tahu, besok pagi, petualangan baru yang jauh lebih berbahaya dari sekadar preman sekte lokal akan dimulai. Dan dia harus menyiapkan segalanya

1
Val's
masa sih kultivator pnempaan tubuh bisa slemah ituu
Wong Kito
ngaco nih Li Yun malah jadi wanita bukannya pemuda 10 th kakaknya Xiao Mei ???
Amrye Jhon
semangat
Peter 💫⚡
☁️☁️☁️☁️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!